MY LOVE STORY IS ALWAYS FOREVER Season2

MY LOVE STORY IS ALWAYS FOREVER Season2
MY LOVE STORY IS ALWAYS FOREVER season2 episode# " Lahirnya baby twins" part1


__ADS_3

Happy reading guys!


Dua bulan sepuluh hari kemudian Dokter Selvi yang menunggu waktu persalinannya meminta Khardha agar menemaninya di ruang persalinan nanti.


"Khardha aku ingin kamu mau nemenin aku ketika melahirkan anak-anakku nanti ya." Pintanya ketika mereka duduk bersantai di bangku pinggir kolam renang milik sahabatnya itu sambil menunggu suami-suami mereka berenang.


Khardha yang sedang meminum jus jeruk digelasnya langsung tersedak mendengarnya.


Uhuk...uhuk...Khardha menyemburkan air tepat di wajah suaminya yang tiba-tiba datang menghampirinya. Bukannya marah Dokter Hasan justru mengusap wajahnya sembari menatap heran kearah istrinya.


"Kamu kenapa sampai tersedak Sayang?" Tanyanya dengan mengerutkan keningnya menatap istrinya sambil mengusap wajahnya yang terkena semburan jus jeruk tadi.


"Mungkin Khardha cuma kaget karena aku memintanya untuk menemaniku ketika melahirkan nanti." Jawab Dokter Selvi dengan santainya sambil menyedot minumannya.


"Apaaa!" Seru Dokter Hasan dan Dokter Wahyu bersamaan.


"Kamu gak mikir apa istriku juga lagi hamil, masa disuruh nemenin kamu melahirkan?" Dokter Hasan menggelengkan kepalanya benar-benar merasa tidak habis pikir dengan permintaan istri sahabat itu.


"Iya Beb kasian Khardha perutnya juga udah besar dia gak mungkin bisa nemenin kamu melahirkan." Dokter Wahyu menimpali sembari mengelus-elus perut istrinya.


"Aku mau melahirkan normal Beb dan aku gak mau kamu yang nemenin aku." Ujar Dokter Selvi dengan menepis tangan suaminya.


"Tapi Beb kalau gak mau sama aku terus yang bantuin persalinan kamu nanti siapa?" Dokter Wahyu menatap heran kepada istrinya.


"Aku maunya Dokter dan perawat wanita yang membantu persalinanku, terutama Khardha yang ada disampingku untuk memberi support kepadaku." Jawabnya dengan penuh penekanan di setiap kata-katanya.


"Maaf Mbak bukannya aku gak mau, tapi aku takut melihat darah dan aku juga takut ikut mengejan ketika liatin Mbak Selvi nanti melahirkan." Ucap Khardha dengan sangat lembut.


"Aku kecewa sama kamu Khardha!" Dokter Selvi langsung beranjak dari duduknya lalu berjalan dengan menghentakkan kakinya kelantai.


Dia tidak sadar lagi bahwa lantai yang dipijaknya basah akibat tetesan air dari kedua laki-laki yang habis berenang tadi. Dokter Selvi tiba-tiba terpeleset dan jatuh telentang hingga dia sangat merasa kesakitan dibagian pinggul dan perutnya.


"Astagfirullah al azdim!" Seru Khardha langsung berlari menghampirinya.


Hingga dia juga ikut terpeleset dan jatuh terduduk. Suami-suami mereka yang tidak jauh dari keduanya langsung menolong dan menggendong istrinya masing-masing. Dokter Wahyu segera membawa istrinya kekamar begitu juga dengan Dokter Hasan.


"Tunggu sebentar ya Beb aku mau mandi pakai sabun dan ganti baju dulu, habis itu kita langsung ke rumah sakit." Ujar Dokter Wahyu sembari bergegas masuk kekamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Dokter Selvi hanya menganggukkan kepalanya sambil meringis menahan sakit dipinggul dan diperutnya.


"Kita harus kerumah sakit Sayang, aku gak mau kamu sama baby twins kita kenapa-napa." Ucap Dokter Hasan sangat mengkhawatirkan keadaan istri dan anak-anaknya karena melihat ada bercak darah di area sensitif istrinya.


Dengan segera dia masuk kekamar mandi untuk membersihkan dirinya lalu memakai bajunya. Tidak lupa dia juga menggantikan pakaian istrinya yang terbaring lemah sambil memegangi perutnya.


