
Happy reading guys!
Dokter Hasan berusaha menekan tombol aktif di handphonenya dengan sepenuh tenaga, sampai dia benar-benar putus asa karena
hpnya mati total disebabkan benturan keras ketika jatuh kelantai tadi.
Apa lagi yang harus aku lakukan untuk mencari istriku, kalau handphone ku rusak seperti ini ? Bagaimana lagi aku bisa melacak keberadaannya? Apakah aku harus memberitahu Kak Gusti ? Siapa tahu dia mempunyai jalan keluar untuk membantuku mencari adiknya, " gumamnya dalam hati berusaha menenangkan dirinya sendiri.
" Apakah tidak sebaiknya lo ikut pulang dulu ke Bjm, setelah itu kita diskusikan lagi rencana kedepannya untuk mencari Khardha, "ucap Dokter Wahyu menyarankan sambil duduk disamping Dokter Hasan.
" Iya mungkin itu yang terbaik untukku saat ini, "jawab Dokter Hasan kemudian menggeret kopernya dan juga koper istrinya menuju tempat check in sebelum take off.
Setelah semua pemeriksaan selesai Dokter Hasan duduk di kursi kabin pesawat dengan perasaan pilu yang semakin dalam ketika melihat kursi kosong yang ada disebelahnya, karena itu seharusnya ditempati oleh istrinya.
Sayang kamu ada dimana sekarang? Aku benar-benar tidak bisa memaafkan diriku sendiri, jika sampai terjadi sesuatu hal yang buruk denganmu Sayang. Ya Allah lindungilah kapanpun & dimanapun kami semua berada, batinnya dengan perasaan yang hampa tanpa semangat meneruskan detik berganti menit, hingga jam yang berputar mengiringi waktu yang harus dilaluinya tanpa kehadiran istrinya disampingnya.
*****
Ditempat lain setelah berhasil mendarat dengan sempurna di bandara Changi Singapura Hendrik Choi segera memerintahkan anak buahnya mencari ambulans untuk membawa Khardha ke rumah sakit. Setelah sampai di rumah sakit Khardha langsung dibawa ke UGD untuk ditangani secara langsung.
Hendrik yang menunggu diluar berjalan mondar mandir seperti setrikaan rusak. Membuat para anak buahnya yang memperhatikannya menjadi semakin bingung, sebab semenjak mereka di perintahkan untuk melacak keberadaan Khardha bos mereka itu terlihat selalu uring-uringan.
" Siapa sebenarnya wanita itu ya, kenapa bos kita seperti sangat mengkhawatirkannya? Apa yang terjadi diantara mereka? "Bisik salah satu anak buah Hendrik yang selalu kepo dengan apa yang dilakukan bosnya kepada teman yang lain.
" Tidak usah berpikir macam-macam itu urusan bos Hendrik, tugas kita hanya menjalankan perintahnya. "Ucap temannya yang lain.
Tidak berselang lama keluarlah seorang Dokter wanita yang bernama Katrin bersama seorang perawat dari ruang UGD. Hendrik langsung menghampirinya kemudian bertanya.
" Bagaimana keadaannya? "Hendrik mengerutkan keningnya dengan perasaan yang sangat khawatir.
"Apa hubungan anda dengan pasien? Apakah anda suaminya? Dia mengalami pendarahan hebat & butuh donor darah secepatnya, kebetulan stok di bank darah yang ada di rumah sakit ini untuk golongan darah yang sama dengannya masih kosong, jadi tolong hubungi keluarganya atau siapapun yang mau mendonorkan darahnya. "Ucap Dokter Katrin terdengar sangat serius.
" Coba cek golongan darah saya, siapa tahu darah kami cocok. "Jawab Hendrik dengan menatap Dokter & perawat bergantian.
" Baiklah, mari ikuti kami. "Dokter Katrin menganggukkan kepalanya seraya mempersilahkan Hendrik masuk untuk mengecek golongan darahnya.
" Maaf Dokter Katrin pasien makin kritis, kita harus secepatnya melakukan tindakan operasi, "ucap Dokter Jhon kepada rekannya itu.
" Bagaimana ini kami belum menemukan golongan darah yang cocok untuknya, "Dokter Katrin melirik kearah Hendrik yang masih berbaring melakukan pemeriksaan.
" Maaf Dokter golongan darah Tuan ini juga tidak cocok untuk pasien, "perawat yang memeriksa Hendrik memberitahukan.
