Namaku Diana

Namaku Diana
Melanjutkan hidup (tamat)


__ADS_3

Adrian yang saat ini tidak mau berdebat dengan Reno akhirnya menyetujui keinginan Reno untuk mengantar Adrian ke rumah sakit membawa Diana yang sedang mengalami kontraksi.


mobil yang membawa Adrian dan Diana serta Reno melaju keluar dari halaman rumah Abimanyu yang di ikuti oleh Mobil yang membawa Eva dan bi surti yang di antar oleh supir.


Lima belas menit kemudian Reno sudah sampai di rumah sakit bunda kasih rumah sakit terdekat dari kediaman Abimanyu dan terbesar di kota nya.Adrian membopongnya tubuh Diana membawa nya ke dalam rumah sakit yang langsung di Songsong oleh dua orang perawat pria dan wanita yang membawa kursi roda dengan hati-hati Adrian mendudukan istrinya di kursi roda depan di bantu oleh kedua perawat tadi.Adrian dengan wajah panik nya mengikuti istrinya dari belakang


di bawa ke tempat ruang khusus persalinan di depan ruangan tersebut sudah ada Dokter Sasmita Dokter kandungan yang biasa menangani Diana Diana langsung di bawa masuk ke dalam ruangan tersebut.


"tuan mau masuk ke dalam mendampingi istri tuan?" tanya salah satu perawat pada Adrian.


"bo_boleh emang suster?" tanya balik Adrian ragu.


"tentu saja,malah itu lebih baik, karena suami bisa memberikan kekuatan mental dan ketenangan untuk istri anda" jelas perawat itu.


Adrian tersenyum terpaksa karena dia sendiri saat ini sangat gugup tapi berusaha setenang mungkin agar tidak ikutan panik.


"kamu dampingi istri mu kak" ucap Reno tetiba menepuk pelan pundak Adrian dan pria itu menoleh ke arah adik nya dan tersenyum tipis.


lalu kembali mengalihkan pandangannya ke perawat.


"baik lah sus, saya akan masuk ke dalam mendampingi istri saya" ucap Adrian meyakinkan diri nya.


perawat itu mengangguk dan mempersilahkan Adrian masuk ke dalam ruang persalinan.


di dalam ruangan yang penuh peralatan medis Adrian bergidik karena sebenarnya dia sangat alergi dengan rumah sakit apalagi kalau sudah melihat peralatan medis rasanya dirinya sudah lemas.tapi kali ini demi istri tercinta nya semua rasa itu dia buang jauh-jauh demi memberikan kekuatan pada istrinya yang akan berjuang mendatang kan kedua putra kembar nya ke dunia dengan perjuangan hidup dan mati.


Adrian berjalan mendekati brankar di mana istri sedang mengerang kesakitan sesaat Adrian tertegun melihat pemandangan yang ada di depan nya dan Adrian tersadar dari lamunannya karena..


"maaass....!" teriakan Diana terdengar seperti rintihan. memanggil dirinya melihat suaminya hanya diam berdiri.


"iya sayang" sahut Adrian tersadar kemudian dengan cepat menghampiri dan langsung menggenggam tangan Istrinya dengan erat seraya mengelus rambut istri nya.


"Maas..AAA..." jerit Diana.


Adrian sangat panik dan sedih melihat istrinya yang kesakitan


"iya sayang,mas di sini..ayo lebih kuat lagi ya" Adrian mencoba memberikan kekuatan pada istrinya walaupun sebenarnya dia merasa ngilu melihat Istrinya kesakitan dan berdarah.tapi sebagai lelaki dan suami, Adrian berusaha menguatkan hati dan dirinya dia tidak mau terlihat lemah.


"iya,ayo bu,dorong terus,ya.. lebih kuat bu ayo,tuh kepala bayi nya sudah kelihatan" Dokter Sasmita yang berdiri di Antara paha Diana yang terbuka lebar terus menuntun Diana.

__ADS_1


Huu..huufft..


nafas Diana putus putus dan terus mengeran, mendorong bayi nya agar keluar dan...


OEE, OEE... suara bayi pertama keluar dari rahim Diana dengan selamat suara tangisnya menggema di seluruh ruangan tersebut dengan sigap Dokter Sasmita dan para tiga orang asisten nya membersihkan bayi itu dari darah dan lendir


Adrian terlihat haru melihat bayi pertama nya sudah berhasil keluar dari rahim istri nya.tak terasa sebulir air mata menetes dari sudut mata tajam nya air mata bahagia dan haru


"ayo bu, masih ada satu lagi terus dorong lagi"


Diana mengikuti perintah Dokter Sasmita terus mendorong kuat tak kala sakit dan mulas mulai dia rasakan lagi selang beberapa menit kemudian..


bayi kedua Adrian dan Diana berhasil terlahir ke dunia dengan selamat dengan penuh perjuangan.


