MY LOVE STORY IS ALWAYS FOREVER Season2

MY LOVE STORY IS ALWAYS FOREVER Season2
MY LOVE STORY FOREVER ALWAYS season2 episode #54 " Rumah sakit" part 4


__ADS_3

Happy reading guys!"


Tiga puluh menit kemudian Khardha membuka matanya & merasakan berat di tangan kanannya, dia pun memutar bola matanya dan mendapati tangannya digenggam erat suaminya yang tertidur menelungkup sambil duduk disamping nya.


Khardha mengusap lembut kepala suaminya dengan tangan kirinya, namun usapan itu malah mengganggu Dokter Hasan & membangunkannya, dia pun mendongakkan kepalanya kemudian tersenyum manis menatap wajah cantik istrinya.


" Kamu udah bangun dari tadi sayang,kenapa tidak membangunkan aku ?"Membelai lembut wajah istrinya yang terlihat pucat namun selalu cantik di matanya.


" Aku gak mau mengganggu istirahat mu sayang,kayak nya kamu juga kurang tidur karena menungguiku sejak semalam."Tersenyum memandangi wajah suaminya yang terlihat semakin tampan menurutnya, walaupun ada lingkaran hitam seperti panda di matanya.


" Sayang kalau kamu sudah merasa baikan kita turun kebawah untuk cek kandungan kamu ya." Menatap lekat istrinya & mengelus perut nya, untuk mencurahkan rasa kasih sayang nya.


" Iya sayang terserah kamu aja." Mengangguk kan kepalanya dengan tersenyum yang tak pernah lepas dari bibir nya, karena merasakan perhatian yang begitu besar dari suaminya.


Sungguh aku sangat bahagia membina mahligai cinta bersama mu wahai suamiku, seandainya dari pertama aku mengenal mu aku bisa langsung memahami ketulusan mu,pasti tidak ada kata menyesal bergelayut dalam relung hatiku,batinnya.


"Sebentar ya sayang aku mau menghubungi Dokter Wahyu dulu." Beranjak menuju sofa dekat jendela kamar Vvip yang berada di lantai lima itu.


Tut....tut...tut..." panggilan terhubung.


📱Dokter Hasan:" Assalamualaikum bro...!"


Duduk disofa dengan meletakkan handphone ditelinga nya.


📱Dokter Wahyu:" Waalaikumsalam wr...wb...gimana kabar istri lo ?" Bersandar di kursi dalam ruangan praktek nya.


📱Dokter Hasan:" Alhamdulillah istri gue udah mulai pulih."Kira-kira jam berapa kami bisa mengontrol dan melakukan Usg ?"Mengarahkan pandangannya kepada istrinya.


📱Dokter Wahyu:" Sekarang juga gak papa,kebetulan pasien gue lagi gak banyak."Mengetuk-ngetuk bolpoin diatas mejanya.


📱Dokter Hasan:" Ok, kami siap-siap kesana !" Assalamualaikum..."


📱Dokter Wahyu:" Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." Meletakkan handphone nya di sakunya.


Tutttttt....panggilan berakhir.


Dokter Hasan pun beranjak kembali menghampiri istrinya yang duduk di bantu bi Tutik.


" Sayang aku ambil kursi roda dulu ya,kamu siap-siap buat kita ketempat praktek Dokter Wahyu." Mengusap kepala istrinya dengan lembut.


" Iya sayang." Menganggukkan kepalanya dengan tersenyum tulus pada suaminya.


Dokter Hasan pun berlalu pergi keluar menuju tempat kursi roda yang tersusun rapi disamping bagian informasi sebelah kanan yang ada dilantai atas itu.


" Dokter anda mengambil kursi roda buat siapa ?" Sapa seorang Dokter cantik berjalan mendekati nya.

__ADS_1


" Untuk istri saya." Dokter Hasan berlalu tanpa menoleh lawan bicaranya.


Ishhh dingin banget sich sikap nya Dokter yang satu ini, tunggu aja lo ya,gue gak pernah di perlakukan kayak gini sebelum nya, lo pasti akan bertekuk lutut dihadapan gue,batin Dokter cantik itu.


Dokter Hasan membuka lebar pintu masuk nya kemudian membawa kursi roda ke hadapan istrinya.


" Kamu sudah siap sayang." Menghentikan sementara tetesan infus nya.


Khardha menganggukkan kepalanya, kemudian berusaha turun sendiri dengan perlahan menuju kursi roda, namun dengan sigap Dokter Hasan menggendong nya & mendudukkan nya diatas kursi roda.


" Bi Tutik tunggu disini atau mau ikut kami ?"Menatap bi Tutik yang dari tadi berdiri memperhatikan mereka berdua.


" Saya disini saja Non." Memberikan alasan karena dari tadi Tuan Choi terus saja mengirimkan pesan kepada nya, menanyakan keadaan Khardha.


" Ya sudah kalau begitu, kami pergi dulu ya bi."Pamitnya kemudian.


Dokter Hasan mendorong kursi roda & membawa istrinya keluar menuju ruangan praktek Dokter Wahyu.


Saat didalam lift, pasangan suami istri itu bertemu lagi dengan laki-laki misterius yang berpakaian serba hitam yang pernah mereka lihat di mall waktu itu.


Dokter Hasan sengaja membalikkan kursi roda istrinya agar menghadap kepada nya, untuk melindungi pandangan laki-laki misterius itu.


