MY LOVE STORY IS ALWAYS FOREVER Season2

MY LOVE STORY IS ALWAYS FOREVER Season2
MY LOVE STORY IS ALWAYS FOREVER season2 episode#27 " CERITA MASA LALU"


__ADS_3

Happy reading guys!


"Sayang boleh aku nanya gak?" Khardha bukannya langsung tidur justru mengajukan pertanyaan kepada suaminya.


Dia menjadikan lengan suaminya sebagai bantalnya, agar bisa berbicara lebih intens lagi.


"Mau nanya apa Sayang?" Dokter Hasan memiringkan tubuhnya menatap wajah cantik istrinya lalu membelainya.


"Sejak kapan kamu pintar masak?" Tanyanya lagi dengan menatap lekat wajah tampan suaminya.


"Kirain kamu mau nanya apa tadi, aku udah mikir macam-macam aja jadinya. Begini ceritanya Sayang....," Jawabnya memulai kisah masalalunya.


🌿Flashback on


Dulu sewaktu aku masih duduk di bangku SD ayahku berpulang ke Rahmatullah. Sejak saat itu aku hanya tinggal berdua dengan ibu, beliau seorang guru mengaji di kampung kami, Ibu juga gak pernah mengharapkan imbalan apapun dari para murid yang belajar mengaji kepadanya. Sebab beliau hanya mengamalkan apa yang dianjurkan oleh Rasulullah.



Itulah yang sering dikatakan ibu kepadaku setiap kali aku bertanya, kenapa ibu gak mau memungut iuran kepada setiap anak yang belajar mengaji kepadanya. Beliau juga selalu menasehatiku supaya ikhlas dalam beramal dan berbuat, jadikan apapun yang kita betikkan dalam hati, keluarkan dengan lisan dan lakukan dengan perbuatan benar-benar seiring sejalan.


Jadi untuk memenuhi kebutuhan hidup kami


sehari-hari ibu berjualan sate, gado-gado dan soto di depan rumah. Aku sendiri sering membantunya berjualan sebelum ataupun sepulang dari sekolah. Waktu itu aku gak tau ibu sudah menderita penyakit komplikasi dalam tubuhnya yang sangat kronis. Ibu gak pernah mengeluhkan semua yang dirasakannya. Ibu justru selalu menyemangatiku untuk meneruskan studiku yang masih duduk dibangku SMA kala itu supaya bisa kuliah di universitas negeri. Suatu hari ketika aku berada disekolah menunggu pengumuman kelulusan, ada tetangga yang mendatangiku lalu mengatakan ibuku dibawa kerumah sakit oleh warga karena kedapatan pingsan diwarung. Aku segera menyusul kesana namun sayang ibu sudah sangat kritis, aku segera menghampirinya yang terbaring tak berdaya diruang ICCU dengan berbagai macam selang yang dipasang ditubuhnya. Ibu membuka matanya ketika aku duduk disampingnya sambil menggenggam tangannya, beliau tersenyum lalu memberi isyarat kepadaku untuk menuntunnya mengucapkan. La 'illah 'illaa Allah.


Setelah itu ibu meninggalkanku untuk selamanya. Sejak saat itulah aku berniat dan bertekad untuk menjadi seorang dokter


agar aku bisa membantu semua orang yang menderita penyakit seperti ibuku. Aku belajar dengan giat untuk bisa mendapatkan beasiswa dan memenuhi kebutuhanku sehari-hari dengan menjadi waiters di cafe N resto dekat kampus. Apabila ada hari libur aku juga gak kerja teman-temanku sering ngajakin barbeque di tempat kost kami masing-masing secara bergantian. Aku selalu di tunjuk sebagai chef ataupun kokinya untuk mengolah bumbu masakan kami. Sebab menurut mereka aku sangat jago dalam hal itu.


🌿Flashbacks off


"Begitu ceritanya Sayang," ujarnya dengan mencium kening istrinya cukup lama sambil memejamkan matanya." Aku juga mau tau cerita masalalu kamu sekarang sebab biasanya aku cuma dengar dari orang lain." Pintanya dengan menatap lekat manik mata istrinya yang ada dalam dekapannya.

