
Happy reading guys!
Sesampainya di parkiran area khusus karyawan rumah sakit & memarkirkan mobilnya dengan benar, Dokter Hasan langsung melangkahkan kakinya menuju ruang prakteknya dengan santai karena masih jam 08:45 wita. Masih ada waktu 15 menit lagi untuknya membuka jadwal prakteknya. Tanpa sadar saking santainya dia berjalan sembari menatap layar smartphonenya dengan walpaper wajah istrinya ada seseorang yang mengejutkannya.
"Hey bro gimana kabar lo & istri hari ini? Setelah kejadian kemarin dia gak papa kan?" Tanya Dokter Wahyu sembari menepuk pundak sahabatnya itu.
"Alhamdulilah gue & istri baik. Iya dia gak papa selama lo bisa merahasiakan bahwa dia habis keguguran." Jawab Dokter Hasan dengan menolehkan kepalanya sebentar kemudian kembali melihat foto istrinya di layar hpnya.
"Jadi istri lo gak tau dia habis keguguran?" Dokter Wahyu mengerutkan keningnya merasa heran.
"Iya, sekarang dia mengira pendarahan yang dirasakannya hanya sekedar datang bulan biasa. Ternyata disana dia juga di operasi kembali untuk membersihkan rahimnya. Apa dia akan sulit hamil lagi setelah ini? Gue takut kalau itu sampai terjadi akan membuatnya depresi dan menyalahkan dirinya sendiri terus-menerus." Jelasnya mengungkapkan kegundahannya.
"Inshaallah istri lo bisa hamil lagi secepatnya asal dia benar-benar menjaga kesehatannya dengan pola hidup sehat seperti berolahraga secara rutin, mengonsumsi makanan yang bergizi, minum vitamin penyubur kandungan secara teratur, menjaga berat badannya, sering melakukan pemeriksaan & terutama dia harus siap mental lahir batin, kalian juga harus berbagi cerita satu sama lain, buat istri lo merasa nyaman bila berada dekat dengan lo, serta yang paling penting bekerja sama dalam membuatnya." Ucap Dokter Wahyu seraya tersenyum penuh arti.
"Maksud lo kami harus ikut program kehamilan & sering curhat satu sama lain. Kalau urusan yang lo bilang barusan itu tadi semuanya sudah kami terapkan dalam kehidupan kami sehari-hari." Sergah Dokter Hasan dengan tersenyum tipis.
"Kenapa tuh bibir habis berantem ya sama istri lo?" Tanya Dokter Wahyu mengalihkan pembicaraan.
"Ya enggak lah, emangnya lo kira dia melakukan kdrt, istri gue itu orang yang sangat lembut tau!" Sahut Dokter Hasan merasa kesal dengan pertanyaan sahabatnya itu.
"Setahu gue dari cerita Rasyid istri lo itu cewek yang tomboy dulu sewaktu dia masih remaja," Ucap Dokter Wahyu dengan memicingkan matanya sengaja menggoda sahabatnya itu.
"Itukan dulu waktu dia belum kenal gue!" Seru Dokter Hasan sembari membuka pintu ruangannya karena sudah sampai ditempat tujuannya.
"Ohh gitu, yaudah selamat bertugas kembali ya bro, ingat tutupin tuh bibir jangan sampai jadi pusat perhatian semua orang untuk ngegosipin lo!" Dokter Wahyu menepuk pundak sahabatnya itu dengan berdiri di belakangnya seraya tersenyum-senyum sendiri.
"Ok, makasih ya atas sesi curhat dadakannya, saat ini gue sudah siap untuk bertugas kembali hari ini. Mengenai bibir gue lo gak usah khawatir gue bisa pakai masker."
Ucapnya sembari masuk kedalam ruangannya meninggalkan sahabatnya yang suka bergurau itu.
"Iya sama-sama, gue cabut dulu ya!" Seru Dokter Wahyu sembari berjalan kembali menuju ruangannya sendiri.
