MY LOVE STORY IS ALWAYS FOREVER Season2

MY LOVE STORY IS ALWAYS FOREVER Season2
MY LOVE STORY IS ALWAYS FOREVER season2 episode#2 "Siapa Dia ?"


__ADS_3

Happy reading guys!


Setelah keluar dari kantin sambil bergandengan tangan dengan mesra pasangan pengantin baru itu kembali ke parkiran. Mereka berdua memilih sahur di dalam mobil dengan kurma yang dibawa Khardha dari rumah.


"Sayang setelah sahur ini kita langsung ke ruangan aku ya." Pinta Dokter Hasan sambil


mengambil kurma premium yang sangat nikmat bila di santap kapan pun juga itu.


Kurma sangat baik untuk kesehatan karena banyak mengandung serat, protein, kalium, magnesium, tembaga, mangan, zat besi, & B6 untuk kebutuhan nutrisi harian kita.


"Ok Sayang, terus kita sholat shubuhnya dimana?" Tanya Khardha ikut memakan kurma yang di taruhnya diatas dasbor mobil.


"Di ruanganku juga bisa Sayang." Jawab Dokter Hasan dengan menyodorkan teh hangat yang di belinya tadi kepada istrinya.


"Sepertinya lebih baik kita sholat shubuh di musholla aja dech." Khardha memberikan pendapat yang menurutnya terbaik.


"Iya Sayang semoga aja gak di tutup ya." Tersenyum menatap istrinya yang terlalu bersemangat menurutnya.


"Memangnya kenapa di tutup?" Khardha Mengerutkan keningnya merasa heran.


"Untuk menghindari keramaian Sayang, sekarangkan lagi sosial distancing & meningkat jadi physical distancing." Mengusap kepala istrinya yang terlihat sangat menggemaskan baginya.


"Oh gitu, pantes aku sering dengar iklan di tv bilang dirumah aja...!" Bernyanyi menirukan iklan.


"Sayang kamu itu selalu aja kayak gitu." Mencubit hidung istrinya gemas.


"Memangnya dulu pengin jadi artis ya?" Menoel-noel pipi istrinya yang sedikit chubby.


"Iya sayangnya gak kesampaian, keburu kamu nikahin."Jawab Khardha sambil


menghayal jadi artis seraya menampilkan ekspresi sedihnya dengan menekuk wajahnya dihadapan suaminya.


"Sayangku, Cintaku, kamu itu benar-benar ya bikin aku selalu gemes & pengin makan kamu terus tau!" Serunya seraya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan istrinya." Udah yuk kita jalan ke ruangan aku aja, daripada disini kamu menghayal yang enggak -enggak." Mengulurkan tangannya kepada istrinya agar segera keluar dari dalam mobil.


"Sayang katanya harus jaga jarak masa Dokter kayak kamu, gak bisa menerapkannya?" Sergah Khardha berusaha menepis tangan suaminya.


"Iya kalau sama orang lain Sayang, kalau sama istri sendiri masa aku harus jaga jarak juga? Kamu gak kasian sama aku?" Menarik tangan istrinya kemudian merangkul pinggangnya dengan posisi saling berhadapan." Kecuali nanti kita sudah di dalam rumah sakit untuk mengontrol pasien menggunakan APD (alat pelindung diri),


sebelum & sesudahnya kita harus cuci tangan serta membersihkan diri dulu supaya terhindar dari yang namanya virus apapun itu." Jelasnya seraya menatap istrinya dengan intens dengan jarak yang sangat dekat.


"Oh jadi gitu." Khardha manggut- manggut mulai mengerti apa yang di terangkan


suaminya.


"Ya sudah ini kopernya sudah aku keluarin yuk kita jalan!" Ajak Dokter Hasan sambil menautkan tangannya dengan tangan istrinya.


Sepasang suami istri yang masih hangat-hangatnya itu melangkahkan kakinya menyusuri koridor rumah sakit menuju ruang prakteknya, sambil bergandengan tangan dengan sangat mesra, membuat siapapun pasti iri melihatnya. Sehingga ada seorang Dokter wanita cantik nan seksi dengan pakaian ketatnya yang selalu berusaha mendapatkan perhatian Dokter Hasan menjadi sangat membencinya.


Aku tidak akan pernah rela melihat kamu bahagia dengan orang lain Dokter Hasan, aku akan membuat wanita yang bersama mu saat ini menderita dan mati secara perlahan, batinnya dengan mengatupkan giginya & mengepalkan tangannya dibalik dinding beton rumah sakit.


"Dokter Maya kamu lagi ngapain sembunyi di sini?" Sapa seseorang mengejutkannya.


