
Happy reading guys !"
Didalam kamar VVIP Rumah sakit itu kedua sahabat yang sama-sama berprofesi sebagai seorang Dokter itu masih saja bersitegang satu sama lain tidak ada yang mau mengalah.
" Dia yang memulai duluan sayang !" Seru Dokter Hasan menyalahkan Dokter Wahyu.
" Dia yang mulai duluan Khardha !" Tunjuk Dokter Wahyu kemuka Dokter Hasan.
" Lo yang mulai duluan !" Dokter Hasan menepis tangan Dokter Wahyu yang menunjuk wajah nya.
" Lo yang mulai dari tadi !" Sahut Dokter Wahyu tidak mau kalah.
" Stopppppppp.....Hentikannnnnnn!" Teriak Khardha yang dibuat pusing dengan tingkah kedua Dokter itu.
" Kalian berdua itu Dokter yang seharusnya berwibawa & bisa membantu pasien agar cepat sembuh, tapi kenapa sekarang kalian berdua bertingkah seperti anak kecil !" Seru Khardha menatap keduanya bergantian.
" Dia yang memulai duluan sayang." Sahut Dokter Hasan duduk ditepi ranjang sebelah kiri istrinya.
" Dia yang mengawali nya Khardha." Dokter Wahyu ikut duduk ditepi ranjang sebelah kanan.
" Sampai kapan kalian berdua harus saling menyalahkan seperti ini." Khardha kembali berbaring menutupi wajah nya dengan selimut karena benar-benar merasa pusing dengan kedua Dokter yang tidak ada yang mau mengalah itu.
" Sayang jangan marah ya, aku minta maaf karena udah bikin kamu gak nyaman." Dokter Hasan berusaha membujuk istrinya.
" Khardha aku juga minta maaf karena sudah mengganggu ketenangan kalian berdua sejak tadi." Dokter Wahyu mulai menyadari kesalahan nya.
" Sayang buka selimutnya nanti kamu gak bisa nafas sayang." Menyibak selimut yang menutupi Wajah istrinya.
Ternyata Khardha kembali tidak sadarkan diri.
" Sayang kamu kenapa sayang." Dokter Hasan menepuk pelan pipi istrinya.
Dokter Wahyu yang menyaksikan itu langsung mengintruksikan Dokter Hasan.
" Cepat pasang kembali selang oksigen nya !" Seru Dokter Wahyu menyadarkan Dokter Hasan yang terlihat panik mendapati istrinya yang pingsan.
Dokter Hasan pun segera memasang kembali ventilator kepada istrinya.
" Bro gue minta maaf karena kedatangan gue kesini bukan nya membantu malah bikin istri lo drop lagi." Dokter Wahyu beranjak kemudian berlalu pergi meninggalkan Dokter Hasan & istrinya berdua kembali dalam kamar rawat inap itu.
Dokter Hasan ikut beranjak & mengejar langkah Dokter Wahyu yang berjalan dengan cepat menuju lift.
" Dokter Wahyu tunggu !" Serunya menghampiri sahabat nya dengan tergesa.
" Gue juga minta maaf bro , karena tidak menghargai kedatangan lo, yang sudah berniat baik untuk memeriksa kondisi istri gue,lo gak marah kan ?" Menepuk pundak Dokter Wahyu.
" Enggak gue gak marah kok, malah gue merasa sangat bersalah." Sahut nya dengan menatap serius kearah Dokter Hasan.
" Nanti kalau istri gue sudah pulih gue bakal hubungi lo lagi untuk Usg kandungan nya." Kata Dokter Hasan dengan wajah seriusnya.
" Ok,gue tunggu ." Sahut Dokter Wahyu kemudian melangkah masuk ke dalam lift yang kebetulan pintu nya sudah terbuka.
Dokter Hasan pun kembali ke kamar istrinya.
Tidak lama kemudian bi Tutik datang & mengetuk pintu kamar rawat inap majikannya.
Tok...tok...tok..."
__ADS_1
Mendengar pintu di ketuk Dokter Hasan yang berniat untuk ke kamar mandi mengurungkan niat nya.Dia pun berjalan menuju pintu kemudian membukanya.
