
setelah kegiatan extra yang terjadi di dalam mobil Adrian, kemudian Adrian dan Diana pun turun bersamaan dari mobil itu. mereka pun masuk ke dalam rumah keluarga Bagas Suryadipa.
" mamih.... Diana langsung berhambur ke pelukan mamih ayu ketika melihat wanita berusia 50 an tapi masih terlihat cantik dan segar itu terlihat berjalan menyambut dirinya.
" ana, putri mamih yang cantik" kamu datang nak?!" ucap mamih ayu memeluk putri satu-satunya itu yang sudah 6 bulan ini tidak bertemu, memang Diana pulang terkadang setahun 2 kali bila libur kuliah. tapi sudah satu tahun ini Diana tidak pulang. baru hari ini Diana pulang ke Surabaya itu pun karena ultah mamih ayu beserta ancaman di dari sang ayah,Bagas Suryadipa.
" pulang dong mih.. kalau tidak nanti di coret dari KK sama ayah Bagas" ucap Diana sedikit berbisik dengan senyuman manis nya menatap mamih ayu. " anak ini!" mamih ayu menyentil kening Diana pelan.
lalu tatapan mamih ayu teralih ke arah pria yang berdiri di samping putri nya itu, yang sedari tadi hanya diam dengan senyum kikuk nya.
" ini siapa Ana?" tanya Mamih ayu menatap Adrian dengan tatapan heran sekaligus tanda tanya besar.
Adrian pun mengulurkan tangan kanannya memberi salam ke Mamih ayu lalu dengan sedikit membungkuk kan badannya.
" perkenalkan saya Adrian tante, teman dekat Diana" jawab Adrian sopan dengan tersenyum ramah.
" Adrian? teman dekat Diana?" ucap mamih ayu dengan tatapan heran ke arah Diana, walaupun tangan mamih ayu terulur membalas salam Adrian,tapi pandangan nya tertuju kepada Diana, seakan meminta penjelasan pada Putri nya itu. sedangkan Diana menanggapi tatapan mamih ayu dengan nyengir kuda. menghilangkan kan rasa gugupnya.
" kalau begitu mari masuk nak Adrian, gak papa kan gabung ke dalam? soalnya kami sedang ada acara dan sekaligus pertemuan keluarga juga" ucap mamih ayu mempersilakan Adrian masuk, kemudian Dania di tarik masuk oleh mamih ayu ke ruangan keluarga.
" Ana apa hubungan mu dengan Adrian? kamu tahu kan hari ini ada acara pertemuan dua keluarga?" ucap Mamih dengan nada cemas.melihat Diana pulang bersama seorang pria, dan Mamih ayu mengira pria itu pasti punya hubungan lebih dari teman dengan Diana, sampai di bawa bersama ke Surabaya.
" Ana tahu ayah mau menjodohkan Ana dengan anak sahabat lama ayah yang di Magelang" ucap Diana langsung.
" Ana... kamu mau menentang ayah mu?" ucap mamih ayu cemas.
" ayo lah mih.. bukan jamannya sekarang maen jodoh, jodoh an,, perasaan itu tidak bisa di paksa!" ucap Diana pelan menyecar Mamih ayu dengan wajah masam nya. sedangkan Adrian mengikuti langkah mereka dari belakang, berusaha memasang pendengaran nya untuk menangkap obrolan Diana dan Mamih ayu yang memang bicara pelan hampir seperti berbisik.
sedangkan di ruang keluarga nampak suara gelak tawa dengan obrolan kedua keluarga yang hadir di situ,entah apa yang sedang mereka tertawa kan.
dan obrolan mereka terhenti ketika Mamih ayu serta Diana dan Adrian tiba di tengah kedua keluarga itu yang asik bercengkrama.
__ADS_1
dan...
" Adrian?!" sapa ketiga orang dari keluarga sahabat ayah Bagas, menatap kaget melihat Adrian ada di hadapan mereka.di rumah keluarga Bagas Suryadipa.
begitu juga Adrian tak kalah terkejutnya melihat papah, mamahnya serta adik perempuan nya Donita ada di hadapannya.
"papah..mamah? kenapa kalian ada di sini?" mata Adrian membulat sempurna.
" menurut kamu? ucap papah Rudi menatap heran sekaligus kaget. " bukan nya kamu pergi ke Singapur dan tidak bisa ikut datang ke Surabaya?" lanjut papah Rudi menatap tajam ke putra sulungnya itu.
karena lagi lagi Adrian menolak perjodohan yang di atur orang tua nya itu,makanya dia beralasan pergi ke Singapur. dan ternyata kali ini sang pencipta menentukan lain. dan sekarang Adrian di sini di pertemukan dengan apa yang dia mau,
Adrian pun menghampiri kedua orangtuanya duduk bergabung dengan mereka di ruangan itu, sedang kan Diana serta keluarga nya masih bingung terutama ayah bagas menatap sahabatnya itu meminta penjelasan.
papah Rudi pun tersenyum melihat raut wajah sahabat nya itu.
kemudian menepuk pundak putra sulungnya Adrian.