"Bukan urusan kamu!" Jawabnya seraya menatap tajam kearah orang yang menegurnya kemudian meninggalkannya begitu saja sambil menghentakkan kakinya karena kesal.


" Heyy Dokter Maya tunggu dulu! Ini ada laporan medis tentang pasien covit-19 yang baru meninggal." Seru Dokter muda yang bertugas di bagian laboratorium rumah sakit.


Orang yang di panggil Dokter Maya itupun menghentikan langkahnya menunggu Dokter muda yang mengejarnya.


"Dokter Maya tadi saya mau menyerahkan ini kepada Dokter Hasan, tapi ketika saya ketuk ruangannya ternyata tidak ada orangnya didalam, jadi saya serahkan kepada anda saja ya sebagai wakilnya." Jelas Dokter muda itu seraya menyerahkan map berisi berkas-berkas hasil medical check up pasien-pasien.

__ADS_1


"Ok, ada lagi?" Sinis Dokter Maya dengan tatapan tidak suka ketika melihat Dokter muda itu belum pergi juga.


"Anda sudah sahur?" Tanya Dokter muda itu


berusaha mengajak makan bersama dengan ramah.


"Aku gak puasa!" Jawab Dokter Maya dengan nada tinggi sambil


berlalu pergi meninggalkan Dokter muda itu.


"Mungkin dia lagi pms kali ya, makanya jutek banget." Gumam sang Dokter muda sambil mengangkat kedua bahunya.


*****


Jam 08:00 wita setelah selesai mandi & sholat dhuha, Dokter Hasan mengajak istrinya untuk berkenalan dengan sesama anggota tim medis penanganan covit-19 yang di pimpin olehnya.


"Assalamualaikum semuanya !" Ucapnya memberikan sambutan kepada semua rekan kerjanya.


"Waalaikumsalam salam warahmatulahi wabarakatuh." Jawab semua orang yang ada disana.


"Alhamdulillah kita semua masih di berikan kesehatan & bisa berkumpul lagi hari ini. Semoga pandemik covit-19 yang masih terus mewabah ini bisa cepat hilang kemudian berlalu pergi tanpa meninggalka jejaknya lagi, supaya kita semua dapat berkumpul kembali dengan keluarga yang kita cintai. Untuk jadwal kegiatan kita hari ini kalian semua sudah tahu tugas masing-masingkan. Namun sebelum kita semuanya memakai Apd masing-masing, kalian pasti penasaran


dengan wanita yang ada di samping saya ini siapa?" Dokter Hasan menjeda kalimatnya seraya tersenyum menatap kearah istrinya." Saya perkenalkan terlebih dulu wanita di samping saya ini adalah istri saya sendiri yang akan menjadi relawan sekaligus asisten pribadi saya, jadi mohon kerja sama ya, jangan sampai membuatnya merasa tidak nyaman selama bergaul dengan kalian semua tidak terkecuali siapapun itu. Sekian dan terimakasih." Ucap Dokter Hasan mengakhiri pidato singkatnya itu.


"Ayo Sayang kita pakai apd dulu."Ajaknya menggandeng tangan istrinya kemudian memakaikan semua alat apd kepada Khardha di depan semua orang.


"Wah ternyata wanita itu istri Dokter Hasan pantas saja dia bicara seperti itu." Bisik-bisik para petugas medis yang ada disana.


"Iya mungkin dia sudah tahu banyak orang menatap sinis pada istrinya, apalagi Dokter & para perawat wanita yang masih jomblo, juga ngefans sama dia pasti pada iri tuh melihat kemesraan mereka !" Cibir petugas yang memang suka menggosip.


"Sudah ah jangan ghibah inikan lagi puasa." Sela petugas yang lain mengingatkan rekan-rekannya.


Sementara itu Dokter muda Rasyid berusaha mengingat-ingat wajah istri Dokter Hasan.


Istri Dokter Hasan kayaknya adik kelas ku


dulu, tapi dia sekarang terlihat lebih cantik & dewasa, aku harus cari tau asal usulnya juga masa lalunya." Gumamnya dalam hati sambil terus memperhatikan setiap gerak-gerik yang dilakukan Khardha dari jarak tidak jauh darinya.


Berbeda dengan Dokter Maya yang sangat benci melihat ke arah Khardha.


Awas kamu istri Dokter Hasan aku akan buat perhitungan dengan mu!" Batin Dokter Maya seraya tersenyum smirk.


Setelah itu dia menyusul yang lain untuk memakai apd & melakukan tugasnya.


*****


Waktu sholat zuhur telah tiba.


Dokter Hasan mengajak istrinya untuk kembali keruangannya, setelah memeriksa beberapa pasien covit-19 yang sudah di nyatakan sembuh.


