MY LOVE STORY IS ALWAYS FOREVER Season2

MY LOVE STORY IS ALWAYS FOREVER Season2
MY LOVE STORY FOREVER ALWAYS season2 episode #4 "Maafkan aku Sayang"


__ADS_3

Happy reading guys!


Setelah sampai di depan pintu kamar mayat


Dokter Hasan langsung mendobrak pintu masuk itu dengan paksa, di ikuti oleh Dokter muda Rasyid yang berdiri di belakangnya. Setelah pintu terbuka mereka berdua mencari keberadaan Khardha dengan menarik pintu lemari pendingin satu persatu hingga hampir satu jam mereka mencarinya, barulah mereka menemukan tubuh Khardha yang mulai memutih karena beku & bibir yang membiru. Dengan segera Dokter Hasan mengangkatnya dari sana kemudian menggendong tubuh istrinya serta membawanya keruang ICU tanpa menggunakan brankar yang ada dirumah sakit itu.


"Dokter Hasan apa yang terjadi dengan istri Anda?" Tanya petugas medis yang ada disana karena merasa bingung dengan apa yang mereka saksikan.


"Tolong bantu saya memasang semua peralatan ditubuhnya!" Perintahnya tanpa menghiraukan pertanyaan semua orang.


"Baik Dokter! Seru mereka semua bersamaan.


Para petugas medis itu langsung membantu Dokter Hasan memberikan pertolongan kepada istrinya.


"Apa yang terjadi sebenarnya Dokter?" Tanya salah satu diantara mereka kembali memberanikan dirinya mewakili semua petugas yang masih sangat penasaran menyaksikan keadaan Khardha.


Dokter Hasan hanya diam tanpa mau menjawab pertanyaan mereka. Dia hanya fokus memeriksa & mengontrol kondisi istrinya dengan seksama. Dokter muda Rasyid yang juga ada di sana memberi kode agar semua orang mengikutinya keluar ruang ICU. Para petugas medis itu akhirnya meninggalkan Dokter Hasan berdua dengan istrinya yang masih tidak sadarkan diri didalam ruang ICU. Setelah sampai di luar Dokter muda Rasyid menceritakan semua kejadian yang menimpa Khardha dari awal sampai akhir tanpa mengurangi ataupun melebihkannya.


Namun semua orang menggelengkan kepalanya merasa tidak percaya, karena mengira itu adalah perbuatan kriminal yang tidak seharusnya di lakukan oleh Dokter Maya apalagi dia adalah anak pemilik rumah sakit yang seharusnya jadi panutan semua orang dalam tindak tanduknya. Sebab itu juga melanggar kode etik sebagai seorang Dokter serta sebuah tindakan malpraktek menurut mereka semua. Dengan terpaksa Dokter muda Rasyid memperlihatkan rekaman kejadian yang di ambilnya melalui kamera hpnya tadi barulah mereka semua percaya dengan semua ucapannya.


Sementara itu Dokter Hasan yang masih menunggu istrinya di ruangan ICU, hanya


terus berdoa dalam hati agar istrinya dapat segera sadar.


Ya Allah sadarkanlah istri ku secepatnya,


jangan biarkan dia menderita seperti ini.


Aku mohon dengan amat sangat kembalikanlah dia kepadaku, jangan ambil dia dariku, berikan kesempatan lagi untuknya menjalani hidup bersamaku.


Baru sebentar aku merasakan indahnya hidup berumah tangga dengannya, tapi kenapa semua ini harus terjadi. Batin Dokter Hasan menangis di samping istrinya sembari menggenggam erat tangannya.


Maafkan aku sayang, karena sudah lalai menjagamu, awalnya aku berniat membawamu ke rumah sakit ini agar aku terhindar dari Dokter Maya yang selalu mencari kesempatan untuk menggoda & memanfaatkan keadaanku. Aku juga selalu ingin bisa dekat denganmu serta mengawasimu secara langsung tapi kenyataannya sekarang malah sebaliknya. Kamu seperti ini karena dia dan kesalahanku juga yang sudah membentakmu sehingga


membuatmu pergi meninggalkanku. Aku benar-benar menyesal dengan semua kejadian ini. Sekali lagi aku mohon maafkan aku Sayang. Gumamnya dalam hati sambil mengusap kepala istrinya & menciumi tangannya berkali-kali.


Dokter Hasan merasa sangat bersalah dengan semua kejadian yang menimpa istrinya sehingga membuatnya sangat menyesali semua yang sudah terjadi.


Begitulah kebanyakan manusia selalu menyesali perbuatannya diakhir cerita, apabila sudah terjadi sesuatu yang tidak di inginkannya kepada orang yang dicintainya barulah dia menyadarinya.


