MY LOVE STORY IS ALWAYS FOREVER Season2

MY LOVE STORY IS ALWAYS FOREVER Season2
MY LOVE STORY FOREVER ALWAYS season2 episode#71 "Di bandara"


__ADS_3

Happy reading guys!"


"Iya silahkan," ucap Khardha dengan ramah namun berbeda dengan Dokter Hasan yang memasang wajah datarnya di hadapan orang yang baru datang itu.


Wanita itu selalu tersenyum menatap Dokter Hasan dengan menopang dagunya tanpa berkedip.Khardha menjadi tidak nyaman ketika memperhatikan kelakuan wanita dihadapannya sekarang,sehingga membuatnya hanya diam sambil memainkan hpnya.Setelah menunggu selama lima belas menit datang lah soto pesanan mereka.


"Silahkan di nikmati makanan & minumannya," Pelayan restoran mempersilahkan dengan tersenyum ramah.


"Terimakasih Mbak," Ucap Khardha membalas senyuman waiters.


"Dokter Hasan kenapa anda diam saja dari tadi?"Tanya wanita itu dengan memegangi tangan Dokter Hasan yang ditaruhnya diatas meja ketika mulai memakan soto nya.


Dokter Hasan langsung menepis tangan wanita itu, dan menaruh tangannya di bawah meja, sambil menggenggam tangan istrinya yang mengepal kuat menahan emosinya,kemudian dia berbisik.


"Aku tidak ada hubungan apa-apa dengan wanita itu sayang, percayalah," Dokter Hasan berusaha menjelaskan dengan menekankan kata terakhirnya.


Tapi aku tidak terima dengan tatapan wanita itu kepada mu sayang,bahkan dia tidak menghiraukan keberadaanku di sampingmu saat ini," batin Khardha dengan bibir bergetar menahan tangis.


Khardha tidak bisa lagi melanjutkan makannya, karena dadanya benar-benar terasa sesak, tenggorokannya tercekat tidak bisa menelan makanan nya lagi, ketika menyaksikan langsung suaminya di goda oleh wanita lain dihadapan saat ini.


"Sayang aku sudah kenyang,"ucap Khardha kemudian beranjak dari duduknya.


"Kamu baru makan satu suap sayang,habiskan dulu makananmu!"Perintah Dokter Hasan dengan tegas kemudian menarik kuat tangan istrinya, hingga terduduk ddipangkuannya,dia merangkul pinggang istrinya dengan erat agar tidak bisa bergerak kemana-mana lagi.


"Apa yang kamu lakukan sayang,disini tempat umum,banyak orang yang melihat kearah Kita."Khardha mengingatkan suaminya.


"Aku tidak perduli dengan orang-orang itu sayang,yang aku perdulikan sekarang itu hanya kamu!" Dokter Hasan menatap istrinya dengan sangat intens.


" Sayang bisakah kamu lepaskan tangan mu dari pinggang ku," pinta Khardha dengan sangat lembut.


"Aku tidak akan melepaskanmu sebelum kamu benar-benar menghabiskan makananmu," Dokter Hasan langsung menyuapinya tanpa mau melepaskan tangannya dari pinggang istrinya.


Dokter Hasan kenapa kamu menunjukkan kemesraanmu dihadapanku? Jangan kamu kira aku menyerah begitu saja karena melihat semua ini,justru sikap mu kepada istrimu saat ini,membuatku semakin menginginkan kamu untuk menjadi milikku seutuhnya,"batin wanita itu.


Apa-apaan yang dilakukan Dokter itu? Bisa-bisanya dia bermesraan didepan umum seperti ini," batin Riki dengan menatap tajam kearah pasangan suami istri itu.


Omg apa yang kalian lakukan? Jiwa jomblo ku meronta hiks," batin Dokter Rasyid menangis dalam hati.

__ADS_1


Ishhh nyebelin banget sich,bermesraan tidak tau tempat,"batin Rika dengan sinisnya.


Bagus Khardha tunjukkanlah kemesraan kalian didepan kami semua agar Riki sadar bahwa tidak ada kesempatan lagi untuknya kembali padamu,"batin Rina dengan tersenyum penuh arti.


"Wah coba kamu lihat Beb,Dokter Hasan & istrinya sweet banget di tempat umum!" Seru Dokter Selvi dengan bergelayut manja di lengan Dokter Wahyu suaminya.


" Ya mereka memang seperti tidak mau kalah dengan kita yang pengantin baru,"sahut Dokter Wahyu dengan mengusap kepala istrinya.


"Sayang plis turunkan aku ya," pinta Khardha dengan menangkup kedua tangannya di depan dada.


" Baiklah tapi kamu harus menghabiskan makananmu sekarang juga!"Dokter Hasan tidak mau dibantah, sebab dia sangat mengkhawatirkan kondisi istrinya saat ini.


Aku takut terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan denganmu dan anak kita, bila ternyata kamu beneran hamil lagi sayang,"batin Dokter Hasan dengan mengelus perut istrinya.


Seketika Khardha turun dari pangkuan suaminya setelah terlepas dari rangkulan eratnya, kemudian berusaha menghabiskan soto ayam nya yang mulai dingin.


Kenapa lagi dengan tubuhku,rasanya tidak bisa mencerna makanan dengan baik.Rasa mual ini seperti gejala kehamilanku yang dulu,"batin Khardha dengan menutup mulutnya kemudian berlari menuju toilet umum disana.


