MY LOVE STORY IS ALWAYS FOREVER Season2

MY LOVE STORY IS ALWAYS FOREVER Season2
MY LOVE STORY FOREVER ALWAYS season2 episode#70 "Di perjalanan"part2


__ADS_3

Happy reading guys!"


Setelah menempuh waktu satu jam di perjalanan laut menyebrang dengan menggunakan speedboat, mereka semua segera turun satu persatu & langsung menaiki mobil jemputan menuju bandara.


Khardha juga sudah bangun setelah sampai di dermaga & masuk mobil yang menjemput mereka semua.Dokter Hasan tidak henti-hentinya memijat & membalurkan minyak kayu putih di seluruh badan istrinya agar tidak mabuk lagi.


"Sayang kamu sudah enakan?"Tanya Dokter Hasan ketika melihat istrinya menegakkan posisi duduknya,sebab sejak keluar dari penginapan, di speedboat tadi, hingga masuk kedalam mobil Khardha selalu menyandarkan kepalanya di bahunya.


" Aku mual lagi sayang," sahut Khardha dengan menutupi mulutnya.


Dengan sigap Dokter Hasan mengambil kantong muntah yang sudah tersedia di belakang masing-masing jok mobil.


" Gunakan ini sayang," Dokter Hasan menyodorkan ke tangan istrinya kemudian kembali memijat pundaknya dengan lembut.


Khardha langsung menerima kantong muntah yang di berikan suaminya.Dia hanya memuntahkan cairan saja lagi,itu semakin membuatnya lemas & tidak berdaya lagi karena sudah hampir enam kali dalam waktu 3jam di perjalanan ini dia terus mengeluarkan isi perutnya.


"Padahal sebelum kita berangkat tadi kamu sudah minum obat anti mabuk kan sayang?"Dokter Hasan sangat khawatir dengan kondisi istrinya yang terlihat mabuk diperjalanan lebih parah dari biasanya.


Khardha menggelengkan kepalanya karena dia benar-benar lupa meminum obat yang sudah di siapkan suaminya.


"Astagfirullah al azdim! Kok bisa sich sayang? Padahal tadi kan sudah aku taruh di atas meja makan,kamu tinggal minum aja lagi," Dokter Hasan memijit pelipisnya sendiri ikut merasa pusing dengan keteledorannya.


Ya Allah sampai kapan sifat pelupa istriku akan hilang, batinnya dengan menatap wajah polos istrinya yang terlihat semakin pucat.Namun dia selalu berusaha sabar untuk membimbing istrinya yang kadang keras kepala itu.


"Sini sayang gak usah jauh-jauh,aku gak marah kok," Dokter Hasan kembali menyandarkan kepala istrinya di dadanya, ketika melihat Khardha yang terlihat berkaca-kaca mendengar ucapan nya.


Semua ini salah aku juga tidak memastikannya dia benar-benar sudah meminum obatnya,apa belum tadi," batin Dokter Hasan dengan mengelus rambut & menciumi puncak kepala istrinya.


*****


"Ki gue ngantuk,gue pinjam bahu lo ya," Pinta Rina langsung menyandarkan kepalanya dibahu Riki.


"Berat tau kepala lo! Sana bersandar di jok mobil aja," bentak Riki dengan kesalnya.


"Lo tega banget sama gue Ki," Hiks... hiks..."Rina pura-pura menangis dengan menutupi wajahnya.


"Bodo Amat," sinis Riki kemudian meminta Rika bertukar tempat duduk dengannya.


"Rika tukar posisi," menarik adiknya kemudian duduk bersebelahan dengan Khardha & Dokter Hasan.


Gue sakit yank,liat lo mesra banget dengan suami lo kayak gini," hiks... batin Riki menangis.


Dokter Hasan yang baru membuka matanya langsung menggeser posisi istrinya, agar berpindah ketempat duduknya kemudian dia yang berada ditengah-tengah antara Riki & Khardha.

__ADS_1


"Kenapa lo pindah kesini?"Ketus Dokter Hasan dengan mendengus kesal.


"Gak papa, gue cuma gak nyaman aja duduk di belakang," jelas Riki dengan menatap lurus kedepan sambil melipat tangannya di atas dada.


"Jadi sekarang lo merasa nyaman dekat istri gue?"Dokter Hasan semakin kesal sehingga meninggikan intonasi suaranya.


Ingin rasanya aku menendang orang yang tidak tahu diri ini,ke jalanan sepi diluar sana, biar dia tidak bertingkah seperti ini, batin Dokter Hasan dengan mendelik tajam kearah Riki.


"Ya begitulah,"ucap Riki sengaja semakin menyulut emosi Dokter Hasan.


Gue pengin tau sampai dimana batas kesabaran lo dihadapan Khardha,agar gue benar-benar yakin lo adalah suami yang baik atau tidak untuk orang yang gue cinta.Batin Riki dengan melirik Dokter Hasan yang selalu setia mendekap istrinya.


"Lo gak usah mengharapkan sesuatu yang sudah gue miliki, karena gue tidak akan pernah melepaskannya seumur hidup gue! Cam kan itu,"bisik Dokter Hasan ditelinga Riki dengan penuh penekanan di setiap kata-katanya.


"Silahkan gue cuma mau tau, sampai dimana lo bisa memperjuangkannya,"tantang Riki ikut berbisik dengan tersenyum smirk.


"Gue akan buktikan bahwa usaha gue gak akan sia-sia."Dokter Hasan menepuk bahu Riki.


"Semoga saja," sahut Riki dengan memejamkan matanya.


"Terimakasih atas doanya,"bisik Dokter Hasan kemudian ikut memejamkan matanya dengan pikiran yang selalu mengusik hatinya.


