
Happy reading guys!"
"He he aku lagi gak ngapa-ngapain kok sayang!"Dokter Hasan langsung menyembunyikan buku diary istrinya di bawah bantal.
"Kamu jangan bohong sayang! Aku liat kok kamu lagi menyembunyikan sesuatu dibawah bantal."Khardha merangkak naik ke kasur ingin mengambil diary nya di bantal yang diduduki suaminya.
Dia tidak sadar bahwa dia belum memakai baju nya & hanya menggunakan handuk yang dililitkan di dadanya,kondisi nya sekarang sangat menguntungkan bagi suaminya.
"Kamu ingin menggodaku saat ini sayang?"Dokter Hasan langsung membalikkan posisinya yang awalnya dibawah istrinya menjadi dia yang diatas nya sekarang.
" Enggak,aku gak mau menggodamu, aku cuma mau mengambil kembali diary aku!"Teriaknya berusaha mendorong dada suaminya.
" Tapi aku yang sudah tergoda dengan penampilan kamu sekarang sayang!"Dokter Hasan mulai melakukan aksinya lagi.
Hingga terjadilah apa yang seharusnya terjadi.
*****
Suasana di lobi. Riki yang mendapat pertanyaan dari Dokter Selvi hanya bisa diam tidak mau menanggapinya, hingga Dokter Rasyid mulai curiga menyaksikan sendiri bagaimana tadi Riki menatap kearah Khardha.
Aku curiga sepertinya Riki & Khardha pernah punya hubungan spesial.Buktinya tadi aku lihat sendiri Riki selalu fokus ke arah Khardha walaupun tangannya seperti asyik memainkan hpnya,batinnya.
Padahal Dokter Rasyid sendiri melakukan hal yang sama. Cuma dia tidak menyadarinya saja.
"Ki kekamarku yuk! Kita kan sudah lama gak cerita-cerita!" Ajak Dokter Rasyid kepada sepupunya itu.
" Ok,lets go!"Sahut Riki beranjak dari duduknya.
" Kita berdua kekamar duluan ya!"Pamitnya kemudian melangkah pergi.
"Beb aku sudah ngantuk, kita kekamar juga yuk!"Ajak Dokter Wahyu dengan menggandeng tangan istrinya.
"Rika kamu gak ngantuk dek?"Dokter Selvi menghampiri Rika yang masih sibuk dengan hpnya.
" Nanti kak,lagi seru banget nich!" Sahut Rika tanpa menatap lawan bicara saking asyiknya.
" Kamu lagi asyik ngapain sich dek?"Dokter Selvi menengok layar hp Rika.
"Ya Allah Rika! Aku kira kamu tadi lagi ngapain,eh gak taunya lagi asyik nonton drakor.Sudah sana cepat tidur! Besok pagi-pagi kita harus pulang dek!"Seru Dokter Selvi dengan menepuk pelan pundak adik sepupunya itu.
" Sudahlah beb biarin aja, nanti kalau dia ngantuk juga pasti balik kekamar kok!"Dokter Wahyu merangkul pinggang istrinya agar cepat mengikutinya.
"Ok,beb!" Mereka pun meninggalkan Rika sendirian di lobi.
*****
__ADS_1
Di kamar Dokter Rasyid. Dengan bermain game online di hpnya masing-masing mereka berdua mulai bercerita.
" Ki gue boleh tau gak siapa sich calon istri lo yang dimaksud kak Selvi tadi?" Dokter Rasyid mulai mengintimidasi sepupunya.
" Gak usah dibahas dech,gue malu tau!" Riki tetap asyik dengan hpnya tanpa menoleh kearah Dokter Rasyid yang sangat ingin tahu kebenarannya.
" Tapi gue penasaran banget Ki,kayak apa sich calon istri lo itu,lo punya fotonya gak?"Dokter Rasyid tidak kehabisan akal.
" Ya ialah gue punya fotonya, tapi sayang dia sekarang sudah milik orang lain." Riki menghentikan permainan nya dengan menatap kearah lain membayangkan betapa patah hati nya dia saat ini"
" Maaf ya Ki,gue cuma mau liat fotonya aja kok tapi kalau lo keberatan,gue gak akan memaksa lo!" Dokter Rasyid menepuk bahu sepupunya.
" Gak papa nich fotonya!" Riki langsung menyodorkan hpnya.
Khardha!"Gumam Dokter Rasyid dengan menatap Riki dengan perasaan yang sulit diartikan.
"Ya, memang Khardha! Sampai saat ini gue belum bisa move on dari dia!"Sahut Riki dengan mengambil kembali hpnya.
Dokter Rasyid menghirup udara sebanyak-banyaknya kemudian menghembuskan nafas nya perlahan-lahan.
" Khardha juga cinta pertama gue!" Jujur Dokter Rasyid.