"Sayang mandi dulu yang bersih ya, baru kita sholat zuhur berjamaah." Ucapnya sambil membantu melepaskan apd istrinya.


"Iya Sayang aku duluan ya!" Seru Khardha dengan melangkahkan kakinya masuk ke kamar mandi yang ada di dalam ruangan suaminya itu.


Dua puluh menit kemudian dia keluar dengan wajah yang fresh dan sudah berganti baju.


"Sayang aku sudah selesai sekarang giliran kamu yang mandi." Ucap Khardha langsung menghampiri suaminya yang asyik memeriksa dokumen rekam medis setiap pasien yang di tanganinya.


"Iya Sayang kamu kenapa pakai baju itu?"Memperhatikan istrinya dari atas kebawah yang memakai baju tebal layaknya orang di musim salju.

__ADS_1



"Memangnya kenapa ada yang salah?" Merasa tidak suka dengan tatapan suaminya.


" Enggak kamu kok kayak orang kedinginan gitu sich Sayang?" Tersenyum merasa lucu dengan baju yang dipakai istrinya.


"Jadi menurut kamu aku salah kostum?" Memajukan bibirnya kedepan dengan menatap tidak suka karena di ledek suaminya.


"Bukannya gitu Sayang, tapi nanti kamu pasti akan jadi gerah kalau pakai apd lagi." Berusaha tidak menyinggung perasaan istrinya dengan berkata selembut mungkin.


"Ya udah, nich aku lepas jaketnya!" Khardha masih tidak terima dianggap salah kostum.


" Nach gitu dong Sayang, tapi jangan ngambek & di tekuk gitu dong mukanya, nanti tambah cantik loh!" Godanya sambil berjalan mendekati istrinya ingin mencubit hidungnya.


"Eits, jaga jarak ,masih puasa!" Seru Khardha dengan berlari keluar ruangan kemudian menahan gagang pintu dari luar untuk menghindari suaminya.


"Awas kamu Sayang, aku hukum nanti!" Ancam Dokter Hasan ketika tidak bisa mengejar & membuka pintunya.


"Aku gak takut!" Jawab Khardha dari balik pintu.


Karena tidak ingin membuang waktu lebih lama menggoda istrinya, apalagi ini bulan puasa dia memutar balik langkah kakinya masuk kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan berwudhu.


Hehehe...Khardha terkekeh sendiri ketika dia mengintip di balik lubang kunci memastikan suaminya sudah tidak mengejarnya lagi.


"Heyy lagi ngapain ?" Seseorang mengagetkannya dengan menepuk pundaknya.


"Ahhh enggak, aku gak ngapa-ngapain."Kilah Khardha salah tingkah dengan menundukkan kepalanya karena malu.


"Terus kamu ngapain ngintip ke dalam?" Berusaha terus mengintimidasi.


"Eh tadi anu, emmmm!" Menggigit bibir bawahnya menyembunyikan kegugupannya.


Kenapa juga nich orang kepo banget?" Batin Khardha seraya memberanikan dirinya menatap lawan bicaranya.


"Ya udah terserah kamu aja mau ngapain." Ucapnya karena Khardha tidak mau menjawabnya.


"Dokter kesini mau ketemu suami saya ya?Sebentar ya sepertinya dia lagi mandi." Khardha membuka pintu ruangan suaminya.


"Enggak aku sengaja datang kesini untuk ketemu sama kamu agar bisa memastikan bahwa ingatan juga penglihatanku tidak salah." Jujurnya sambil menatap Khardha dari atas ke bawah.


"Maksud anda apa?" Tanya Khardha tidak mengerti arah pembicaraan Dokter muda di depannya .


"Kamu Khardha Sahara yang berasal dari kota Rantau & pernah sekolah di Mtsn 1. Iyakan!" Jawabnya langsung ke tujuan awal.


"Kok anda tau?" Khardha semakin bingung dibuatnya.


"Kamu lupa ya sama aku?" Menunjuk dirinya sendiri." Aku Rasyid kakak kelas kamu dulu!" Serunya kemudian meraih tangan Khardha & menyalaminya.


"Kak Rasyid?" Khardha mulai memutar memorinya sekitar 7 tahun yang lalu.


Bersambung...


Assalamualaikum, selamat menunaikan ibadah puasa semuanya, bagi yang menjalankan nya


semoga amal ibadah kita di terima


Allah swt.Aamiin.


Mohon doa & dukungannya selalu ya reader

__ADS_1


melalui vote, like, komen, koin dari kalian semuanya yang sudah mau mampir ke karya aku ini.


Jangan lupa jadikan favorit kalian selalu juga ya, salam sayang dari author Khardha Love.


__ADS_2