Sedangkan Dokter Wahyu sendiri sangat panik melihat istrinya yang tiba-tiba pingsan di atas tempat tidur ketika dia keluar dari kamar mandi. Dia bergegas memakai bajunya lalu kembali menggendong istrinya kedalam mobilnya. Tanpa berpamitan terlebih dulu kepada tuan rumah dia langsung tancap gas menuju rumah sakit untuk menolong istrinya.


Dokter Hasan juga langsung menggendong wanita yang sangat dicintainya itu kedalam


mobilnya, setelah menyiapkan semua keperluan mereka selama di rumah sakit nanti. Dia segera duduk didepan kemudinya lalu melajukan kendaraan roda empatnya itu


menyusuri jalanan menuju rumah sakit.


Sesampainya di rumah sakit Dokter Wahyu segera membawa istrinya ke UGD begitupula dengan Dokter Hasan yang tiba setelahnya. Kedua Dokter itu sama-sama mencemaskan istri dan anak-anak mereka. Dokter Wahyu segera mengambil tindakan operasi cesar untuk istrinya yang ditangani olehnya langsung bersama tim medis lainnya. Sedangkan Khardha sendiri harus terpaksa bedrest karena pendarahan yang dialaminya, untunglah baby twins nya masih bisa diselamatkan. Setelah melakukan beberapa tes Khardha kembali dinyatakan tidak bisa melahirkan secara normal karena sangat berisiko dengan kondisinya dan baby twins nya sendiri. Dokter Hasan yang sangat mengetahui penyakit diabetes istrinya juga akan mempengaruhi kehamilannya hanya bisa berdoa dalam hati agar wanita yang sangat dicintainya itu selalu kuat dalam menjalani proses kehamilannya. Seringnya merasa haus, frekuensi buang air kecil yang meningkat, mulut terasa kering, dan mudah merasa lelah itulah gejala umum yang sering dialami seseorang yang menderita penyakit diabetes. Sedangkan untuk ibu hamil sendiri semua itu adalah kondisi yang lumrah terjadi namun untuk ibu hamil yang mempunyai penyakit diabetes harus benar-benar menjaga kesehatannya dengan makanan yang sehat, jangan mudah stres, dan terutama banyak-banyaklah berdoa untuk mendekatkan diri pada yang maha kuasa.


"Sayang gimana kondisi Mbak Selvi?" Tanya Khardha setelah bangun dari tidur panjangnya akibat efek obat yang disuntikkan di infusnya.


Dokter Hasan yang selalu setia menunggui istrinya dengan duduk dikursi yang ada disamping bed pasien lalu menyampaikan berita gembira tentang kelahiran anak-anak dari sahabatnya itu.


"Dokter Selvi melahirkan sepasang anak kembar melalui proses operasi cesar Sayang." Jawab Dokter Hasan dengan mengulas senyumnya sembari mengusap kepala dan mengelus perut istrinya.

__ADS_1


"Syukurlah kalau dia dan anak-anaknya baik-baik aja, juga bisa diselamatkan walaupun harus melalui jalur operasi." Ucap Khardha dengan meneteskan airmatanya karena bahagia mendengarnya." Aku ingin menjenguknya Sayang." Pintanya sembari menatap sendu kearah suaminya dengan menggenggam tangannya.


"Nanti aja ya Sayang, kalau kamu udah benar-benar kuat dan sehat. Untuk saat ini kamu harus istirahat total dulu gak boleh turun dari ranjang." Dokter Hasan berusaha memberi pengertian kepada wanita yang telah mengandung anak-anaknya itu, sebab Khardha tidak diperbolehkan banyak bergerak dulu karena pendarahan yang dialaminya baru saja berhenti.


"Tapi kenapa? Aku kan baik-baik aja." Khardha berusaha menyembunyikan sakit yang dideritanya dengan tersenyum hingga menampakkan barisan giginya.


"Gak usah bohong Sayang aku ngerti banget


apa yang kamu rasain. Mending sekarang kamu makan dulu, aku suapin ya." Ujarnya dengan menaruh nampan berisi makanan di atas meja kecil didepan istrinya.



"Aku mau makan asal kamu janji habis ini bawa aku nengokin Mbak Selvi sama baby twinsnya." Khardha melipat kedua tangannya diatas dada dengan menatap tajam kearah suaminya.


Dokter Hasan menatap lekat manik mata istrinya sembari menghembuskan nafasnya dengan perlahan.


