Namaku Diana

Namaku Diana
belum move on.


__ADS_3

"apa maksud mu dengan di tutup akses?" tanya Reno tidak paham maksud dari ucapan Jully.


Jully diam tak menjawab rasa penasaran Reno gadis itu hanya tersenyum tipis menatap tajam Reno


"untuk apa kamu ingin tahu diri ku? kita tidak sedekat itu untuk aku menceritakan tentang diri ku"


"maafkan aku,, kalau aku terlalu ingin tahu, dan jika itu mengusik diri mu" ucap Reno tak enak hati.


Jully hanya tersenyum tipis merespon ucapan Reno.


lalu Reno mengambil ponselnya yang ada di saku celana nya lalu dia membuka layar ponselnya, membuka folder galeri foto yang ada di ponsel nya, nampak Reno dengan wajah serius seperti sedang mencari sesuatu di galeri foto nya.


senyum tersungging di bibir tipis nya seperti nya dia sudah menemukan apa yang dia cari.


"ini dia, hanya foto ini yang masih aku simpan" gumam Reno, lalu menyodorkan ponsel miliknya ke Jully


"apa?!" tanya Jully tidak mengerti Reno memberikan ponselnya pada dirinya.


"lihat lah foto ini" ucap Reno menyuruh Jully untuk melihat sebuah foto di ponselnya.dengan terpaksa Jully mengambil ponsel Reno dan melihat foto seseorang di ponsel itu.


mata Jully seketika membola melihat foto seseorang yang ada di ponsel Reno.


"ini... aku?! dapat dari mana foto ini kamu mencuri foto aku?!" ucap Jully dengan yakin nya.


Hahaha...Reno tertawa lepas


"benarkah itu foto mu ha? pede sekali kamu, aku mencuri foto mu? untuk apa?!" balas Reno dengan nada nyeleneh.


"jangan bercanda kamu tuan Reno.. kalau bukan aku lalu siapa itu? bayangan diri ku ha? mana ada orang yang mirip persis sama dengan aku, kalau bukan orang kembar identik"


deg.


Jully terdiam, terkejut dengan ucapan nya sendiri.


sedangkan Reno tersenyum getir mendengar ucapan Jully dengan kata kembar identik.


"sekarang kamu baru paham kan apa maksud aku memperlihatkan foto itu pada mu" ucap Reno datar.


"siapa gadis yang ada di ponsel mu itu tuan?" tanya Jully dengan wajah penasaran nya.


"dia yang menjadi alasan aku berada di kota ini, dia mantan kekasih ku Diana" Reno tersenyum miring menghela nafasnya kasar.ketika pikiran nya tertuju pada Diana.


"kekasih mu?" ucap Jully nampak kaget.


"iya, gadis yang sangat aku cintai, tapi juga telah aku hancurkan hati nya" lirih Reno" menatap Jully lekat.


Jully memperhatikan wajah Reno yang nampak sangat frustasi di saat menceritakan kisah cinta nya.


"mungkin kah, dia itu kembaran ku?" tanya Jully ragu

__ADS_1


"itu maksudku aku bertanya tentang mu, seperti nya kedua orang tua mu tidak sepenuhnya jujur pada mu tentang diri mu Jully"


"di mana gadis yang bernama Diana berada?" tanya Jully mendesak Rano


Reno tersenyum miring merespon ucapan Jully.


"bukan kah,kita tidak sedekat itu untuk kamu tahu Tentang kehidupan aku hm?" ucap Reno enteng.


"sial, kamu membalas aku tuan Reno?!" sungut Jully. merasa Reno sedang membalas dirinya.


Reno terkekeh mendengar ucapan Jully terdengar marah.tiba tiba saja terlintas di pikirannya ide gila, tapi Reno pikir seperti nya akan menyenangkan.


"kalau iya, kenapa? mau apa kamu ha?!" balas Reno dengan sengaja mempermainkan Jully.


"apa mau mu, agar aku tahu informasi tentang gadis yang bernama Diana itu?" tantang Jully.


"wow! nampak nya jadi menarik ini" ucap Reno dengan lantang sambil kedua telapak tangannya di tepukan.


tersenyum menggoda manatap tajam ke arah Jully.


