MY LOVE STORY IS ALWAYS FOREVER Season2

MY LOVE STORY IS ALWAYS FOREVER Season2
MY LOVE STORY FOREVER ALWAYS season2 episode#76 " Mencari " part2


__ADS_3

Happy reading guys!"


Ketika memeriksa setiap sudut kamera cctv yang ada dirumah Dokter Hasan, Briptu Hermawan menemukan berbagai macam kejanggalan karena tidak ada rekaman sebelum & sesudah bi Tutik pergi. Semua kejadian seperti sengaja di setting oleh orang yang profesional dan ahli dalam menyabotase


semuanya agar terlihat sangat rapi.


Namun karena Briptu Hermawan yang ahli dalam bidang itu juga dia selalu bisa menemukan celah berupa barang bukti, yang hanya berupa kabel sangat kecil seperti rambut terselip diantara kamera dekat tangga rumah Dokter Hasan menuju kamar utamanya juga sebuah kaleng minuman yang dibuang ditempat sampah dekat pintu.


Briptu Hermawan yang sudah meneliti semuanya secara detail dari sudut-sudut ruangan layaknya detektif dengan menggunakan kaca pembesar & bubuk khusus untuk memperlihatkan sidik jari dengan segera menemui Bripka Gusti Hamidi & Dokter Hasan yang sedang ikut mengecek kamera cctv di layar tv ruangan khusus yang ada di balik kamar utamanya.


Ruangan itu sengaja dibuat khusus untuk


situasi darurat juga kedap suara & bisa terbuka hanya dengan menggunakan sidik jari serta pupil mata Dokter Hasan saja, bahkan Khardha istrinya tidak mengetahui ruang rahasia itu sebab terlindung diantara lemari dinding tv yang ada di kamar mereka.


"Dokter Hasan sepertinya cctv dirumah kamu ini memang disengaja di sabotase oleh seseorang yang profesional, sebab aku hanya menemukan ini, "ucapnya seraya memperlihatkan kabel & sidik jari seseorang dibekas minuman kaleng yang mengandung alkohol tinggi.


Bripka Gusti & Dokter Hasan mengerutkan keningnya ketika melihat kedua benda itu.


" Aku tidak pernah meminum, minuman seperti itu! "Tegas Dokter Hasan ketika Bripka Gusti Hamidi beralih menatapnya dengan tajam. Dia tidak ingin kakak iparnya salah paham kepadanya hanya karena melihat barang itu ada dirumahnya.


" Aku juga yakin Dokter seperti kamu tidak mungkin meminum minuman beralkohol tinggi seperti ini, " ucap Briptu Hermawan seraya tersenyum kemudian duduk di samping kiri Dokter Hasan yang masih sibuk mengakses akun yang memberitakan tentang Hendrik Choi tadi malam.


" Aku kira kalian berdua tadi memeriksa layar cctv ternyata mau meretas akun seseorang diluar negeri, tapi siapa dia? " Tunjuknya dengan matanya ketika melihat foto profil seorang pramugari cantik yang sangat seksi di layar laptop Dokter Hasan.


" Dia yang menulis artikel tentang Hendrik Choi bersama dengan wanita yang mirip sekali dengan istriku. "Jawab Dokter Hasan masih fokus dengan layarnya.


" Apakah Kamu yakin itu beneran Rara? "Bripka Gusti menajamkan penglihatannya ketika menatap layar laptop adik iparnya itu hanya berisi rekaman video yang memperlihatkan wanita yang sedang terbaring diatas brangkar.

__ADS_1


" Iya Kak aku yakin walaupun cuma 50%, karena baju yang dipakai wanita itu sangat mirip dengan baju terakhir yang dipakai istriku. "Melirik sekilas kepada Bripka Gusti Hamidi yang duduk disebelah kanannya kemudian kembali fokus dengan laptopnya yang di letakkan diatas meja.


Tiba-tiba ada email masuk dari Dokter Wahyu yang ingin melakukan panggilan face to face dengannya. Dengan malas Dokter Hasan menerimanya.


" Iya ada apa? Mengganggu saja. Kalau tidak penting tidak usah menghubungi gue dulu! "Ketusnya dengan mendengus kesal sambil menatap wajah sahabatnya itu.


" Gue ada kabar tentang istri lo! "Seru Dokter Wahyu sambil tersenyum penuh arti.


"Darimana lo tahu tentang istri gue? "Dokter Hasan mengerutkan keningnya seraya memicingkan matanya.


" Dari Ayang Beb gue lah, "jawab Dokter Wahyu sambil merangkul istrinya yang duduk disampingnya.


" Gak usah berbelit-belit dan mengumbar kemesraan kalian dihadapan gue. "Sinis Dokter Hasan dengan menatap tajam kepada pasangan pengantin baru itu.


"Ok, sorry gue gak bermaksud menyinggung perasaan lo. Jadi gini ceritanya, tadi pagi setelah sholat subuh istri gue chatting sama sahabatnya yang juga seorang Dokter spesialis kandungan namanya Dokter Katrina Handayani, dia menetap di luar negeri mengikuti suaminya, tepatnya dia bertugas di rumah sakit E yang ada di Singapura. Dia bercerita tentang pasien yang sedang ditanganinya secara khusus sekarang, pasiennya itu mengalami keguguran dan pendarahan hebat tadi malam, sehingga memerlukan donor darah secepatnya untuk melakukan tindakan operasi. Hingga seorang laki-laki yang mengaku sebagai suaminya mencarikannya pendonor dengan imbalan uang yang sangat fantastis bila diantara orang-orang itu ada golongan darahnya yang benar-benar cocok dengan si wanitanya. Hanya dalam waktu satu jam, laki-laki itu menyuruh anak buahnya mengumumkannya di medsos. Tapi ternyata pembantunya sendiri yang sudah berumur paruh baya yang


sedang mengantar makanan untuknya yang akhirnya menawarkan dirinya untuk mendonorkan darahnya & ternyata cocok. Dan nama pasiennya itu adalah Khardha Sahara, kami berdua yakin itu nama istri lo. "Jelas Dokter Wahyu mengakhiri ceritanya.


