Namaku Diana

Namaku Diana
bab_10 Ada apa dengan diri ku


__ADS_3

Adrian terus menatap Diana yang berjalan menjauhi nya terukir senyuman yang belum hilang dari bibir nya.diana menoleh ke belakang ke arah Adrian sambil berjalan dan di lihat nya pria itu masih belum pergi juga tatapan mereka pun bertemu.di lihat nya Adrian menyenderkan pipi kanan nya di atas stir mobil dan tentunya dengan senyuman tipis nya serta tatapan nya lurus ke arah Diana.


"ih gaje amat sih tuh orang, kirain udah pergi" Diana merutuki dirinya sendiri nyesel pake nengok ke belakang .dia pun kembali melangkah ke dalam kampus nya.


*****


setelah pertemuan dengan Adrian waktu itu, Adrian sering menghubungi Diana lewat telepon ataupun chat yang di tanggapi dingin oleh Diana, yang awalnya merasa risih dengan perlakuan Adrian yang terlalu care kepada dirinya tapi akhirnya dia merasa terbiasa dengan segala bentuk perhatian Adrian itu sudah satu bulan berjalan sejak pertemuan nya di kampus..tapi sudah satu Minggu ini pria itu tidak ada kabarnya, tidak telpon, tidak ada chat dari pria itu dan membuat DIana merasakan ada kekosongan dalam dirinya,ada perasaan yang terus menerus membuat gelisah setiap hari dia memeriksa ponselnya barang kali ada pesan masuk dari Adrian.


"ada apa dengan diriku ini, kenapa aku sangat mengharapkan pria itu menyapa, pikiran nya penuh dengan pencarian ke seseorang yang bernama Adrian.


apa aku harus menghubungi terlebih dahulu ya, aduh malu dong masa iya aku duluan menghubungi dia sih batin Diana sambil matanya melihat ponselnya nya berada di genggaman nya. pikiran nya sedang menimang nimbang " ah masa bodoh ah aku hubungi saja duluan tak masalah toh, emang nya diri ku bakal hancur lebur kalau menelpon terlebih dahulu Diana bermonolog pada diri sendiri.


akhirnya nya dengan jantung berdebar debar dia mencari kontak Adrian di ponselnya


kemudian dia menelepon pria itu


sedetik


dua detik


tiga detik


panggilan telepon Diana tersambung tapi tak ada jawaban dari sana, hingga panggilan berakhir. Diana mencoba sekali lagi.dan hasil nya sama.perasaan kecewa jelas terlihat di wajah gadis itu.di lempar nya ponsel itu di atas kasur dia pun menjatuhkan diri nya ke atas kasur.


kenapa aku jadi begini sih rasanya gak enak di dada ini. gumam Diana sambil tangannya mengusap usap dadanya. malam sudah larut jam menunjukkan pukul 11 malam mata Diana pun sudah lima watt akhirnya gadis itu pun terlelap juga mendatangi alam nirwana


****


cafe akan segera tutup sudah sepi dari pengunjung, para karyawan cafe itu pun terlihat sibuk membersihkan sisa-sisa minuman dari pengunjung.Diana nampak bersiap untuk pulang setelah pekerjaan Nya selesai


" Na aku duluan ya aku sudah di jemput tuh" ucap vita pamit dengan Diana dengan senyum sumringah .


" cie.. yang di jemput doi, asik nih" balas Diana dengan nada jahil." sirik lo! makanya sana cari doi biar ada yang jemput, emang enak tiap hari pulang sendiri" sahut vita nyeleneh


" Yee ntar juga gue ada yang jemput.. sahut Diana santai.


langkah vita terhenti, " oh ya? beneran lo? siapa"

__ADS_1


sambung vita kelewat kepo.


" abang gojek yang jemput gue !" sahut Diana santai sambil melahap siomay yang di beli nya dari tukang yang lewat tadi.


" sialan lo,itu sih bukan jemputan!" sungut vita sambil ngeloyor pergi Diana pun ngikik puas .


" udah ah gue balik dulu Na" ucap vita kemudian pergi meninggalkan DIana yang masih asyik makan siomay nya duduk di cafe.di mana masih ada beberapa karyawan yang belum pulang yang masih membersihkan di bagian pantry cafe


saking asiknya Diana dengan santapan malam nya hingga tidak menyadari seseorang yang tiba tiba duduk di hadapan nya dan kemudian Diana tersadar dan kaget .


" kamu Adrian?"


"sejak kapan kamu berada di sin" Diana tak menyangka Adrian sudah ada di hadapannya, pria yang sudah lebih dari 2 Minggu tak ada kabar dari nya, sekarang apakah Diana harus senang karena pria itu sekarang ada di hadapannya.


atau marah, karena pria itu tidak ada kabarnya di telpon pun susah, bahkan telpon nya pun tidak di jawab atau dia berusaha menelpon Balik tapi untuk apa itu semua? Diana tak ada hak merasakan atau mendebat Adrian, karena dia bukan siapa siapa nya dan tidak ada hubungan yang berarti antara dia dan Adrian.


pria itu hanya tersenyum miring melihat tingkah Diana sambil menggeleng pelan kepala nya.dan tanpa permisi dulu Adrian mengambil garpu yang ada di genggaman Diana dan menyocol siomay Diana, dan memakan nya.mata Diana membulat kaget melihat Adrian main comot ajah siomay nya.


" enak! pantesan kamu segitu fokus nya dengan makanan itu sampai tidak menyadari keberadaan ku di hadapan mu" ucap Adrian sambil masih mengunyah siomay boleh nyomot.