"aku akan menceritakan tentang mantan kekasih ku itu,asal ada syarat nya"


"syarat?" alis gadis itu bertaut


"iya'


"baik lah,apa syarat mu?"


"kamu lihat tadi foto Diana hm?" tanya Reno


"iya, lalu?"


"kamu lihat penampilan dia di foto itu, besok kita makan malam di tempat yang aku tentukan, dan kamu harus berpenampilan persis seperti penampilan Diana di foto itu"


"sinting! rupanya kamu belum move on dari kekasih mu itu" cibir Jully


"aku tidak butuh komentar mu, cukup kamu diam, dan lakukan apa yang aku pinta"


"gila! aku tidak mau!" Jully menolak mentah-mentah keinginan Reno yang menurut nya sesuatu pemaksaan kehendak.


Reno berdiri dari duduknya


"mau kemana kamu?" tanya Jully melihat Reno berdiri dari duduknya seperti mau pergi.


"aku capek, mau pulang" ucap Reno santai lalu melangkah pergi.tidak perduli dengan Jully yang kelihatan nya masih penasaran dengan sosok Diana.


"tapi kamu belum selesai menjelaskan siapa Diana itu" ucap Jully sedikit berteriak karena Reno sudah melangkah menjauh.


"kamu bisa mengabari aku kalau kamu setuju dengan syarat yang aku katakan tadi, menuruti keinginan aku,maka aku akan kasih tau kamu di mana Diana berada, dan siapa dia" ucap Reno dengan suara yang lantang karena terus berjalan menuju arah tangga dan turun kebawah.

__ADS_1


"sial!!" umpat Jully kaki nya di hentakan ke lantai.


Reno yang masih mendengar umpatan Jully, pria bertubuh tinggi tegap itu hanya mengulum senyum nya.


"seperti nya aku akan punya sesuatu untuk menghibur diri ku" gumam Reno tersenyum lebar, kaki nya terus melangkah berjalan menuju arah parkiran mobil nya.yang lumayan jauh dari Cafe tersebut.


Reno menjalankan mobilnya membela kepadatan jalan kota Melbourne. tiba-tiba saja dia teringat dengan Jhon sang asisten nya.


" aku curiga dengan Jhon, seperti nya dia tahu tentang siapa jully.sial! apa maksud nya Jhon tidak memberi tahu ke aku tentang Jully?" gumam Reno, menduga Jhon tahu tentang Jully.


______


di ruang kerja Reno.di gedung berlantai sembilan BLUE SKY.


Reno duduk di balik meja kerja nya dengan setumpuk berkas berkas yang ada di atas meja kerja.


"kemana jhon? tumben dia belum datang?"ucap Reno pelan, kemudian dia menyenderkan tubuhnya di kursi kebesaran nya kedua tangan di bentangkan, meregang kan otot otot nya.


tak lama pintu ruang kerja nya di ketuk luar.


"masuk"ucap Reno singkat.pintu itu pun terbuka, muncullah orang yang sedari tadi dia tunggu tunggu.


"dari mana saja kamu Jhon?" tanya Reno dengan nada kesal.


"bukan kah aku di suruh boss menemui pemborong yang akan bergabung dengan proyek pembangunan apartemen kita yang di daerah pantai pilip boss, apa kamu lupa?" jelas Jhon.tersenyum miring, melihat tingkah boss nya itu yang mendadak amnesia.


"ah,iya.aku lupa"ucap Reno tanpa beban.


Jhon mendekati meja kerja Reno, lalu duduk di kursi tunggal yang ada di depan meja kerja Reno.meletakan sebuah map yang sangat tebal.


"dan ini semua laporan perencanaan nya, silahkan kamu cek lagi" ucap Jhon menyodorkan semua berkas yang dia bawa pada Reno.


Reno terdiam sesaat menatap tajam ke arah Jhon.sedangkan Jhon nampak curiga dengan tatapan Reno yang seperti itu.


"Jhon"


"ya?"


"apa kamu mengetahui sesuatu?"


"sesuatu tentang apa?" tanya Jhon bingung sekaligus was was dengan pertanyaan Boss nya itu dengan tatapan aneh pada dirinya.


"


to be continued..


suka dengan cerita nya?


jangan lupa untuk like n comen nya ya 😊😊. terima kasih 🙏

__ADS_1


__ADS_2