"Ok Sayang tapi kamu gak boleh sampai kecapean ya." Dokter Hasan terpaksa mengalah karena tidak ingin membuat istrinya bersedih jika tidak dituruti kemauannya, sebab itu juga akan mempengaruhi kondisi kehamilannya.


Setelah menghabiskan makanannya Khardha kembali mengajak suaminya untuk menjenguk Dokter Selvi dan anak-anaknya.


"Sayang ayo kita jenguk Mbak Selvi sama baby twins nya, aku udah gak sabar lagi mau liat mereka, pasti imut dan menggemaskan sekali." Khardha membayangkan kedua bayi kembar itu dengan mata berbinar sangat bahagia sebab dia juga membayangkan baby twins yang dikandungnya itu lahir ke dunia nantinya.


Dokter Hasan mengulum senyumnya melihat tingkah istrinya lalu mengacak-acak rambutnya dengan gemesnya.


"Sebentar ya Sayang aku ambil kursi roda dulu, ingat kamu jangan berusaha turun sendiri dari bed pasien ini." Ujarnya mengingatkan istrinya.


Dokter Hasan segera keluar untuk meminjam kursi roda rumah sakit. Dia kembali secepatnya menghampiri istrinya lalu mendudukkannya diatas kursi roda itu. Dia mendorong perlahan menuju kamar rawat Dokter Selvi dan baby twins nya. Sesampainya di sana Khardha dan Dokter Hasan mengetuk pintu masuk terlebih dulu.


Tok...tok...tok...bunyi pintu diketuk dari luar.


Sinar mentari pagi yang sangat cerah hari ini menggambarkan betapa bahagianya pasangan Dokter Wahyu dan Dokter Selvi dengan kehadiran baby twins mereka. Disana juga ada kedua orang tua mereka masing-masing yang langsung datang ke rumah sakit ketika dihubungi oleh Dokter Wahyu setelah proses operasi cesar selesai. Kakek nenek, oma opa itu menggendong cucu mereka secara bergantian. Sebab baby twins yang baru lahir kedunia itu memang cucu pertama mereka dari kedua belah pihak keluarga itu.


"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." Semua orang yang ada didalam menyahuti.


"Permisi ya aku bukain pintu dulu." Dokter Wahyu berjalan kearah pintu." Kalian berdua ternyata, ayo masuk." Ujarnya mempersilahkan pasangan suami istri itu.


"Ohh kalian rupanya, kirain siapa tadi." Ketus Dokter Selvi lalu mengalihkan wajahnya kearah lain.


"Selamat ya Mbak atas kelahiran baby twins nya." Ucap Khardha sembari berdiri meraih tangan Dokter Selvi.


Namun Dokter Selvi menepisnya dengan kasar hingga membuat Khardha langsung terduduk di lantai karena suaminya tidak ada disampingnya sebab sedang meminta izin kekamar mandi.


Awww... Pekik Khardha dengan memegangi perutnya.


"Astagfirullah al azdim! Apa yang kamu lakukan Selvi!" Seru semua orang ketika melihat Khardha kembali mengalami pendarahan.


Dokter Hasan yang baru keluar dari kamar mandi mendengar keributan langsung berlari menghampiri mereka semua.


"Astagfirullah al azdim, Sayang kamu pendarahan lagi." Dokter Hasan segera menggendong istrinya lalu membaringkannya diatas sofa yang ada disana untuk meredakan pendarahannya.


"Apa yang sebenarnya telah terjadi sama istrimu Dokter Hasan? Kenapa dia sampai mengalami pendarahan?" Tanya ibu dari Dokter Selvi.


"Tanyakan saja kepada anak Ibu, karena dialah yang selama ini menangani istri saya." Jawab Dokter Hasan sembari membantu istrinya duduk kembali ke kursi rodanya setelah Khardha memintanya untuk membangunkannya.


"Aku gak papa kok, kalian semua gak usah khawatir. Mbak Selvi juga gak sengaja melakukannya, mungkin kondisiku aja yang masih belum pulih sepenuhnya makanya aku pendarahan lagi." Ucap Khardha berusaha menenangkan semua orang.


Walaupun sebenarnya dia kembali merasakan sakit dibagian pinggul dan diperutnya.


"Bolehkah aku menggendong baby twins?" Khardha menatap semua orang secara bergantian.

