My Lovely Cousin

My Lovely Cousin
Chapter 26 : Salah Sangka


__ADS_3

Surya kembali masuk ke ruangan Ran dengan membawa map untuk ditandatangani lagi. Ia menyerahkan map tersebut kepada Ran setelah lelaki itu duduk di kursi depan meja bosnya. Saat itu Ran terlihat beraut masam sambul menerima map tersebut.


"Bos, apa kau baik-baik saja?" Tanya Surya yang merasa cemas.


"Tidak Surya. Aku sedang tidak baik." Jawab Ran dengan nada lesu.


"Ada apa denganmu bos? Apa yang terjadi?"


"Aku khawatir Aizuko akan melakukan hal yang tidak-tidak." Ucap Ran tanpa basa basi yang seketika membuat Surya kebingungan.


"Tuan Aizuko? Melakukan hal yang tidak-tidak?" Surya mengernyitkan dahinya.


"Yah, dia kan berasal dari keluarga Mafia." Ran berkata dengan percaya diri.


"Ahahahahaha." Surya Terpingkal mendengar pernyataan bosnya.


"Hei kenapa tertawa?" Raut wajah Ran berubah menjadi kesal.


"Kheem. Maaf bos, sepertinya kau salah mendapat informasi." Ucap Surya setelah menghentikan tawanya.


"Maksudmu?" Ran menaikkan sebelah alisnya.


"Aizuko yang datang kemari bukanlah Aizuko yang berasal dari keluarga mafia yang kau maksud. Dia adalah pemilik Nara Group yang tempo hari kutemui di luar kota, kenapa kau lupa bos?" Jelas Surya.


"Benarkah?" Ran tak percaya. Bagaimana bisa dirinya mendapatkan informasi yang salah.


"Yah, mungkin keluarga mafia yang kau maksud itu berbeda, bukan keluarga Nara Group." Surya kembali memperjelas.


"Apa mereka berbeda?" Ran masih tidak percaya.


"Tentu saja, mereka sangat jauh berbeda. Lagi pula putranya bukan bernama Aizuko." Surya mengalihkan pandangannya menatap langit-langit.


"Lalu siapa?" Tanya Ran berusaha memperjelas.


"Aizara, jika aku tidak salah." Surya menganggukkan kepalanya.


"Sepertinya aku kurang paham. Bisakah kau menjabarkannya?" Ran memijit pelipisnya.


"Begini, CEO yang akan datang kemari adalah Nara Aizuko Genpo dari Nara Group yang kutemui tempo hari di luar kota. Sedangkan keluarga mafia yang kau maksud aku tidak tahu. Mungkin kau terlalu paranoid dengan berita mafia belakangan ini," ucap Surya santai.


"Kenapa aku baru tahu jika mereka berbeda? Bahkan marga mereka sama." Ketus Ran nampak masih tak percaya.


"Haduh bos, di mana-mana marga bisa saja sama. Tapi kenyataannya mereka berbeda. Apa kau tau artis Korea Selatan, Song Jong Ki dan Song He Kyung? Mereka bermarga sama tapi nyatanya mereka berbeda bahkan mereka menikah lalu becerai." Surya menjelaskan seolah tau segalanya.

__ADS_1


"Siapa yang peduli pada song.. Apa tadi? Ah, lupakan saja.. Intinya aku tidak peduli. Dan yah buktikan ucapanmu tadi, jika memang Aizuko bukanlah keluarga mafia itu, tunjukkan datanya!"


"Astaga bos kau betul-betul aneh, map yang kau pegang itu berisi data-data Aizuko dan surat perjanjian kerja sama kita" Surya mengerang frustasi.


"Benarkah?" Ran memeriksa isi map tersebut. Dan ternyata memang benar, isi map tersebut adalah data-data Aizuko beserta surat perjanjian kerja sama.


Ran melongo seperti orang bodoh. "Kenapa aku bodoh sekali?" Cacinya pada diri sendiri. "Baiklah kalau begitu, segera persiapkan pertemuanku dengannya." Ucap Ran kemudian.


"Baik bos." Jawab Surya kemudian berlalu.


'Hampir saja.' Ucap Ran dalam hati.



Zara memegang perutnya yang sedang kelaparan. Gadis itu baru saja kemabali dari dapur setelah tidak menemukan sedikitpun makanan di sana. Zara mendengus kesal sembari meraih ponselnya. Terbersit sebuah ide di kepalanya untuk menelfon Ran.


"Halo kakak?" Zara memulai.