" Ya gue juga gak bisa move on dari dia sampai saat ini!" Dokter Rasyid berdiri mengambil bingkai foto yang selalu dibawanya.
"Ini foto Khardha yang gue ambil diam-diam sewaktu kami di perpustakaan sekolah,waktu mencari bahan untuk mading, karena dia dulu adik kelas gue sekaligus dulu kami sama-sama tergabung dalam anggota OSIS, dia seorang gadis yang selalu bisa buat hari-hari gue menjadi berwarna, walaupun gue gak pernah jadian sama dia.Tapi gue selalu bertekad dalam hati akan selalu membuatnya bahagia bila dia suatu saat nanti menjadi pendamping hidup gue.Namun takdir berkata lain ternyata Dokter Hasan lebih beruntung.
" Lo sendiri kenapa bisa putus sama dia?Padahal lo sudah menjadikan dia calon istri lo?"Dokter Rasyid menatap Riki dengan kening berkerut benar-benar merasa heran dengan sepupunya itu.
" Gue sebenarnya sudah berpacaran sama dia selama tiga tahun.Awalnya gue menganggap dia cuma gadis biasa yang bisa gue taklukkan hati nya dengan mudah. Namun seiring waktu yang berjalan justru gue sendiri yang jadi bucin sama dia,karena dia gadis yang unik menurut gue.Dia sholehah,cantik, sedikit tomboy, tegas,dewasa,pengertian dan perhatian banget kalau sudah dekat dengan nya,yang paling utama dia yang bisa membuat gue mau berubah menjadi lebih baik & lebih dekat lagi dengan Allah.Dia memang calon istri idaman gue, tapi sayang karena kecelakaan yang dialami teman gue sewaktu kami balapan dulu,gue terpaksa harus bertanggung jawab & membiayai pengobatan nya sampai sembuh dengan uang yang sudah gue kumpulkan untuk menikahi Khardha.Pas kebetulan seminggu setelah itu Khardha di jodohkan orang tua & keluarga nya dengan Dokter Hasan yang sekarang jadi suaminya."Riki berdiri dengan melipat tangan diatas dadanya, kemudian menatap keatas langit dimana ada rembulan yang tadinya bersinar terang, saat ini mulai tertutup gumpalan awan hitam yang menutupi nya.
"Kenapa Khardha bisa begitu saja menerima perjodohan itu kalau dia memang cinta sama lo?"Dokter Rasyid ikut berdiri disamping Riki & melakukan hal yang sama.
"Dia mengatakan alasan nya bahwa dia ingin berbakti kepada orang tuanya dengan terpaksa menerima perjodohan itu,dia juga mengatakan tidak ingin menyakiti hati orang tuanya yang sudah membesarkannya & tidak mau menyakiti hati siapapun juga."Riki mengatakan kalimat terakhir nya dengan bibir bergetar karena merasa apa yang diucapkan Khardha itu selalu terngiang-ngiang ditelinga nya.
"Alasan yang disampaikan Khardha memang sangat bisa kita mengerti,itu tandanya dia memang anak yang baik untuk orang tuanya & semua orang yang mencintainya.Semoga kita bisa mendapatkan wanita sebaik Khardha kedepannya."Dokter Rasyid berusaha memberikan support kepada Riki sepupunya itu.
"Teori itu memang mudah Rasyid tapi praktek nya yang sulit." Sahut Riki kemudian meninggalkan Rasyid begitu saja tanpa berpamitan dulu.
Memang benar apa yang lo katakan Ki,berkata itu sangat mudah tapi menjalankan nya itu yang susah.Batin Dokter Rasyid dengan menghempaskan tubuh nya diatas ranjang sambil merentangkan kedua tangan nya.
Riki kembali kekamarnya & menatap rembulan di balik jendela kaca,dengan membayangkan wajah cantik mantan terindah nya, sambil mendengarkan lagu dengan headset ditelinga nya melalui hpnya yang berjudul luka rembulan by Yelsi.
__ADS_1
Oh rembulan
Temanilah diriku
Diri ini yang sedang
Kesepian malam ini
Tak terasa air berlinang
Kau taburkan luka paling dalam
Dihatiku
Dirimu kini milik orang
Didalam mahligai cinta
Dahulu engkau setia
Mengapa berubah
Kini terluka
Tiada lagi harapan
Tinggallah hanya kenangan
Kekasih yang aku sayang
Kini diambil orang
Dirimu kini milik orang
Riki benar-benar menghayati lagu nya sehingga tanpa terasa air mata yang sedari tadi berusaha di bendung nya menetes disudut telaga mata nya.
Tok...tok...tok...bunyi pintu di ketuk dari luar.
Kira-kira siapa yang datang ya?
Bersambung...
Mohon doa dan dukungannya terus ya reader
dengan cara vote, like, komen,koin nya dari kalian semua agar aku selalu semangat untuk menulisnya.
__ADS_1