MY LOVE STORY IS ALWAYS FOREVER Season2

MY LOVE STORY IS ALWAYS FOREVER Season2
MY LOVE STORY FOREVER ALWAYS season2 episode#72 "Di bandara"part2


__ADS_3

Happy reading guys!"


"Maaf,maaf saya buru-buru," ucap Dokter Hasan sambil membantu orang yang ditabraknya.


"Its ok,no problem," jawab orang itu dengan santai kemudian berlalu pergi begitu saja.


Ternyata dia tidak mengenali aku, batin orang itu.


Orang itu memakai kacamata hitam,bodynya bak gitar Spanyol dengan gaun ketat yang melekat sangat pas di tubuhnya, berjalan lenggang lenggok bak model papan atas sambil menarik koper nya dengan santai.


Dokter Hasan kembali melangkahkan kakinya dengan cepat menuju security check point.Ternyata disana sudah tidak ada lagi koper miliknya dan istrinya.


Astagfirullah al azdim! Bagaimana ini? Pasport ku & istriku ada disana! Gumamnya sangat frustasi sambil mengacak-acak rambutnya.


Dia berjalan gontai kembali melangkah menuju klinik bandara sambil menundukkan kepalanya.


"Assalamualaikum,"ucapnya ketika masuk kedalam ruangan tempat istrinya masih dirawat.


"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh," lirih Khardha yang sudah siuman.


" Kamu darimana Sayang?" Tanya Khardha ketika suaminya duduk disampingnya dengan rambut acak-acakkan.


" Aku habis mencari koper kita Sayang,tapi sepertinya koper kita sudah terangkut pesawat yang baru saja take off ," jawabnya dengan menggenggam tangan istrinya.


" Lantas kita nanti gimana Sayang,pasport kita kan ada disana?" Khardha mengerutkan keningnya.


"Aku benar-benar lupa Sayang,soalnya aku tadi terlalu fokus sama kamu," Dokter Hasan mengungkapkan kegundahannya.


" Rencananya kita mau apa setelah ini Sayang,masa kita harus bertahan disini terus?" Cemas Khardha takut kalau terjebak selamanya di negeri orang.


"Kamu gak usah mikirin macam-macam Sayang, yang penting kamu sehat dulu, baru kita merencanakan apa yang harus kita lakukan selanjutnya," ucap Dokter Hasan berusaha menenangkan hati istrinya.


" Aku sudah merasa enakan Sayang, kita sholat dulu yuk!" Ajak Khardha berusaha bangkit dari pembaringannya.


Namun ditahan oleh suaminya dengan menggelengkan kepalanya.


"Jangan memaksakan diri Sayang, aku tau kamu belum pulih betul,tunggu infusnya habis baru kita keluar dari sini," tegas Dokter Hasan dengan menahan tubuh istrinya.


*****


"Beb barusan kamu dengarkan pengumuman pesawat yang akan kita tumpangi delay karena cuaca buruk?" Tanya Dokter Selvi pada suaminya yang baru datang dari toilet.


" Iya Beb aku juga mendengarnya," sahut Dokter Wahyu sambil duduk disamping istrinya.

__ADS_1


"Gimana kalau kita menjenguk Khardha di klinik,"usul Dokter Selvi beranjak dari duduknya.


" Iya,sekalian kita bawakan koper mereka,"jawab Dokter Wahyu dengan menarik koper sahabatnya itu.


Pasangan pengantin baru itupun berjalan menuju klinik yang ada di bandara itu,dengan kedua tangannya masing-masing menarik koper nya sendiri, juga milik Dokter Hasan & khardha.Namun ketika masuk keruangan klinik yang ada disana mereka tidak menemukan siapa-siapa lagi.


" Kemana mereka ya Beb? coba kamu telpon gih," ucap Dokter Selvi sambil bersandar di dinding.


" Iya,sebentar aku hubungi dulu," sahut Dokter Wahyu dengan mengeluarkan hpnya dari dalam sakunya kemudian menaruhnya ditelinganya.


Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau diluar jangkauan.Suara operator yang menjawabnya.


"Handphone Dokter Hasan tidak bisa dihubungi Beb," ucapnya setelah puluhan kali mencoba menghubunginya.


"Coba kamu telpon nomor hp Khardha!" Seru Dokter Selvi menyarankan dengan tersenyum.


" Aku gak punya nomor hp Khardha Beb,kamu kan juga tau gimana posesif Dokter Hasan pada istrinya itu."Ketus Dokter Wahyu dengan tersenyum smirk.


" Ohh,terus gimana ini? Mereka pasti mencari kopernya Beb," ucap Dokter Selvi ikutan kesal.


"Terpaksa kita bawa lagi ke dekat kursi tunggu tadi," Dokter Wahyu meraih tangan istrinya agar mengikutinya kembali ketempat semula.