" Permisi Tuan ." Bi Tutik langsung masuk ketika Dokter Hasan mengisyaratkannya untuk masuk dengan matanya.
Dokter Hasan menganggukkan kepalanya kemudian dia kembali masuk kamar mandi untuk menuntaskan hajadnya.Setelah keluar dari kamar mandi dia menghampiri bi Tutik yang membawakan & menyiapkan sarapan untuknya berupa nasi kuning lengkap dengan lauk-pauk nya.
Disana juga ada makanan dari pihak Rumah sakit untuk istrinya.
Ketika dia sedang asyik menikmati nasi kuning nya,ternyata Khardha sudah kembali siuman & menatap ke arahnya dengan meneguk saliva nya berulang kali.
" Kamu juga mau makan sayang ?" Mendekati istrinya & duduk disamping nya.
Khardha menganggukkan kepalanya.
" Mau aku suapin ?" Menatap istrinya dengan tersenyum.
Khardha kembali mengangguk & berusaha untuk duduk sendiri,namun dengan sigap Dokter Hasan menaruh piring nya diatas meja kemudian membantu istrinya.
" Kamu udah gak sesak nafas lagi kan sayang." Melepaskan ventilator yang menutupi mulut & hidung istrinya.
" Sekarang aku suapin ya,aaa... ." Memberikan makanan Rumah sakit untuk istrinya.
" Aku gak mau makanan ini sayang, aku mau nya seperti yang kamu makan tadi." Menahan sedok yang di pegang suaminya.
" Ini Non nasi kuning nya sudah bibi siapkan." Menaruh diatas nampan yang ada di hadapan Khardha.
" Enggak aku gak mau yang baru sayang."Memalingkan wajahnya kearah lain.
" Non mau yang bekas Tuan ?" Mengerutkan keningnya.
" Tapi punya aku tinggal sedikit & juga pedas sayang, nanti lambung kamu gak kuat,kamu kan habis diare semalam." Berusaha memberi pengertian kepada istrinya.
" Ya udah aku gak usah makan aja gak papa kok." Kembali berbaring & membelakangi suaminya.
" Sayang jangan ngambek ya, ini kan demi kebaikan kamu juga." Membalikkan badan istrinya agar menghadap ke arahnya.
Namun Khadha tetap tidak bergeming.
" Seperti nya Non Khardha lagi ngidam pengin makan bekas Tuan." Kata bi Tutik dari belakang.
Hufffff... hahhhhh...Dokter Hasan menarik nafas panjang kemudian menghembuskan nya.
Sabar Hasan istrimu lagi hamil,dia sekarang lebih sensitif dari biasanya, batinnya.
" Baiklah sayang yang penting kamu mau makan." Sengaja menambah kan nasi yang baru ke piringnya.
Dengan cepat Khardha bangun & berbalik ke hadapan suaminya.
" Sekarang aaa...." Mulai menyuapi istrinya.
"Kamu menambah kan nasinya dengan yang baru iya kan ?" Menatap suaminya dengan tajam.
Kenapa dia tau sich padahal aku kan tadi cuma menambah kan nasinya sedikit agar dia bisa kenyang.
" Iya sayang, biar kamu bisa makan banyak soalnya punya ku tadikan tinggal sedikit." Menundukkan kepalanya menghindari tatapan istrinya, dengan mengaduk-aduk nasi di piringnya.
__ADS_1
" Kalau begitu kamu juga harus ikut makan !" Seru Khardha dengan masih menatap tajam kearahnya kemudian mengambil alih sendok ditangan suaminya.
" Tapi aku kan tadi baru aja habis makan banyak sayang." Berusaha menolak namun saat mulut nya terbuka Khardha langsung menyuapkan nasi dalam porsi besar ke mulutnya.
" Sayang kamu...." Dengan mulut penuh Dokter Hasan berusaha mengajak istrinya bicara.
" Mulut penuh gak usah ngomong !" Sahut Khardha berusaha mempertahankan ekspresi nya, namun sebenarnya dalam hati dia ingin sekali tertawa ,melihat wajah suaminya yang memerah karena kesal akibat kelakuan nya.
