Namaku Diana

Namaku Diana
bab_7 terluka


__ADS_3

****


karena di rasa membosankan, akhirnya Diana mengeluarkan earphone dari dalam tas kecilnya, Dan di pasang kan di kedua telinganya


lalu di sambung kan ke ponselnya untuk mendengarkan musik untuk mengusir kebosanan nya.selama dalam perjalanan.Adrian yang sedang matanya fokus ke arah jalanan sesekali melirik gadis itu.


sebenarnya ingin sekali Adrian membuka pembicaraan untuk menepis kesunyian yang melanda mereka. berdua dan akhirnya..


Adrian menoleh ke gadis yang duduk di bangku penumpang yang berada di samping nya itu, yang tengah asyik dengan kesenangan nya sendiri Adrian merasa di cuekin, akhirnya tangan nya meraih satu earphone yang terselip di daun telinga gadis itu dengan tujuan agar gadis itu mendengar apa yang Adrian katakan.


Diana pun terkejut Adrian mengambil satu earphone yang terselip di telinga nya.


"hei, ada apa? kenapa kamu mengambil earphone ku?" Diana menatap heran ke Adrian


"kenapa kamu diam saja ?" tanya Adrian


" bukan nya kamu juga diam juga ?" Diana balik tanya tak terima.


"kamu marah?" tanya Adrian lagi.


" aku bukan marah, tapi kesel.....tau!" sungut Diana sambil merampas kembali earphone nya dari tangan Adrian, kemudian dia pasangkan kembali earphone itu di telinga nya


tiba-tiba saja Adrian menepikan mobilnya dan berhenti, melihat itu Dania menoleh ke Adrian heran .dan Adrian melepaskan seatbelt lalu memutar posisi duduk nya menghadap ke arah Diana.di tatap nya lekat wajah Diana.


" maafkan aku kalau apa yang aku lakukan membuat dirimu tersinggung" ucap Adrian lembut, kemudian tangan nya meraih sehelai rambut Diana yang terjuntai sedikit menutupi wajah gadis itu.


" mau apa kamu?" Diana membulat kan matanya melihat tangan kiri Adrian mengarah


ke wajah nya.


Adrian tersenyum tipis melihat gelagat Diana yang panik, tapi tangan nya terus bergerak menyentuh rambut diana yang terjuntai itu. alih alih menyelipkan rambut diana ke belakang telinga nya tangan kekar itu menyentuh garis rahang lembut gadis itu.


karuan saja Diana terasa seperti ada sengatan di dalam dirinya.tangannya ingin menepis tangan Adrian yang menyentuh wajah nya.


tapi dengan cepat di tahan dengan tangan Adrian yang satunya lagi.diana tambah panik.


" ma.. mau apa kamu Adrian" suara Diana bergetar.

__ADS_1


" apa kamu melupakan aku Diana? apa kamu tidak mengenal ku?" ucap Adrian dengan suaranya yang berat dengan tatapan mata nya yang gelap..


" me.. mengenal mu? apa maksud mu? aku saja baru mengenal mu beberapa Minggu yang lalu" jelas diana.


" kamu benar benar tidak ingat rupanya, sedangkan aku selalu mengingat kejadian itu" ucap Adrian.


" aku benar benar tidak mengerti dengan apa yang kamu katakan Adrian" sahut Diana gugup


kemudian Adrian mendekatkan wajahnya ke wajah gadis itu. Diana ingin mundur tapi tidak bisa karena posisi nya yang di dalam mobil menjadi terhimpit Diana hanya bisa menahan tubuh Adrian dengan kedua tangannya yang di letakkan di dada bidang pria itu.


" Adrian.... menjauh dari ku atau tidak aku benar marah kepada mu!" Diana berteriak sambil memalingkan wajahnya .


" kalau bicara tatap wajah lawan bicara mu diana" ucap Adrian lembut


" ini tidak termasuk pembicaraan" ucap diana sengit.


Adrian terkekeh mendengar kata kata Diana


" baik lah kalau begitu kita sudahi pembicaraan ini " ucap Adrian kemudian


cup


" oke kita berangkat lagi" ucap Adrian dengan enteng nya tanpa dosa. kemudian kembali menjalankan mobilnya.


sedangkan diana masih diam, dia tidak menyangka Adrian nekad mencium bibir nya, walaupun itu kecupan ringan.tapi Diana seakan merasa gadis yang baru pertama kali di cium. dadanya berdegup kencang.


