MY LOVE STORY IS ALWAYS FOREVER Season2

MY LOVE STORY IS ALWAYS FOREVER Season2
MY LOVE STORY FOREVER ALWAYS season2 episode#9 "Kreativitas dirumah aja"


__ADS_3

Happy reading guys!


"Sayang kamu lagi ngapain?" Dokter Hasan berjalan menghampirinya yang berdiri di dapur & memeluknya dari belakang dengan menaruh kepalanya dibahu istrinya.


"Aku lagi bikin kue buat kita buka puasa nanti." Jawab Khardha sembari memegangi mixer untuk mengaduk telur & tepung.


"Kue apa Sayang?" Tanya Dokter Hasan sembari menengok apa yang di kerjakan istrinya.


"Bingka berendam (kue khas orang Banjarmasin)." Sahut Khardha tanpa menolehkan kepalanya.


"Wah kayaknya enak tuh!" Serunya seraya menciumi pipi istrinya.


"Tapi jangan terlalu manis ya Sayang, soalnya yang bikin kan udah manis." Pintanya sembari menyentuh pipi istrinya dengan tepung." Kalau terlalu manis nanti aku bisa jadi diabetes!" Pekiknya sambil berlari meninggalkan istrinya yang mendelik tajam karena ke jahilannya.


Khardha hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah suaminya yang ternyata diluar dugaannya selama ini. Sebab Dokter Hasan selalu tampak berwibawa di hadapan orang lain namun sangat berbeda bila sudah bersamanya. Semua sifat aslinya akhirnya keluar begitu saja tanpa ada rasa jaim kepada wanita yang sangat dicintainya itu.


"Tapi kamu kan habis sakit Sayang, apa gak capek kalau harus bikin kue & memasak di dapur?" Dokter Hasan kembali mendekati istrinya yang tetap fokus mengerjakan adonan kuenya & ternyata tidak berniat mengejarnya.


"Inshaallah enggak Sayang, aku kan cuma ingin mengisi waktu luang dengan kreativitas dirumah aja." Sahut Khardha tetap fokus dengan apa yang dikerjakannya.


"Ya terserah kamu aja kalau begitu yang penting kamu senang aku gak akan melarang kamu lagi untuk melakukan apa pun di dapur." Ucap Dokter Hasan sembari duduk dikursi yang menghadap kedapur.



Dokter Hasan menatap punggung istrinya yang memanggang adonan kue di atas kompor sembari menumpu dagunya dengan tangannya.


"Makasih ya Sayang, cup." Khardha menghampiri suaminya dan mengecup pipinya.


Dokter Hasan tersentak kaget mendapat ciuman dari istrinya yang sangat tiba-tiba karena biasanya selalu dia yang memulainya.


Dia tersenyum sembari menyentuh pipinya kemudian menarik tangan istrinya hingga terduduk dipangkuannya.


"Ada yang bisa aku bantu Sayang?" Ujarnya sembari mengedipkan satu matanya untuk menawarkan diri sekaligus menggoda istrinya.


Sayangnya sekarang bulan puasa, kalau gak puasa aku pasti sudah memakanmu lagi Sayang, gumam Dokter dalam hatinya seraya tersenyum penuh arti.


"Gak usah Sayang aku bisa sendiri, kamu cukup liatin aku masak aja ya." Ucap Khardha sembari beranjak menuju dapur untuk melihat kue yang di panggangnya diatas kompor karena takut gosong.


"Terus menu buat kita makan malam apa Sayang?" Bingung Dokter Hasan karena kurang selera makan selama bulan puasa ini.


"Kamu maunya apa?" Khardha balik bertanya karena merasakan hal sama dengan suaminya.


"Aku terserah kamu aja Sayang." Sahutnya sembari mengusap wajahnya yang sedikit mengantuk akibat bergadang tadi malam.


"Gimana kalau ikan asin gabus di kasih santan kelapa + telur & Terong." Ucap Khardha memberikan idenya sembari menaruh tangannya diatas meja dengan posisi menghadap suaminya.


"Boleh juga tuh Sayang yang penting santan nya jangan terlalu kental ya." Pintanya dengan menggenggam tangan istrinya.


"Iya sayang aku juga gak suka santan yang kental." Sahut Khardha seraya tersenyum manis menatap wajah tampan suaminya yang terlihat lesu karena kurang tidur.


"Nanti aku pesan semua bahannya di online aja ya biar gak repot ke pasar." Ucap Khardha sembari mengusap kepala suaminya yang menunduk diatas meja karena mengantuk.


"Iya sayang terserah kamu aja yang penting kamu jangan keluar rumah dulu selama masa pandemi ini kalau gak penting banget." Nasehanya sembari mendongakkan kepalanya kemudian membelai wajah istrinya.


Khardha menghentikan belaian suaminya untuk menyiapkan kue buatannya yang sudah matang diatas kompor.

__ADS_1


"Ok, siap Dokter cintaku, sekarang kuenya sudah jadi!" Seru Khardha dengan menaruhnya diatas meja tepat didepan suaminya.



