MY LOVE STORY IS ALWAYS FOREVER Season2

MY LOVE STORY IS ALWAYS FOREVER Season2
MY LOVE STORY FOREVER ALWAYS season2 episode #51 " Rumah sakit part 1"


__ADS_3

Happy reading guys!"


Setelah sampai di area parkiran Rumah sakit LDN tempat nya bekerja ,Dokter Hasan yang sudah meminta petugas mempersiapkan kamar rawat inap untuk istrinya di ruang VVIP Rumah sakit Itu,langsung menggendong istrinya menuju lantai lima menggunakan lift.



Sesudah sampai di dalam kamar dia segera membaringkan tubuh istrinya di atas ranjang yang terasa nyaman bagaikan di hotel itu, dengan cekatan dia memasang infus ditangan istrinya & selang oksigen di hidungnya.


" Istirahat lah sayang,aku akan menungguimu sampai bi Tutik datang, untuk menggantikan ku menjagamu saat aku bertugas nanti."Bisiknya ditelinga istrinya.


Kemudian dia berbaring di sofa panjang dekat jendela,berniat untuk beristirahat sebentar melepas lelahnya,dia yang masih sangat mengantuk pun langsung tertidur dengan posisi tangan di lipat diatas dadanya.Sebab dia baru tidur selama tiga jam tadi malam karena harus merawat istrinya yang sakit.


Bi Tutik yang sudah siap berangkat untuk menyusul majikannya ke Rumah sakit dikejutkan dengan kedatangan Tuan Choi yang menghampiri nya tiba-tiba di pinggir jalan saat menunggu taksi lewat.


" Bi Tutik,bibi mau kemana pagi-pagi sudah di pinggir jalan ?" Menepikan mobilnya tepat di depan bi Tutik.


" Saya mau ke Rumah sakit Tuan ."Menundukkan kepalanya dengan hormat.


" Siapa yang sakit ?" Mengerutkan keningnya.


" Non Khardha Tuan." Masih menunduk takut dengan reaksi Tuan nya.


" Khardha sakit ?" Menaikkan satu alisnya.


" Cepat masuk ke mobil !" Serunya dengan tegas.


Bi Tutik pun segera masuk kedalam mobil & duduk di kursi penumpang yang ada di sebelah kemudi Tuan Choi.


" Dia dibawa ke Rumah sakit mana ?" Fokus kedepan sambil menyetir tanpa menoleh ke lawan bicara.


" Rumah sakit LDN tempat suaminya bekerja Tuan." Melirik kepada Tuan Choi.


" Dia sebenarnya sakit apa,kenapa harus di bawa ke Rumah sakit ?" Melirik sebentar kepada bi Tutik kemudian kembali fokus dengan jalanan di depan nya.


" Saya kurang tau Tuan,cuma tadi pagi Non Khardha saya lihat pingsan di gendongan suaminya." Menjelaskan apa yang ketahui nya tanpa ada yang ditutupi.


" Kalau begitu berarti aku bisa langsung menemui nya nanti di Rumah sakit ."Tersenyum membayangkan nya.


" Iya Tuan nanti saya akan mengusahakan Tuan bisa membesuknya tanpa ketahuan suaminya." Ikut tersenyum melihat reaksi Tuannya.


" Terimakasih bi,aku benar-benar sangat merindukannya." Tersenyum sumringah dengan mata berbinar bahagia.


" Sama-sama Tuan." Ikut bahagia melihat aura kebahagiaan Tuannya.

__ADS_1


Sudah lama aku tidak mendengar dirimu berterima kasih apalagi tersenyum seperti ini Tuan Choi,padahal waktu kecil dulu kamu sering bermain dengan ku,batinnya.


Flashback on🌿


Tuan Choi sebenarnya adalah orang yang sangat hangat dan ceria dengan bi Tutik pengasuhnya itu dulu, sewaktu dia belum ditolak mentah-mentah oleh Khardha.Namun dia tiba-tiba berubah dingin & sering membentak juga mengancam nya ketika kemauannya tidak tercapai untuk mendapatkan Khardha seutuhnya. Makanya sekarang dia menjadikan bi Tutik sebagai mata-mata nya. Bi Tutik pun terpaksa melakukan nya karena tidak tega dengan Tuannya yang sangat frustasi waktu dia menolak menjadi mata-mata . Akhirnya Tuan Choi pun mengancam bi Tutik akan menghancurkan keluarga nya bila dia tidak menuruti kemauannya. Itulah yang terjadi sebenarnya makanya bi Tutik yang sebenarnya sangat baik menjadi terlihat buruk di mata orang yang tidak mengerti duduk permasalahannya.


Flashback off🌿


Di Rumah sakit Khardha yang mulai sadarkan diri membuka mata nya & mengedarkan pandangannya ke sekelilingnya, dia memanggil suaminya yang tertidur di sofa dekat jendela.


" Sayang aku haus ,bisakah kamu tolongin aku ambilkan air putih?" Menatap sendu kearah suaminya yang terlihat sangat nyenyak dalam tidur nya.


Karena tidak ada respon dari suaminya dia pun berusaha meraih sendiri gelas & air mineral yang ada diatas meja yang terletak di ujung kakinya, namun karena terhalang selang infus tiba-tiba tiang infus jatuh begitupun dengan gelas yang sudah dipegangnya.