"Cepat hubungi keluarganya atau siapapun untuk jadi pendonor. " Perintah Dokter Jhon & Dokter Katrin bersamaan.
__ADS_1
Hendrik yang mendengar semua itu benar-benar tidak bisa berbuat apa-apa lagi kecuali menghubungi keluarga Khardha, sebab golongan darah Khardha termasuk golongan yang langka. Dia mengambil handphone Khardha yang di temukannya disaku celananya tadi ketika menolongnya di dalam pesawat, kemudian mencari nomor kontak Brigadir Polisi Gusti Hamidi kakaknya Khardha.
Tut...tut...tut...panggilan tersambung.
📱" Assalamualaikum Rara ada apa dek? Tumben nelpon kakak?" Kak Gusti bertanya dengan santainya sambil menyeruput kopi yang baru disuguhkan istrinya.
📲" Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Aku bukan Khardha, sekarang dia sedang kritis, bisakah kamu secepatnya terbang ke rumah sakit E di Singapura untuk mendonorkan darahmu untuknya, nanti anak buahku yang akan menjemputmu di bandara secepatnya menggunakan pesawat jet pribadiku. "Hendrik berkata dengan penuh penekanan karena sangat mencemaskan keadaan Khardha.
Hendrik tidak mau melihat orang yang dicintainya meninggalkannya begitu saja, sebelum dia bisa mengecap indahnya menjalani hidup bahagia bersamanya.
Aku akan selalu mengusahakan yang terbaik untukmu Khardha apapun itu walaupun nyawaku taruhannya, batinnya karena sudah tahu pasti konsekuensinya bila dia sampai ketahuan menculik Khardha.
📲" Kamu siapa? Mana suaminya? " Tanya Brigadir Polisi Gusti Hamidi penuh curiga.
📱"Sudahlah tidak penting kamu tahu siapa aku, yang penting sekarang adalah keselamatan Khardha. " Jawab Hendrik dengan geramnya karena di cecar pertanyaan yang jelas tidak mungkin dijawabnya secara jujur. Karena dia sangat takut kehilangan Khardha untuk yang kesekian kalinya.
📲" Iya tentu saja,tapi aku tidak akan mudah percaya begitu saja kepadamu. " Tegas Kak Gusti kemudian langsung memutuskan sambungan teleponnya.
Aku harus secepatnya menghubungi Hasan untuk menanyakan apa yang sebenarnya terjadi dengan mereka? kenapa handphone Rara ada pada orang yang barusan menelponku? Padahal sekarang mereka seharusnya masih liburan. "Batinnya kemudian langsung melakukan panggilan ke nomor Dokter Hasan, namun selalu saja operator yang menjawabnya.
*****
Setelah sampai di bandara Syamsudin Noor & mengambil kopernya, Dokter Hasan langsung menaiki taksi untuk pulang kerumahnya. Ketika masuk kedalam rumah dia merasa heran lampu tidak ada yang menyalakan, padahal waktu sudah menunjukkan pukul 21:00 wita saat dia melihat jam ditangannya. Dia juga tidak menemukan sosok bi Tutik yang seharusnya menyambutnya, setelah itu dia melangkahkan kakinya menuju kamar asisten rumah tangganya itu untuk mengecek secara langsung kekamarnya & ternyata juga tidak ada.
Setelah itu dia langsung naik ke lantai dua rumahnya untuk masuk kedalam kamar utamanya kemudian langsung menuju kamar mandinya. Sesudah membersihkan dirinya, Dokter Hasan langsung mengambil laptopnya kemudian dia duduk diatas ranjang sambil memangkunya, untuk mengecek keadaan cctv rumahnya sekaligus menyambungkan memori card handphonenya yang rusak ke laptopnya itu, agar bisa terus tersambung dengan smartphone istrinya. Ketika dia ingin mencari titik lokasi istrinya di gogle maps tiba-tiba ada panggilan masuk lewat virtual account di laptopnya, dia langsung menerimanya saat melihat wajah orang yang melakukan panggilan.
"Assalamualaikum Kak Gusti. "Sapanya dengan menegakkan posisi duduknya.
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Hasan kamu kemana saja?sejak tadi aku menghubungimu selalu saja handphonemu tidak aktif.
"Maaf Kak, hpku rusak bekas terjatuh waktu aku dibandara tadi, sebenarnya aku juga ingin sekali menghubungi Kakak untuk memberitahukan tentang..., "belum sempat Dokter Hasan melanjutkan kata-katanya Kak Gusti sudah memotongnya.