Diana langsung terkulai lemas dan memejamkan matanya seakan diri nya tak bertulang, seakan nyawa nya lepas dari raga nya.tiada daya dan upaya sudah.


Adrian yang sangat bahagia dengan kelahiran kedua putra kembar nya menangis haru dia terus mengecupi wajah istrinya tak henti-hentinya


"terima kasih sayang, terima kasih.. kamu telah berjuang untuk melahirkan anak ku dari rahim mu"


"anak kita mas, bukan anak mu" ucap Diana dengan suara lemah masih dengan mata yang masih terpejam dan nafas putus-putus membenarkan ucapan suaminya tidak terima.


"iya, anak kita terima kasih sayang" ucap Adrian lagi mengecup kening istrinya dengan penuh sayang.kemudian Adrian menyeka keringat yang membanjiri wajah cantik istri nya membenarkan rambut istri nya yang berantakan hingga ada yang menutupi wajah istrinya.


"permisi ya pak, istri nya mau kami bersihkan dulu" ucap kedua perawat wanita sengaja Adrian memang menginginkan semua yang menangani istrinya semua nya wanita.Adrian tidak ingin ada lelaki satu pun yang menangani istrinya dia tidak mau sampai istri nya dilihat apalagi di sentuh oleh tenaga medis lelaki.Adrian pun menyingkir dari Diana memberikan ruang untuk perawat itu membersihkan tubuh istrinya sebelum masuk ke ruang perawatan.sedangkan kedua bayi kembar nya sudah di bawa ke ruangan bayi untuk di incubator agar suhu badan nya tetap normal dan terjaga untuk satu hari ini.


"mas"


"apa sayang"


"mana anak kita"


"di ruang khusus sayang"


"aku mau lihat" rengek Diana.


"nanti, kalau kamu sudah di ruang perawatan ya" ucap Adrian lembut


Diana mengangguk pelan

__ADS_1


"aku keluar dulu ya sayang, di luar pasti yang lain sedang khawatir menunggu"


"iya mas"


sebelum keluar Adrian kembali mengecup kening istrinya dengan penuh cinta.lalu melangkah ke luar ruang persalinan meninggalkan Diana yang masih di tangani Dokter Sasmita.


di luar Ruangan sudah hadir mamah Eva, surti dan Reno keluarga Diana di Surabaya sudah di kabari dan mereka masih dalam perjalanan. melihat Adrian keluar dari ruang persalinan ketiga orang tersebut kompak berdiri


mamah Eva langsung mendekati Adrian dan memeluk putra sulung nya.


"selamat ya nak, anak mu sudah lahir" ucap Eva melepaskan pelukannya matanya berkaca-kaca.


"selamat ya bro! sudah menjadi seorang papah" ucap Reno tulus yang juga mendekati Adrian dan memberikan pelukan pada Adrian walaupun sebentar.


Adrian tersenyum menatap Reno.


"terima kasih" ucap Adrian menjawab Reno.


pada akhirnya hanya cinta dan perjuangan yang tulus dan suci yang meraih kemenangan cinta hingga berbuah manis.


penantian Adrian selama empat tahun untuk bisa mendapatkan cinta seorang Diana pada akhirnya dia mendapatkan cinta wanita itu seutuhnya dan begitu sempurna setelah kehadiran kedua putra kembar nya yang di beri nama yang pertama Haidar Faruq Abimanyu dan Haizar fathar Abimanyu.


dan sekali lagi Reno harus mengubur dalam-dalam Kisahnya dengan seorang Diana yang sudah bahagia bersama kakak nya Adrian.


sebuah kesalahan yang tidak akan dia lupakan yang membuat diri nya mati rasa walaupun dia sudah berusaha mencoba menggali rasa dengan mencoba memulai hubungan dengan seorang wanita yang wajah yang serupa berpikir akan bisa mengobati kerinduan diri nya dengan mantan kekasih nya tapi kenyataannya itu tidak berhasil karena ternyata malah itu menyakiti hati masing-masing.yang akhirnya mereka memutuskan mengakhiri hubungan itu.


Adrian yang bahagia dengan babak baru dalam rumah tangga nya dengan status nya yang baru sebagai orang tua.


sedangkan Reno harus terus berjalan melanjutkan hidup walaupun demikian mati rasa.entah siapa yang bisa menghidupkan kembali rasa hati dalam dirinya.


yang jelas sekarang dia harus melanjutkan hidup dan menata kembali hati nya.


...*TAMAT*...


terima kasih untuk para reader yang sudah setia mengikuti cerita ini


sampai ketemu dengan kisah berikut nya.


🥰🥰♥️🙏

__ADS_1


__ADS_2