Namaku Diana

Namaku Diana
Adrian junior.


__ADS_3

tak lama kemudian, Adrian keluar dari kamar mandi.dengan handuk yang melilit di pinggang nya memperlihatkan otot perutnya dengan empat kotak tercetak kokoh,bahu, serta otot bisep yang terbentuk sempurna dan rambut yang masih basah. pemandangan yang bikin Diana berdebar setiap pagi.


Adrian hanya mengulum senyum nya melihat sang istri selalu tersipu bila melihat penampilan diri nya seperti ini.sadar sedang di tatap Balik oleh suaminya.Diana yang sedang duduk di sofa sambil memainkan ponselnya memalingkan wajahnya karena malu.


kemudian Adrian mengambil pakaian nya yang sudah di siapkan oleh istrinya yang di letakkan di pinggir ranjang.setelah berpakaian rapi dia menghampiri Diana dan duduk di sofa di samping istrinya.pandangan Adrian terpaku pada satu buah koper kecil berwarna merah, sudah berdiri tegak di dekat meja rias.


"seperti nya kamu sudah siap siap sayang"


"hm? apa mas?"


"CK_kamu ini terlalu fokus dengan ponsel mu" Adrian mengambil ponsel yang di pegang oleh istri nya, karena sedari tadi Diana hanya fokus dengan benda pipih itu.sampai sampai tidak mendengar ucapan Adrian.


"eh,mas, sini ponsel ku..aku sedang berbalas pesan dengan mamah ayu" protes Diana berusaha merebut kembali ponselnya yang di pegang oleh suaminya.


"oh, maaf..kirain kamu lagi liat yang aneh aneh di ponsel mu" ucap Adrian jadi tidak enak hati, lalu mengembalikan ponsel istrinya.


"mas tadi ngomong apa emangnya?"


sadar mengabaikan ucapan suami nya, Diana kembali memberikan ponselnya agar Adrian melihatnya


"nih lihat" Diana memperlihatkan riwayat percakapan nya dengan mamah ayu di ponselnya pada Adrian.


"iya,iya" ucap Adrian. Diana tersenyum melihat wajah salting suaminya.lalu Adrian bangun dari duduknya kedua tangannya meraih kedua bahu Diana agar berdiri.


"kalau begitu kita turun kebawah untuk sarapan dulu sebelum berangkat" ajak Adrian, yang di turuti oleh Diana.tapi ketika baru saja melangkah Diana tiba tiba saja kembali merasakan perut nya bergejolak, terasa mual mau muntah,dia pun langsung berlari menuju kamar mandi, dan masuk ke dalam nya.wajah Adrian kembali panik, melihat istrinya lari masuk ke dalam kamar mandi dan kembali muntah muntah.dengan langkah lebar nya Adrian menyusul masuk ke dalam kamar mandi.dengan tatapan khawatir Adrian langsung menghampiri Diana yang sedang jongkok di depan closet mengeluarkan isi muntahan nya.


"ya Tuhan sayang, lebih baik kita ke Dokter saja, kalau begini keadaan mu.. ucap Adrian lembut, sambil satu tangan mengusap usap lembut punggung Diana.


"tidak usah mas, nanti juga enakan" tolak Diana.


"nggak, kamu harus ke dokter dulu untuk di periksa lambung mu,kita mau ke Surabaya, perjalanan yang cukup jauh aku nggak mau ada apa apa di jalan dengan diri mu"


lalu di rasa sudah selesai, Adrian memapah istrinya keluar dari kamar mandi.berjalan ke arah ranjang dan membaringkan tubuh istrinya, perlahan, lalu menarik selimut untuk menutupi tubuh istrinya.


"rebahan lah dulu,mas mau telpon Dokter Daniel dulu ya?" pinta Adrian yang kemudian pria itu mengeluarkan ponselnya dari saku celana nya, sambil berjalan ke arah balkon kamar

__ADS_1


untuk menelpon Daniel, Dokter pribadi keluarga Abimanyu.


35 menit kemudian.suara deru mesin mobil memasuki halaman rumah mewah itu.seorang lelaki yang kira kira umurnya sama dengan Adrian, berjas putih membawa tas hitam yang di jinjing di tangan nya bewarna hitam.turun dari mobil itu.masuk ke dalam rumah Keluarga Abimanyu.


kedatangan Dokter muda itu membuat kaget eva dan Donita serta Rudi yang sedang ada di ruang tengah yang sedang asyik menonton acara berita di televisi.Eva berdiri dari duduknya menyambut tamu ber jas putih itu yang datang pagi pagi sekali.