"Tinggal aku masukin kedalam kulkas supaya tetap enak sampai waktu berbuka puasa kita nanti." Jelas Khardha sembari menaruh kuenya kedalam lemari es yang ada disamping kitchen set nya.


"ya udah kita mandi terus sholat berjamaah yuk Sayang!" Ajaknya sembari menarik tangan istrinya dengan lembut.


"Gak usah bareng nanti batal puasa Sayang,


kamu duluan aja ya, aku mau cuci peralatan bekas bikin kue dulu di sini nanti kalau udah selesai aku susulin kamu ke atas." Ucap Khardha sembari mendorong punggung suaminya dari belakang dengan lembut.


"Hemmmm iya tapi jangan lama-lama ya." Pintanya sembari melangkah menaiki tangga menuju kamar utama mereka yang ada di lantai dua rumahnya.


Dokter Hasan berjalan gontai tidak bersemangat karena keinginannya gagal untuk selalu bermanja dengan istrinya.


Sayang, Sayang kamu itu semakin hari kenapa tambah manja sich sama aku? Padahal dulu aku yang bersifat sangat manja tapi kenapa sekarang jadi terbalik ya?" Gumam Khardha dalam hatinya sembari menggelengkan kepalanya & meneruskan aktivitasnya.


Setelah selesai membereskan pekerjaannya didapur Khardha segera melangkahkan kakinya menaiki tangga menuju kamarnya yang berada dilantai atas. Ketika masuk kedalam kamar Khardha terkejut melihat suaminya yang ternyata belum mandi & masih duduk di tepian ranjang sambil terkantuk-kantuk. Khardha berjalan mendekati suaminya berniat untuk membangunkannya.


"Sayang bangun Sayang!" Seru Khardha sembari menyentuh tangan suaminya.


Dokter Hasan tersentak kaget & langsung membuka matanya, ketika menyadari istrinya yang membangunkannya diapun tersenyum.


"Kenapa kamu belum mandi Sayang? Tadi bilangnya mau sholat zuhur, tapi kok malah tidur?" Tanya Khardha dengan mengangkat satu alisnya.


"Maaf Sayang aku ngantuk banget gara-gara misi menyelamatkan kamu tadi malam." Jawabnya dengan mengedipkan sebelah matanya bermaksud menggoda istrinya.


Blush...Wajah Khardha berubah merah seperti tomat matang dia langsung memalingkan wajahnya ke arah lain karena merasa malu sendiri mendengar ucapan suaminya.


memutar kepala istrinya agar menghadap kearahnya & mengecup keningnya.


"Sayang aku mohon jangan mengungkit itu lagi ya, kita kan lagi puasa jadi jauhkan dulu pikiran mesummu itu." Pinta Khardha dengan menahan dada suaminya yang selalu ingin menyentuhnya.


"Iya Sayang, tapi nanti kalau sudah buka puasa boleh ya?" Pintanya sembari dengan menampilkan wajah memelasnya.


Khardha hanya diam saja tidak mengiyakan juga tidak menolaknya, dia justru beranjak hendak pergi menuju kamar mandi. Dokter Hasan yang tidak mendapatkan jawaban dari istrinya menjadi kesal dibuatnya.


"Kamu gak boleh kemana-mana


kalau belum bilang iya Sayang!" Perintahnya tanpa mau dibantah sembari menarik kembali tangan istrinya hingga terduduk di pangkuannya.


"Enggak!" Jawab Khardha dengan tegas.


"Kok enggak? Kamu mau dilaknat malaikat nanti?" Tanya Dokter Hasan mengerutkan keningnya merasa kecewa dengan jawaban istrinya.


"Enggak sekarang!" Bisik Khardha ditelinga suaminya.


Khardha langsung beranjak dari pangkuan suaminya & berlari masuk kamar mandi. Dokter Hasan bergegas mengejar istrinya namun Khardha segera mengunci pintunya, untuk menghindari godaan suaminya.


"Berarti nanti malam bolehkan Sayang!" Teriaknya sembari menggedor-gedor pintu kamar mandi agar dibukakan.


Khardha yang mendengarkan teriakan suaminya di dalam kamar mandi hanya menggelengkan kepalanya seraya tersenyum dibawah shower dengan memakai sabun & shampo nya. Seusai mandi Khardha melangkahkan kakinya menuju lemari pakaiannya untuk mencari baju yang akan dipakainya sembari mengedarkan pandangannya keseluruh penjuru kamar utamanya itu namun tidak menemukan sosok suaminya.


Kemana dia? Apa dia ngambek sebab gak aku bukain pintu kamar mandi tadi?" Khardha bertanya dalam hatinya.

__ADS_1


Karena khawatir dengan apa yang terjadi dengan suaminya Khardha yang sudah memakai bajunya segera mengelilingi


kamar mencarinya.


"Sayang kamu dimana!" Panggil Khardha ketika selesai memeriksa setiap sudut kamarnya.


