
Happy reading guys!"
Ceklek...bunyi pintu terbuka.
"Ngapain lo kekamar gue?"Riki memandang malas kepada orang di hadapan nya.
"Maaf Ki gue cuma mau tanya besok kita pulang jam berapa?" Wanita itu langsung mendorong Riki masuk & mengunci pintunya.
"Lo mau ngapain lagi hahh?"Riki mendorong balik wanita yang tiba-tiba ingin mencium nya itu.
" Gue sejak dulu sayang & cinta sama lo Ki,tapi kenapa lo selalu menolak gue? Apa kurang nya gue di mata lo?"Teriak wanita yang tidak lain adalah tunangan Riki saat ini.
Flashback on
Sebulan setelah pernikahan Khardha,Riki terpaksa menerima perjodohan dengan anak sahabat ayahnya,untuk melancarkan hubungan bisnis pertambangan mereka. Sebenarnya Riki masih belum bisa untuk melupakan Khardha,sampai akhirnya dia tahu Khardha hamil dan mengandung anak Dokter Hasan suaminya.Sejak saat itulah Riki terpaksa mau bertunangan dengan Rina,dengan syarat tidak di publikasikan cukup dua keluarga mereka saja yang tahu,bahkan keluarga besarnya pun tidak tahu,termasuk sepupu-sepunya,Dokter Selvi & Dokter Rasyid.Rina juga sebenarnya sahabat dari Khardha sewaktu masih di Mtsn.
Flashback off
" Itu terserah lo Rina! Yang jelas gue belum bisa membalas perasaan lo sampai sekarang!" Riki beranjak meninggalkan Rina yang masih terpaku di samping pintu.
"Lo jahat sama gue Ki! Bilang aja sampai sekarang lo belum bisa melupakan Khardha iya kan?"Bentak Rina dengan mata merah menahan tangisnya.
" Kalau lo sudah tau ngapain lo mau tunangan sama gue?"Riki masuk kekamar mandi & membanting pintu dengan keras.
Braaak...Rina sangat terkejut dibuat nya hingga terpaksa dia melangkah keluar dari kamar Riki dengan perasaan yang sangat kesal,sambil menghentak kakinya dengan kuat.
Semua ini gara-gara lo Khardha! Lo harus membayar sakit hati gue dari dulu sampai sekarang.Gue selalu kalah kalau bersaing dalam masalah apa pun dengan lo,apalagi masalah cowok yang gue cinta, pasti mereka naksir nya sama lo.Tunggu pembalasan gue Khardha lo akan merasakan akibatnya.Batin Rina dengan tangan terkepal kuat sambil membuka pintu kamarnya & membantingnya dengan keras.
Khardha selalu tulus berteman dengan siapa pun,walaupun dia tahu terkadang temannya hanya memanfaatkannya saja.Namun dia tidak pernah mempermasalahkan nya selama tidak menyakiti fisiknya & keluarga nya.
Berbeda sekali dengan Rina yang sering menusuknya dari belakang, lempar batu lalu sembunyi tangan, selalu melimpahkan kesalahan kepada Khardha bila sudah ketahuan oleh guru atau siapa pun yang berhasil menginvestigasinya.Sampai sekarang dia semakin membenci Khardha karena Riki tunangan nya belum bisa move on dari mantan terindah nya itu.
*****
Keesokan hari nya.Semua orang sudah berkumpul di dermaga, untuk menyebrang dari pulau menuju mobil penjemputan ke bandara.Khardha yang mulai mabuk lagi membayangkan jauhnya di perjalanan yang harus ditempuh hari ini, hanya bisa menyandarkan kepalanya dibahu suaminya, sambil memejamkan matanya.Semua itu tidak luput dari tatapan sinis Rina & Rika.sedangkan Riki serta Rasyid hanya bisa tersenyum kecut menertawakan dirinya sendiri, kemudian mengalihkan pandangan nya kearah lainnya.Setelah menunggu sekitar tiga puluh menit, datanglah speedboat yang bisa memuat mereka semua sekaligus.
"Sayang,yuk kita naik!" Ajak Dokter Hasan dengan menggandeng tangan istrinya.
Khardha hanya menganggukkan kepalanya.
Mereka semua satu persatu naik & memilih ditempat duduk yang sudah tersedia dalam speedboat.
Tempat duduk yang sangat nyaman dengan dominan warna biru.Dokter Hasan memilih duduk dibagian depan bersama Khardha, begitu juga dengan Dokter Wahyu & Dokter Selvi,sedangkan Riki juga Dokter Rasyid berdiri di dek bagian depan.Sehingga membuat Rina semakin dongkol karena terpaksa duduk berdampingan dengan Rika.
Kenapa Riki selalu menghindari aku? Padahal sekarang dia sudah melihat dengan jelas betapa mesranya Khardha dengan suaminya.Dasar laki-laki stupid! Bisa-bisanya dia tidak melirik aku sama sekali sekarang, malah memperhatikan lautan yang seakan tidak bertepi itu!"Batin Rina kemudian memejamkan matanya.
Speedboat melaju dengan kencang, sehingga rasa mual yang tadi berusaha ditahan Khardha membuatnya langsung berlari ke dek kapal & memuntahkan seisi perut nya disana.Dokter Hasan yang tertidur sangat nyenyak tidak menyadari istrinya telah beranjak dari sisinya.
