MY LOVE STORY IS ALWAYS FOREVER Season2

MY LOVE STORY IS ALWAYS FOREVER Season2
MY LOVE STORY FOREVER ALWAYS season2 episode #58 "Satu jam saja"


__ADS_3

Happy reading guys!"


Waktu menunjukkan pukul 03:00 pagi wita,tiba-tiba Khardha menggigil menahan sakit yang teramat sangat karena luka bekas pembedahan saat operasi cesar baru terasa.


Dokter Hasan yang tertidur di kursi yang ada disamping istrinya sambil terus menggenggam tangannya menjadi ikut terganggu saat merasakan tangannya ikut bergetar.Dia pun mendongakkan kepalanya & memperhatikan istrinya yang menurutnya tidak baik-baik saja kemudian bertanya.


" Apa yang kamu rasakan sayang?"Meyentuh kening & leher istrinya.


" Perut & punggungku sakit, badanku lemas,pusing, mual,aku juga merasakan hawanya dingin banget sekarang.


" Kamu mengalami gejala pasca operasi sayang,sabentar ya aku ambilkan obat pereda nyeri dulu." Membuka laci disamping bed pasien yang berisi obat-obatan untuk istrinya.


Setelah menemukan obatnya Dokter Hasan menyuntikkan injeksi intravena kedalam infus istrinya.


" Istirahat lagi ya sayang, sebentar lagi obat nya akan bekerja." Dokter Hasan mengusap kepala istrinya kemudian mencium keningnya.


" Sayang aku ingin tidur dalam dekapan kamu." Menepuk tempat kosong yang ada disamping nya.


Dokter Hasan tersenyum kemudian menganggukkan kepalanya.Setelah itu dia naik keatas bed pasien yang cukup besar untuk tidur berdua itu, berbaring disamping istrinya kemudian memiringkan tubuhnya dan mendekapnya.


" Sayang besok aku ingin melihat anak kita boleh kan?" Khardha menatap intens wajah suaminya yang sekarang sangat dekat dengan nya.


" Tapi kondisi kamu belum benar-benar pulih sayang." Mengelus pipi istrinya dengan lembut.


" Itu sama aja kamu gak ngizinin aku untuk ketemu anak kita, tapi kenapa sayang?" Apa yang terjadi sebenarnya?"Apa yang kamu sembunyikan dari aku?" Khardha menangis dalam pelukan suaminya.


" Maafin aku sayang!" Menciumi puncak kepala istrinya.


" Aku gak mau maafin kamu sayang,karena kamu tidak mau menjawab pertanyaan aku!" Seru Khardha semakin terisak.


" Aku gak mau kamu syok mendengarnya sayang." Dokter Hasan semakin mengeratkan pelukan nya.


" Kamu belum mengatakan apa-apa tentang anak kita sayang, tapi kenapa kamu sudah bilang seperti itu?" Kamu jahat sama aku!" Khardha memukuli dada bidang suaminya.


" Hentikan sayang, jangan seperti ini, kamu membuat aku serba salah!" Dokter Hasan melonggarkan pelukannya memberi jarak diantara mereka kemudian menangkup wajah istrinya.


" Aku akan jujur sama kamu sayang, tapi kamu harus menguatkan hatimu terlebih dulu untuk mendengarnya!" Menatap lekat wajah istrinya yang sembab akibat menangis.


" Aku akan berusaha kuat & ikhlas menerima apa pun yang terjadi." Khardha meyakinkan suaminya dengan menghapus sendiri air mata nya.


"Baiklah kalau itu yang kamu mau!" Pasrah Dokter Hasan kemudian menceritakan semua kejadian yang dialaminya, istri & juga anaknya dari awal sampai akhir.


Namun Khardha seperti tidak terkejut mendengarnya,dia tetap mendengarkan dengan seksama penuturan suaminya,walaupun sebenarnya batinnya menangis.


" Begitulah sayang aku hanya ingin kita tetap sabar & tawakal menghadapi semua ini." Ujar Dokter Hasan mengakhiri ceritanya.


" Inshaallah sayang, semoga kita dapat melalui semuanya dengan tabah." Khardha berusaha tegar dihadapan suaminya, walaupun hati nya sangat sedih & pilu ketika mengetahui kebenarannya.


" Ya udah kita istirahat lagi sebentar ya,ini sudah jam 04:00 hampir waktu nya shubuh,aku akan menidurkan kamu dulu."Dokter Hasan kembali mendekap istrinya sembari mengusap punggung nya,hingga mereka berdua sama-sama terlelap dalam posisi seperti itu.


Bi Tutik yang tidur di sofa terbangun, ketika mendengar sayup-sayup suara orang mengaji di speaker mesjid yang ada dalam lingkungan Rumah sakit itu.Dia menatap iba kepada sepasang suami istri itu.


Maafkan bibi Tuan Dokter & Non Khardha,bibi tidak tau kalau bubuk vitamin yang di bilang Tuan Choi untuk menguatkan kandungan Non Khardha,ternyata adalah serbuk penggugur kandungan sehingga membuat Non Khardha pendarahan & melahirkan sebelum waktunya,bibi sangat menyesal ,batinnya.

__ADS_1


*****


Keesokan harinya....


