
Reno memang sudah memutuskan hubungan nya dengan Jessica setelah dia mengetahui bagaimana asli dari kelakuan Jessica yang sering melakukan one night stand dengan banyak orang penting atau pejabat, banyak di antara mereka di jebak oleh Jessica.termasuk Reno yang masuk dalam jebakan Jessica. tapi sialnya Jessica ingin hubungan nya berlanjut dengan dirinya hingga bertunangan yang akhirnya Reno harus melepaskan Diana gadis yang dia cintai selama 2 tahun nyatanya hubungan itu hancur begitu saja karena pertaruhan gengsi dan ambisi Reno dalam karir nya sebagai salah satu pengacara handal di Indonesia.demi ambisi nya itu dia harus mengkhianati cinta nya.
"arrghh!! sial,sial!!" teriak Reno tiba tiba dia mengingat kebodohan masa lalu nya sendiri yang telah melepaskan cinta seorang Diana, sungguh penyesalan tiada akhir.
Reno menggeram, tangan nya meninju tembok hingga keluar darah segar dari buku jemari kokohnya AAARGH... kemudian di hempaskan tubuh tegap nya ke atas sofa yang ada di balkon apartemen nya.kedua tangan nya meremas kasar rambut nya tatapan mata nya nanar menembus hingar-bingar kota Melbourne.
Reno berdiri dari duduknya berjalan masuk ke dalam mengambil jakcet kulit bewarna hitam miliknya kemudian di pakai nya jacket kulit itu ke tubuh nya, mengambil kunci mobil serta dompet nya yang berada di atas meja ruang tengah apartemen nya.
"seperti nya aku harus mencari angin segar" gumam nya lalu pria tampan bermata jeli itu keluar dari apartemen mewah nya.lagi pula jam baru menunjukkan pukul 8 malam.rasanya Reno butuh penyegaran isi kepala nya.
mobil Subaru Impreza bewarna biru malam milik nya melaju menyelusuri jalan jalan kecil kota Melbourne, Reno adalah lelaki penggemar berat cofe, dan juga tak bisa lepas dari sebatang benda mengandung nikotin selalu dua kegemaran nya itu tak lepas darinya setiap hari.
banyak pria seperti dia yang lebih suka datang ke sebuah bar untuk minum wine, sampanye atau anggur terbaik.tapi tidak dengan Reno, dia lebih memilih cofe dari pada minuman beralkohol.
maka tak heran saat ini yang menjadi tujuan utama Reno adalah mendatangi sebuah rooftop cafe yang ada di tengah tengah kota Melbourne yang cukup terkenal.selain tempat nya yang menarik, racikan cofe nya yang terkenal nikmat.dari kebanyakan cafe di kota ini.
menawarkan pemandangan cakrawala di teras atap di sajikan secara apik apa lagi dengan keadaan cuaca cerah seperti ini, dengan jelas bisa melihat taburan bintang di langit.
Reno memilih tempat duduk di sudut teras cafe tersebut.dengan memesan segelas cofe hitam panas favorit nya.
dan sudah menjadi langganan tetap cafe tersebut sehingga pemilik tempat itu, sudah mengenal Reno yang selalu datang ke cafe nya.sebatang rokok di nyalakan di jepit di antara jemari nya.
tak lama seorang pramusaji membawa nampan berisi pesanan cofe panas favorit nya beserta sandwich keju tuna.Reno tersenyum melihat satu buah sandwich tuna keju yang tersaji di hadapannya.dan lagi lagi makanan yang satu ini mengingatkan dia dengan selera Diana yang sama sama menyukai makanan macam seperti ini.
*oh my God..apa aku harus merubah selera ku juga untuk melupakan semua kenangan manis bersama nya?*dalam hati Reno bicara.
dan suara sang pramusaji membuyarkan lamunan nya.