Rasa cinta sesungguhnya harus dipupuk dengan rasa saling percaya bukan dengan rasa cemburu buta yang mengatasnamakan rasa sayang yang berlebihan.


"Aku tinggal sebentar ya Sayang, aku mau sholat isya dulu dan mengurus semuanya secepatnya." Bisiknya ditelinga istrinya yang masih tidak menampakkan tanda-tanda akan bangun secepatnya.


Dokter Hasan sengaja selalu mengajak istrinya bicara agar Khardha cepat merespon semua yang di ucapkannya. Setelah itu dia melangkahkan kakinya keluar dari ruang ICU, ketika membuka pintu ruangan dia melihat disana ternyata masih ada Dokter


muda Rasyid yang masih setia menunggu kabar tentang Khardha. Dokter Hasan segera menghampirinya & menyapanya.


"Dokter Rasyid maafkan saya yang sudah salah faham kepada anda. Saya juga sangat berterima kasih kepada anda, karena sudah mengikuti & membantu menyelamatkan istri saya." Ucapnya dengan tulus.


" Iya sama-sama Dokter Hasan tidak usah sungkan, saya juga sudah menganggap Khardha seperti adik saya sendiri." Jawab Dokter muda Rasyid seraya tersenyum penuh arti.


Sebenarnya di hatiku yang paling dalam aku sangat mencintai & menyayanginya. Sedari dulu hingga sekarang perasaan ini selalu ada untuknya, tapi seandainya dia bisa bahagia denganmu Dokter Hasan, aku pasti akan berusaha merelakannya walaupun sangat berat kurasa sebab dia adalah cinta pertamaku yang sudah terlanjur mengisi ruang hampa dalam hatiku. Gumam Dokter muda Rasyid dalam hatinya.

__ADS_1


"Kalau begitu bisakah saya minta tolong kepada anda sekali lagi," pinta Dokter Hasan dengan memasukkan kedua tangannya kesaku jas Dokternya.


"Apa itu Dokter Hasan?" Tanya Dokter Rasyid seraya mengerutkan keningnya.


" Tolong bantu saya menjaga Khardha selama saya pergi menyelesaikan semuanya." Pintanya lagi dengan mengalihkan pandangannya keruang ICU tempat istrinya terbaring & harus dirawat dengan intensif.


"Baiklah Dokter Hasan, saya akan selalu siap membantu anda kalau diperlukan. Ini tadi saya juga sempat merekam kejadiannya, mungkin anda ingin membawanya ke jalur hukum." Jawab Dokter Rasyid sembari memperlihatkan rekaman video yang dilakukan Dokter Maya kepada Khardha.


"Terimakasih banyak sekali lagi Dokter Rasyid, tolong anda kirim ke handphone saya secepatnya." Ucap Dokter Hasan dengan antusias.


"Baik saya akan mengirimnya sekarang juga ke nomer anda!" Seru Dokter Rasyid langsung melakukan tugasnya.


Ting...Nontifikasi pesan masuk di handphone Dokter Hasan berbunyi dia melihat sebentar layar hpnya yang disimpannya disakunya untuk memastikan siapa yang mengirim pesan kepadanya & ternyata dari Dokter Rasyid. Dia menganggukkan kepalanya kepada Dokter Rasyid kemudian berkata.


"Terimakasih sekali lagi saya tinggal dulu ya, assalamualaikum." Ucapnya sembari menepuk pundak Dokter muda Rasyid.


"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." Sahut Dokter Rasyid kemudian masuk kedalam ruang ICU untuk melihat sendiri keadaan Khardha wanita yang selalu didambakannya itu.


*****


Setelah sampai di ruangannya, Dokter Hasan langsung masuk kamar mandi untuk membersihkan diri & berwudhu, kemudian menunaikan sholat isya, yang belum sempat di laksanakannya karena sibuk menyelamatkan istrinya. Seusai sholat dia mulai merencanakan sesuatu untuk memberi pelajaran kepada Dokter Maya, yang sudah berani mencelakai istrinya. Dia mengotak atik handphone istrinya yang telah di temukan nya di saku celananya tadi untuk mencari nomor


kontak kakak iparnya & langsung menghubungiya.


Tut....tut....tut....Panggilan terhubung.


📱"Hallo Assalamualaikum," ucapnya memulai pembicaraan lewat sambungan telepon.


📲"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Ada apa Rara tumben kamu menelpon kakak?


📲"Ada apa Hasan? Kenapa kamu yang menghubungi aku?


📱"Telah terjadi sesuatu pada Khardha Kak, makanya saya menghubungi Kakak.


📲"Apa yang terjadi pada Rara?


📱"Khardha masuk ruang ICU, bisakah Kakak secepatnya ke rumah sakit ?"


