My Lovely Cousin

My Lovely Cousin
Chapter 14 : Apa Yang Terjadi (?)


__ADS_3

Ran menyusuri mini market untuk mencari barang yang diminta Zara, berkali-kali ia mengelilingi setiap rak yang penuh dengan pembalut tersebut namun rasa bingungnya tak kunjung sirna.


"Aduh, ini yang mana yah?" Tanyanya seorang diri.


Tak berapa lama seorang wanita yang merupakan pegawai mini market datang menghampirinya. "Ada yang bisa saya bantu?" Sahut pegawai tersebut.


Sambil menggaruk-garuk kepalanya Ran berkata.


"Mmmsss, aku butuh pembalut bersayap ukuran 29 cm." ucapnya malu-malu.


Pegawai tersebut mengambil salah satu jenis dengan isi 20 pcs di dalamnya. "Yang ini tuan?" Tanya pegawai tersebut.


Dengan ragu Ran menjawab "I.. Iya benar yang itu."


Setelah membayarnya di kasir Ran buru-buru meninggalkan mini market tersebut karena merasa agak risih dengan belanjaannya. Setelah sampai di rumah dengan cepat ia berjalan menuju kamar Zara, setelah sampai ia menyerahkan kantong pelastik berisi pembalut yang diinginkan Zara tersebut.

__ADS_1


"Apa benar yang itu?" Tanya Ran memastikan.


"Iya benar. Terima kasih." Jawab Zarin kemudian beranjak menuju kamar mandi.



Ketika Zara keluar dari kamar mandi matanya memandang keseluruh ruangan, rupanya Ran sudah tidak berada di sana. Tadi ketika di kamar mandi ia berharap Ran masih menunggunya karena ia merasa ingin menghabiskan waktu bersama lelaki itu, apalagi hari ini ia sedang sakit. Zara berjalan ke arah pintu lalu mengintip pintu kamar Ran yang sedang tertutup.


"Haah, ternyata dia sibuk." Ucap Zara sambil menghela napas. Dengan perasaan kecewa ia kembali membaringkan tubuhnya ke atas ranjang, tiba-tiba terdengar bunyi gemuruh dari perutnya.


Segera ia melangkah menuju dapur dengan kepala yang mulai pusing, sempat ia berpikir ingin meminta bantuan kepada Ran namun melihat pintu kamar lelaki itu yang masih tertutup membuat Zara berniat melakukannya sendiri.


Perlahan ia menuruni tangga, kepalanya semakin terasa sakit dan pandangannya berkunang-kunang. Zara berhenti sejenak lalu memegang pembatas tangga agar ia tak jatuh kemudian ia kembali melangkah dengan keadaan yang sudah setengah sadar dan akhirnya tubuhnya rebah menggelinding di tangga. Zara menggelinding hingga ke lantai bawah, kesadaran gadis itu pun hilang sepenuhnya.


Ran yang sedang sibuk memeriksa laporan kantor seketika tersentak mendengar seperti ada suara barang yang jatuh, akhirnya ia memutuskan untuk memeriksa asal suara tersebut. Ketika membuka pintu kamar, matanya terbelalak melihat pintu kamar Zara yang terbuka lalu ia segera berlari ke kamar gadis itu dengan diselimuti rasa cemas.

__ADS_1


Matanya tak menemukan apa-apa di sana lalu ia mengalihkan pandangannya menuju ke arah tangga dan menghampirinya. Ran terkejut melihat tubuh Zara yang sudah terbaring di lantai bawah, ia pun segera turun untuk mengecek keadaan Zara.


"Zara.. Zara.. Bangun Zara.. Apa yang terjadi?" Ucap Ran sambil menepuk pipi gadis itu yang sudah berada di pangkuannya.


Ran memeriksa tubuh Zara yang lain untuk mengecek apakah ada yang terluka, dan benar saja lengan Zara sobek dan mengekuarkan banyak darah. Ran seketika berubah menjadi panik karena darah yang terus mengalir, akhirnya dengan cepat ia menggendong tubuh Zara menuju ke mobilnya lalu dengan kecepatan full ia melesat menuju rumah sakit.


Ran menyetir sambil terus mengalihkan pandangannya ke arah Zara yang terbaring di jok belakang. Keringat Ran mulai bercucuran saking paniknya, ia tak sempat lagi memikirkan apapun.


Lima belas menit kemudian ia pun sampai di rumah sakit dan langsung menggendong tubuh Zara menuju ke gawat darurat, sesampainya di sana langsung saja seorang perawat yang melihat keadaan Ran membantunya menangani Zara yang telah berlumuran darah.


.


.


.

__ADS_1


bersambung.....


__ADS_2