__ADS_1


"Perasaan cerita tentang aku gak ada yang menarik." Khardha memainkan jarinya di dada bidang suaminya.


"Aku dengar dari cerita Kak Tiara sama Nenek kamu itu dulu seorang gadis warung yang banyak fans nya dan banyak pacar juga. Jadi pasti ada cerita menarik untuk dikisahkan kepadaku." Dokter Hasan memainkan hidungnya dengan hidung istrinya." Ayo cepat ceritain, aku udah gak sabar lagi." Pintanya dengan semakin mengeratkan pelukannya.


"Ok aku akan ceritain sama kamu tapi jangan baper ya, tolong lepasin dulu pelukannya biar aku gak sesak lagi." Khardha merasa susah bernafas karena suaminya menjadikan tubuhnya sebagai guling.


Dokter Hasan melonggarkan pelukannya namun tidak mau melepaskannya.


"Aku sangat menyukai kulitmu yang sangat lembut ini Sayang, jadi jangan minta aku untuk melepaskanmu." Ujarnya dengan mengelus-elus perut istrinya.


"Yaudah terserah kamu aja," pasrah Khardha dengan apapun yang dilakukan suaminya." Gini loh ceritanya Sayang...." Khardha memulai kisah masalalu nya. Biasanya setiap bulan ramadhan dikampung ini selalu ramai dengan para pedagang musiman. Hampir setiap rumah mendirikan warung untuk anak gadisnya agar bisa mendapatkan penghasilan tambahan dan jodoh tentunya, sebab kebanyakan pelanggan-pelanggan yang datang laki-laki dari berbagai macam kalangan, tua muda, besar kecil, kaya miskin semua berbaur jadi satu. Para laki-laki itu ada yang sekedar mencari hiburan ada juga yang mencari jodohnya sekalian. Hampir setiap malam ada aja laki-laki yang menyatakan perasaannya kepadaku namun aku hanya menanggapinya dengan senyuman dan kejujuran bahwa aku udah punya pacar, bukannya menyerah mereka justru semakin menyukai kejujuranku. Akupun terpaksa menerimanya untuk menambah pelanggan sekaligus melampiaskan dendamku kepada cinta pertamaku.


"Kenapa kamu bisa dendam dengan cinta pertamamu Sayang, apa alasannya?" Dokter Hasan mengerutkan keningnya dengan sempurna sembari menunggu jawaban istrinya.


"Aku dikhianati dan dipermainkan oleh cowok yang pertama kali buat aku jatuh cinta. Sejak itulah aku memutuskan untuk menjadi seorang playgirl.


🌿Flashback on


awalnya aku selalu happy dengan keseharianku di sekolah, sampai suatu hari ada seorang cowok teman sekelasku menyatakan perasaannya kepadaku. Aku sudah tau sebenarnya dia sudah berpacaran dengan seorang cewek teman sekelasku juga. Aku bertanya kepada cowok itu gimana dengan ceweknya yang itu, dia mengatakan bahwa mereka berdua sudah putus. Aku yang memang sangat polos juga belum mengerti apa itu yang dinamakan cinta dan pacaran langsung menerimanya begitu aja. Sehari ketika kami jadian itu aku merasa sangat bahagia sebab aku memang sudah menyukainya sedari awal bertemu dengannya. Namun keesokan harinya dia kembali jalan berdua menuju kantin dengan mantannya itu, aku dicuekin dan gak dianggap lagi sama dia. Aku merasa bingung dengan sikapnya, aku berusaha meredam emosiku dengan kembali berjalan menuju kelas. Di koridor sekolah aku justru mendapatkan tertawaan dari teman-temannya, mereka mengatakan semuanya hanya sandiwara dengan sangat jelas ditelingaku. Aku hanya dijadikan sebagai pelarian untuk membuat ceweknya itu cemburu dan mau balikan lagi sama dia. Aku merasa begitu bodoh untuk urusan cinta, aku berlari kebelakang sekolah lalu melampiaskan semua emosiku dengan menangis disana dalam diam. Tubuhku bergetar hebat menyembunyikan suara tangisku. Tiba-tiba ada seseorang yang menyentuh pundakku, lalu berkata.


