
Reno berjalan menuruni anak tangga, menuju lantai bawah setelah pulang dari mal pria itu langsung ke kamar nya untuk membersihkan tubuh nya, tampak pria itu menenteng sebuah laptop di tangan nya. berjalan menuju arah dapur.
melihat ada bi ipah di dapur wanita berusia empat puluh lima tahun yang sudah bekerja di rumah nya selama Dua puluh tahun.
"kemana bi Surti bi ipah?" tanya Reno langsung bi ipah menoleh ke arah Reno.
"oh,bi Surti sedang di halaman belakang tuan lagi ngurusin laundry" terang bi ipah.
"oh begitu,ya sudah. bi ipah, tolong buatkan aku kopi hitam tanpa gula ya, bawa ke teras samping kamu tahu kan takaran kopi buat aku bi?"pinta Reno karena biasa nya memang yang membuat kan kopi untuk nya hanya bi Surti yang tahu selera dan takaran kopi untuk Reno.
"baik tuan, nanti bibi anter kopi nya"jawab bi ipah.
"duh, gimana nih, aku nggak tahu takaran kopi buat tuan Reno" gumam bi ipah bingung akhirnya wanita itu bergegas menuju halaman belakang rumah besar itu untuk menemui bi Surti.
Reno berjalan ke arah teras samping rumah nya ada sebuah gazebo serta kolam ikan yang lumayan besar berisikan lima ikan koi. gemericik air terdengar dari kolam ikan itu menambah suasana di teras tersebut menjadi lebih nyaman.
Reno tersenyum melihat Aniara yang sedang duduk di sebuah sofa panjang yang terbuat dari rotan mata gadis itu terpejam kedua telinga nya tertutup oleh sebuah benda bulat yang bernama earphone .
"ada mainan rupanya,seru nih"gumam Reno tersenyum miring melihat Aniara yang tidak menyadari kedatangan nya.
pria itu berjalan perlahan mendekati di mana Aniara berada.
Reno meletakkan laptop nya perlahan di atas meja kecil yang ada di samping Aniara agar tidak menimbulkan suara.
sesaat Reno memandangi wajah Aniara lekat.pria itu tersenyum tipis.
"wajah ini, wajah kekasih ku yang ada di wajah mu Aniara,ya Tuhan kenapa harus ada dua wajah yang sama, apa aku harus senang atau bagaimana" gumam Reno yang tentu saja tidak akan di dengar oleh Aniara yang sedang memejamkan matanya dengan kedua telinga nya tertutup benda bulat.gadis itu sesekali tersenyum tipis sambil menggoyangkan kepalanya pelan mengikuti irama musik yang sedang dia dengar melalui earphone yang menempel di kedua telinga nya.
Reno yang merasa gemas melihat Aniara.pria itu mendekatkan wajahnya ke wajah Aniara hingga hembusan nafasnya pasti Terasa menerpa kulit halus Aniara dan memang sengaja Reno lakukan. dia menahan tubuh nya dengan satu tangan nya berpegang di atas kepala sofa tempat Aniara berada.
"cantik" ucap Reno pelan melihat dari dekat wajah Aniara dan kini tatapan mata nya turun ke bibir Aniara yang merah merekah dengan sedikit terbelah di bagian bibir bawahnya.sungguh menggoda siapapun pria yang melihat nya.
mungkin ini yang menjadi perbedaan antara Diana dan Aniara
terletak dari bentuk bibir nya.
Reno dengan susah payah menelan saliva nya.air liur nya seolah menjadi banyak sehingga dia harus menelan saliva nya berkali-kali.
__ADS_1
"sial, bibir nya sangat menggoda" rutuk Reno yang terus saja menatap ke arah bibir Aniara.
merasa ada hembusan hangat menerpa kulit nya gadis itu perlahan membuka kelopak matanya dan betapa kagetnya gadis itu membulatkan matanya karena melihat wajah Reno sangat dekat dengan wajah nya malah hidung mancung Reno hampir menyentuh pipi nya.
"kamu?! sedang apa kau ha?!"
saking terkejutnya Aniara menegakkan tubuhnya dari rebah nya karena posisi wajah Reno yang masih dekat dengan wajah nya dan akhirnya.
Auww!!
teriak mereka bersamaan karena kepala mereka saling beradu kontan saja kedua nya saling meringis dan memegangi dahi nya masing-masing.
