Namaku Diana

Namaku Diana
Mawar putih.


__ADS_3

pria tampan bertubuh tegap itu menyenderkan tubuhnya di kursi mobil nya, nafasnya memburu.


"apa kamu harus begini terus bro? jangan jadi pengecut" ucap Jhon entengnya hingga mendapatkan tatapan nyalang dari Reno ke arah nya.


"apa maksud mu aku pengecut ha!?


apa kamu sudah bosan hidup Jhon?!"


"iya, kamu pengecut!" kembali Jhon mengulang ucapan nya tanpa beban.


"JHONATAN!! geram Reno, pria itu meradang merasa di kecilkan oleh Jhon.


"sebagai pria kamu harus bisa menerima kenyataan hidup! bagaimana nanti bila kamu di kecewa kan lagi, harus berapa lama lagi kamu bangkit dari kekecewaan? berapa banyak yang akan yang membuat mu kecewa? apa selama nya kamu harus tenggelamnya dalam keterpurukan?


ayolah, bro.. jatuh itu sakit, kadang membuat mu terluka, tapi apa kamu harus memandangi luka mu itu? sampai kau lupa untuk bergerak maju!"


"dengan nada yang tenang Jhon bicara panjang lebar dengan penuh penekanan pada setiap kata kata nya.tanpa menoleh ke arah Reno, tatapan nya hanya lurus ke depan jalan.


Reno terdiam sesaat mendengar ucapan sahabat nya yang kelihatan tenang,tapi mampu masuk ke hati nya.


Jhon melirik sekilas ke arah Reno, tersenyum tipis.melihat Reno mulai agak tenang,


"well,kita balik ke apartemen atau ke kantor?"


"apartemen! Aku ingin mendinginkan otak ku!"


"jangan terlalu lama mendinginkan nya...nanti malah beku dan tak bisa berpikir lagi"


Reno melirik tajam ke arah Jhon


"apa bonus mu tahun ini ingin hilang Jhon?"


"waith! NO!"


"shut up, and do it, know!!"


tanpa banyak omong lagi, Jhon langsung menginjak pedal gas mobil lebih dalam. Reno menyeringai melirik sekilas sahabatnya itu.


di kediaman keluarga Abimanyu.


Eva sedang ada di halaman luas yang di tanam beberapa macam bunga kesukaan nya seperti, mawar putih, lavender, dan Anggrek bulan.memenuhi halaman samping rumah nya, tumbuh dengan baik dan subur.Eva yang menanam dan merawat semua bunga bunga kesukaan nya itu, tanpa membiarkan orang lain menyentuh nya selain dirinya.termasuk Donita anak perempuan nya.seperti itu awalnya saking sayangnya dengan tanaman yang punya pesona itu.tapi sekarang...dua orang wanita berbeda usia sedang asyik nongkrong di antara tanaman bunga bunga itu sambil sesekali membuang daun daun yang telah layu dan sedikit menguning.

__ADS_1


"Bunga nya cantik cantik sekali mam"


ucap Diana mengagumi keindahan bunga bunga milik Eva.dan sesekali mendekatkan wajahnya lalu menghirup aroma wangi bunga tersebut.


Eva tersenyum melihat Diana menyukai bunga bunga milik nya.


"apa kamu suka Ana?"


"iya aku suka banget mam, apa lagi bunga mawar putih, aku sangat tergila gila dengan bunga ini"


jemari lentik Diana meraba setiap kelopak bunga mawar putih itu dengan lembut.


"kamu mau?"


"apa boleh?" ucap Diana cepat


"tentu boleh, kalau kamu sangat menyukai bunga itu" Eva memberikan salah satu bunga kesayangan nya pada Diana, karena Eva melihat cinta ketika Diana menatap keindahan bunga mawar putih itu.lalu wanita paruh baya itu berdiri hendak mendekati Diana yang berada di bagian bunga mawar putih.karena jarak mereka yang lumayan berjauhan


ketika eva hendak melangkah


drrtt.


dahi Eva mengerut mata nya membola melihat isi pesan yang berupa sebuah foto seorang gadis yang wajah nya mirip sekali dengan mantunya.jantung nya berdebar.


"Aniara"gumamnya


melihat expresi wajah mamah mertua nya nampak Janggal,Diana berdiri lalu berjalan mendekati Eva yang masih diam mematung masih menatap layar ponselnya.


"mam?" sapa Diana sudah berdiri di depan Eva. Diana tambah heran ketika Eva menatap lekat wajah nya.tanpa bicara,Eva menyodorkan ponsel nya pada Diana, memperlihatkan isi pesan yang di kirim Jhon pada Eva.


tentang Jhon.