" oh jadi ini anakmu yang akan kamu pertemukan untuk putri ku Diana ?" ucap ayah Bagas dengan sorot mata yang men, scan penampilan Adrian. dia menganggukan kepalanya pelan beberapa kali.setelah melihat secara menyeluruh penampilan Adrian. Dan ayah Bagas pun tersenyum puas. kemudian dia menatap Diana yang sedari tadi hanya diam berdiri begitu pun juga Mamih ayu.
" sini kamu Ana,, ngapain hanya berdiri saja dari tadi? sini sapa calon mertua mu ini!" ucap ayah Bagas to the Poin bicara tanpa Tedeng Aling lagi, membuat Diana kaget dengan sikap ayah nya itu, dengan terpaksa Diana menghampiri dan memberi salam kepada kedua orang tua Adrian,lalu duduk di samping ayahnya.
dan tentu saja raut bahagia terpancar di wajah Adrian, karena kali ini kedua orang tua nya menjodohkan diri nya dengan gadis yang sudah tentu dia mau, setelah berkali-kali dia tolak perjodohan yang di atur oleh mamah dan papah Rudi, tapi kali ini Tuhan berbaik hati mempertemukan dirinya dengan gadis yang dia cintai.
sedangkan Diana tidak menyangka ternyata orang yang akan di jodohkan dengan nya, adalah lelaki yang dia bawa sendiri ke rumah keluarga nya. ya Tuhan apa kah ini takdir mu agar aku kali ini tidak membantah kemauan orang tua nya. karena dengan sendirinya tanpa sadar dia yang menyerahkan lelaki itu ke hadapan ke dua orang tua nya.Ana merasa lucu mentertawakan diri nya.
" ayah Aku permisi dulu ingin bicara berdua dengan kak Adrian" ucap Diana menyela pembicaraan kedua keluarga itu.
dia menatap Adrian sekilas lalu berdiri melangkah ke arah taman yang berada di samping rumah itu. Adrian pun ikut bangun dari duduknya kemudian mengikuti langkah Diana.
dan setelah mereka berdua berada di taman samping rumah Diana, lalu Diana dan Adrian duduk berhadapan di bangku lipat yang terbuat dari kayu jati dengan meja panjang yang menjadi sekat mereka.
__ADS_1
" kamu sudah tahu perjodohan ini kak?" ucap Diana menatap dalam manik mata Adrian dengan kedua tangannya terlipat di dadanya.
" iya aku tahu, mamah dan papah ku akan bertemu dengan keluarga sahabat lama nya di Surabaya, sekaligus mempertemukan aku dengan anak gadis sahabat nya itu.dan tentu saja aku menolak untuk datang ke surabaya.untuk pertemuan kedua keluarga itu yang ujung ujungnya adalah menjodohkan diri ku,makanya aku beralasan pergi ke Singapur untuk tinggal di sana beberapa hari di sana, tapi karena kamu mengajak ku untuk ikut pulang bersama mu dengan alasan yang sama.. tentu saja aku langsung setuju, karena khawatir juga kamu benar benar tidak bisa menolak perjodohan itu" ucap Adrian tegas memberikan penjelasan kepada Diana.
" kenapa kamu tidak bilang padaku, kalau kamu juga akan di jodohkan kembali?" ucap Diana
" aku rasa tidak penting untuk di bicarakan, karena itu bukan suatu yang gawat buatku, karena orang tua ku pasti pasrah dengan keputusan ku, jadi yaah gak penting,, tapi aku akan sangat menyesal bila aku tidak datang kesini dan langsung menolak perjodohan ini!" ucap Adrian dengan senyuman mesum nya menatap Diana.
" kenapa memangnya?" tanya Diana polos
" ya karena anak gadis sahabat papah Rudi itu ternyata adalah kamu! kali ini Tuhan benar benar memberikan jodoh yang aku mau" ucap Adrian dengan senyuman tipis nya menatap lekat wajah gadis nya itu.kemudian dia menggeser kursi nya agar berdekatan dengan kursi Diana, lalu meraih kedua tangan Diana yang sedang terlipat di dadanya dan menggenggam kedua tangan Diana, meremas jemari kedua nya.
" aku akan benar benar menyesal bila perjodohan kali ini aku tolak Ana " ucap Adrian dengan suara yang berat menatap lekat ke manik Diana.
" ya dan lucunya aku sendiri yang menyeret mu kesini!" ucap Diana ketus
" apa kamu tidak senang dengan perjodohan ini Ana ?" ucap Adrian heran dan cemas menatap Diana.
" entahlah" ucap Diana acuh dan berusaha melepaskan genggaman tangan Adrian yang menggenggam kedua tangan nya.
tapi dengan cepat Adrian menahan tangan Diana agar tidak terlepas dari genggaman nya.
" Diana rahaniayu..... Ucap Adrian geram dengan perkataan Diana yang berhasil mengusik hati nya menjadi tak karuan karena khawatir dengan sikap Diana yang plin plan.
"
"
"***T B C.
please like comen n vote ya gaes 🥰***
__ADS_1