"selamat pagi semua nya" sapa Daniel dengan senyum ramah nya.


"pagi Dokter, apa ada yang memanggil mu di pagi hari begini Daniel?" tanya Eva dengan wajah penasaran nya.


"iya, Adrian telah mengganggu sarapan pagi ku nyonya" ucap Daniel pura pura mengeluh.


"benarkah? apa Adrian sakit? oh ya Tuhan" ucap Eva dengan wajah paniknya.


"bukan Adrian,tapi istri nya" mendengar jawaban Daniel,Eva tambah panik, begitu juga Rudi dan Donita langsung berdiri.


"sakit apa Diana?"


"nanti kita akan tahu, baik lah kalau begitu aku akan ke kamar mereka untuk memeriksa kondisi istri Adrian"


dan setelah Adrian mengizinkan, mereka masuk,Eva membuka pintu kamar Adrian dan masuk ke dalam nya.


tampak Diana berbaring lemah di ranjang dengan selimut tebal menyelimuti tubuh nya. Eva melangkah cepat mendekati Diana


"sayang kamu kenapa hm? kenapa nggak bilang mamah kalau kamu sakit" tanya Eva tangannya membelai lembut rambut Diana.


"permisi nyonya" ucap Daniel meminta Eva untuk menjauh dari Diana, karena dia akan memeriksa kondisi Diana.dalam tatapan khawatir ketiga orang yang ada di dalam kamar itu, Diana di periksa kondisi nya oleh Daniel. tak lama Daniel berdiri dan tersenyum menatap Adrian.


"apa sakit istri ku Daniel?" tanya Adrian heran karena melihat Daniel tersenyum pada nya.


Daniel mengulurkan satu tangan nya pada Adrian untuk mengajak bersalaman.Adrian dengan ragu membalas uluran tangan Daniel untuk bersalaman, walaupun raut wajah nya masih mode bingung.


"selamat Adrian, istri mu sedang hamil, untuk lebih jelasnya kamu bisa bawa istri mu ke rumah sakit untuk di periksa secara keseluruhan oleh Dokter kandungan" ucap Daniel dengan senyum khasnya.


Eva, Donita, terutama Adrian kaget sekaligus senang mendengar kabar bahagia yang di sampaikan oleh Daniel.

__ADS_1


"benarkah?" ucap Adrian dengan mata berbinar.Daniel hanya mengangguk menjawab pertanyaan Adrian lalu menepuk pundak Adrian.


"baik lah kalau begitu aku permisi dulu, sekali lagi selamat atas kehamilan istri mu yang pertama bro"


Dokter muda itu pun berlalu dari kamar Adrian.


lalu dengan cepat Adrian mendekati istrinya duduk di sisi Diana yang duduk menyender di headboard ranjang, wajah nya terlihat pucat.tapi senyuman manis terulas di wajah cantik nya.kedua tangan Adrian meraih kedua tangan Diana kemudian di kecupi berulang kedua tangan Diana dengan tatapan cinta.


"kamu hamil sayang, kamu hamil anak kita yang pertama, akhirnya aku berhasil membuat Adrian junior di dalam rahim mu ini" ucap Adrian penuh kebahagiaan lalu tangan nya turun ke perut Diana yang masih rata.


Diana tersenyum menatap haru Adrian.


"iya anak kita yang pertama mas" jawab Diana pelan.


khemm! suara deheman Donita yang sedari tadi berdiri di belakang mereka men,cut adegan mesra pasutri itu.


Diana pun tersadar, dari adegan drama nya dengan Adrian, tersenyum malu.karena mengabaikan kedua wanita yang berarti dalam kehidupan suami nya selain dirinya.


sedangkan Adrian sikap nya tetap tak berubah, tidak merasa terusik dengan protes Donita.tetap berlaku mesra pada istri nya walaupun ada Eva dan Donita.Eva hanya menggeleng kan kepalanya pelan melihat ke bahagian putranya sulungnya dengan kehamilan istri nya.


"minggir! sekarang mamah yang ingin bicara dengan istri mu"


Eva mendekati Diana dan menggeser tubuh Adrian yang duduk di sisi Diana.dan kini Eva yang duduk di sisi Diana di tepi ranjang.Adrian hanya berdecak, karena Mamah nya menggeser dirinya dari sisi istrinya.


"


"


***To be continued.


hai, mom's and sister..


suka dengan cerita ini?


jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya..

__ADS_1


😊😉***


__ADS_2