Ting....pintu lift terbuka namun mereka belum sampai ke tempat tujuan. Dokter cantik dan para perawat masuk kedalam lift berdesakan.


Dokter Hasan terpaksa melipat kursi roda & menyandarkan tubuh istrinya ke dinding


Khardha menundukkan kepalanya, menahan malu karena semua orang seperti menatap tajam kearah nya.


" Siapa sich cewek ini kayak nya istimewa banget bagi Dokter ganteng." Bisik perawat yang sebelum nya juga bertemu dengan Dokter Hasan di dalam lift.


" Iya ya,tadi pagi kita ketemu dia sikap nya dingin banget,sekarang kok dia so sweet banget sama cewek itu." Bisik perawat lainnya.


Apa dia istrinya Dokter ganteng ?" Perasaan gak cantik-cantik amat, kenapa dia memperlakukan nya manis banget." Batin Dokter cantik seraya tersenyum meremehkan.


Kurang **** kamu Dokter kenapa memperlihatkan kemesraan kalian dihadapan umum,kalian benar-benar membuatku sangat cemburu & emosi, tunggu saja nanti, kebahagiaan kalian tidak akan bertahan lama,batinnya.


Ting....Pintu lift terbuka mereka semua pun keluar & melanjutkan aktivitas mereka masing-masing.


Dokter Hasan segera keluar memapah istrinya ,kemudian membuka kursi rodanya & mendudukkan istrinya diatas nya.Dengan santai dia berjalan menuju ruangan praktek Dokter Wahyu SpOg sahabat nya.


Tok....tok...tok... Dokter Hasan mengetuk pintu ruangan Dokter Wahyu yang sedikit terbuka.


" Masuk ngapain kalian berdiri disitu!" Seru Dokter Wahyu yang masih fokus dengan hasil check up pasien nya.


" Assalamualaikum..." Ucap pasangan suami istri itu.

__ADS_1


" Waalaikumsalam wr...wb..." Sahut Dokter Wahyu yang sudah selesai dengan kegiatan nya.


" Silahkan berbaring di sana." Menunjukkan dipan yang ada diruangan nya.


" Mana asisten lo ?" Tanya Dokter Hasan dengan mengedarkan pandangannya ke sekelilingnya.


" Dia tadi gue suruh mengambil data pasien yang akan di operasi cesar siang ini."Mengambil jelly ultrasound untuk mengoleskan di perut Khardha.


" Tunggu jadi lo sendiri yang bakal mengoleskan jelly ini ke perut istri gue ?" Menatap tajam kearah Dokter Wahyu.


" Terus lo maunya siapa ?" Tersenyum smirk menatap sahabat nya yang sangat posesif menurutnya.


" Sini biar gue aja !" Merebut botol jelly ultrasound ditangan Dokter Wahyu.


Dokter Wahyu menggelengkan kepalanya sambil tersenyum, menatap sahabat nya yang sangat over protektif pada istrinya.


" Sayang jangan kayak gitu sama Dokter Wahyu,dia kan sahabat kamu." Menyentuh tangan suaminya yang masih menekuk wajahnya.


" Nich lihat perkembangan janin dalam rahim istri lo semuanya normal, berdasarkan hasil Usg ini kandungan Khardha berusia 8 minggu,janin nya masih sangat mungil seukuran kacang merah sekitar 1,27cm,seiring bertambahnya usia kehamilannya nanti janin akan semakin tumbuh sangat cepat setiap menit nya.


" Apakah Khardha juga mengalami morning sickness ?"


Khardha menganggukkan kepalanya.


" Itu adalah hal yang wajar,akibat kadar hormon estrogen yang meningkat,sensitivitas penciuman nya juga meningkat, begitu juga dengan emosi nya, jadi usahakan istri lo selalu merasa nyaman dalam menjalani masa kehamilannya.


" Bagaimana caranya mengurangi rasa mabuk nya, sebab istri gue sering banget memuntahkan seisi perutnya sampai lemas."


" Minuman jahe,permen jahe, aroma mint atau menambahkan perasan lemon pada air teh hangat nya, bisa membantu mengurangi rasa mualnya.Olahraga teratur yang tidak terlalu berat & melakukan sesuatu hal yang menyenangkan nya juga membuatnya lupa akan rasa mualnya.


" Kalau begitu makasih banyak ya bro atas semua infonya." Menepuk bahu Dokter Wahyu yang terlihat sangat serius menjelaskan semuanya.


" Vitamin yang gue rekomendasi kan kemarin masih ada & selalu di minum kan ?" Menatap pasangan suami istri yang ada di hadapan nya bergantian.


" Sayang aku pengin kekamar mandi."Menutupi mulut nya yang tiba-tiba kembali merasa mual mencium bau aneh dari luar.


" Bro gue pinjam kamar mandi lo dulu."Memapah istrinya masuk kekamar mandi.


Hoek....hoek...hoek..." Khardha kali ini hanya


memuntahkan cairan bening dari mulutnya.


Dia kembali memegangi kepalanya yang kembali berdenyut sakit. Dokter Hasan yang mendampingi istrinya langsung memapahnya kembali keluar kamar mandi & mendudukkan nya diatas kursi roda.


Bersambung...."

__ADS_1


Mohon doa dan dukungannya terus ya reader


dengan cara vote, like, komen, koin dari kalian semua yang selalu setia menunggu up terbarunya, salam sayang selalu dari author Khardha love.


__ADS_2