__ADS_1


"Jangan Khardha, kamu gak boleh menggendongnya, bahaya dengan kandungan kamu, apalagi kamu sekarang mengalami pendarahan." Sergah Dokter Selvi sambil berjalan mendekatinya dengan di tuntun oleh suaminya.


"Aku gak papa Mbak, aku cuma mau gendong mereka sebentar aja." Khardha berusaha membujuk Dokter Selvi dengan wajah memelasnya.


"Baiklah tapi hanya sebentar ya, habis itu kamu harus langsung istirahat." Dokter Selvi akhirnya mengizinkannya.


Khardha sangat bahagia mendapat izin untuk menggendong baby twins itu. Dia menggendong satu persatu baby yang baru lahir itu sembari menciuminya dan menimang-nimangnya.


"Ohh baby kalian sangat menggemaskan sekali." Ujarnya sembari menyentuh tangan baby twins itu ketika keduanya di letakkan kembali kedalam box bayinya.



"Sayang udah dulu ya, kamu harus istirahat. Wajah kamu pucat banget Sayang, aku gak mau kamu dan baby twins kita kenapa-napa jika terus memaksakan diri kayak gini." Dokter Hasan berjongkok menyentuh pipi dan perut istrinya.


Khardha menganggukkan kepalanya seraya mengulas senyumnya lalu memejamkan matanya karena tidak bisa lagi menahan sakit yang dideritanya sedari tadi.


"Kami permisi dulu ya semuanya, assalamualaikum." Ucap Dokter Hasan mewakili istrinya.


"Iya silahkan, waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." Jawab semua orang dengan menatap kepergian mereka.


Dokter Hasan kembali mendorong kursi roda istrinya menyusuri koridor rumah sakit menuju kamar VVIP sembari mengajaknya berbicara.


"Sayang nanti kalau kamu udah melahirkan baby twins kita, aku mau kasih nama gabungan dari nama kita berdua, gimana kamu setuju gak?" Ujarnya sembari membayangkan dirinya bermain dengan kedua anak-anaknya.


Khardha hanya diam karena dia sudah pingsan tidak lama setelah memejamkan matanya tadi. Dokter Hasan tidak menyadarinya karena mengira istrinya hanya tertidur akibat kelelahan.


"Hai Dokter Hasan!" Sapa Dokter Jasmine dengan mengedipkan sebelah matanya.


Dokter Hasan hanya menganggukkan kepalanya tanpa mau menanggapi sapaan Dokter Jasmine yang juga sedang mengandung entah siapa suaminya.


"Dokter gak bertugas hari ini?" Tanya Dokter Jasmine sembari mensejajarkan langkahnya.


"Gak!" Singkat Dokter Hasan karena dia memang sudah minta izin untuk menjaga istrinya.


"Mau aku temenin?" Tawarnya sembari menyentuh punggung tangan Dokter Hasan yang memegangi kursi roda istrinya.


"Jangan ikuti kami dan jangan coba-coba merayuku lagi." Tegasnya sembari menepis tangan Dokter Jasmine yang menyentuh tangannya.


🌿🌿🌿🌿🌿


Sayang hanya dirimu yang paling mengerti


kegelisahan jiwaku ini.


Sayang percayalah bahwa aku takkan pernah membuatmu sakit hati walau apapun yang terjadi.


Meski banyak orang yang berusaha memisahkan kita.


Namun cintaku hanya untukmu satu selamanya.


🌿🌿🌿🌿🌿


Tidak terasa sampailah mereka kembali kekamar rawat VVIP tempat Khardha seharusnya beristirahat sementara di rumah sakit itu. Dokter Hasan langsung menggendong tubuh istrinya lalu membaringkannya diatas bed pasien. Dia terkejut ketika merasakan suhu tubuh istrinya tiba-tiba sangat dingin, dia mencoba mematikan ac ruangan lalu memeriksanya menggunakan stetoskop yang ada didalam jas dokternya. Setelah mengetahui kondisi istrinya tidak baik-baik saja dia langsung memanggil tim medis untuk membantunya menanganinya. Ada yang membawa kantong darah, infus, tabung oksigen, dan alat USG kedalam kamar itu. Mereka semua sibuk menangani Khardha dengan intensif, hingga akhirnya.


Bersambung....


Hai teman-teman jangan lupa tinggalkan jejak kalian melalui vote, like, komen, koin nya,


maaf jika aku sering telat up ya. Salam sayang selalu dari author Khardha.

__ADS_1


__ADS_2