" kenapa dengan wajah ku ? apa ada yang salah ?" tanya Adrian dengan santai di ambil nya sebotol air mineral yang sudah tinggal separo milik Diana yang ada di atas meja lalu meminum nya,Diana pun sontak di bikin kaget melihat Adrian mengambil sebotol air mineral yang tinggal separo milik nya.


Diana pun berusaha meraih botol air mineral nya yang akan di minum Adrian


" eeh itu, jangan , itu minuman ku" sahut Diana mencegah Adrian supaya tidak meminum air mineral nya. tapi Adrian menepis pelan tangan Diana yang hendak mengambil botol air mineral nya.


" lalu emangnya kenapa? aku haus.. Habis makan siomay mu tadi pelit amat sih kamu Ana..


" bukan begitu, tapi itu bekas aku, sudah aku minum separo.nanti aku ambilkan ya, yang baru di dalam.


" ga papa kok, malah lebih nikmat minuman yang ini dari pada yang baru" adrian menyunggingkan senyum. kemudian meminum air mineral itu hingga tandas tak tersisa sambil menatap Diana dengan tatapan penuh arti.


" terserah kamu lah" ucap Diana pasrah dengan kelakuan Adrian tanpa memperdulikan tatapan Adrian yang bikin dirinya meremang Dan aneh menurut nya.


" kamu belum pulang? sudah malam loh" ucap Adrian dengan tatapan serius ke arah netra Diana .


" iya ini mau pulang, tadi aku laperr..dan kebetulan ada tukang siomay lewat jadi yaah makan dulu.nah sekarang aku sudah selesai, mau pulang.ucap Diana sambil membereskan barang barang yang di atas meja di depannya.setelah itu dia pun melangkah ke luar menuju parkiran motor nya, berjalan bersisian dengan Adrian.

__ADS_1


" aku antar ya, sudah larut malam bahaya seorang gadis pulang malem gini udah tengah malam loh di beberapa jalanan mungkin sudah sepi" ucap Adrian khawatir dengan gadis itu.


" loh aku kan bawa motor,ga perlu di anter" sahut Diana


" di tinggal ajah di sini, atau aku suruh orang ku bawa motor kamu ke kos kosan" ucap Adrian


" ih gak usah, jadi Ribet ah.. gak apa apa kok aku mah udah biasa pulang jam segini pak" sambung Diana santai.


Diana pun sampai di parkiran motor nya, segera dia naik dan ketika hendak menstater motor nya tangan nya di tahan oleh tangan Adrian.


" ih kenapa sih kamu ini Adrian ! jadi ribet amat sih jadi orang" sungut Diana tak senang dengan tingkah Adrian yang gak jelas menurut nya.


" aku khawatir kamu Diana " ucap Adrian dengan suara yang berat, dengan tatapan mata nya yang tajam menatap dalam mata Diana.


" tidak usah khawatir bapak Adrian yang terhormat.. tolong jangan ganggu saya, selama ini, tanpa ada kehadiran anda pun saya baik baik saja pulang setiap hari naik motor jam segini" ucap Diana sarkas.


Adrian diam tak menjawab ucapan DIana, dia tetap menatap lekat wajah Diana, Adrian bergeming di hadapan Diana dengan tangan nya masih memegang tangan Diana, kemudian dia melepas genggaman tangan nya dan menangkup wajah gadis itu, mendekati wajah nya ke diana.lalu dengan cepat menyambar bibir ranum Diana mencecap lembut bibir gadis itu.sontak saja Diana membelalakkan matanya


kaget.kemudian dia berusaha mendorong tubuh pria itu tapi kemudian kedua tangannya di cekal oleh Adrian dengan satu tangan nya dan tangan nya yang satunya meraih tengkuk leher gadis itu, mendorong kepala Diana ke wajah nya, tentu saja Diana kalah telak dengan tenaga pria itu dan tidak bisa bergerak " aku kangen kamu ana.. ucap Adrian lirih di tengah ciuman nya .


mendengar itu darah Diana terasa mendesir dan hangat terasa.akhirnya Diana hanya bisa pasrah dan Adrian pun semakin mendalami pagutannya, hingga DIana menepuk pundak Adrian karena terasa nafas nya akan habis . Adrian pun melepas kan pagutannya.menatap sayu Diana, yang tersengal . karena ulah nya .di sentuh nya perlahan bibir gadis itu yang basah dengan Saliva dengan ibu jari nya.


setelah nafasnya sudah teratur Diana menepis ibu jari Adrian yang masih bertengger di bibir nya dengan wajah nya yang merona.


" kenapa kamu seenaknya saja mencium ku Adrian!? aku tidak suka"ucap Diana tegas menatap tajam ke arah Adrian.


" beneran gak suka ?" ucap Adrian, dengan tangan nya membelai pipi gadis itu.


" ya aku tidak suka! seenaknya tanpa permisi kamu mencium ku!" sungut Diana


" memang nya kamu siapa, dan aku ini siapa nya kamu? tiba tiba datang dan pergi, apa lagi 2 Minggu ini kamu tidak ada kabarnya,di hubungi susah, aku telpon pun juga tidak kamu jawab telpon ku, dan kamu tidak berusaha menelpon Balik aku, bikin aku tidak bisa konsentrasi, dan sekarang tiba tiba kamu datang dengan sok khawatir dengan keadaan ku, kenapa Adrian! jangan mempersulit perasaan ku lagi!" tanpa sadar Diana mencurahkan semua emosi yang sudah beberapa hari ini dia pendam.


"


"


" T B C.

__ADS_1


__ADS_2