
sesaat Adrian terpaku melihat pemandangan yang paling indah dalam hidup nya yang tuhan ciptakan hanya untuk dirinya.
"Ana, kamu.. tubuh mu seksi sekali sayang" ucap Adrian dengan suara yang parau dengan sorot mata yang sudah mengkilat gairah.
dengan tidak sabaran Adrian merangkak naik ke atas ranjang merebahkan tubuh istrinya, melucuti kain yang menempel pada dirinya dan tubuh istrinya.memcumbu setiap inci lekuk tubuh molek nan mulus milik istrinya dengan meninggalkan banyak stempel gairah nya di setiap titik sensitif tubuh istrinya.Adrian mencumbu istri nya seperti bak makanan yang terhidang di depan matanya dengan rakus nya semua menjadi sasaran birahi nya.suara des*sa*Han*Diana seolah menjadi musik merdu yang menyemangati pergerakan liar Adrian di atas tubuh istrinya.
tubuh nya yang perkasa terus mendominasi permainan panas nya dengan senjata nya yang meluluh lantakkan di dalam tubuh istrinya terus dan terus semakin dalam masuk hingga ke titik sensitif milik istrinya.Membuat tubuh molek DIana melengkung indah di saat gelombang rasa surga dunia itu menerjang Diana hingga tubuh nya bergetar hebat kedua tangannya mencengkram erat lengan kekar suami nya.sedangkan Adrian belum menyudahi pergerakan liar nya di atas tubuh istrinya.hingga di empat puluh menit kemudian
tubuh Adrian menegang mulut mengerang keras karena dashyat nya rasa yang dia dapat dari pelepasan yang sempurna.tubuh Adrian terkulai di topang nya tubuh kekar nya dengan kedua tangannya di kedua sisi tubuh istrinya agar tidak terjatuh di atas perut istrinya yang sedang hamil.
dengan nafasnya yang masih memburu Adrian mencium lembut dahi, kedua kelopak mata istrinya serta bibir DIana dan Mel*umat nya mengakhiri pergumulan panas nya
"terima kasih sayang" ucap Adrian lembut dan penuh cinta.kemudian Adrian menghempaskan tubuhnya ke samping tubuh istrinya.
Adrian bangun dari ranjang berjalan menuju arah kamar mandi dengan tubuh yang masih polos.tak lama pria itu membawa handuk kecil yang bersih.kemudian kembali merangkak naik ke atas ranjang mendekati istrinya, lalu menyeka sekujur tubuh istrinya yang Bermandi peluh.Diana membiarkan suaminya itu membersihkan tubuh nya dari sisa sisa kenikmatan bercinta nya.tidak ada kata risih keluar dari mulut Diana karena untuk protes pun Diana sudah tidak punya tenaga.dan membiarkan suaminya itu menelusuri tubuh nya dengan handuk kecil di tangan nya.
dengan hati-hati Adrian membersihkan tubuh istrinya itu dengan telaten.lalu setelah itu Adrian menarik selimut tebal untuk menutupi tubuh polos istri nya.diapun masuk ke dalam selimut yang sama dengan menarik tubuh istrinya ke dalam dekapan nya.
"cape sayang?" tanya Adrian
Diana mengangguk.
"tidur lah kalau begitu"
cup
sekali lagi Adrian mengecup lembut kening istrinya.tak lama dengkuran halus terdengar dari nafas kedua tanda mimpi telah merengkuh keduanya ke dalam dunia nirwana yang tak berujung.
tengah malam jam menunjukkan pukul tiga dini hari Diana menggeliat perlahan membuka kelopak mata nya.Diana bangun dari tidur nya perlahan dia melepaskan tangan kekar suami nya yang melingkar di perut nya dengan perlahan agar suami itu tidak terbangun.