" Ok, kalau itu alasannya bisa aku terima, tapi yang ingin sekali aku tanyakan, dimana Rara sekarang? "Tanyanya dengan tatapan yang sulit diartikan.
" Aku terpisah dengannya ketika kami masih di bandara negara M Kak, hingga sampai saat ini aku belum bisa menemukannya. Aku mohon maafkan aku Kak, aku sangat menyesal dengan kejadian ini. Sebab tidak bisa menjaganya dengan baik, aku benar-benar suami yang bodoh sampai istri sendiri saja bisa hilang seperti ini. "Ucap Dokter Hasan dengan mata berkaca-kaca.
Setelah itu dia menceritakan semua kejadian yang menimpanya bersama istrinya dari awal sampai akhirnya mereka terpisah tanpa ada yang dikurangi ataupun dilebihkan. Kak Gusti yang mendengarkan hanya manggut-manggut mengerti apa yang disampaikan oleh adik iparnya itu.
"Aku tidak akan menyalahkan kamu Hasan, mungkin semua yang terjadi adalah ujian dari Allah untukmu dan untuk kita semua. Nanti aku pasti akan membantumu mencari Rara, besok aku akan datang kerumahmu bersama sahabatku yang bertugas dibagian peretas di Bariskrim, agar kita bisa secepatnya menemukan lokasi terakhir Rara. "Janji Kak Gusti meyakinkan adik iparnya itu.
" Terimakasih banyak sebelumnya Kak, tapi aku belum bisa tidur dengan tenang malam ini sebelum aku bisa mengakses akun orang yang sudah menculik istriku, aku hanya ingin bertanya sedikit tentang seseorang yang aku curigai telah menculik istriku. Apakah Kak Gusti mengenal orang ini? "Memperlihatkan foto rekaman cctv bandara yang sempat di simpannya ketika wajah orang itu tampak tersenyum melihat kearah lain.
__ADS_1
Gusti memicingkan matanya memastikan agar penglihatannya tidak salah mengenali orang.
Itukan Hendrik Choi sepupuku, apa tujuannya menculik Rara? "Batin Kak Gusti dengan mengerutkan keningnya.
" Jangan bilang orang itu yang sudah membawa Rara pergi, "Kak Gusti berkata dengan aura yang sangat dingin.
" Sepertinya memang orang itu yang menculik istriku Kak, sebab kami berdua sering bertemu dengannya secara tidak sengaja dimanapun ketika kami jalan keluar rumah, baik di mall, rumah sakit, dan terakhir kemarin dibandara. "Jawab Dokter Hasan dengan serius.
" Tapi apa alasannya Hendrik menculik Rara? Tanya Gusti semakin bingung.
" Aku juga tidak tahu pasti Kak, mungkin dia juga menyukai istriku sehingga dia berbuat nekat seperti itu, "jawabnya membayangkan istrinya di pegang oleh orang lain.
Hingga dia langsung mengacak-ngacak rambutnya karena benar-benar tidak rela itu terjadi.
" Itu berarti benar dugaanku selama ini, Hendrik memang mempunyai perasaan yang lebih kepada Rara. "Gusti memijat pangkal hidungnya. " Seharusnya dia juga sudah tahu pasti Rara sekarang telah menikah denganmu Hasan, " ucapnya dengan menatap kamera laptopnya yang menampilkan wajah adik iparnya yang sangat berantakan tidak seperti biasanya selalu terlihat tampan & berkharisma.
" Sudah dulu ya, istirahatlah agar besok kita bisa mencari Rara dengan kondisi yang fit, persiapkanlah dirimu dengan baik, supaya bila kamu sudah bertemu Rara nanti bisa secepatnya memberikan keponakan untukku lagi. "Ucap Kak Gusti berusaha memberikan support kepada adik iparnya itu.
Dokter Hasan menganggukkan kepalanya seraya tersenyum kecut mendengar ucapan kakak iparnya itu, dia kembali berkutat dengan laptopnya untuk mencari sendiri orang yang bernama Hendrik Choi di mesin pencarian. Hingga akhirnya dia mendapatkan foto juga video orang yang sangat mirip dengan istrinya sedang dimasukkan ke dalam ambulans ketika keluar dari bandara Changi Singapura. Disana juga ada Hendrik Choi yang tampak sangat mencemaskan wanita yang dimasukkan kedalam mobil ambulans itu. Dokter Hasan juga menemukan sebuah akun yang bernama Tania Pripta Sari dengan julukan Pramugari cantik membuat caption yang menjelaskan tentang gambar & video tersebut.
