
Adrian terkejut mendengar semua perkataan Diana yang terlihat sangat emosi, Adrian bergeming menatap lekat manik Diana gadis itu seperti sedang merajuk dengan dirinya, gadis itu seperti sedang cemburu. apa cemburu? apa benar Diana sedang cemburu karena merasa di abaikan, benarkah? batin Adrian
" ada apa dengan mu ana ? kenapa kamu marah ? Adrian menarik tubuh Diana kedalam pelukannya ,Diana meronta melepaskan dirinya dari pelukan Adrian.tapi Adrian menahan nya malah di pererat pelukannya itu di cium nya pucuk rambut gadis itu lembut
" maafkan aku ana, telah mengabaikan mu 2 Minggu lamanya, aku sakit dan sedang di rawat di Singapura dan aku tidak tahu kamu menghubungi ku dan khawatir pada ku, aku tidak ingin kamu khawatir" ucap Adrian lirih
mendengar penuturan Adrian sontak saja Diana terkejut kemudian dia melonggarkan pelukannya dan menatap lekat Adrian.
" kamu sakit ? kenapa tidak membiarkan aku mengetahui nya Adrian, ya memang aku bukan siapa siapa kamu dan tidak penting, tapi paling tidak anggap aku sebagai temanmu, itu pun tidak kamu anggap juga, dan maafkan aku yang emosi tadi karena tidak tahu keadaan mu selama 2 Minggu yang lalu" kemudian Diana mendorong pelan tubuh Adrian agar terlepas dari dekapan nya.
Adrian menarik sudut bibirnya, menatap sayu Diana dengan menggenggam kedua tangan Diana di dada bidang nya.
" kenapa kamu bicara seolah hati ini tidak ada penghuninya Diana, dan aku tidak ingin menganggap dirimu teman, aku tidak mau!" di tekan nya genggaman tangan Diana ke dada Adrian.
bukan nya aku tidak mau, beri tahu kamu bahwa aku sakit, aku takut kamu tidak peduli, dan mengabaikan ku Diana.. dan aku akan kecewa karena aku tahu perasaan mu pada ku.. ucap Adrian lirih .diana menatap sendu Adrian, kemudian Diana melepaskan tangan nya dari genggaman tangan Adrian,lalu menangkup wajah Adrian dengan kedua tangannya, kemudian di cium nya bibir tebal pria itu singkat, membuat Adrian terkejut sekaligus senang Diana pun tersenyum malu.
" mari kita coba, aku juga ingin menata hati ku bersama mu Adrian, melupakan semua masa lalu ku yang berantakan, apakah kamu mau menerima keadaan ku seperti ini?" ucap Diana pelan kemudian dia memalingkan wajahnya yang terasa panas, betapa bahagianya Adrian mendengar ucapan Diana,
" apakah kamu sedang mengutarakan perasaanmu padaku Diana?" ucap Adrian dengan senyum lebar nya," tatap aku ana"
Adrian meraih wajah diana agar sejajar dengan wajah nya. " Dan kamu sekarang sudah menjadi kekasih ku Diana benar kan?" ucap Adrian dengan tatapan mata penuh kasih.
" ih kamu jangan menggodaku Adrian" Diana mencebik " sudah ah kalau begitu aku mau pulang, lihat gara gara kamu malam semakin larut" Diana hendak menjalankan motor nya
" eit sudah, aku tidak akan membiarkan kamu pulang sendiri naik motor ana" Adrian menarik paksa Diana untuk masuk kedalam mobil nya.
" Adrian... bagaimana dengan motor ku ?"
__ADS_1
" tenang, nanti aku akan menyuruh orang ku membawa motor mu, jangan khawatir dengan motor mu " ucap Adrian dengan enteng nya dan mereka pun masuk ke dalam mobil Adrian.
mobil Adrian pun berjalan keluar dari area cafe
bergabung dengan mobil lainnya di jalur nya
selama di dalam mobil di perjalanan mengantar Diana pulang, tangan Diana dalam genggaman tangan Adrian dan tak henti hentinya Adrian menyematkan kecupan Ringan ke jemari lentik Diana, sungguh membuat Diana menjadi salah tingkah " Adrian sudah.. lepaskan tangan ku, kamu itu sedang pegang stir mobil , dan fokus ke arah depan mata mu!" ucap Diana tak habis pikir dengan tingkah pria ini.
dan Adrian pun tergelak. " Adrian.. lepasin tangan ku, bahaya" akhirnya Adrian terpaksa melepaskan tangan Diana dari genggaman tangannya .