"Ada apa Chibi-chan?"


"Aku lapar, tidak ada makanan di dapur."


Ran langsung mengetahui maksud Zara. "Baiklah. Tunggu aku di sana. Aku akan menjemputmu."


Setelah menerima telfon dari Zara, Ran berinisiatif untuk mengajak gadis itu untuk makan di restoran sambil bertemu dengan Aizuko di sana. Dengan cepat Ran memanggil kembali Surya ke ruangannya melalui telpon. Tanpa menunggu lama Surya lansung masuk dan memenuhi panggilan bosnya.


"Iya bos?" Surya menghadap.


"Beritahu pada Dirut Aizuko untuk bertemu di restaurant Clover, kebetulan aku akan ke sana." Perintah Ran.


"Baiklah bos." Surya menyanggupi.


Akhirnya Ran beranjak keluar dari kantor dan melesat ke rumah. Ketika sampai Zara sudah menunggu di teras, dan tidak perlu waktu lama Zara langsung masuk ke dalam mobil.


"Kemana kita?" Tanya Zara.


"Restaurant Clover." Jawab Ran singkat.


Gadis itu mengangguk. Dua puluh menit kemudian mereka pun sampai di restaurant Clover. Ran berjalan masuk ke dalam restaurant sambil menggandeng tangan Zara. Setelah menempati ruang privasi di restaurant tersebut, tidak menunggu lama Aizuko pun datang di kawal oleh Surya.


"Selamat sore Tuan Ran." Sapa Aizuko pada Ran. Ran membalasa sapaan Aizuko lalu mejabat tangannya.


"Tuan Aizuko, senang bertemu denganmu." Ucap Ran ramah sambil mempersilahkan Aizuko duduk.

__ADS_1


Zara tercengang, dari tadi ia memerhatikan lelaki itu. Ia mengenalnya karena siang tadi mereka baru bertemu.


Aizuko melirik gadis yang sedang duduk di samping Ran, ia pun ikut tercengang. Gadis ini yang bertemu dengannya siang tadi di sebuah bangku taman ketika ia tersesat. Aizuko tersenyum, Zara dengan ragu membalas senyumannya.


"Hei Zara, senang bertemu lagi denganmu." Ucap Aizuko.


Ran mengernyit, sejak kapan mereka saling mengenal. Sebenarnya lalaki itu ingin langsung bersuara namun akan terlihat tidak etis jika ia melakukan hal itu jadi ia memutuskan untuk diam saja.


"Hai Kak Nara. Senang juga bisa bertemu denganmu." Jawab Zara pelan.


"Panggil saja Aizuko. Itu nama panggilanku." Ucap Aizuko ramah.


Kemudian ia mengalihkan pandanganya pada Ran. "Gadis ini adikmu?" Tanya Aizuko dengan ramah.


"Yah, dia adikku. Adik sepupuku." Jawab Ran tak kalah ramah.


Aizuko mengangguk paham. Kemudian pada menit-menit selanjutnya mereka berbincang mengenai hubungan kerja sama mereka sementara Zara hanya mendengarkan.


Dua jam berlalu akhirnya mereka pun selesai membahas hubungan kerja sama tersebut. Aizuko meninggalkan restaurant terlebih dahulu, lima menit kemudian Zara dan Ran baru beranjak.


"Kau pulanglah duluan, aku masih akan pergi ke suatu tempat." Ucap Ran pada Surya yang sedang menunggu di depan mobilnya.


"Baiklah." Jawab Surya patuh lalu pergi dari tempat tersebut.


Ran menoleh pada Zara, "Baikalah, aku ingin jalan-jalan sebentar. Apa kau tidak keberatan?" tanyanya.


"Tidak masalah. Kita akan kemana?" Zara balik bertanya.


"Ke suatu tempat." Ran tersenyum hangat.


Zara mengangguk pelan, ia tahu Ran akan membawanya untuk menikmati waktu berdua saja. Mungkin ini adalah kata lain dari berkencan, yah mereka akan pergi berkencan karena mereka sekarang adalah sepasang kekasih.


Tak lama keduanya pun beranjak masuk ke dalam taft. Ran mengemudikan benda itu menuju jalan raya. Sepanjang jalan Zara terlihat mengulas senyum. Pikirannya melayang memikirkan kamana mereka akan pergi.


'Apa kami akan pergi ke tampat indah untuk menikmati matahari terbenam?'


.


.


.


bersambung....

__ADS_1


__ADS_2