
lalu Rudi berjalan menghampiri putra bungsunya itu yang terduduk di sofa, baru kali ini selama putranya itu, tumbuh dewasa dia tidak pernah melihat putra bungsunya terlihat menyedihkan. hati Rudi rasanya berdenyut sakit,demi apapun dirinya merasa menyesal, karena telah membuat putra bungsunya babak belur dengan tangan nya sendiri. tapi apa boleh buat,, sebagai seorang kepala rumah tangga di keluarga Abimanyu,dia harus bertindak tegas.dia tidak mau di anggap lemah, tidak berprinsip dalam mendidik anak anak nya. itulah mengapa Rudi harus bisa mengambil keputusan yang benar dalam kasus kedua putranya yang bertikai karena seorang perempuan. sungguh terlihat miris menurut nya. Karena itu dia akan menjauhkan Reno dari rumah, berharap putra bungsunya itu bisa menenangkan pikirannya serta menata hati nya kembali. dan bisa melepaskan perasaan cintanya pada Diana.
"papah berharap kamu bisa berhasil di Australia Reno" Rudi menepuk nepuk pelan pundak Reno.
*papah sayang kamu nak*batin Rudi.
Reno terdiam menatap nanar papahnya yang duduk di hadapan nya. lalu Reno tersenyum tipis dengan sedikit menghembuskan nafasnya.
"baik lah pah, kalau itu semua akan membuat papah senang, Aku akan menuruti keinginan papah.. Aku akan berangkat ke Australi" akhirnya mau tidak mau Reno mengambil keputusan yang menurut nya berat, menuruti keinginan papah Rudi.
Rudi tersenyum merasa senang dengan keputusan yang di ambil Reno
"bagus kalau begitu nak, persiapkan diri mu" lalu Rudi pun beranjak dari duduknya dan berjalan meninggalkan Reno yang masih duduk di sofa.
***
di tempat kediaman keluarga Bagas Suryadipa di Surabaya.
semua anggota keluarga Suryadipa berkumpul mereka sangat terkejut dengan kejadian yang telah di alami oleh putrinya.apalagi mengetahui bahwa Diana pernah menjalin hubungan sebagai kekasih nya Reno selama 2 tahun, dan itu tidak sebentar.
"bisa bisanya kamu menyembunyikan
hubungan mu dengan Reno selama itu dari keluarga mu Ana!" ucap Ayah Bagas dengan nada marah pada Diana. dan gadis itu hanya diam, menundukkan wajahnya tidak berani menatap wajah ayahnya yang murka pada dirinya.
__ADS_1
"maafkan Ana ayah" ucap Diana pelan perlahan dia mengangkat wajahnya menatap ayahnya yang marah pada dirinya. ayah Bagas menatap tajam putri semata wayangnya itu.lama dia terdiam sedang kan Diana yang di tatap sedemikian rupa oleh ayah tercinta nya kembali menundukan wajah nya.
"kamu akan menikah besok" ayah Bagas mengambil keputusan yang sukses membuat mamah ayu, Tante Maya,Devan dan Adrian terkejut mendengar keputusan yang di buat oleh ayah Bagas.
"APA!!" teriak mereka bersamaan
apalagi Diana wajahnya merah menahan kesal karena ayahnya seenaknya membuat keputusan begitu saja tanpa merundingkan terlebih dahulu.
"tapi mas, menyiapkan pernikahan dalam satu malam itu tidak mungkin,, apa kamu tidak bisa membayangkan betapa Repot nya.. pria mana tau kesitu!" mamah ayu menyela pembicaraan dan protes pada suami nya itu dengan wajah di tekuk wanita paruh baya yang masih cantik dan terawat merasa keberatan dengan keputusan suaminya itu. karena menurutnya suaminya sedang terbawa emosi.
Ayah Bagas menatap lekat istrinya itu
"tenang saja,aku yang akan mengurus nya.. pokoknya besok Diana dan Adrian menikah" ucap Bagas yakin.
"tapi mas... Mamah ayu masih mencoba bicara, lalu dia pun diam ketika suaminya itu mengangkat satu tangan nya menandakan agar dirinya diam tidak bicara lagi.mamah ayu pun menghela nafas nya berat.