📲"Baiklah sebentar lagi aku akan kesana, kebetulan aku mau berangkat kembali untuk bertugas.


📱 "Terimakasih Kak saya tunggu di depan ruang ICU, assalamualaikum.


📲" Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.


Tuttttttt....Panggilan berakhir.


Setelah menelpon kakak iparnya Dokter Hasan mencoba menghubungi Dokter Maya.


Tut....tut....tut...Panggilan langsung terhubung.


Dokter Maya yang memang sudah lama menantikan Dokter Hasan untuk menghubunginya dari dulu sampai sekarang,


dengan tanpa dosa seolah-olah tidak terjadi apa-apa dia menggeser tombol hijau di layar handphonenya dan berbicara dengan suara yang dibuatnya selembut mungkin untuk menggoda Dokter Hasan laki-laki pujaan hatinya itu.

__ADS_1


📲"Hallo Dokter Hasan tumben anda menelpon saya? Ada perlu apa?


📱"Saya ingin bertemu dengan anda, di ruangan Pak Direktur rumah sakit satu jam lagi.


📲 "Kenapa harus di ruangan papa saya Dokter? Bukan kah alangkah baiknya kita bertemu di ruangan saya atau ruangan anda saja, supaya kita bisa lebih leluasa berbicara & melakukan apapun juga.


📱"Ada hal penting yang harus saya bicarakan dengan anda & Pak Direktur.


📲" Baiklah Dokter Hasan saya akan menunggu anda disana satu jam lagi, emmuah.


Tutttttttt....Dokter Hasan langsung memutuskan panggilannya karena merasa jijik mendengar suara Dokter Maya yang terdengar sangat sensual.


Dasar wanita tidak tahu diri beraninya dia bersikap seperti itu di sambungan telepon,


seolah-olah tidak terjadi apa-apa & tidak pernah melakukan dosa. Batin Dokter Hasan dengan menggenggam erat handphonenya seakan ingin menghancurkannya saat itu juga.


Setelah mengunci ruangannya dia langsung menuju ruang ICU untuk menunggu kakak iparnya. Ketika sampai di depan ruang ICU ternyata kakak iparnya sudah tiba lebih dulu disana. Bripka Gusti Hamidi terlihat berbicara serius dengan Dokter muda Rasyid.


Dokter Hasan mempercepat langkah kakinya untuk menghampiri mereka berdua, khawatir kakak iparnya sudah menunggunya lama disana.


"Assalamualaikum." Ucapnya menyapa keduanya.


"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." Sahut mereka berdua kemudian menolehkan kepalanya kearah Dokter Hasan bersamaan.


"Dokter Hasan karena anda sudah ada disini saya permisi dulu ya." Dokter Rasyid berpamitan & mengundurkan dirinya


"Terimakasih Dokter Rasyid untuk semuanya." Ucapnya dengan tulus.


"Sama-sama Dokter Hasan, kalau anda memerlukan bantuan saya lagi


jangan sungkan untuk menghubungi saya." Pintanya seraya mengulas senyum penuh makna yang tersirat di dalamnya.


Dokter Rasyid sengaja berkata seperti itu agar bisa selalu memandangi wajah cantik Khardha, wanita yang selalu bertahta dalam hatinya itu. Walaupun dia sudah tahu pasti Khardha sudah menjadi istri orang, namun dia selalu berharap suatu saat nanti takdir akan menuntunnya kembali dekat dengannya & berpihak kepadanya. Dia akan menerima Khardha apa adanya walaupun sudah menjadi jandanya Dokter Hasan. Itulah yang ada di pikiran Dokter Rasyid sekarang.


"Hasan aku sudah tahu semuanya,


kenapa Rara sampai masuk ICU, Dokter itu tadi sudah menceritakan kebenarannya. Karena kamu juga sudah mengantongi bukti rekaman kejadian perkara lebih baik secepatnya kita amankan Dokter wanita itu." Ucap Bripka Gusti Hamidi dengan tegas.


"Baik Kak!" Jawab Dokter Hasan dengan antusias karena mendapat dukungan dari kakak iparnya itu.


Bersambung....


Assalamualaikum! Selamat menunaikan ibadah puasa semuanya bagi yang menjalankannya. semoga amal ibadah kita di terima Allah subhanna wataala, aamiin ya robbal alamin.


Mohon doa & dukungannya terus ya reader


melalui :


Vote yang banyak


Like yang tiada henti


Komen yang membangun

__ADS_1


Koin seikhlas nya


Dari kalian semua yang sudah mampir ke karya aku ini, semoga selalu bisa menjadi bacaan favorit & menarik bagi kalian semuanya. Salam sayang selalu dari author Khardha Love.


__ADS_2