
Reno menahan jemari Diana yang tadi dia hisap.
"diam Ana, jari mu terluka sini"
Reno membawa Diana ke wastafel yang ada di pantry pria itu membuka kran air dan membawa jari Diana yang merah akibat tertempel wajan panas, dan membuka kran air membiarkan jari Diana yang terkena wajan panas tadi di bawah air yang mengalir dari kran. jantung Diana berdetak kencang karena tegang dan takut kalau-kalau Adrian muncul tiba-tiba.setelah itu Reno menuntun Diana menuju kursi tunggal dekat meja makan. masih di pegang nya jemari itu oleh Reno.
"duduk di sini,diam jangan kemana-mana"
"Reno lepasin tangan ku!"
"tunggu Ana sebentar lagi, kalau tidak buru-buru di obati jari mu akan berbekas" Reno tetap menggenggam jemari Diana untuk di obati, dengan raut wajah yang khawatir Reno mengambil kotak p3k di laci lemari kecil yang berada dekat pantry lalu mengoleskan salep tersebut ke jemari Diana.
"sudah,semoga kulit mu baik baik saja, ceroboh sekali sih kamu, tidak hati-hati" Reno melepaskan tangan nya yang tadi memegang jemari Diana.pria itu memandangi Lekat wajah Diana.
di tatap seperti itu membuat Diana salah tingkah kemudian..
"terima kasih" ucap Diana lalu dia kembali melanjutkan masak nya membuat nasi goreng yang sebenarnya tadi sudah jadi dan tinggal dia tuangkan ke piring.
"perlu aku bantu?" tanya Reno terlihat khawatir dan mendekati Diana.
"tidak perlu, terima kasih ini sudah selesai" balas Diana diana Diam sejenak lalu dia mengambil satu piring lagi dan membagi dua nasi goreng yang ada di piring nya yang memang cukup banyak.
"ini untuk mu, sebagai ucapan terima kasih ku" Diana memberikan satu piring nasi goreng untuk Reno yang tentu saja membuat Reno senang sekali menerima sepiring nasi goreng dari Diana.karena dia bisa merasakan kembali nasi goreng buatan Diana.
"kamu iklas nih?" tanya Reno ketika menerima sepiring nasi goreng dari Diana.
"kamu nggak mau? ya sudah sini kalau nggak mau" Diana menarik kembali piring yang berisi nasi goreng itu dari tangan Reno.
"eh, jangan.. tentu aku mau sudah lama aku tidak merasakan nasi goreng buatan mu" sahut Reno lalu menarik kembali piring tersebut yang sudah di pegang Diana.
"ya sudah kalau begitu, silahkan"
tanpa memperdulikan Reno yang masih saja berdiri
"Diana" panggil Reno pada Diana yang baru beberapa langkah menapaki anak tangga menoleh ke arah Reno.
"terima kasih nasi goreng nya" ucap Reno pelan mengangkat piring nasi goreng yang ada di tangan nya.pria tampan bermata jeli itu hanya tersenyum tipis menatap penuh damba pada Diana yang terus berjalan naik ke atas menuju kamar nya.Reno merasa beruntung niatnya cuma mau ambil air minum di dapur, tapi ternyata bertemu Diana. gadis yang namanya masih rapi tersimpan di dalam hati nya. apa lagi dia mendapatkan sepiring nasi goreng dari Diana.nasi goreng buatan Diana yang dulu sering kali dia dapatkan bila datang ke Surabaya dan menginap di villa nya Diana selalu membuat nya untuk Reno.dan sekarang setelah sekian lama nya Dia bisa merasakan kembali nasi goreng ini.Reno memakan nasi goreng itu dengan lahap ada kenangan manis di dalam nya.
sekaligus Reno sedang mentertawakan diri nya sendiri karena kembali terjebak oleh perasaan yang berusaha dia kubur dalam-dalam tapi apa sekarang? dia kembali ke Indonesia dan bertemu dengan mantan terindah nya itu.
Diana meninggalkan Reno sendiri di dapur Diana berjalan menapaki anak tangga menuju kamar nya dengan sepiring nasi goreng di tangan kanan nya dan segelas air di tangan kirinya berjalan perlahan menuju kamar nya.tiba depan pintu kamar nya Diana menarik handle pintu perlahan, membuka pintu kamar nya lalu masuk ke dalam berjalan pelan berusaha untuk tidak menimbulkan suara.lalu Diana duduk di sofa yang ada di ruangan kamar nya. Diana merasa lega karena Adrian masih tertidur pulas entah apa yang akan terjadi apabila tadi Adrian bangun dan melihat kejadian tadi.
"astaga, aku seperti tidak bisa bernafas tadi saking takut ya Tuhan aku seperti Takut ketahuan karena berselingkuh saja"gumam Diana lalu menyantap nasi goreng yang tadi dia buat.
saking asyiknya Diana makan hingga tidak menyadari kehadiran Adrian yang sudah berdiri di samping nya.
