
Happy reading guys!"
"Kenapa ada Dokter Rasyid disini?" Dokter Hasan menatap mereka semua bergantian.
" Kak Rasyid adik kandung Dokter Selvi sayang!"Khardha langsung menyahuti sebelum yang lain karena takut suaminya akan salah faham lagi.
" Ohh! Biar sini aku suapin kamu ya sayang,aa!"Mengambil sendok di piring mengarahkan makanan nya kemulut istrinya.
Dokter Hasan sengaja memperlihatkan kemesraannya dihadapan Dokter Rasyid agar dia tau bahwa Khardha hanya miliknya.
" Gak usah sayang,aku bisa sendiri kok,kita makan masing-masing aja ya,kamu kan juga belum makan dari tadi." Tolak Khardha dengan halus.
" Gak papa sayang kita kan biasa makan sepiring berdua." Dokter Hasan tersenyum smirk melirik kearah Dokter Rasyid.
" Kok malah kalian yang bermesraan di hadapan kami sich?" Dokter Wahyu tidak terima kemudian melempar tisu kemuka Dokter Hasan.
" Ini yang pengantin baru kita atau mereka sich beb?"Dokter Selvi ikut menimpali.
Dokter Rasyid yang menyaksikan semua itu hanya bisa mengutuk dalam hati.
S****** lo Dokter Hasan! Lo sengaja kan melakukan semua ini agar gue cemburu! Tapi tunggu aja kalau sampai lo nyakitin Khardha gue gak akan pernah maafin lo!"Batinnya.
" Walaupun kami udah nikah setahun lebih & pernah punya anak, tapi kita selalu merasa seperti pengantin baru,iya kan sayang?"Dokter Hasan mengecup tangan istrinya.
Blushing....Khardha mengalihkan pandangannya kearah lain, pipinya merah menahan malu mendengar perkataan suaminya sekaligus tersanjung dengan perlakuannya.
" Wah hebat kalian ya,apa resep nya?" Dokter Wahyu & Dokter Selvi mengajukan pertanyaan bersamaan.
" Haha,pengantin baru mau tau aja atau mau tau banget?"Dokter Hasan menaik turunkan alisnya.
Brakk....Dokter Rasyid menggebrak meja kemudian beranjak.
"Aku permisi dulu!" Ujarnya kemudian berlalu pergi meninggalkan mereka semua.
"Ada apa dengan Rasyid ya beb?" Dokter Wahyu bertanya pada istrinya.
Dokter Selvi hanya mengangkat bahunya tanda dia juga tidak tau.
Khardha jadi merasa bersalah karena kasian melihat Dokter Rasyid yang jones & galon.Sedangkan Dokter Hasan terlihat sangat bahagia merasa bisa mengusir Dokter Rasyid tanpa bicara secara langsung.
Seusai acara & makan-makan mereka semua kembali ke kamar mereka masing-masing.
Suasana kamar pengantin Dokter Wahyu & Dokter Selvi.
" Subhanallah beb kamarnya indah banget!" Seru Dokter Selvi benar-benar takjub melihat semua itu.
"Gimana beb mau belah duren sekarang atau nanti aja?" Dokter Wahyu memeluk pinggang istrinya dari belakang,menaruh kepalanya di bahunya & menciumi tengkuknya.
"Aku mandi dulu ya beb,gerah banget dech rasanya." Melepaskan satu persatu pernak-pernik yang dipakai nya.
" Gak usah mandi ya beb,aku full kan aja ac nya,nanti kita juga keringetan lagi!" Dokter Wahyu tetap melanjutkan aksinya dengan menggerayangi tubuh istrinya.
" Sabar ya beb,aku kan belum selesai melepaskan semua ini & membersihkan wajahku." Dokter Selvi merasa kurang nyaman dengan ulah suaminya.
" Aku bantuin ya beb!" Dokter Wahyu tetap tidak menyerah.
Setelah semuanya terlepas Dokter Wahyu langsung menggendong istrinya,menghempaskan tubuhnya keatas ranjang yang dipenuhi kelopak bunga mawar merah & kuning itu.Dia mulai menciumi setiap inci bagian tibuh istrinya dari atas hingga kebawah sampai akhirnya terjadilah yang seharusnya terjadi.
*****
Sedangkan di kamar Khardha & Dokter Hasan
Ketika membuka pintu dengan kartu kamarnya Khardha kembali dibuat takjub melihat ranjang nya yang sudah berganti suasana.
__ADS_1
"Sayang kita gak salah kamar kan?"Khardha menarik tangan suaminya & menatapnya dengan intens.
" Enggak sayang, emang nya kenapa?" Dokter Hasan tersenyum menatap istrinya yang kelihatan bingung.
" Inikan seharusnya jadi kamar pengantin sayang?"Khardha semakin bingung dibuatnya.
" Ya,karena kamu akan selalu jadi pengantin ku sayang!"Dokter Hasan menggendong istrinya & membaringkan tubuhnya diatas ranjang.
" Sayang kamu gak lagi puber kan?" Khardha mengerutkan keningnya.
" Emang kenapa ada yang salah ya?" Bukan nya menjawab Dokter Hasan malah balik bertanya.
" Gak ada yang salah sich, cuma kamu terlalu bersemangat menjalani liburan kita ini."Khardha berusaha hati-hati dalam berucap takut menyinggung perasaan suaminya.
" Aku kan sudah bilang dari awal kita liburan sekaligus honeymoon,kamu lupa ya?"Menciumi pipi istrinya dengan tangan yang tidak bisa di kondisikan.