"kamu yang membuat ayah mu ini mengambil keputusan ini Ana"Diana pun Diam tidak berani bicara lagi.
lalu pandangan ayah Bagas beralih ke arah calon mantu nya Adrian yang sedari tadi hanya diam menjadi pendengar yang baik.
"Adrian"
"iya Ayah"
__ADS_1
"persiapkan diri mu untuk pernikahan mu besok, untuk keluarga mu aku akan menghubungi Rudi dan membicarakan rencana ku ini, Ayah yakin Rudi akan mengerti"
"baik lah ayah,, kalau itu menurut ayah yang terbaik untuk aku dan Ana, Aku akan setuju" hanya itu yang bisa Adrian katakan sebagai lelaki.untuk menunjukkan bahwa dirinya bertanggung jawab atas diri Diana.
lagi pula bukan kah dirinya senang karena Diana akan menjadi istrinya lebih cepat, dan menjadi miliknya seutuhnya begitu pikir Adrian.senyumpun terulas di wajah tampan nya.
"Bagus kalau begitu"ucap Bagas singkat lalu dia pun berlalu dari ruangan itu di ikuti oleh mamah ayu.
"selamat Bro! dan terima kasih kamu telah menjaga harga diri keluarga Bagas Suryadipa!" Devan yang duduk di samping Adrian menepuk pelan pundak calon adik ipar nya itu.
"itu sudah menjadi tanggung jawab ku, melindungi bakal calon istri ku dan selamanya" Adrian tersenyum menatap kakak ipar nya.
"baik lah aku akan pergi ada tugas dari Ayah Bagas yang harus aku selesaikan" kemudian Devan berlalu dari ruangan itu yang kini hanya ada Adrian dan Diana. Adrian menatap kekasihnya yang sedang terdiam, tatapannya menatap ke arah Akuarium besar yang ada di hadapannya.
"seperti ikan ikan itu akan kabur karena malu kalau lama lama di tatap oleh gadis cantik" ucap Adrian membuka pembicaraan.menggoda kekasihnya yang beberapa waktu lagi akan menjadi istri nya. Diana menoleh ke arah Adrian dengan bibirnya yang mengerucut.
"seperti nya kamu bahagia dengan keputusan Ayah Bagas"
"tentu aku bahagia karena kamu akan menjadi milik ku seutuhnya, apakah kamu tidak bahagia hm?" tanya Adrian dengan nada bicara nya yang lembut lalu dia beranjak dari duduknya pindah duduk di samping Diana.gadis itu tidak menjawab pertanyaan Adrian dia hanya menatap lekat wajah tampan calon suami nya itu.kini mereka duduk berhadapan.
"tentu aku bahagia,tapi... Aku merasa ini terlalu cepat"
"seperti nya kamu keberatan menikah dengan ku Ana?" tanya Adrian penasaran hatinya menjadi tak karuan melihat raut wajah Diana yang terlihat sumpek. merasa tidak mendapatkan sahutan dari Diana lalu Adrian beranjak dari duduknya.tapi baru saja Adrian berdiri hendak melangkah.tiba tiba Diana menelusup kan jemari lentik nya ke jemari kekar milik Adrian.
__ADS_1
"kamu marah Adri?" tanya Diana. tapi Adrian tetap diam walaupun darah nya mendesir karena tautan erat jemari kekasih nya itu telah membuat hati nya menghangat.melihat Adrian masih diam tidak mau bicara Diana ikut bangun dari duduknya lalu memeluk Adrian dari belakang dan tentu saja membuat Adrian terkejut sekaligus senang dengan perlakuan calon istri nya terhadap nya.Diana melingkar kan tangan nya di pinggang kokoh milik Adrian, wajah nya di sender kan di bahu lebar pria yang akan menjadi calon suami nya.karena tinggi badan diana hanya sebahu Adrian. Adrian pun melepaskan dekapan Diana,dia memutar tubuhnya untuk menghadap ke Diana dan kini dia yang meraih tubuh Diana ke dalam pelukannya. di peluknya Diana dengan erat dan mencium Surai milik Diana Dengan penuh cinta.Diana memejamkan matanya menikmati rasa yang menghangatkan dari Adrian.
*** T B C ***