" maafkan aku, aku kelepasan" ucap Adrian


"apa kamu tidak ingat kejadian 3 tahun yang lalu di perkemahan untuk ospek mahasiswa baru di daerah Bogor pada malam itu, kamu menolong seorang pria yang sedang bergairah karena pengaruh obat perangsang, dan pria itu berusaha melawan gairah sialan nya, dan kamu hampir saja menjadi pelampiasan nafsu nya. tapi itu tidak terjadi karena kamu tiba tiba saja mempunyai ide gila, menarik pria itu ke arah air terjun yang berada di dekat area perkemahan.


dan menahan pria itu di bawah hiujaman air yang mengalir dari mata air dari atas tebing.


hingga pria itu hampir kehabisan nafas karena terus keguyur air yang dingin sampai akhirnya pengaruh obat perangsang itu perlahan hilang dan pria itu terkulai lemas.


mata Diana membulat sempurna mendengar kan kata demi kata yang di ucapkan Adrian.


" apakah pria itu kamu Adrian? ya Tuhan... Diana menutup mulutnya dengan tangan nya

__ADS_1


Adrian tersenyum mengangguk pelan.


" benar pria itu aku kamu ingat sekarang Diana?" ucap Adrian sambil matanya lurus ke depan menatap jalanan .


" ya.. kenapa juga aku harus ingat kejadian waktu itu, kejadian yang sebenarnya tidak ingin aku ingat, karena itu mengerikan.baru pertama kali aku melihat orang yang sedang birahi karena obat perangsang" ucap Diana


" kok kamu bisa punya ide gila seperti itu dengan Mambawa ku kebawah air terjun?" sahut Adrian.


" alih alih sebuah sower,air terjun ada kemiripan nya dan kekuatan aliran air nya lebih besar dan ternyata efektif bukan " ucap diana santai


" tapi sejak kejadian waktu itu aku selalu mengingat dirimu Diana ucap Adrian lirih.


rasanya selama 3 tahun itu aku yang masih kuliah di Amerika , ingin rasanya buru buru pulang ke Indonesia setelah menyelesaikan study ku dan mencari diri mu"


" dan ketika aku tahu kau menjalin hubungan dengan Adikku Reno aku cukup kecewa"


Diana pun terkejut Adrian mengetahui hubungan nya dengan Reno,


" sekarang setelah kamu tau hubungan aku dan Reno berakhir kamu sengaja mendekati ku Adrian?" ucap Diana di tatap nya pria itu dengan rasa penasaran .


" benar dan aku tidak merebut dirimu dari Reno, karena saat ini kamu tidak sedang berhubungan dengan siapapun benar?" tanya Adrian tegas dengan mata nya yang masih lurus ke depan menatap jalanan.


Diana hanya diam tak menjawab pertanyaan Adrian.


" sejak kapan kamu kembali ke Indonesia?" tanya diana.


" setahun yang lalu" dan aku sudah menyukai mu pada pertama kali melihat mu pada malam itu, awal nya aku masih tak yakin apa aku rasakan tapi sekarang aku sudah yakin dengan apa yang aku rasakan ini dan itu karena dirimu Diana" ucap Adrian yakin.


"tapi aku belum bisa membuka hati ku saat ini, aku baru saja terluka Adrian.. jawab Diana lirih dan mata nya tiba-tiba terasa panas.


Adrian menoleh ke arah Diana kemudian dengan tangan kiri nya dia membelai rambut panjang Diana.


" aku tahu itu dan aku mengerti kamu sedang terluka, maka itu biarkan aku di sampingmu untuk mengobati lukamu dan membawa mu ke dunia yang baru meninggal kan dunia mu yang lama untuk itu jangan menghindar dari ku Diana" ucap Adrian dengan suara yang parau menahan gejolak di dadanya ingin rasanya dia memeluk erat gadis yang rapuh ini karena luka nya.


"


"

__ADS_1


". T B C.


__ADS_2