Kenapa aku harus bertemu lagi dengan mantan istriku ini? Semoga dia tidak berniat jahat untuk merebut kebahagiaan rumah tanggaku,"batin Dokter Hasan dengan mempererat dekapannya kepada istrinya.


Dokter Hasan langsung membawa Khardha ke ruang kesehatan bandara untuk memastikan dia baik-baik saja.


Setelah melakukan berbagai macam tes kesehatan untunglah Khardha masih di izinkan naik pesawat.Ketika Dokter Hasan memesan tiket yang baru untuk business class agar bisa beristirahat dengan nyaman selama dalam pesawat bersama istrinya, ternyata semua tiket sudah habis untuk penerbangan ke Bjm dengan terpaksa dia mengambil kembali tiket semula dengan kelas ekonomi.Dia duduk di kursi tunggu sambil menyugar rambutnya & memainkan hpnya ketika menunggu istrinya yang pergi ke toilet wanita.



Sedangkan yang lainnya sudah mencari makanan untuk mengisi perut mereka masing-masing di restoran yang ada kawasan bandara itu.


Setelah keluar dari toilet Khardha menghampiri suaminya yang masih setia menunggunya,dia duduk disampingnya hendak mengatakan sesuatu tapi diurungkannya karena melihat suaminya tampak memijat ke pelipisnya sambil menundukkan kepalanya.



Dokter Hasan awalnya tidak menyadari bahwa wanita yang duduk disamping nya adalah istrinya,karena Khardha baru saja mengganti pakaiannya namun dia sangat mengenali wangi parfum khas istrinya.


Ehemmm... Khardha sengaja berdeham untuk mengalihkan perhatian suaminya yang tampak cuek dengan keadaan sekitarnya.Namun Dokter Hasan masih fokus dengan hpnya,karena dia sengaja ingin menggoda istrinya.


Ehem,ehem,Khardha beranjak dari posisi duduknya dengan berdiri tepat dihadapan suaminya,dia melipat tangan nya di depan dada karena sangat kesal pada suaminya.


Dokter Hasan tersenyum sendiri dalam hati memperhatikan tingkah istrinya,namun dia berusaha tetap cool & cuek.

__ADS_1


"Sayang aku laper," rengek Khardha dengan menghentakkan kakinya karena kesal di cuekin.


Dokter Hasan mendongakkan kepalanya kemudian tersenyum dan beranjak dari duduknya.


"Ohh, aku kira cewek cantik mana yang mau menggodaku tadi," Dokter Hasan meraih tangan istrinya & menggandengnya menuju restoran yang ada didepan sana.


"Ishhh, memangnya aku ini tampak seperti wanita penggoda apa!"Kesal Khardha dengan mencubit perut suaminya.


"Iya kamu wanita yang selalu bisa menggoda iman ku sayang," Sahut Dokter Hasan dengan berbisik & meniup telinga istrinya.


Dasar Dokter mesum! Gumam Khardha dengan membuang mukanya ke sembarang arah, untuk menyembunyikan wajahnya yang sudah sangat merah menahan malu, sekaligus merinding mendengar perkataan suaminya, yang selalu menggodanya tanpa perduli tempat mereka berada sekarang.


"Aku dengar apa yang kamu ucapkan sayang & aku yakin kamu juga menyukainya,iya kan sayang?"Dokter Hasan mengedipkan satu matanya dengan tersenyum penuh makna yang tersirat dalam setiap kata-katanya.


Sesampainya di restoran pasangan suami istri itu memilih meja & tempat duduk dipojokan.Kebetulan sekali tanpa sengaja bersebelahan dengan Dokter Rasyid,Riki,Rika & Rina.Setelah menarik kursi untuk istrinya dia pun duduk berdampingan dengannya.


"Silahkan mau pesan apa?"Tanya pelayan restoran dengan menyodorkan buku menu ke tangan Khardha & Dokter Hasan.


"Kamu mau makan apa sayang?"Dokter Hasan bertanya sambil melihat buku menu ditangannya.


"Aku pengin soto aja sayang," sahut Khardha dengan menutup buku menu yang ada ditangan nya.


"Ya sudah,kami pesan soto ayam & dagingnya


2porsi minumnya teh hangat 2,"ucap Dokter Hasan seraya mengembalikan buku menu kepada waiters.


"Baik Mas,Mbak silahkan tunggu sebentar ya," Pelayan restoran menganggukkan kepalanya dengan tersenyum ramah.


Khardha tersenyum merasa lucu melihat tampang suaminya yang merengut di panggil Mas oleh waiters tadi sebab dia sudah tahu pasti Dokter Hasan paling benci di panggil dengan sebutan Mas.


"Kenapa kamu senyum-senyum sayang? Senang banget ya dengar aku di panggil Mas sama pelayan itu," Ketus Dokter Hasan dengan menatap tajam istrinya.


"Enggak sayang aku cuma salfok aja dengar ucapan pelayan itu," kilah Khardha seraya mengalihkan perhatian suaminya dengan bergelayut manja di lengannya.


Namun tiba-tiba mereka di kejutkan oleh kedatangan seseorang di hadapan mereka.


"Hai boleh aku gabung disini gak? Tempat duduk yang lain sudah penuh," sapa seseorang yang baru datang menghampiri mereka.


Siapakah dia? Tunggu episode selanjutnya.


Bersambung...


Mohon doa dan dukungannya terus ya reader & para sahabat author tercinta yang sudah mau menyempatkan waktu nya untuk mampir ke karya aku ini.

__ADS_1


Mohon maaf jika tidak bisa membalas satu persatu komentar dari kalian tapi inshaallah aku akan selalu feedback kalian semua satu persatu & ninggalin jejak disana.


__ADS_2