__ADS_1
Diana turun dari ranjang, lalu mengambil pakaian nya yang berserakan di lantai karena perbuatan Adrian melempar pakaian nya ke sembarang arah.setelah Dirinya sudah berpakaian, Diana berjalan menuju arah pintu keluar.Diana merasakan perut nya lapar.kini yang di tuju nya adalah dapur pelan-pelan Diana membuka pintu kamar nya agar tidak berisik agar Adrian tidak terbangun.Diana tidak tega membangunkan suaminya yang tertidur Sangat lelap setelah bercinta.
Diana menapaki anak tangga turun ke bawah nampak kondisi ruangan semua nya dalam keadaan remang karena hanya lampu kecil di setiap sudut ruangan itu yang menjadi penerang.Diana tiba di dapur menyala kan saklar lampu yang ada di dapur tersebut. lalu membuka lemari pendingin melihat apa yang bisa dia olah menjadi makanan.
"aku bikin nasi goreng ajah kali ya, yang praktis"gumam Diana sembari memilih bahan untuk bikin nasi goreng.
"sudah, pake ini saja cukup" gumam Diana sudah ada sosis sayur sawi di tangan nya dan dia pun menutup pintu lemari pendingin itu dan ketika dia hendak berbalik badan..
"Ana?"
mata Diana melebar melihat Reno sudah berdiri di belakang nya.
Aaffpp...Diana kaget dan berteriak tapi sebelum teriakan bisa membangun kan orang satu rumah
mulutnya di bekap oleh tangan besar milik Reno.Diana sangat kaget.langsung memukul tangan besar Reno yang membekap mulutnya dengan sayuran yang dia pegang.karena kedua tangannya penuh.sadar Reno membekap mulut Diana dengan cepat Reno melepaskan tangan nya dari mulut Diana.
nafas Diana tersengal sengal berusaha menghirup udara sebanyak mungkin.menatap tajam ke arah Reno.
"ngapain kamu di sini?!" tanya Diana ketus.
"haus, aku mau ambil air minum" jawab Reno
"oh" sahut Diana ber,oh lalu berjalan ke arah pantry dapur untuk membikin nasi goreng.mengacuhkan Reno.
"kamu mau ngapain?" tanya Reno melihat Diana sibuk meracik bahan
"aku lapar, mau bikin nasi goreng"ucap Diana datar.
Reno memilih duduk di kursi barstrol yang ada di dapur itu memperhatikan Diana dengan tatapan mendamba.tak sadar pria itu menarik sudut bibirnya.
__ADS_1
"aku boleh minta nanti nasi goreng mu Ana?"
Diana menoleh ke belakang di lihat nya Reno masih ada di dapur duduk di dekat barstrol.
"ngapain kamu di situ? bukan nya kamu cuma ngambil air minum?" Diana tidak menjawab ucapan Reno tadi tapi Diana malah bertanya.
Reno tertawa kecil mendengar ucapan Diana.dalam hati nya pasti lah Diana tidak akan bersedia memberikan nasi goreng buatannya pada dirinya Dia hanya berbasa basi saja.
"kenapa? emang nya ada larangan aku duduk di sini? nggak kan?"
Diana terdiam.dia jadi serba salah dengan kehadiran Reno di dapur dia khawatir kalau Adrian bangun dan turun mencari nya.dan melihat Reno yang juga ada di dapur.
*mudah-mudahan Adrian tidak bangun*batin Diana berharap.
lalu dengan mengacu kan Reno Diana tetap membuat nasi goreng dia mempercepat gerakan nya agar cepat selesai dia tidak mau Adrian sampai bangun dari tidur nya dan mencari dirinya.
karena terburu-buru hingga Diana tidak memperhatikan kondisi nya dan.. Aww!!" jerit nya tangan nya tekena wajan panas.
melihat itu Reno sangat terkejut lalu dengan cepat pria itu mendekati Diana dan spontan meraih tangan Diana kemudian memasukan jari telunjuk DIana ke dalam mulut nya.
membuat mata Diana membola saking terkejutnya dengan perlakuan Reno itu.
"Re_Reno..apa yang kamu lakukan?!"
dengan cepat Diana menarik jari nya yang berada di dalam mulut Reno.
*
...to be continued.....
__ADS_1