"Aku disini Sayang, kamu lagi cariin aku ya, aku tadi habis mandi dibawah." Sahut Dokter Hasan sembari melangkahkan kakinya menuju kearah istrinya dengan rambut basah sehabis mandinya. Dia juga hanya memakai handuk yang sengaja di lilitkan ke pinggangnya. Khardha merasakan jantungnya yang berdetak lebih kencang dari biasanya ketika melihat tubuh atletis suaminya, terpampang jelas perut sixpacknya & otot-otot tangannya yang kekar sebab Dokter Hasan memang suka berolahraga apabila ada waktu luang kapanpun itu diruang fitness yang ada disebelah kamarnya. Khardha tidak bsa memungkiri pemandangan didepannya itu sangat menggodanya. Dokter Hasan tersenyum melihat reaksi istrinya karena dia sengaja melakukannya hingga istrinya terpojok didekat lemari pakaiannya.


"Aku cuma mau mengambil bajuku Sayang." Bisiknya ditelinga istrinya seraya tersenyum penuh arti.


Khardha menundukkan kepalanya kemudian berjongkok hingga terlepas dari kejahilan suaminya.


"Maaf aku sudah berpikir macam-macam sama kamu." Ucap Khardha sembari beranjak untuk menyiapkan peralatan sholat mereka.


Seharusnya aku yang minta maaf kepadamu Sayang karena selalu menggodamu, namun ketika melihat wajah baby face mu & menyaksikan tingkah lakumu itu sungguh sangat menggemaskan bagiku, sehingga bisa menjadi hiburan tersendiri untukku." Gumam Dokter Hasan dalam hatinya sembari memakai bajunya.


"Kita sholat zuhur dulu ya Sayang, selesai sholat kita mengaji sebentar, baru kita istirahat tidur siang." Ucap Dokter Hasan sembari memakai sarung & pecinya yang sudah disiapkan istrinya sedari tadi.


"Iya sayang!" Sahut Khardha sambil memakai mukenanya.


Mereka berdua langsung melaksanakan sholat zuhur berjamaah diteruskan dengan membaca Alquran masing-masing. Namun ketika Dokter Hasan selesai mengaji, dia menolehkan kepalanya ke belakang untuk memastikan apa dilakukan istrinya. Ternyata Khardha ketiduran di atas sajadah, dengan masih memakai mukenanya & memegang Alquran di tangannya. Dia mengambil Alquran ditangan istrinya kemudian meletakkannya diatas meja. Setelah Itu dia menggendongnya dan membaringkannya di atas tempat tidur mereka. Dia lalu membuka mukena yang dipakai istrinya agar Khardha merasa lebih nyaman dalam tidurnya. Dokter Hasan juga segera merebahkan dirinya dengan posisi menyamping menghadap ke arah istrinya dia membelai wajah wanita yang sangat dicintainya itu dengan lembut seraya berkata.


Maafin aku Sayang, karena sudah merahasiakan alasanku sebenarnya kenapa aku mengundurkan diri dari rumah sakit. Aku gak mau membuatmu kembali tertekan & mengingat semua kejadian yang menimpamu kemarin Sayang begitupula dengan diriku sendiri. Tetaplah disampingku menemaniku disaat suka maupun duka, susah & juga senang, serta jadilah istriku yang selalu manja kepadaku karena aku sangat menyukai sifatmu itu. Gumam Dokter Hasan dalam hatinya.


Setelah itu dia mengecup keningnya menaruh tangannya sebagai bantal kepala istrinya sembari memeluk wanita kesayangannya itu dengan posesif seakan tidak ingin melepaskannya lagi. Akhirnya diapun terlelap dengan posisi seperti itu.


*****


Jam 15:30 sore Khardha mulai terbangun dan membuka matanya, dia menatap wajah tampan suaminya yang sangat dekat di depannya dengan tangannya memeluk pinggangnya. Khardha menggeser tubuhnya perlahan dengan hati-hati memindahkan tangan suaminya agar tidak terbangun kemudian beranjak bangun menuju kamar mandi.


Dokter Hasan yang masih memejamkan matanya meraba-raba tempat tidurnya, dia tersentak kaget ketika membuka matanya karena tidak ada istrinya disampingnya, dia langsung melompat dari ranjangnya untuk mencari wanita yang sangat dicintainya itu.


"Sayang kamu dimana?" Teriaknya tanpa menyadari bunyi gemercik air di dalam kamar mandi karena panik & sangat mengkhawatirkannya.


Bersambung....


Assalamualaikum! Selamat menunaikan ibadah puasa semuanya bagi yang menjalankannya.


Semoga amal ibadah kita di terima Allah subhanna wata'ala, aamiin ya robbal alamin.


Mohon doa & dukungannya selalu ya reader


melalui,


Vote yang banyak


Like yang tiada henti


Komen yang membangun


Koin seikhlas nya


Dari kalian semuanya yang sudah menyempatkan diri mampir ke karya ku ini.


Semoga selalu jadi bacaan favorit kalian ya, salam sayang selalu dari author Khardha Love.

__ADS_1


__ADS_2