MY LOVE STORY IS ALWAYS FOREVER Season2

MY LOVE STORY IS ALWAYS FOREVER Season2
MY LOVE STORY FOREVER ALWAYS season2 episode#83 "Olahraga"


__ADS_3

Happy reading guys!


Keesokan harinya setelah menunaikan sholat shubuh Dokter Hasan kembali berbaring disamping istrinya yang terlihat damai dalam tidurnya. Dia sengaja tidak membangunkannya sebab istrinya masih dalam keadaan belum suci sehabis keguguran empat hari yang lalu di rumah sakit Singapura. Dia memiringkan tubuhnya agar bisa melihat jelas wajah cantik wanita kesayangannya itu & memainkan telunjuknya di wajah istrinya mulai dari kening, mata, hidung, hingga berhenti di bibirnya. Setelah itu dia merubah posisinya diatas istrinya ketika Khardha bergerak meluruskan badannya. Dokter Hasan mulai mendekatkan wajahnya kemuka istrinya berniat untuk membangunkannya dengan cara menciuminya, namun ketika hendak mendaratkan bibirnya Khardha langsung membuka matanya.


"Kamu mau ngapain Sayang?" Tanya Khardha dengan suara serak khas bangun tidur.


"Aku cuma mau bangunin kamu, tapi kamu udah bangun duluan, gak asyik ah jadinya." Jawab Dokter Hasan dengan nada kecewa kemudian berguling kesamping.


"Emangnya kenapa kok kamu kayak kecewa gitu?" Khardha mengerutkan keningnya menatap heran dengan ekspresi yang ditunjukkan suaminya.


" Aku itu pengin....," Dokter Hasan sengaja tidak meneruskan kalimatnya untuk mencari jawaban yang tepat agar bisa menguntungkannya.


"Pengin apaan?" Khardha bergerak mendekatkan wajahnya kemuka suaminya karena penasaran dengan apa yang dimaksud suaminya.


"Mandi bareng sama kamu," serunya kemudian beranjak bangun & langsung menggendong istrinya masuk ke kamar mandi.


" Sayang jangan macam-macam ya aku masih belum suci," ucap Khardha memperingati suaminya agar tidak menuntut haknya karena tangannya tidak bisa di kondisikan.


"Ya udah aku keluar aja kalau gitu!" Kesalnya langsung membuka pintu kamar mandi dengan keras sembari menghentakkan kakinya kelantai.


Khardha menggelengkan kepalanya seraya tersenyum melihat tingkah suaminya.


Sebenarnya aku tidak tega menolakmu Sayang, tapi kamu sendiri kan tau alasannya apa!" Gumam Khardha dalam hatinya.


Tut...tut...tut...bunyi telepon masuk dari smartphone Khardha yang ditaruhnya di atas nakas dekat tempat tidurnya. Dokter Hasan yang duduk ditepi ranjang langsung mengambilnya & melihat layarnya untuk memastikan siapa yang melakukan panggilan. Ternyata itu dari Merlin keponakan pertama kesayangan istrinya. Dia melangkah menuju kamar mandi untuk memberitahukan kepada istrinya.


Dor...dor..dor...Dokter Hasan menggedor pintu kamar mandi.


"Sayang ini ada telepon dari Merlin!" Teriaknya dari balik pintu.


Khardha yang kebetulan sudah selesai dengan ritual mandinya langsung membuka kunci pintu kamar mandi.


Ceklik...Khardha keluar dengan menggunakan jubah mandi berwarna merah dengan handuk yang melilit rambutnya.


"Kamu gak langsung mandi Sayang?" Tanya Khardha sembari menerima handphonenya dari tangan suaminya.


"Aku mau olahraga dulu sebentar habis itu baru mandi!"Jawab Dokter Hasan sembari menaruh handuk kecil di lehernya kemudian berlalu pergi keluar kamar menuju ruang gym disebelah kamarnya.



Khardha yang sudah selesai berpakaian langsung turun kebawah berniat menyiapkan sarapan untuknya dan suaminya. Ternyata disana bi Tutik sudah memasak kue serabi warna warni untuk mereka bertiga.