Riki & Dokter Rasyid yang melihat itu semua segera menghampiri Khardha kemudian berebut untuk menolongnya dengan mengusap tengkuknya.
"Lo cepat cari minyak kayu putih buat Khardha!"Perintah Dokter Rasyid.
" Lo aja sana! Gue yang temani Khardha!"Teriak Riki karena suara pelan pasti tidak terdengar disaat seperti itu.
__ADS_1
"Enggak lo aja yang minta sana!" Dokter Rasyid tidak mau kalah.
Khardha yang semakin pusing mendengarkan perdebatan mereka, menjadi oleng & terpeleset kesamping bagian kapal.
Aaaaaa... tolongggg....tolonggggg....teriak Khardha.
Mereka berdua akhirnya panik dan sama-sama ingin menarik tangan Khardha namun mereka tidak bisa menjangkaunya,karena laju speedboat yang sangat cepat.
Rika & Rina yang memperhatikan mereka dari dalam kapal akhirnya langsung membangunkan Dokter Hasan.
"Heyy cepat bangun! Itu lihat istri lo hampir m***** tau!" Rina menepuk bahu Dokter Hasan dengan keras.
Dokter Hasan langsung terperanjat & langsung berlari ke dek kapal.
Dia melihat istrinya masih tergantung sambil berpegangan dengan pagar pembatas kapal.
"Apa yang kalian berdua lakukan kepada istriku hah? Cepat suruh nakhoda kapal ini menghentikan laju kapalnya!"Perintah Dokter Hasan dengan tegas.
Dokter Rasyid & Riki segera melaksanakan perintah Dokter Hasan.
Lima menit kemudian kapal langsung berhenti & Dokter Hasan berhasil menyelamatkan istrinya.
" Kamu gak papa kan sayang, mukamu pucat banget?" Dokter Hasan langsung mendekap istrinya dengan erat.
Namun Khardha tidak merespon karena dia sudah tidak sadarkan diri.
Dokter Wahyu,Dokter selvi,Rina & Rika langsung menghampiri mereka berempat.
"Bagaimana keadaan istri lo bro? Dia gak papa kan?" Dokter Wahyu sangat khawatir.
" Dokter Hasan kamu harus secepatnya membawa Khardha ke rumah sakit!"Perintah Dokter Selvi.
" Memangnya kenapa dengan istriku? Apa ada yang salah dengan kondisi nya sekarang?"Dokter Hasan menatap Dokter Selvi dengan tatapan yang sulit diartikan.
" Aku belum bisa memastikannya Dokter Hasan,"Menjeda kalimatnya.Tapi seperti nya Khardha hamil lagi!" Serunya dengan tersenyum manis.
"Terimakasih banyak Dokter Selvi,semoga apa yang kamu katakan benar-benar menjadi kenyataan!" Dokter Hasan sangat bahagia, kemudian dia langsung menggendong istrinya ala bridal style, menuju kursi panjang bagian belakang agar bisa membaringkan tubuhnya dengan nyaman.
Sayang kalau kamu beneran hamil lagi, ini benar-benar kado terindah untuk ulang tahunku besok! Batinnya dengan menciumi punggung tangan istrinya.
" Usaha tidak akan mengecewakan hasilnya bro!" Dokter Wahyu menepuk pundak Dokter Hasan.
Speedboat kembali melaju dengan kencang.
*****
" Rasyid gue mau tanya!" Riki menatap sepupunya dengan kening berkerut.
"Apa yang mau lo tanyakan?"Ketus Dokter Rasyid dengan mendengus kesal karena mendengar Khardha di perkirakan hamil lagi oleh kakaknya sendiri di hadapannya.
" Anaknya Khardha yang pertama mana?"Riki sangat penasaran.
" Anaknya meninggal sesudah dilahirkan!" Dokter Rasyid menatap malas kepada Riki.
" Kasian Khardha ya,pantesan suaminya keliatan bahagia banget mendengar Khardha hamil lagi." Riki menatap kearah Dokter Hasan yang memangku kepala Khardha & mengelusnya dengan lembut, begitu juga dengan perutnya.
__ADS_1
"Apa lo benar-benar ikhlas merelakan Khardha bahagia dengan orang lain sekarang?"Dokter Rasyid berkata dengan lirihnya seakan kepada dirinya sendiri.
"Semoga aku bisa!"Sahut Riki dengan memejamkan matanya.
Tapi aku yang belum bisa! Gumam Dokter Rasyid dalam hati nya.
Kenapa kedua laki-laki tampan ini seakan terlihat sangat b**** dengan mencintai istri orang? Bagaimana endingnya nanti?
Ikuti terus episode-episode selanjutnya.
Di perjalanan by Sultan
Lama sudah kita
Menjalin cinta
Di perjalanan
Kau berpaling muka
Tinggalkan diriku
Kini engkau datang
Setelah kau pergi
Ku ulurkan tangan
Dan memohon maaf
Kupeluk dirimu
Aku rindu
Ku masih rindu kepada dirimu
Disaat engkau pergi
Pergi dari sisiku
Aku masih menunggumu
Aku cinta
Ku masih cinta kepada dirimu
Kini kau telah kembali
Ku maafkan dirimu
Semoga selalu
Memiliki dirimu selamanya
Bersambung....
__ADS_1
Mohon doa dan dukungannya terus ya reader,melalui vote, like, komen, koin, dari kalian semua yang selalu setia mampir ke karya aku ini, terimakasih banyak semuanya.