Pranggggggg.....bunyi tiang & gelas jatuh bersamaan.


Dokter Hasan pun terlonjak kaget & langsung bangun dari tidur nya.


" Astagfirullah al azdim kenapa kamu gak minta tolong sama aku sayang ?" Beranjak memperbaiki tiang infus yang jatuh & mencek


tangan istrinya yang berdarah karena jarum infus yang sedikit bergeser.


"Aku dari tadi sudah memanggil kamu sayang, tapi kamu tidurnya nyenyak banget,makanya aku berusaha melakukan nya sendiri." Mulai meneteskan air mata nya karena merasa disalahkan suaminya.


" Aku gak marah sama kamu sayang, aku cuma khawatir kalau kamu yang terluka."Menghapus air mata istrinya kemudian membawanya ke pelukan nya.


" Udah ya sayang jangan nangis lagi, simpan air mata mu untuk nanti." Godanya sambil menciumi puncak kepala istrinya.


Khardha pun berhenti menangis & memukul dada bidang suaminya dengan pelan.Dokter Hasan pun semakin mengencangkan pelukan nya sembari tersenyum merasakan kehangatan bersama istrinya.


" Lepaskan sayang aku gak bisa nafas !" Seru Khardha yang merasa sesak dengan pelukan suaminya yang sangat kencang.


Dokter Hasan pun melepaskan pelukannya kemudian menghujani seluruh wajah istrinya dengan ciuman nya.


" Jangan nangis lagi...cup...." Kedua matanya.


" Jangan sakit lagi ...cup..." Kedua pipinya."


" Jangan bikin aku khawatir lagi.... cup...Kening nya.


" Jangan berhenti untuk menyebut nama ku dalam desah nafas mu." Menggesekkan hidungnya.


" Jangan pernah berhenti untuk mencintai ku sayang." Mencium bibir istrinya dengan lembut awalnya hingga karena terbawa suasana akhirnya ciuman itu menjadi semakin dalam & cukup lama mereka saling ******* satu sama lain hingga bunyi ketukan pintu menghentikan kemesraan mereka.

__ADS_1


Tok....tok...tok.... "Bunyi pintu di ketuk dari luar.


Dokter Hasan pun segera beranjak & membuka pintu nya.


" Sorry bro gue mengganggu kalian berdua."Dokter Wahyu memainkan alisnya karena dia tadi sudah mengintip dari balik pintu kaca apa yang di lakukan sahabat nya.


" Kenapa lo gak telpon gue dulu sebelum datang kesini ?" Menatap tajam pada sahabat nya.


" Sorry gue lupa, kan lo juga tadi pagi-pagi yang ngabarin gue,makanya gue cepat-cepat datang kesini." Langsung masuk tanpa permisi.


" Heyy gue belum mempersilahkan lo masuk tau !" Seru Dokter Hasan dengan menarik tangan Dokter Wahyu.


" Heyy santai bro gak usah emosi." Dokter Wahyu menepis tangan Dokter Hasan yang mencekal tangannya.


" Istri gue baru bangun tau ,lo datang di waktu yang gak tepat." Menghalangi langkah Dokter Wahyu.


" Ok,sekali lagi gue minta maaf tapi gue cuma mau mencek kondisi istri lo bro." Menaikkan satu alisnya.


" Gak usah nanti aja, dia masih belum pulih."


Merentangkan kedua tangan nya.


" Huhh dasar suami posesif !" Ketus Dokter Wahyu.


" Siapa sayang yang datang, kenapa gak disuruh masuk ?" Menengok ke arah pintu.


" Kayaknya istri lo juga gak keberatan tuh."Menyingkirkan tangan Dokter Hasan dan melanjutkan langkah nya.


Dokter Hasan terpaksa mengikuti langkah Dokter Wahyu yang sudah berada di samping ranjang istrinya.


" Kamu masih sakit Khardha ?" Dibagian mana aja?" Menatap kearah Khardha dari atas kebawah.


" Heyy pertanyaan Dokter macam apa kayak gitu ?" Sifat posesifnya kembali muncul.


" Kalau gue gak nanya terus gue boleh periksa istri lo secara langsung ?" Mulai mengarahkan stetoskop nya kepada Khardha.


" Jangan sentuh istriku !" Seru Dokter Hasan menepis tangan Dokter Wahyu.


" Lo itu gimana sich bro,gue nanya gak boleh, gue mau periksa juga gak boleh, terus mau nya lo apa tadi pagi menelpon gue buat mencek kandungan istri lo ?" Dokter Wahyu mulai tersulut emosi.


" Gue cuma mau lo nanti men Usg kandungan istri gue ,bukan memberikan perhatian lo ke istri gue." Menatap tajam ke arah Dokter Wahyu.


" Sudah sayang, kenapa kalian berdua harus bertengkar hanya gara-gara aku ?" Menatap keduanya secara bergantian.

__ADS_1


Bersambung....."


Hai reader semuanya jangan lupa vote, like, komen,koin nya ya,jangan lupa untuk bahagia,semoga hari ini lebih baik dari kemarin.Salam sayang selalu dari author Khardha love.


__ADS_2