"sayang, kamu makan apa hm?" tanya Adrian dengan suara yang parau karena baru bangun tidur.
Diana terkejut dengan suara parau suaminya dan dia mendongak melihat suaminya sudah berdiri menjulang di samping nya.
"astaga mas, bikin aku kaget saja kamu bicara tiba-tiba" keluh Diana.
__ADS_1
Adrian tersenyum tipis lalu duduk di sebelah istrinya.
"apa yang kamu makan itu hm?"
"nasi goreng"
"nasi goreng dari mana? kamu tadi ke bawah?" tanya Adrian nampak khawatir.
"iya"
"ini kamu yang buat?"
"iya"
"ya ampun sayang..kenapa kamu nggak bangunin aku"
"aku tidak tega, karena sepertinya mas sangat lelap tidur nya"
"tapi tetap saja kamu harus bangunin aku, jangan pergi sendiri ke dapur, kan gelap bahaya jalan dalam gelap apa lagi kamu sedang hamil begini,, pokok nya kalau kamu bangun malam lagi bangunin mas saja ya" ucap Adrian tegas.
"iya mas.. nih, mau coba nasi goreng buatan ku? Aaa.." Diana menyodorkan sesuap nasi goreng ke arah mulut Adrian. dan pria itu pun membuka mulutnya untuk menerima sesuap nasi goreng dari tangan istrinya.
"enak?" tanya Diana menunggu jawaban.
"enak sayang, aku baru kali ini lho merasakan nasi goreng buatan kamu besok buatin lagi ya buat sarapan" pinta Adrian.
DIana hanya mengangguk dan tersenyum membalas ucapan suaminya.Diana menghabiskan nasi goreng nya berdua dengan suaminya.
"kenyang?" tanya Adrian.
"ya sudah kalau begitu kita istirahat lagi ya, masih malem ayo"
Adrian membimbing istrinya kembali ke ranjang.
________
pagi menjelang Diana sudah berkutat di dapur sedang memasak membuat nasi goreng untuk suami nya kali ini isi nasi goreng lebih lengkap dengan irisan bakso, suwiran ayam serta telur dadar di atas nya.Diana yang sedang fokus masak kaget karena ada tangan kekar melingkar di pinggang nya.
wanita itu pun menoleh ke arah sang pelaku siapa lagi yang berani seperti itu kalau bukan suami tercinta nya.
"mas"
"selamat pagi sayang"
cup
cup
Adrian mencium lembut pipi halus istrinya Beberapa kali.
"mas, geli.. sana aku lagi masak.. malu tuh ada bi Surti" protes Diana mencoba mendorong tubuh Adrian dengan siku nya.
__ADS_1
pria itu pun mengaduh.
sedangkan bi Surti yang sedang menyiapkan sarapan lain nya di meja makan hanya tersenyum simpul melihat kedua majikan nya yang sedang melakukan adegan romantis kitchen.
tak ingin mengganggu kesenangan majikan nya wanita tua itu pun menyuruh Art lain nya menyingkir dari dapur.
"morning kiss sayang, aku bangun ternyata kamu sudah tidak ada di ranjang.aku cariin ternyata kamu di sini" keluh Adrian.
"kamu lagi masak apa hm?" tanya Adrian yang masih saja memeluk istrinya dari belakang.
"masak pesanan mu" sahut Diana
"nasi goreng?" tanya Adrian terlihat senang.
"iya"
"wah, kamu benar benar membuatkan nasi goreng untuk ku"
ucap Adrian dengan wajah bahagia.
"tentu dong" sahut Diana antusias
"good morning"
tiba-tiba Jully dan mamah ayu datang menyapa. dan Adrian dengan cepat melepaskan pelukannya pada istrinya.tersenyum canggung.
"pagi" sahut Diana tersenyum melihat Jully dan mamah nya.
"kamu lagi masak apa sayang?" tanya Ayu.wanita itu mendekati putri nya
"nasi goreng untuk Adrian mam"
"seperti nya enak"
"mamah mau?"
"kamu bikin banyak?"
"adalah untuk dua piring lagi, kamu mau Aniara?"
"tentu, aku ingin" sahut Jully
Diana tersenyum lalu dia mengalas tiga piring dengan nasi goreng buatan nya untuk ketiga orang yang hadir yang sudah duduk di barstrol
"sini aku bantu" Jully mengambil nasi goreng tersebut dan di bawa nya ke atas meja makan yang berada tak jauh dari dapur.
setelah semua nya tersedia mereka pun menyantap lahap nasi goreng buatan Diana.Adrian makan sepiring berdua dengan istrinya.keromantisan mereka berdua tak luput dari perhatian Mamah ayu dan jully.mereka hanya tersenyum simpul melihat tingkah Adrian dan Diana.
"kayaknya kita cuma jadi nyamuk ajah di sini mam" ucap Jully atau Aniara pelan melirik ke arah Mamah nya.
Adrian dan Diana pun menoleh ke arah Jully dan mertua nya itu.
__ADS_1
*
to be continued..