" pegel tau" ucap Diana mencebik bibinya
" maafkan aku... aku terlalu bahagia Diana " kembali tangan kiri Adrian membelai lembut rambut Diana .
sebegitu cinta nya kah dirimu pada ku Adrian? walaupun aku masih takut menjalin hubungan lagi,tapi aku berjanji akan belajar membalas cinta mu Adrian..batin Diana
Diana tiba di kos kosan vita untuk menjemput nya pergi ke toko buku,Diana meminta vita mengantar nya untuk mencari salah satu buku untuk materi dasar skripsi nya.
Diana menunggu di depan gerbang pagar kosan vita .
" ayo Na berangkat" vita akhirnya muncul setelah lamanya Diana menunggu.
" lama banget sih lo di dalem sampe kering gini gue nungguin lo tau!" Diana merajuk
" iya..iya sorry ya cantik Udah kelamaan nunggu ya?" ucap vita jahil
" berangkat.... teriak kedua gadis itu sambil tertawa lepas.
__ADS_1
tak lama kemudian setelah 1 jam perjalanan menaiki motor matic Nya Diana dan vita tiba di sebuah toko buku yang di tuju nya. kemudian mereka pun masuk ke dalam toko buku .
" Na aku mau ke toko pakaian anak yang ada di sebrang toko ini ya,aku mau beliin baju buat ponakan ku, nanti aku kesini lagi sebentar kok " ucap vita
" oke, santai ajah vit silahkan" ucap Diana tersenyum . mereka pun berpisah tempat masing masing dengan kepentingan nya.
Diana berjalan mengitari rak rak buku sambil matanya menelisik satu persatu buku yang ada di rak , mencari buku buruannya, ketika dia hendak berjalan ke rak buku yang di sebelah nya tiba-tiba tanpa sengaja Diana menabrak seseorang, yang akhirnya buku yang di pegang oleh orang itu terlepas dan jatuh. refleks Diana jongkok mengambil buku orang itu yang terjatuh lalu setelah itu dia pun berdiri hendak memberikan buku itu.
" Re..Reno ?" betapa kagetnya Diana setelah dia melihat siapa orang yang tidak sengaja di tabrak nya.
" hai Diana.. sapa Reno Santai tidak ada rasa terkejut seperti Diana. karena memang Reno sudah melihat Diana sejak sedari tadi dan memperhatikan gadis itu diam diam. waktu Diana baru masuk ke toko buku itu, karena Reno lebih awal sudah berada di toko buku itu.
Reno tersenyum menatap Diana, sedang kan Diana buru buru pergi menjauhi Reno, setelah dia memberikan buku Reno yang terjatuh tadi.
Reno pun mengikuti langkah Diana dari belakang. yang tentu saja membuat Diana tidak nyaman ,Diana pun berhenti melangkah dan berbalik ke arah Reno menatap dingin pria yang telah menyakiti hati nya itu.
" berhenti mengikuti ku Reno!" ucap Diana ketus.
" siapa yang mengikuti mu Diana, aku pun sedang mencari buku juga, bukan sedang mengikuti mu" ucap Reno beralasan sambil mengulum senyum. " oh seperti itu, baiklah kalau begitu, silahkan bapak Reno mencari buku yang bapak cari!" Diana pun pergi ke rak buku yang berada di sisi lain nya menjauhi Reno, mungkin dia kepedean menuding pria itu mengikuti nya, dan sekarang dia menuju rak buku yang letaknya lebih kedalam lagi di sisi ruangan itu.
"
"
" T B C.
like n vote ya***
__ADS_1