Sesudah mengunyah makanan nya Dokter Hasan membalas perbuatan istrinya, dengan merebut sendok di tangan nya, kemudian membuka mulut istrinya dengan paksa .
" Sekarang giliran kamu yang makan sayang, buka mulut kamu !" Serunya dengan menahan mulut istrinya dengan satu tangan nya.
" Enggak aku udah kenyang liatin kamu makan." Sahut Khardha dengan memalingkan wajahnya.
Khardha yang berusaha berontak terpaksa mengunyah makanan nya ketika dia berpaling ,mulutnya yang terbuka langsung di bungkam suaminya dengan suapan nasi porsi besar.
" Kamu balas dendam sama aku ya." Ujar Khardha dengan mulut penuhnya namun tidak terdengar jelas.
" Mulut penuh gak boleh bicara !" Sahut Dokter Hasan dengan tersenyum puas dapat membalas istrinya.
Bi Tutik yang menyaksikan kelakuan suami istri itu hanya tersenyum & menggelengkan kepalanya, menahan tawa.
Melihat kalian bahagia seperti ini aku jadi tidak tega untuk memisahkan kalian berdua Tuan Dokter & Non Khardha,batinnya.
Setelah selesai makan bersama istrinya yang dipenuhi dengan keusilan keduanya, Dokter Hasan pamit untuk menjalankan tugas nya.
" Aku pergi dulu ya sayang, nanti kalau sudah waktunya istirahat makan siang aku akan kembali lagi kesini untuk menemanimu makan." Mencium kening istrinya & memeluknya.
" Bi Tutik aku titip istriku ya,segera hubungi aku bila ada sesuatu yang tidak beres atau ada yang diinginkan nya & jangan lupa ingatkan dia minum obat nya tiga puluh menit sesudah makan 3x sehari."Berlalu menuju pintu & meninggalkan mereka berdua.
*****
" Bi tolong bantu aku kekamar mandi ya." Pinta Khardha dengan menurunkan kakinya kelantai.
" Baik Non, hati-hati ." Bi Tutik memapah Khardha yang masih lemah untuk berjalan sendiri,dengan mengangkat infus ditangan satunya.
Setelah sampai di depan pintu kamar mandi Khardha meminta bi Tutik menunggunya di luar saja.
" Bi Tutik tunggu diluar aja, sekarang aku bisa sendiri."Membuka pintu kamar mandi kemudian menutup nya.
"Iya Non hati-hati ya,kalau sudah selesai panggil aja!" Teriak bi Tutik dari balik pintu.
Namun saat dalam kamar mandi Khardha kembali memuntahkan seisi perut nya.
Hoek....hoek...." Kemudian dia mencuci mulutnya & menatap bayangan wajah nya di cermin.
Kenapa kepala ku tiba-tiba pusing lagi, batinnya.Dia berusaha meraih gagang pintu kamar mandi,naas baginya sebelum dapat menggapai pintu dia terpeleset & jatuh membentur lantai kamar mandi,dia berusaha bangkit sendiri kemudian berdiri ,namun karena kondisi nya yang masih lemah dia kembali jatuh & akhirnya pingsan kembali di dalam kamar mandi.
Bi Tutik yang menunggu nya diluar menjadi khawatir karena sudah hampir satu jam tapi tidak ada tanda-tandanya Khardha akan keluar.Dia pun berinisiatif untuk mengetuk pintu kamar mandi.Bi Tutik beranjak dari duduknya menuju kamar mandi, namun belum sempat dia mengetuk pintu kamar mandi, pintu kamar utama ruangan itu ada yang mengetuk dari luar.
Tok....tok...tok...."
Bi Tutik pun membuka pintu masuk." Dia terpaku menyaksikan orang yang ada di hadapan nya.
Bersambung...."
__ADS_1
Mohon doa dan dukungannya terus ya reader dengan vote, like komen,koin dari kalian semuanya yang selalu setia menunggu up terbaru dari aku, semoga selalu menghibur & menjadi bacaan favorit kalian ya guys.Salam sayang selalu dari author Khardha love.