Astagfirullah al azdim, ampuni kami ya Allah.


Kenapa ini harus terjadi lagi dengan istriku?


Apa salah & dosa kami sehingga Engkau mengambilnya kembali dari rahim istriku? Apakah salah jika aku berharap istriku melahirkan buah cinta kami kedunia ini dengan selamat? Jika memang ini adalah goresan takdir terbaik dariMu, maka kuatkan & ikhlaskan hati kami untuk selalu mencapai ridhoMu. Batinnya seraya mengusap wajahnya yang sudah sembab karena butiran bening yang jatuh begitu saja tanpa permisi di sudut matanya.


"Yang sabar ya Hasan, "Bripka Gusti Hamidi mengusap punggung adik iparnya itu. "Lebih baik secepatnya kita urus keberangkatan kita ke Singapura, kita akan membawa Rara kembali kesini dengan selamat. Kami permisi dulu, kita bertemu lagi nanti di bandara jangan lupa beli smartphone baru agar lebih mudah berkomunikasi. " Bripka Gusti Hamidi mengingatkan sambil berjalan keluar rumah bersama Briptu Hermawan. Assalamualaikum, "ucapnya kemudian masuk kedalam mobil & melajukannya.


" Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. "Dokter Hasan langsung kembali masuk kekamarnya untuk menyiapkan keperluan dia & istrinya yang harus dibawanya agar bisa secepatnya membawanya pulang ke Indonesia.

__ADS_1


*****


Sementara itu ditempat lain tepatnya diruangan VVIP rumah sakit E Singapura. Khardha yang masih enggan membuka matanya walaupun sudah melewati masa kritisnya terlihat terbaring tenang dengan nafas yang teratur. Jemari tangannya di genggam erat oleh seorang laki-laki yang setia menungguinya, hingga dia mengorbankan semua waktunya hanya untuk melihat wanita yang dicintainya sadar kemudian tersenyum kepadanya.


Sampai kapan kamu tidur terus seperti ini Khardha? Aku sangat merindukan senyumanmu, canda tawamu, & tentu saja bermanja kepadaku seperti masalalu kita ketika masih kecil dulu, batinnya sambil mencium tangan Khardha dengan lembut.


"Tuan Choi lebih baik anda istirahat & mandi dulu, dari tadi malam anda belum makan apa-apa juga masih memakai baju yang sama, lihatlah kemeja yang anda gunakan ada bercak darah yang mengering. Saya juga sudah menyiapkan semuanya di dalam paper bag yang Tuan pesan tadi pagi. "Ucap bi Tutik mengingatkan Hendrik Choi.


" Baiklah, tolong jaga Khardha sebentar ya Bi. "Pintanya kemudian beranjak menuju kamar mandi.


Sungguh anda sangat beruntung Non Khardha, dicintai dua lelaki tampan & mapan. Dirumah suamimu yang selalu menyayangimu dengan semua pengorbanannya, disini Tuan Choi yang selalu memperjuangkan cintanya untukmu. Aku sebenarnya tidak ingin memihak salah satu diantara mereka Non, tapi aku hanya ingin melihatmu bahagia dengan siapapun itu karena aku sudah menganggapmu seperti anakku sendiri, batin Bi Tutik sambil mengusap kepala Khardha dengan lembut.


"Permisi saya mau periksa keadaan pasien dulu. "Dokter Katrin datang bersama perawat untuk mengganti botol infus yang sudah tinggal sedikit lagi.


" Silahkan Dokter. "Bi Tutik beranjak dari duduknya kemudian berdiri disamping Dokter Katrin yang sedang memeriksa keadaan Khardha.


Hendrik Choi keluar dari kamar mandi dengan pakaian yang sudah rapi, dia berjalan mendekati Dokter Katrin yang sudah selesai melakukan pemeriksaan.


" Bagaimana keadaannya Dokter? "Tanya Hendrik sambil memasukkan kedua tangannya di saku celananya.


"Pasien sudah melewati masa kritisnya tapi sebab apa dia belum membuka matanya, saya belum bisa memastikannya, saya permisi dulu. "Pamit Dokter Katrin kemudian melangkahkan kakinya keluar ruangan.


"Tuan ini makanannya sudah saya sajikan di atas meja, silahkan Tuan makan dulu, jangan sampai Tuan juga ikutan sakit karena terus memikirkan Non Khardha. "Ucap bi Tutik sambil berjalan menghampirinya.


Hendrik Choi menganggukkan kepalanya kemudian duduk di sofa rumah sakit & memakan makanannya, namun pandangan matanya selalu tertuju ke ranjang tempat Khardha masih setia menutup matanya.


Bersambung...

__ADS_1


Mohon doa dan dukungannya terus ya, jangan lupa vote, like, komen, koin nya.


Selamat hari raya idul adha bagi semua umat muslim di dunia.


__ADS_2