"Non ini bibi buatkan kue serabi pelangi buat Non Khardha sama Tuan Dokter." Ucap bi Tutik sembari meletakkan diatas meja makan.


"Makasih ya Bi," Khardha tersenyum tulus seraya mencicipi kue itu.


"Tuan gak sarapan bareng Non Khardha?" Tanya bi Tutik dengan mengerutkan keningnya karena biasanya pasangan suami istri itu selalu sarapan bersama.


"Dia masih olahraga Bi, biar aku bawakan kesana saja." Jawab Khardha kemudian menaruh kue & susu diatas nampan.


Setelah itu Khardha naik kelantai atas menuju ruang gym secara diam-diam dengan berjalan perlahan untuk mengejutkan suaminya yang masih asyik mengangkat beban sambil berbaring & memejamkan matanya karena keringat yang mengalir diseluruh tubuhnya agar tidak masuk kematanya.


Tiba-tiba Khardha langsung duduk dipangkuan suaminya setelah meletakkan nampan yang dibawanya diatas meja, refleks Dokter Hasan langsung membuka matanya & menghentikan aktivitas olahraganya. Dia beranjak bangun kemudian merangkul pinggang istrinya.


"Kenapa kamu selalu menggodaku Sayang? Aku sengaja berusaha meredam hasratku kepadamu dengan berolahraga, tapi kenapa kamu kembali membangkitkan gairahku?" Desisnya dengan nada yang sangat lirih ditelinga istrinya.

__ADS_1


Khardha langsung berdiri karena merasa bersalah mendengar kejujuran suaminya. Namun Dokter Hasan langsung menariknya kembali kepangkuannya.


"Setidaknya berikan aku morning kiss." Pintanya seraya memegangi kepala istrinya kemudian ******* bibirnya dengan sangat lembut seraya memejamkan matanya.


Khardha yang awalnya hendak melepaskan diri dari suaminya akhirnya ikut terbawa suasana dan membalasnya. Dokter Hasan yang merasa istrinya juga menikmatinya mulai mencari area favorit yang selalu pas digenggamannya.


Tut...tut...tut....drettt...drettt...drettt....hp Khardha kembali berbunyi disaku celananya. Terpaksa Dokter Hasan melepaskan ciumannya, namun tangannya tetap tidak mau berhenti memainkan buah dada istrinya.


"Hentikan Sayang aku mau menerima telepon Merlin dulu." Pinta Khardha dengan menepis tangan nakal suaminya.


"Merlin gak vc juga kan Sayang, kenapa aku harus menghentikan kesenanganku." Ucapnya kembali melakukan apa yang tadi sempat terhenti.


Khardha hanya menggelengkan kepalanya kemudian membalikkan badannya membelakangi suaminya untuk menghindari sikap mesumnya. Namun ternyata Dokter Hasan tidak kehilangan akalnya dia memeluk istrinya dari belakang & kembali bermain-main dengan benda kenyal milik istrinya itu.


📱"Halo assalamualaikum, ada apa Merlin? Tumben lo nelpon duluan?" Tanya Khardha langsung tanpa basa basi.


📲" Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh, Tante mama mau ngomong sama lo." Sahut Merlin sembari menyerahkan handphonenya kepada ibunya.


"Assalamualaikum Khardha, gimana kabarmu sama suamimu disana dek?" Tanya Amey kakak perempuan Khardha.


"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillah kami berdua baik Kak." Jawab Khardha melalui sambungan teleponnya.


"Begini dek sebenarnya kakak ingin memberitahu kamu bahwa dua bulan lagi Merlin akan menikah dengan tunangannya." Jelas Amey mengungkapkan tujuan sebenarnya menghubungi Khardha.


"Ohh," Khardha seperti tidak terkejut mendengarnya awalnya namun ketika suaminya berbisik di telinganya baru dia menyadarinya karena Dokter Hasan juga ikut mendengarkan pembicaraan mereka ditelepon dengan menaruh kepalanya dibahu istrinya.