"Astaga Aniara.. kepala mu seperti batu saja, keras sekali. kepala ku sampai pusing begini" keluh Reno jujur.
"nggak usah protes! aku juga sama sakit! kepala mu keras seperti kepala banteng!" keluh Aniara tak terima di salah kan sembari mengusap usap kepala nya yang sakit karena beradu dengan kepala Reno.
pria itu terkekeh geli mendengar ucapan Aniara.
"kenapa tertawa kamu?! ada yang lucu?!" ucap Aniara ketus heran melihat Reno malah tertawa.
"issh,pernah!" jawab Aniara asal
Reno melebar kan matanya merespon ucapan Aniara.
"oh, ya? wow, kapan?"
"tadi!"
Reno terdiam sesaat mencerna ucapan Aniara dan...
Hahaha.. oh ya? aku maksud mu?" balas Reno menunjuk pada dirinya sendiri.
Aniara hanya memalingkan wajahnya menahan senyumnya karena tidak mau Reno melihat dia tersenyum karena ucapan nya yang konyol tadi.
setelah sudah bisa mengendalikan dirinya Aniara menghela nafasnya dan kembali menatap Reno.
"iya kamu banteng nya" timpal Aniara lagi.
__ADS_1
"kamu ini ya, mau tahu kalau di seruduk banteng beneran ga?"
"apa?" sahut Aniara malah nggak ngerti dengan ucapan Reno yang absurd.
kemudian Reno sedikit menegakkan tubuhnya dan membungkuk kan badannya mendekatkan wajahnya ke arah Aniara.
"mau apa kamu?" ucap Aniara was was karena gerakan Reno yang sangat dekat dengan wajah nya gadis itu memundurkan tubuhnya.
"mau kasih tau kamu, bagaimana kalau banteng menyeruduk kamu" ucap Reno setengah berbisik pada Aniara.Reno terus mendekatkan wajahnya ke arah wajah Aniara.
melihat seperti itu, Aniara langsung menurunkan kaki nya hendak beranjak dari sofa tersebut tapi Reno bergerak cepat.tangannya langsung meraih pinggang ramping Aniara dan menarik tubuh gadis itu hingga merapat pada Tubuh kekar nya.
"Re_Reno, mau apa kamu awas ya jangan kurang ajar kamu" ucap Aniara gugup lalu kedua tangannya di lipat di depan dada Reno untuk menahan tubuh pria itu agar tidak lebih merapat ke dirinya.kini tinggal beberapa centi lagi jarak kedua nya.
Reno diam sesaat memandangi wajah Aniara sangat intens.
"astaga Aniara wajah mu membuat aku gila" ucap Reno lirih.
Aniara tersenyum miring mendengar ucapan Reno.
"hh! kasian kamu Reno, kamu masih terbelenggu oleh cinta mu pada kakak ku, sebegitu sulit kah kamu melupakan cinta mu pada kembaran ku ha?!" cibir Aniara
Reno diam wajah nya datar tanpa ekspresi tidak ada respon dari ucapan Aniara.
tanpa di duga Reno langsung menarik tengkuk leher Aniara dan menyambar bibir merah milik Aniara yang sedari tadi membuat dirinya penasaran.betapa kaget nya Aniara yang tiba-tiba Reno mencium bibir nya.
"Re_Re..no" protes Aniara terbata karena bibir nya yang di bungkam oleh Reno dengan bibir tipis pria itu.
Aniara merapat kan bibinya sehingga Reno kesulitan menyesap bibir Aniara.tangan Aniara yang tidak diam mencoba mendorong tubuh tegap Reno tapi dengan sigap kedua tangan mungil itu langsung di cekal oleh satu tangan besar milik Reno sehingga gadis itu tak bisa berkutik lagi.
tak habis akal, Reno mencubit tengkuk leher Aniara hingga gadis itu mengaduh dan tentu saja bibir gadis itu akhirnya terbuka, dengan cepat Reno melesak kan lidah nya ke dalam rongga mulut Aniara untuk menyesap Lida milik Aniara dan terus memperdalam ciuman nya hingga lenguhan lolos dari mulut Aniara dan itu membuat Reno Tersenyum puas.
melihat Aniara sudah gelagapan seperti susah bernafas,Reno menyudahi aksi nya.
*
to be continued..
__ADS_1