*****
Sementara itu ditempat lain tepatnya di kediaman Hendrik Choi yang ada di Singapura. Setelah kepergian Khardha & bi Tutik, Hendrik sangat murka kepada semua pelayan juga anak buahnya yang tidak becus menjaga keamanan dirumahnya, sehingga bisa kehilangan jejak Khardha & bi Tutik. Hendrik akhirnya memutuskan untuk kembali lagi pulang ke Indonesia menuju rumahnya yang ada didaerah Banjarmasin. Menggunakan pesawat jet pribadinya ditemani oleh para bodyguard pilihan sebagai pengawalnya, dia takut akan ditangkap Bripka Gusti Hamidi sebab sudah melakukan penculikan kepada Khardha adiknya. Namun dia tetap tidak akan menyerah untuk mendapatkan keinginannya menikahi wanita yang sangat dicintainya itu. Walaupun harus menyingkirkan Dokter Hasan sekalipun.
"Ingat ya kalian semua harus memantau terus wanita ini juga laki-laki ini." Perintah Hendrik sembari memperlihatkan foto Khardha & Dokter Hasan ketika dia sudah sampai dirumahnya dengan menikmati sarapannya sambil menyeruput kopinya.
__ADS_1
"Apapun yang terjadi jangan sampai kalian menyakiti wanita ini, karena dia adalah calon istriku." Tegasnya.
"Bagaimana dengan laki-laki ini Bos?" Tanya bodyguard yang bernama Paijo mewakili teman-temannya.
"Mengenai laki-laki itu kalian boleh menghabisinya bagaimanapun caranya aku tidak perduli." Jawab Hendrik dengan angkuhnya.
"Ok Bos kami akan melakukan semua perintah anda dengan baik dan hasil yang memuaskan." Ucap bodyguard itu meyakinkan Hendrik.
"Kalau begitu cepat kerjakan tugas kalian sekarang juga! Ini alamat rumah wanitaku, pastikan penyamaran kalian tidak mencurigakan siapapun!" Seru Hendrik sembari menyerahkan kertas bertuliskan alamat rumah Dokter Hasan & Khardha.
*****
Tepat jam 12:00 tiba-tiba ada orang yang membunyikan bel pintu pagar rumah kediamannya, Khardha yang kebetulan berada di teras rumahnya langsung menolehkan kepalanya memperhatikan siapa orang dibalik pagar, karena penasaran diapun menghampirinya.
"Maaf ada perlu apa ya?" Tanya Khardha dengan memperhatikan orang yang ada dihadapannya dari atas kebawah karena orang itu berdiri membelakanginya.
Orang itu langsung membalikkan badannya kemudian membuka kacamata & maskernya.
"Assalamualaikum, apa kabar bu Dokter yang cantik?" Sapanya seraya tersenyum hingga menampakkan barisan giginya.
"Lo itu gimana sich, masa tamu dibiarkan berdiri didepan pagar aja?" Protes orang itu dengan mengangkat satu alisnya.
"Maaf ya gue ambil kunci pagarnya dulu kedalam." Khardha memberikan alasannya untuk menelpon suaminya agar mengizinkannya membawa tamunya masuk kedalam rumah.
Setelah itu Khardha segera masuk kedalam rumahnya untuk menghubungi Dokter Hasan yang ternyata sudah mengetahui kedatangan orang itu dari kamera cctv yang tersambung langsung ke smartphonenya secara langsung.
Tut....tut....tut...drettt....drettt....drettt...bunyi panggilan masuk dari istrinya. Dokter Hasan ragu untuk menerimanya sebab dia paling tidak bisa menolak permintaan istrinya. Namun karena rasa takut kehilangan seperti penculikan yang dilakukan Hendrik kemarin membuatnya sangat waspada kepada siapapun juga. Sifat posesifnya juga sangat dominan melatarbelakanginya ketika menyaksikan sendiri keakraban istrinya dengan laki-laki lain membuatnya mengabaikan panggilan dari wanita yang sangat dicintainya itu.
Maafkan aku Sayang, gumamnya dalam hati sembari meletakkan hpnya diatas meja sambil memeriksa hasil medical check up pasien-pasiennya.
Hingga berpuluh-puluh kali istrinya menghubunginya tetap tidak di hiraukannya sampai akhirnya Khardha menyerah dan berhenti menghubunginya.
Mungkin dia sangat sibuk hari ini, sehingga tidak bisa menerima teleponku, batin Khardha berusaha meredam emosinya sendiri.
Khardha kembali keluar untuk menemui tamunya itu & meminta maaf karena tidak bisa mempersilahkannya masuk kedalam rumah.
"Maaf ya No gue gak bisa izinin lo masuk karena suami gue gak ada dirumah, gue takut nanti jadi fitnah kalau menerima tamu laki-laki tanpa seizinnya." Ucap Khardha dengan menundukkan kepalanya karena merasa tidak enak hati kepada tamunya itu.