"Kok Merlin cepat banget nikahnya Sayang? Perasaan dia baru aja lulus SLTP? Usianya juga masih muda sekali,"ucapnya sambil berbisik & sengaja menghembuskan nafasnya ditelinga istrinya.


Khardha sebenarnya sangat tidak nyaman dengan ulah suaminya namun dia juga takut suaminya akan kecewa & merajuk dengan penolakannya. Sebab kalau sudah marah Dokter Hasan akan mendiamkannya begitu saja dan itu lebih menyakitkan untuknya. Khardha yang mulai mengerti maksud ucapan suaminya akhirnya menganggukkan kepalanya kemudian berbicara kembali dengan kakaknya.


"Ada apa sich sebenarnya Kak? Kenapa Merlin langsung dinikahkan? Padahal dia kan baru lulus sekolah & usianya juga masih muda banget? Dia gak kebobolan kan?" Tanya Khardha dengan perasaan khawatir menunggu jawaban kakaknya selanjutnya.


"Ohh jadi gitu ceritanya, syukurlah kalau Merlin sudah menemukan jodohnya." Ucap


Khardha merasa lega mendengarnya.


"Ya udah nanti lain waktu kita telponan lagi ya dek, kakak cuma mau memberitahukan itu, assalamualaikum." Kak Amey mengakhiri panggilannya.


Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Khardha menjawab salam kemudian menaruh kembali hpnya disaku celananya.


"Sayang kamu hari ini jam berapa kerumah sakit?" Tanya Khardha sembari membalikkan badannya kembali menghadap suaminya.


"Jam 9 Sayang, memang kenapa? Kamu mau melanjutkan permainan kita," jawab Dokter Hasan dengan menaik turunkan alisnya untuk menggoda istrinya.


"Aku kan cuma khawatir kalau kamu telat, masa gitu aja disalah artikan sich!" Cebik Khardha dengan memajukan bibirnya.


"Bibirmu jangan kayak gitu Sayang, bikin aku tambah gemes tau!" Ucapnya sembari


mendekatkan wajahnya dengan memejamkan matanya ingin mencium kembali bibir sensual istrinya.


Namun Khardha segera beranjak mengambil nampan yang dibawanya tadi sehingga bibirnya langsung kepentok tiang alat fitnessnya.


Awww...pekiknya sembari memegangi bibirnya. Khardha menolehkan kepalanya mendengar jeritan suaminya.


"Kamu kenapa Sayang? Bibirmu juga ikut olahraga?" Khardha terkikik geli melihat ekspresi yang ditunjukkan suaminya.


Setelah itu dia duduk dihadapan suaminya & menyuapi kue serabi yang dibawanya tadi kepadanya. Dokter Hasan mengunyah makanannya dengan wajah cemberut sembari menatap kesal kepada istrinya. Setelah menelan makanannya dia langsung beranjak pergi keluar menuju kamarnya tanpa meminum susu yang dibuatkan istrinya.

__ADS_1


"Sayang tungguin!" Panggil Khardha sembari berjalan mengikuti langkah kaki suaminya.


Namun Dokter Hasan tidak menggubrisnya dan langsung masuk kekamar mandi untuk membersihkan dirinya. Khardha menaruh nampan yang dibawanya diatas meja sofa depan televisi, setelah itu dia beranjak menuju lemari pakaian untuk menyiapkan baju yang akan dipakai suaminya bekerja & menaruhnya diatas ranjang. Lima belas menit kemudian Dokter Hasan keluar dari kamar mandi dengan wajah ditekuk karena masih kesal kepada istrinya.


"Sayang ini baju kamu udah aku siapin." Tunjuk Khardha dengan matanya.


Khardha berjalan mendekati suaminya & memeluknya dari belakang ketika Dokter Hasan hendak mengambil bajunya sendiri serta tidak menghiraukannya.


"Aku minta maaf Sayang, jangan marah ya." Pintanya dengan menyandarkan kepalanya di punggung suaminya yang masih belum memakai bajunya.