"Heyy ngapain nangis disini? Lagi patah hati ya? Rugi banget cewek cantik kayak lo nangis gara-gara cowok." Ujarnya dengan mendudukkan dirinya disebelahku.


"Bukan urusan lo!" Ketusku sambil beranjak dari sana.


"Sorry gue cuma mau menghibur lo." Ucapnya dengan menghadang langkahku.


"Lo siapa sich sebenarnya? Ngapain ngurusin hidup gue? Teman-teman gue aja pada gak perduli." Selidikku dengan menatapnya tajam setelah menghapus airmataku dengan kasar.


"Kenalin gue Rasyid kakak kelas lo." Dia mengulurkan tangannya kepadaku.


"Aku Khardha Kak," balasku menyambut jabat tangannya dengan mengganti lo gue menjadi aku kamu agar terdengar lebih sopan.

__ADS_1


Setelah perkenalan itu aku menjadi dekat dengannya, dia selalu berusaha menghiburku dalam keadaan apa pun begitu juga denganku sebaliknya. Hubungan kami hanya sebatas adik dan kakak angkat sebab aku gak mau menjadikannya sebagai bagian dari balas dendamku.


🌿Flashback off


"Apa yang kamu sebut dengan kakak angkatmu itu adalah Dokter muda Rasyid?" Dokter Hasan berusaha memastikan kebenarannya.


"Iya Sayang, Dokter Rasyid adalah kakak angkatku, kami sudah lama gak ketemu setelah hari kelulusannya." Jujur Khardha dengan menyunggingkan senyumnya.


"Apa benar Rasyid gak ada perasaan lebih sama kamu Sayang?" Dokter Hasan membelai wajah cantik natural istrinya yang polos tanpa makeup.


"Aku juga gak tau pasti Sayang, tapi yang jelas aku sendiri hanya menganggapnya sebagai kakak angkatku gak lebih." Khardha menjelaskan kebenarannya.


"Kamu yakin gak ada yang disembunyikan dari aku?" Tanyanya lagi dengan memicingkan matanya.


"Kenapa kamu nanya kayak gitu Sayang? Apa kamu gak percaya sama aku? Apakah selama menikah denganmu aku pernah bohong sama kamu?" Khardha mulai tersulut emosinya.


Matanya mulai berkaca-kaca karena merasa suaminya mencurigainya tanpa memikirkan perasaannya. Dokter Hasan terkejut melihat reaksi istrinya dia lupa bahwa wanita yang sangat dicintainya itu semakin sensitif semenjak kehamilannya.


"Maafkan aku Sayang, aku gak ada maksud untuk melukai perasaanmu, aku hanya gak mau ada orang lain dihatimu selain aku." Ucapnya dengan merengkuh tubuh istrinya.


Khardha akhirnya menangis sesenggukkan dalam dekapan suaminya hingga dia terlelap dalam pelukan kekasih halalnya itu. Dokter Hasan melonggarkan pelukannya lalu mengecup kening istrinya.


Maafin aku Sayang, aku hanya terlalu cemburu saat tau ada laki-laki lain yang dekat denganmu," gumamnya dalam hati.


Diapun akhirnya memejamkan matanya untuk menyapa buaian mimpi yang menyelinap didalam hembusan nafas teraturnya. Mereka terlelap dengan perasaan yang masih belum baik-baik saja.


Bagaimanakah cerita mereka selanjutnya, pantengin terus ya episode berikutnya.


Bersambung.....


Mohon doa dan dukungannya terus ya teman-teman, jangan lupa tinggalkan jejak kalian melalui vote, like, komen, koin dan rate bintang lima nya ya.

__ADS_1


Sampai jumpa lagi di episode selanjutnya.


__ADS_2