Khardha & Dokter Hasan suaminya sudah bersiap-siap menuju ruang Nicu tempat anak mereka di rawat dengan intensif. Dokter Hasan mendorong perlahan kursi roda yang membawa istrinya kesana.Ketika sampai didepan ruangan Nicu Khardha berusaha berdiri didepan kaca pembatas ruangan untuk melihat anaknya. Namun Dokter Hasan melarangnya.


" Sayang jangan berdiri dulu,kondisi kamu masih lemah, aku akan minta izin agar kita bisa masuk kedalam." Ucap Dokter Hasan kemudian mencari petugas disana.


Setelah mendapatkan izin Dokter Hasan kembali menghampiri istrinya yang menunggu di depan ruangan itu.


" Sayang kita boleh masuk tapi tidak boleh lebih dari sepuluh menit." Dengan tersenyum dia mengatakan nya kemudian mendorong kursi roda istrinya masuk kedalam ruangan Nicu.


Sesudah sampai tepat di depan inkubator anaknya Dokter Hasan berhenti & membiarkan istrinya menyentuh tangan kecil nan mungil bayi laki-laki nya itu.



Mamah & papah ada disini untuk kamu sayang,kuat lah,bertahan lah,agar mamah bisa memberikan asi untuk kamu sayang, cepat lah normal, supaya kita bisa berkumpul dirumah bersama melewati hari-hari yang indah dengan tangis & tawamu,batin Khardha dengan mata berkaca-kaca.


" Sayang,ini sudah sepuluh menit, kita harus segera keluar agar anak kita & bayi-bayi yang ada disini tidak terkontaminasi." Dokter Hasan mengingatkan istrinya kemudian mendorong kembali kursi roda keluar ruangan Nicu.Menuju ruang rawat inap istrinya.


Namun satu jam kemudian setelah Dokter Hasan memastikan istrinya sudah makan,minum obatnya & menyelimuti nya untuk kembali beristirahat,dia mendapat kabar bahwa anaknya sudah tidak bernyawa lagi.Dia begitu syok mendengarnya, hingga tanpa sadar handphone nya terjatuh tepat diatas perut bekas luka operasi istrinya.


Auw...Khardha menjerit menahan sakit.Diapun membuka kembali matanya yang mulai mengantuk akibat reaksi obat yang di minum nya tadi.


" Ada apa denganmu sayang?"Kenapa handphone kamu di jatuhkan diatas perutku?"Khardha mengerutkan keningnya menatap bingung dengan kelakuan suaminya.


" Anak kita sayang!" Dokter Hasan menatap istrinya dengan mata berkaca-kaca.


" Ada apa dengan anak kita sayang?"Khardha langsung beranjak bangun tanpa menghiraukan sakit di bagian perutnya.


" Apaaa!" Kamu gak lagi becanda kan sayang?" Khardha menggoyang tangan suaminya.


" Enggak sayang, aku juga sebenarnya tidak percaya dengan kenyataan ini." Dokter Hasan langsung memeluk istrinya.


" Baru satu jam kita habis menemuinya tadi sayang, kondisinya tadi juga terlihat baik-baik aja, tapi kenapa kamu bilang Allah lebih menyayanginya?" Itu berarti anak kita sudah...."Khardha tidak bisa melanjutkan kata-katanya dia benar-benar syok dengan apa yang barusan di dengar nya.Hingga dia terdiam kemudian tidak sadarkan diri dalam pelukan suaminya.


Dokter Hasan melonggarkan pelukannya ketika istrinya berhenti bicara.


"Astagfirullah al azdim!" Maafin aku sayang."Ucapnya kemudian membaringkan tubuh istrinya & menyelimuti nya.


" Bi tolong jaga istriku, aku akan mengurus jenazah anakku!" Ujarnya kemudian berlalu melangkah pergi.


🌿Allah menguji kita dengan apa yang kita cintai, maka jangan lah berlebihan mencintai nya, agar saat bersedih kita tidak berlebihan merasakannya.


🌿Allah akan menggantikannya dengan yang lebih baik, jika kita merelakan dia dengan ikhlas karena Allah.


*****


Satu jam saja....


Tak pernah terpikir olehku


Tak sedikitpun kubayangkan

__ADS_1


Kau akan pergi tinggalkan ku sendiri


Begitu sulit ku bayangkan


Begitu sakit kurasakan


Kau akan pergi tinggalkan ku sendiri


Dibawah batu nisan kini


Kau telah sandarkan


Kasih sayang kamu begitu dalam


Sungguh ku tak sanggup ini terjadi


Karena ku sangat cinta


Inilah saat terakhir ku melihat kamu


Jatuh air mata ku menangis pilu


Hanya mampu ucapkan


Selamat jalan kasih


Satu jam saja ku telah bisa


Cintai kamu dihatiku


Namun bagiku melupakan mu


Butuh waktuku seumur hidup di nantiku


*****


🌿Hidup & mati kita Allah yang menentukan


Ada yang baru lahir sudah meninggal


Ada yang sudah tua tapi berumur panjang


🌿Bagaimana awal & akhir dari kehidupan yang berujung kematian, adalah suatu hal yang menjadi rahasia Allah agar kita selalu mengingat nya dalam keadaan apa pun juga.


Bersambung....


Mohon doa dan dukungannya terus ya reader melalui:


Vote yang banyak


Like yang tiada henti


Komen yang selalu membangun

__ADS_1


Koin seikhlasnya


Dari kalian semua yang sudah setia mampir ke karya receh ku ini,semoga selalu menjadi bacaan favorit kalian & juga menghibur ya.


__ADS_2