__ADS_1
"Ya udah gak papa lain kali gue kesini lagi, kebetulan aja tadi gue ada syuting dekat sini, makanya gue sekalian samperin lo." Sahut orang itu dengan tersenyum penuh arti.
"Eh ngomong-ngomong lo kerja apa sekarang?" Tanya Khardha lagi sebelum tamunya beranjak pergi.
"Gue sekarang jadi kameraman!" Jawabnya kemudian berlalu pergi meninggalkan Khardha yang terpaku ditempatnya.
Kameraman? Pantesan dia dulu sempat menawari aku untuk jadi pembawa acara disalah satu stasiun televisi." Gumam Khardha dalam hatinya.
Setelah kepergian orang itu Dokter Hasan yang selalu memantau situasi dan kondisi dirumahnya lewat smartphonenya langsung menghubungi istrinya.
Tut...tut...tut...handphone Khardha berbunyi disaku celananya hingga menyadarkannya dari keterpakuannya.
📱"Assalamualaikum Sayang tadi kamu menghubungi aku ya?" Tanya Dokter Hasan pura-pura tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi dirumahnya.
📲"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Iya Sayang, tadi kamu sibuk banget ya, maaf ya udah gangguin kamu kerja." Jawab Khardha sembari melangkahkan kakinya masuk kembali kedalam rumahnya dengan menaiki tangga menuju kamar utamanya yang berada di lantai dua.
Namun tiba-tiba dia mendengar suara wanita didekat suaminya.
"Hai Dokter Hasan kita makan siang bareng yuk, sekalian merayakan hari pertama anda bertugas kembali & ini saya bawakan makanan buat anda Dokter." Ucapnya sembari meletakkan kotak berisi makanan berbagai macam menu diatas meja Dokter Hasan dengan suara manja yang dibuat-buatnya.
"Maaf bisakah anda pergi dari sini Dokter Jasmine! Saya tidak berminat merayakan apapun dengan anda dan saya juga tidak bisa memakan makanan yang anda bawa, karena istri saya sudah memasak makanan untuk saya dirumah." Usir Dokter Hasan secara halus karena dia tidak ingin istrinya salah paham sebab panggilan teleponnya masih tersambung.
📲"Sayang disana ada siapa?" Tanya Khardha berusaha menghilangkan rasa cemburunya mendengar suara wanita itu.
📱"Bukan siapa-siapa Sayang, hanya seorang parasit penggangu yang berusaha merayuku." Jawabnya sembari masuk kedalam kamar mandi diruangannya itu kemudian menguncinya dari dalam, agar Dokter Jasmine segera keluar & pergi dari sana.
📲"Ohh ya udah kalau gitu, apa kamu mau aku bawain masakan dari rumah kesana Sayang?" Tawar Khardha sembari membalikkan badannya untuk turun kembali menuju dapur.
📱"Gak usah Sayang, aku gak mau kamu keluar rumah sendirian, nanti ada orang yang menculik kamu lagi. Aku bisa makan sendiri nanti di kantin, kamu jangan lupa makan & minum obat yang sudah aku siapkan diatas nakas dikamar kita ya." Pintanya dengan menyembulkan kepalanya menengok keluar untuk memastikan Dokter Jasmine sudah pergi atau belum.
"Iya Sayang, ini aku makan dulu sama bi Tutik." Sahut Khardha sembari duduk dikursi meja makan karena bi Tutik sudah menyajikan makanan diatas meja.
"Ok Sayang aku tutup dulu teleponnya ya, see you again my wife at home, emuach." Dokter Hasan akhirnya keluar dari kamar mandi juga ruangannya menuju kantin rumah sakit untuk makan siang setelah memastikan Dokter Jasmine si pengganggu hilang dari penglihatannya.
"Ok baby i will always wait for you, emuach." Khardha meletakkan hpnya diatas meja kemudian menyantap makan siangnya.
Bersambung...
Penasaran siapa sebenarnya Dokter Jasmine & tamu yang menemui Khardha? Tunggu aja episode selanjutnya ya!
__ADS_1
Sampai bertemu lagi di bab berikutnya jangan lupa tinggalkan jejak kalian melalui vote, like, komen, koin nya, agar aku selalu semangat untuk menulisnya. Salam sayang selalu untuk teman-teman semuanya dari author Khardha love.