
Jessica berhenti melangkah.menoleh ke arah Harlan dengan seringai nya.
"bukan aku yang hancur, tapi aku pastikan mereka yang aku hancurkan!" geram Jessica dengan percaya diri.lalu tidak perduli lagi dengan Harlan wanita itu pergi meninggalkan kantor Harlan.
"perempuan gila, kamu dalam bahaya *******!" gumam Harlan
____
terpaksa Diana ikut mamah Eva ke mal bersama mamah Ayu dan Aniara entah untuk apa Eva mengajak mereka ke mal. yang bikin Diana enggan karena Reno yang mengantar mereka ke mal.
Aniara duduk di kursi depan di samping Reno sedang kan Diana,Ayu serta Eva di kursi belakang.tak sengaja pandangan Diana bertemu dengan Reno lewat cermin sepion yang ada di dalam mobil nya.Pria itu tersenyum tipis menatap tajam ke Diana membuat gadis itu langsung menurunkan pandangan nya.ayu melirik ke arah Diana yang tertunduk.
"kamu kapan balik ke Melbourne Reno" tanya Ayu tiba-tiba
Reno sesaat diam tidak menjawab pertanyaan Mamah Ayu.
"kenapa Tante?" tanya balik Reno merasa ada ketidak nyamanan Ayu melihat Reno berada di Indonesia.
"tidak, Tante cuma tanya saja, bukan kah kamu kesini berarti meninggalkan perusahaan mu yang di sana"
Reno tertawa kecil merespon ucapan Ayu.
"mamah"ucap Diana berbisik tak enak hati pada Ayu.Diana tahu apa maksud dari pertanyaan Mamah nya pada Reno.
"tenang Tante, aku orang bertanggung jawab dengan pekerjaan ku.jadi walaupun aku di sini perusahaan ku baik-baik saja di sana Tante tidak perlu khawatir usaha ku bangkrut hanya karena aku tidak berada di sana.
urusan aku kapan kembali ke Melbourne.. Reno menahan ucapan sejenak sebelum dia menarik nafas nya untuk meneruskan ucapannya.
"aku masih betah di sini, karena ada sesuatu yang bikin aku betah.jadi untuk saat ini aku belum tahu kapan aku kembali ke Melbourne" jelas Reno panjang lebar dengan tenang menjawab pertanyaan Ayu.membuat wanita paruh baya itu menekuk wajahnya karena ucapan Reno seolah menantang.
tak lama setelah perdebatan itu tak ada lagi yang mengeluarkan suara hanya ada keheningan di dalam mobil hingga sampai ke tempat tujuan mereka.
Reno memarkirkan mobilnya di valet parking mal.pria tampan bermata jeli itu dengan tergesa turun dari mobil nya lalu membukakan pintu mobil bagian belakang untuk mamah Eva.
__ADS_1
mereka pun turun dari mobil tersebut tak terkecuali Diana dengan susah payah turun dari mobil, nampak sedikit kesulitan karena perut besar nya. Reno melihat Diana kesulitan turun, pria itu mendekati DIana.
"perlu aku bantu?" tawar Reno nekat.karena dia sudah tahu apa jawaban Diana.
"tidak, terima kasih aku bisa sendiri"tolak Diana datar.
"oke, aku hanya ingin membantu mu saja" ucap Reno
tak ada respon apapun dari Diana dengan sikap Reno yang seperti itu.
Diana berlalu dari hadapan Reno tanpa peduli dengan expresi wajah Reno yang sendu.
Reno hanya bisa menggaruk tengkuknya yang tidak gatal lalu mengekori langkah Diana.
Eva menggiring mereka ke sebuah toko perhiasan milik teman Eva yang baru saja launching dan Eva termasuk investor di toko perhiasan tersebut.
"ya ampun Tante jadi kita di ajak kesini untuk ke toko perhiasan ini?" ucap Aniara
"iya, karena tante juga salah satu investor di sini" ucap Eva terlihat antusias.
Lalu Eva masuk ke dalam toko itu dan di sambut oleh seorang wanita cantik berusia 40 An.
"hai Tante Eva..apa kabar nya aku kira Anda tidak datang pada launching toko" wanita itu memeluk Eva hangat.
"tentu saja aku datang Nancy, perkenalkan ini menantu ku Diana"
Nancy menatap lekat Diana kemudian tersenyum
"oh,hai. so pretty you are.. lagi hamil berapa bulan sayang?" tanya Nancy ketika melihat perut Diana yang buncit.
Diana tersenyum
"lima bulan berjalan" ucap Diana spontan mengelus lembut perut nya.
__ADS_1
"oh ya, empat bulan lagi berarti Tante akan punya cucu, selamat ya sayang, semoga bayi nya lahir dengan selamat dan sehat"
"terima kasih kak" balas Diana
"dan perkenalkan juga ini Aniara adik kembaran Diana serta besan ku"
Nancy melebar kan matanya ketika melihat Aniara.wanita cantik berambut blonde itu men, scan penampilan Aniara yang terlihat lebih modis dari Diana yang hanya terlihat sederhana namun tetap tidak menghilangkan kecantikan nya.
"wow, kamu sangat berbeda sekali dengan Diana walaupun wajah mu sama" ucap Nancy jujur.
Aniara hanya tersenyum tipis merespon ucapan Nancy
"apa memang kita harus segala hal sama? tentu tidak kan, aku ya aku.Diana ya tetap Diana tidak ada yang berubah dari kami" jelas Aniara seraya melirik sekilas ke arah Reno.
"betul itu, walaupun wajah kalian sangat identik, tapi pasti Kepribadian seseorang tidak lah sama Right?"
Aniara hanya mengangkat kedua bahunya merespon ucapan Nancy.
"maaf mam aku mau ke toilet dulu"
izin Diana pada Eva dan Ayu.
"apa perlu di antar sayang?" tanya Ayu.
"tidak perlu mam, aku bisa sendiri"
"baik lah, hati-hati sayang" sahut Ayu.
"ya mam" kemudian Diana pergi keluar dari toko tersebut berjalan menuju toilet. tak lama Diana pergi.
tanpa di sadari oleh Ayu dan Eva Reno juga melangkah ke luar.
Diana keluar dari toilet wanita dan ketika dia berjalan di lorong arah keluar betapa kagetnya ketika Reno sudah berdiri di depan nya menghadang langkah Diana.
__ADS_1
*
to be continued..