*****


"Lo mau kemana Ki?" Tanya Rina ketika melihat Riki beranjak dari duduknya.


Mendengar jawab dari Riki,Rina mendengus sangat kesal sambil melipat tangannya diatas dada.


Gue tanya baik-baik masa dia jawabnya kayak gitu sich," gumam Rina dengan memajukan bibirnya kedepan.


Rika yang duduk disampingnya tidak perduli dengan orang disekitarnya karena asyik menonton drakor di hpnya.


Sedangkan Dokter Rasyid asyik dengan dunia mimpinya, sambil tersenyum-senyum karena dia bermimpi bisa menikahi Khardha walaupun sudah dapat jandanya.


" Kak Rasyid terimakasih ya sudah mau menerima aku apa adanya," ucap Khardha dalam mimpinya.


" Iya sama-sama Honey,bolehkan aku memanggilmu dengan sebutan itu?" Dokter Rasyid tersenyum menatap Khardha yang baru saja di nikahi nya & mereka berada didalam kamar pengantin mereka.


" Terserah kamu saja Kak," jawab Khardha dengan menundukkan kepalanya menyembunyikan wajahnya yang memerah bagaikan tomat matang.


" Jangan panggil aku Kak lagi Honey, panggil aku My Bee," pinta Dokter Rasyid kemudian ingin mencium bibir Khardha.


Riki yang baru datang dari toilet langsung duduk disamping Dokter Rasyid , dia bingung

__ADS_1


memperhatikan sepupunya itu tidur tapi sambil memajukan bibirnya, seperti mencium seseorang.Keusilan Riki pun keluar dia melepaskan sepatunya kemudian mengarahkan ke muka Dokter Rasyid sambil menahan tawanya.


Hoek...Dokter Rasyid langsung terbangun karena mencium aroma khas sepatu Riki.


Hahahaha...Riki langsung tertawa terpingkal-pingkal melihat ekspresi Dokter Rasyid.


"Kurang asem lo ya!" Teriak Dokter Rasyid sambil memukul kepala Riki.


" Salah lo sendiri kenapa tidur sambil monyong, hahahaha,"sahut Riki masih tidak bisa menahan tawanya.


Rika & Rina langsung menoleh sambil mengerutkan keningnya.


"Apa-apaan mereka berdua ini, sudah tau tempat umum malah ngakak gak jelas,"ucap Rina & Rika bersamaan.


Dokter Wahyu & Dokter Selvi yang baru saja datang ikut heran menyaksikan kedua sepupu itu, namun mereka memilih cuek kemudian duduk di kursi tunggu bagian belakang.


*****


Di tempat lain dalam musholla yang ada di bandara itu. Dokter Hasan & Khardha yang sudah selesai melaksanakan sholat jamak takhir, memilih beristirahat sebentar sambil meminjam charger pada orang yang juga ada disana.


"Sayang habis ini kita mau kemana lagi?" Tanya Khardha sambil melipat mukena yang baru saja dipakainya.


" Tunggu sebentar ya Sayang, handphoneku masih di charge, baru kita menghubungi Dokter Wahyu, siapa tahu mereka transit dulu," jawab Dokter Hasan sambil berbaring di paha istrinya.


" Kalau kamu ngantuk tidur aja dulu Sayang,"ucap Khardha sambil membelai rambut suaminya.


" Enggak aku cuma ingin melepas penat sebentar Sayang," sahut Dokter Hasan seraya memejamkan matanya.


Namun lima menit kemudian dia langsung terlelap karena merasa nyaman berbaring dipaha istrinya & belaian lembut yang membuatnya lebih tenang dalam menghadapi semua masalahnya.


Khardha tersenyum menatap wajah suaminya yang terlihat semakin tampan bila sudah tertidur nyenyak seperti sekarang.


Terimakasih banyak Sayang, atas semua pengorbanan yang kamu lakukan untukku,semoga lelah mu digantikan pahala yang berlipat ganda dari Allah swt.Maafkanlah jika aku sebagai seorang istri belum bisa memberikan yang terbaik untukmu Sayang, semoga nanti aku bisa memberikan mu keturunan secepatnya," batin Khardha dengan mengusap kepala suaminya.


" Maaf Mbak saya mau ambil charger saya yang tadi di pinjam sama suaminya," ucap seseorang yang terlihat familiar dimata Khardha.


Siapa lagi ya kira-kira?


Tunggu up selanjutnya ya!


Bersambung...


Mohon doa dan dukungannya terus ya reader,

__ADS_1


melalui vote,like, komen koin nya, maaf jika aku tidak bisa membalas komen kalian satu-persatu, namun aku usahakan akan mampir ke teman-teman author yang selalu mensupport aku & ninggalin jejak disana.


Happy nice dream


__ADS_2