"silahkan di nikmati tuan" ucap pramusaji wanita itu tersenyum ramah pada Reno.di balas anggukkan pelan oleh Reno.kemudian pramusaji itu pun pergi.aroma kopi yang menggoda penciuman Reno,serta sandwich tuna keju yang menggugah selera.perlahan dia mengambil sandwich yang tersaji di depan nya, dimakan nya sandwich itu dengan lahap nya.hingga habis, masuk lewat tenggorokan dan bersemayam di perutnya.kemudian itu
"hmmm...Reno menghirup aroma kopi panas yang mengepul.dan tiba-tiba saja tatapan nya terpaku pada seorang gadis yang duduk di sudut teras cafe, bersebrangan dengan tempat dia berada.gadis yang sangat dia kenal baik wajah nya.
__ADS_1
"Jully?" ucap Reno pelan.melihat Jully duduk sendiri dengan laptop di atas meja yang ada di hadapannya.serta segelas minuman strawberry smooth
Reno tersenyum getir menatap Jully
"wajah yang sama, selera yang sama, namun jiwa yang berbeda"gumam nya dia pandangi sesaat wajah itu
lalu dia berdiri sambil membawa segelas kopi di tangan nya, berjalan perlahan mendekati gadis berwajah mirip mantan kekasih nya Yang asik dengan kegiatan nya.
"boleh aku duduk di sini? seperti nya bangku di sini kosong?" ucap Reno mencoba berbasa-basi.
gadis itu mendongak ke arah Reno yang berdiri menjulang.
"tuan Reno? oh, silahkan seperti yang kau lihat, bangku itu kosong" Jully mempersilakan Reno duduk di bangku tunggal yang ada di depan nya.dengan senyuman manis nya.
"terimakasih" lalu Reno duduk di bangku tunggal yang ada depan Jully dan meletakkan satu gelas kopi nya yang dia bawa tadi.dengan rokok yang masih menyala di sela jemari nya.
Jully memperhatikan gerakan Reno, hingga rokok yang menyala yang ada di antara jemari Reno.
"seperti nya kamu perokok berat" ucap Jully dengan nada sinis.
"seperti nya kamu sedang sibuk? apakah kamu biasa mengerjakan sesuatu di tempat seperti ini?"
"iya, karena aku butuh inspirasi"
jawab Jully santai.dan tanpa memperdulikan Reno yang ada di depan nya, jemari lentik nya terus bermain di atas keyboard laptop nya.
"apa aku mengganggu mu?" tanya Reno yang seperti nya Jully tetap sibuk walaupun ada kehadiran dirinya.
gadis itu tersenyum miring
"apa kamu merasa mengganggu?"
__ADS_1
bukan nya menjawab Jully balik tanya tanpa menatap Reno, karena fokus apa yang sedang dia kerjakan.Reno hanya tersenyum tipis merespon sikap Jully.
"menarik"gumam Reno.
dan tak lama Jully menutup laptopnya lalu menyandarkan tubuhnya menatap lekat wajah tampan Reno. sedangkan Reno? dia tetap tenang membalas tatapan Jully dengan kedua tangannya di lipat di dadanya.
"boleh kah aku bertanya?" Reno mencoba bertanya yang selama ini selalu bersarang di kepala nya.
"apa yang kau tanyakan?"
"apa kamu benar-benar anak dari tuan Jhonson frederic?"
Jully tersenyum tipis merespon pertanyaan Reno.
"karena aku berwajah asia? jadi kamu bertanya itu? dan jawaban benar! aku memang bukan anak kandung papah ku, papah mengadopsi aku dari panti asuhan.
*sudah aku duga*batin Reno.
"apa kamu tidak ingin mencari tahu siapa orang tua mu sebenarnya?"
tanya Reno kali ini wajah nya terlihat serius.
Jully tersenyum miring menatap Reno.
"sudah pernah aku lakukan, tapi sepertinya papah ku menutup akses untuk itu"
"maksud mu?"tanya Reno nampak makin penasaran.
"
to be continued.
__ADS_1
hai, para reader terima kasih sudah mampir ke cerita saya 😊
jangan lupa untuk like n comen nya 😊.