Dokter Hasan langsung mengejarnya & mencari istrinya dengan mengetuk semua pintu toilet wanita,namun nihil hasilnya.Karena merasa kebelet pipis,dia langsung membuka pintu toilet laki-laki,dan mendapati istrinya tergeletak pingsan disana.


Astagfirullah al azdim!"Serunya kemudian segera menuntaskan hajat nya terlebih dulu, baru menggendong istrinya ala bridal style keluar,membawanya ke ruang klinik kesehatan bandara.


ketika baru sampai di bandara.


Dokter Hasan & Dokter Aina saling mengenal, karena mereka adalah teman satu kampus di fakultas kedokteran dulu.Walaupun mereka beda usia yang cukup jauh sekitar lima tahun, tapi mereka tetap akrab sebab Dokter Aina juga pernah jatuh cinta pada Dokter Hasan namun tidak pernah mengungkapkan perasaannya. Sehingga dia hanya berusaha mendekatinya dengan membantunya mencarikan pekerjaan sambil kuliah dulu.


"Dia pingsan! Aku belum tau pasti apa penyebabnya, tapi yang jelas seperti nya dia habis muntah lagi tadi.Tolong berikan cairan infus sementara ini supaya dia tidak dehidrasi," pinta Dokter Hasan dengan tegas kepada Dokter Aina.


"Baiklah,sebentar aku ambilkan."Dokter Aina beranjak untuk mengambilkan botol infus di tempat penyimpanannya.


Sejak kapan kamu menikah dan sangat hangat kepada istrimu ini, perasaan dulu kamu begitu dingin terhadap semua wanita termasuk aku,"batin Dokter Aina sambil memasang jarum infus di tangan Khardha & memperhatikan Dokter Hasan yang tidak henti-hentinya menggenggam tangan istrinya.


*****


"Beb kemana ya Dokter Hasan & istrinya setelah kejadian tadi?" Tanya Dokter Selvi dengan mengedarkan pandangannya.


" Aku juga gak tau beb,aku kan tadi sama kamu terus,"sahut Dokter Wahyu dengan mengangkat kedua bahunya.

__ADS_1


"Tapi satu jam lagi kita harus check in Beb,coba kamu telpon Dokter Hasan,"ucap Dokter Selvi menyarankan.


Dokter Wahyu menganggukkan kepalanya kemudian menghubungi Dokter Hasan sahabatnya itu.


Tut...tut....tut...telepon tersambung.


📱Halo assalamualaikum bro,lo dimana?"Dokter Wahyu langsung bertanya.


📱Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh,gue lagi di klinik bandara,istri gue drop lagi," jelas Dokter Hasan.


📱Satu jam lagi kita harus check in bro,jadi lo gimana nanti?"Tanya Dokter Wahyu mulai mengkhawatirkan sahabat nya itu.


📱Doain aja supaya istri gue cepat siuman,"Sahut Dokter Hasan penuh harap.


📱Iya pasti kami doakan,kami juga akan menjenguk kesana sebentar lagi.


📱Sebaiknya kalian tidak usah kesini, nanti kalian juga akan ketinggalan pesawat,disini juga ruangannya sempit.


📱Ya udah kalau begitu,assalamualaikum!" Dokter Wahyu mengakhiri panggilan nya.


Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh,"Dokter Hasan menyahuti sambil berjalan kembali menghampiri istrinya yang terbaring di ranjang klinik kemudian duduk disamping nya.


Sayang maafkanlah jika aku membuatmu merasa tidak nyaman hari ini, aku tahu kamu cemburu & marah dengan kehadiran Dokter Jasmine tadi,tapi aku benar-benar tidak ada hubungan spesial dengannya sayang,selain hubungan rekan kerja sesama Dokter. Percayalah sayang aku tidak akan pernah mengkhianatimu sampai kapanpun,karena hanya kamu yang ada dihatiku, aku mencintaimu dan menyayangimu lebih dari nyawaku sendiri, jadi jangan pernah meragukanku lagi,batinnya dengan menggenggam erat tangan istrinya & menciuminya.


Tok,tok,tok,bunyi pintu diketuk datanglah seorang Dokter cantik berusia 26 tahun dengan berjalan kearah mereka.


"Assalamualaikum,kalian naik pesawat jam berapa Dokter Hasan?"Tanya Dokter Aina sambil memeriksa keadaan Khardha.


"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh,jam tiga sore ini, tapi kalau istriku belum diperbolehkan naik pesawat terpaksa kami harus mencari hotel dekat sini," sahut Dokter Hasan dengan menyelipkan anak rambut istrinya yang menutupi wajahnya.


"Seperti nya kamu memang harus mencari hotel dekat sini,sekarang sudah jam setengah tiga,"ucap Dokter Aina sambil melihat jam tangannya.


" Astagfirullah al azdim,koper kami!" Seru Dokter Hasan beranjak keluar dari klinik.


Dia berlari mencari kopernya namun tanpa sengaja dia menabrak seseorang.


Siapakah dia? tunggu up selanjutnya.

__ADS_1


Bersambung...


Jangan pernah bosan untuk memberikan dukungan kalian ya,melalui vote,like,komen, koin nya agar aku selalu semangat untuk menulisnya.Terimakasih banyak juga kepada teman-teman sesama author yang selalu memberikan support nya,baik berupa vote, like, komen maupun koin nya,maaf jika aku tidak bisa membalas komen kalian satu persatu,namun aku usahakan feedback ke karya kalian & ninggalin jejak disana.


__ADS_2