Jhon adalah sahabat Reno sekaligus anak yang hutang budi dengan keluarga Abimanyu, Jhon sedari berumur 12 tahun sudah di biayai hidup nya dan di sekolah kan hingga ke jenjang kuliah.papahnya Markus pegawai setia yang mengabdikan diri nya pada perusahaan Abimanyu yang ada di Australi Rudi menyukai cara kerja Markus yang sangat kompeten. maka tak heran Jhon mengabdikan dirinya pada keluarga Abimanyu dan cara kerja nya Jhon pun sama seperti Markus pintar dan kompeten..apa lagi dengan Eva,dia sudah menganggap Eva seperti mamahnya sendiri, semenjak ibu kandung nya meninggal karena kecelakaan tunggal, ketika Jhon berumur sebelas tahun.


mata Diana membola melihat sebuah foto yang ada di layar ponsel Eva.foto seorang wanita cantik yang mirip dengan wajah nya.Diana.


"ini,si_siapa mam? aku tahu ini bukan aku,tapi... ini seperti wajah ku" ucap Diana pelan dan merasa heran.


Eva tersenyum tipis


"dia Aniara, kembaran mu yang hilang terpisah dengan mu ketika berumur satu tahun di kota Melbourne.ketika keluarga mu berkunjung ke Australi untuk menghadiri acara peresmian perusahaan papah Rudi yang di sana.

__ADS_1


saat itu, setelah menghadiri peresmian perusahaan BLUE SKY. yang ada di melbourne.mereka mengunjungi sebuah taman botani dengan segala kesejukan dan keindahan nya yang berada di kota sydney.saat itu ada keributan yang menyita perhatian pengunjung di taman itu, termasuk kedua orang tua mu, hingga tidak menyadari kalau salah satu di antara kalian menghilang dari stroller.dan kejadian itu semua terjadi begitu cepat, sampai sampai Ayu,mamah mu pingsan di tempat.derita Nya karena kehilangan salah satu putri kembar nya membuat dirinya sempat mendapat kan terapi khusus karena jiwa nya terguncang"


"tapi, dari mana mamah tahu kalau wanita yang ada di ponsel ini adalah Anaira?"


Eva mengambil kembali ponselnya dari tangan Diana.lalu dia men, zoom foto wanita cantik itu.lalu mendekatkan ponselnya pada Diana agar bisa melihat nya bersama.


"kamu lihat di pipi kanannya,ada sebuah tanda kecil seperti tahi lalat, kecil tapi tegas.berbentuk seperti hati.dengan tanda ini, aku yakin dia itu Aniara kakak kembaran mu Ana"


Diana diam masih tidak percaya kalau dirinya punya saudara kembar.


"apa mamah ayu sudah tahu?"


"ya,mamah tadi langsung mengirim gambar foto ini pada Ayu, pasti dia sudah menebak nya yakin kalau itu putri kembar nya.


"dapat dari mana foto ini? dan ada di mana dia?"


"Dari jhon, sekarang ini dia berada di Melbourne, bersama Reno"


"Reno" ucap Diana pelan.


"iya, dan kebetulan nya lagi gadis itu menjalin kerjasama dengan perusahaan kami yang di Australi yang di pimpin Reno"


"jadi Reno di sana untuk memimpin perusahaan keluarga yang lain nya"


"sekaligus agar bisa move on dari mu sayang" sambung Eva menatap sendu wajah cantik menantunya, yang di perebutkan oleh kedua anak lelaki nya.


"maafkan aku mam"


Eva tersenyum, lalu kedua tangan nya menggenggam kedua bahu Diana dan memandangi wajah Diana.


"hei, ini bukan salah mu sayang.. karena kita tidak tahu kapan cinta itu hadir dalam diri kita, dan mengendalikan semua, ini bukan salah mu..tapi takdir lah yang bicara"


Diana mengangguk pelan mencoba menampilkan senyum di wajah nya.


"maka itu, jagalah apa yang sudah kamu miliki dengan segenap hati mu, jangan kamu ragukan cinta yang di miliki oleh Adrian, andaikan ada masalah atau badai yang menerpa rumah tangga mu, dalam keadaan apapun, jangan kamu tinggalkan Adrian paham?! karena cinta itu bukan sekedar suka, tapi cinta itu adalah kepercayaan dan kesetiaan"


"


"


To be continued.

__ADS_1


__ADS_2