Seorang pengusaha muda sukses asal Indonesia telah mendarat menggunakan pesawat jet pribadinya, dengan membawa seorang wanita cantik yang sedang kritis kerumah sakit E. Belum ada penjelasan lagi secara detail siapa wanita itu? Tapi sepertinya wanita itu sangat berarti dalam kehidupan Tuan Hendrik Choi.
Dokter Hasan mempertajam penglihatannya ketika melihat foto itu, feelingnya mengatakan bahwa itu memang istrinya. Namun dia berusaha menepis kemungkinan buruk yang menimpa istrinya, sampai akhirnya dia tertidur bersandar di kepala ranjangnya dengan posisi duduk sambil tetap memangku laptopnya. Sebab dia sudah tidak kuat lagi menahan lelah & kantuk yang menderanya setelah hampir semalaman mencari lewat dunia maya tentang titik lokasi istrinya berada.
*****
Sementara itu Hendrik yang tampak frustasi setelah telepon nya diputuskan secara sepihak oleh Brigadir Polisi Gusti Hamidi, langsung memerintahkan anak buahnya untuk menyebarkan pengumuman siapa yang bisa mendonorkan darahnya secepatnya, dalam jangka waktu satu satu jam kedepan dengan golongan darah yang sama dengan Khardha, akan di beri imbalan berupa uang berapapun yang dimintanya. Hingga akhirnya bi Tutik yang juga diajaknya untuk mengurusi semua kebutuhan Khardha nantinya di rumah mewahnya, datang ke rumah sakit sambil membawakan makanan, juga ikut menawarkan diri mendonorkan darahnya & ternyata golongan darahnya cocok.
Setelah di operasi Khardha langsung di pindahkan ke ruang rawat inap VVIP yang ada di rumah sakit itu.
*****
Keesokan harinya Bripka Gusti Hamidi & rekannya Briptu Hermawan datang berkunjung ke rumah Dokter Hasan pada pagi hari setelah apel dilapangan Kapoltabes Banjarmasin. Setelah sampai didepan rumah adik iparnya itu Kak Gusti & Briptu Hermawan memencet bel di depan pintu pagar. Untung saja Dokter Hasan sudah bangun & mandi walaupun sempat kesiangan sholat subuh karena dia hanya tidur sekitar satu jam tadi pagi gara-gara bergadang semalaman.
Ternyata secara tidak langsung Dokter Hasan tertidur ketika operasi Khardha juga sudah berhasil dan melewati masa kritisnya, walaupun harus kehilangan janinnya lagi yang baru berumur delapan minggu. Khardha memang belum tahu pasti tentang kehamilannya, namun Dokter Hasan yakin istrinya sedang mengandung anaknya, sebab tanda-tanda kehamilannya itu sama persis dengan kehamilan yang pertama dulu. Dokter Hasan juga sangat berharap anaknya akan lahir dengan selamat. Namun apa daya untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Dia sangat menginginkan kado spesial di hari ulang tahunnya kali ini dengan kehadiran buah cinta mereka di rahim istrinya, tapi semua berubah menjadi rasa sedih & pilu karena kehilangan istri tercintanya sekaligus anak yang sangat diharapkan mereka berdua.
Dokter Hasan segera keluar untuk membukakan pintu pagar & mempersilahkan kakak iparnya juga rekannya yang ikut serta masuk kedalam rumahnya. Setelah mereka bercengkrama sambil sarapan, yang sengaja dibawa Kak Gusti dari rumahnya karena itu masakan istrinya sendiri di meja makan Dokter Hasan. Mereka segera memeriksa rekaman cctv yang ada dirumahnya itu, sebab Dokter Hasan bercerita tentang hilangnya bi Tutik asisten rumah tangganya itu sejak dia pulang kerumah tadi malam.
Bersambung...
Assalamualaikum semuanya, sudah hampir seminggu ya aku gak up , untuk mengobati kerinduan kalian semua aku tuliskan cerita yang agak panjang dari biasanya lebih dari 2000 kata loh.
Jadi mohon doa dan dukungannya terus ya reader. Selamat membaca semoga selalu jadi bacaan favorit kalian semuanya ya.
__ADS_1