Dokter Hasan melepaskan tangan istrinya yang melingkar diperutnya dengan lembut kemudian membalikkan badannya.


"Aku gak bisa marah terlalu lama sama kamu Sayang, aku cuma masih kesal aja karena kamu menertawakan aku tadi, nich coba kamu liat bibirku bengkak kepentok tiang alat fitness. Semua ini gara-gara kamu berdiri gak bilang dulu." Ucap Dokter Hasan sambil memperlihatkan bibirnya yang sedikit bengkak & membiru kepada istrinya.


"Kok bisa dower kayak gitu sich Sayang? Sini aku bantu obatin dulu ya."Ajak Khardha dengan menuntun suaminya duduk disofa yang ada dikamar mereka itu & mengambil kotak P3k yang ada dilaci meja.


Khardha mengoleskan obat merah dibibir suaminya dengan ekspresi menahan ngilu karena tidak biasa melakukannya.


"Aku yang sakit kok kamu yang meringis sich Sayang?" Tanyanya seraya tersenyum merasa lucu melihat raut muka istrinya.


"Ishhh aku kan gak biasa ngobatin orang sakit, gak kayak kamu yang sudah terbiasa dengan hal semacam ini." Sergah Khardha dengan tangan gemeteran memegang kapas yang sudah di olesi obat merah.


Cup...," Khardha mengecup sekilas bibir suaminya setelah selesai mengobatinya.


"Biar cepat sembuh Dokter cintaku," ucapnya sembari membereskan kotak P3k nya.


"Makasih ya Sayang udah mau ngobatin aku." Dokter Hasan langsung memeluk erat istrinya & menciumi puncak kepalanya.


Sebab dia merasa sangat bahagia bila istrinya selalu memberikan perhatian kepadanya walaupun hanya dalam bentuk yang kecil seperti sekarang ini.


🌿Dalam setiap hubungan percintaan


nan terikat dengan pernikahan yang sudah berlangsung lama & terkadang sedikit membosankan, memang sudah seharusnya rasa saling mengerti juga perhatian itu di miliki satu sama lain, untuk memupuk cinta nan hakiki yang terkadang dipenuhi emosi serta ego masing-masing. Walaupun itu hanya dalam bentuk hal-hal yang kecil, semua akan terasa manis & menyenangkan.


Dari orang yang biasa namun kisah cintaku sungguh luar biasa.


Aku mencintaimu karena Allah wahai suamiku.


Tidak ada yang paling indah didunia ini, selain pengertian dan perhatianmu kepadaku.


Seburuk apapun aku dimata orang lain, namun kamu selalu ada untuk mendukungku.


Begitupula sebaliknya aku padamu yang selalu berusaha memberikan semua nan terbaik untukmu.


Kehadiranmu dalam hidupku sungguh merubah segalanya.


Sejak dulu hingga sekarang kamu selalu bisa menerima aku apa adanya bukan ada apanya.


Salam cinta sejuta rindu selalu untukmu Sayangku.


🌿By author receh yang lagi bucin sama suamiku sendiri.


"Udah sana pakai baju dulu yang rapi, habis itu baru kita lanjutkan lagi sarapannya dibawah." Khardha melepaskan pelukan suaminya dan mendorongnya agar bersiap-siap sendiri.


Setelah berpakaian dengan rapi Dokter Hasan


menyusul istrinya menuju meja makan, dia duduk disampingnya & mulai menikmati sarapan yang disajikan diatas meja. Sehabis makan dia berpamitan pergi ke rumah sakit dengan mengendarai mobilnya untuk menjalankan tugasnya kembali sebagai seorang Dokter. Setelah libur panjang selama dua minggu lamanya dengan berbagai macam pengalaman yang menguras emosi, jiwa dan raganya.

__ADS_1


Bersambung....


Mohon doa dan dukungannya terus ya teman-teman serta tinggalkan jejak kalian melalui vote, like, komen, koin nya. Salam sayang selalu dari author Khardha Love.


__ADS_2