" Terus kapan kita jalan-jalan nya?" Khardha masih berusaha menghindar dari ulah suaminya yang selalu ingin menghabiskan waktu di kamar.
" Nanti kalau aku udah puas makan kamu!"Dokter Hasan semakin tidak bisa menahan hasratnya,hingga mereka melakukannya lagi & lagi.
Setelah mandi & melaksanakan sholat berjamaah sepasang suami istri itu berencana menghabiskan waktu mereka dengan menyusuri pantai.
" Sayang jangan lupa pakai sunblock ya biar kulit kita gak gosong!" Seru Dokter Hasan dari balik kamar mandi karena dia lagi mencuci tangannya sehabis buang air kecil.
" Iya sayang!" Sahut Khardha yang asyik memainkan handphone nya sambil rebahan diranjang.
Dokter Hasan keluar kamar mandi dia melihat istrinya masih tidak mengindahkan apa yang disuruhnya.
" Sayang kenapa masih baring disini sich,sudah pakai sunblock nya belum?"Merebut handphone istrinya & menaruhnya diatas nakas.
"Belum sayang kamu kan tadi masih di kamar mandi." Sahut Khardha dengan wajah tanpa dosa.
" Iya tapi kan aku tadi suruh kamu pakai sunblock duluan, bukan nya main handphone terus!" Berdiri dengan melipat tangan didepan
dada nya.
" Iya maaf sayang, aku lupa bawa sunblock nya." Khardha menundukkan kepalanya.
" Makasih ya sayang!Cup." Khardha mencium pipi suaminya.
" Kok cuma sebelah? Satunya juga dong!"Menyodorkan pipi nya yang lain.
Cup...
" Disini belum!" Menunjuk keningnya.
Cup...
" Disini juga belum!" Memajukan bibirnya.
"Ishhh kok ngelunjak sich!" Khardha memalingkan wajahnya kearah lain.
" Kalau gak mau kiss,apalagi ngambek kita gak jadi jalan-jalan!"Ancamnya dengan menahan tawa di belakang istrinya.
" Ya udah cepat sini!"Khardha mendekatkan wajahnya kemudian mengecup sekilas bibir suaminya.
Namun Dokter Hasan menahan kepalanya & memperdalam ciumannya dengan mengeksplor lidah nya didalam mulut istrinya hingga hampir kehabisan oksigen baru dia melepaskan nya.
" I love you soo much my wife!" Merengkuh tubuh istrinya & mencium keningnya.
"Love you too my husband!"Menenggelamkan wajahnya di dada bidang suaminya.
" Sayang aku laper!"Rengek Khardha dengan nada manja.
" Yaudah yuk kita keluar sekalian cari makan!"Menggandeng tangan istrinya keluar kamar menuju pantai dengan memakai baju couple berwarna putih.
__ADS_1
"Sayang disini pantainya bersih banget ya!"Khardha benar-benar mengagumi indah nya suasana pantai yang masih asri itu.
Sepasang suami istri itu sengaja berjalan menyusuri pantai terlebih dulu.menikmati angin laut yang menyapa tubuh mereka.
" Iya sayang,makanya aku ngajak kamu liburan & honeymoon disini." Merangkul pinggang istrinya dengan mesra.
" Sayang nanti aja lagi kita terusin jalan-jalan nya ya,aku udah laper banget!" Khardha mengelus perutnya sendiri.
" Ok, sayang nanti kita lanjutkan lagi jalan-jalannya." Meraih tangan istrinya untuk mempercepat langkah kakinya.
Mereka berjalan menuju restoran tepi pantai yang menyajikan menu berbagai macam seafood.setibanya di sana mereka langsung memesan makanan,setelah menunggu lumayan lama karena semua menu dalam keadaan fresh apabila ada yang pesan baru dimasak,baru mereka bisa menikmati nya.
Sesudah makan mereka kembali menyusuri pantai.
Hidupku kan damaikan hatimu
Berjalan ditepi pantai
Tertiup angin berhembus
Sejukkan hati damaikan diri
Melihat biru
Bersama telah dilewati
Bersama telah dijalani
Aku disini kan bersamamu
Telah mengikat janji
Hidupku kan damaikan hatimu
Diriku kan selalu menjagamu
Izinkan ku selalu bersamamu
Kasihku padamu
Telah kuberikan semua
Telah kurasakan bersama
Sampai terhenti nafas ku ini
Hanyalah untukmu
*****
"Sayang kakiku udah pegel banget kita santai dulu yuk sambil naik ayunan disana!" Mengarahkan telunjuk nya ketempat ayunan di pinggir pantai itu.
Dokter Hasan tersenyum kemudian menganggukkan kepalanya. Sepasang suami istri itu pun berayun sembari bercanda ria.Karena Dokter Hasan selalu berusaha menggoda istrinya dengan menggelikinya.
🌿Aku sangat bahagia melihat senyum yang tak lepas dari bibir mungilmu
Semoga senyuman itu selalu ada untukku
Senyuman yang tidak pernah luntur walau kau menua bersama ku
Senyuman tulus tanpa beban dalam hidupmu.
Bahagia lah selalu wahai kekasih hatiku
__ADS_1
Bersambung....
Jangan pernah bosan untuk memberikan dukungannya ya reader dengan vote, like, komen,koin dari kalian semuanya yang selalu setia mampir ke karya aku ini!"Terimakasih & salam sayang selalu dari author Khardha love.