Namaku Diana

Namaku Diana
Bab_26 Diana cemburu?


__ADS_3

mamih ayu menatap tajam anak gadis satu satunya itu. marah karena Ana bicara sembarangan.


" inget ya! Minggu depan kamu fiting baju di tempat butik Tante mu maya, bersama Adrian" ucap mamih ayu.


" iya mam,," jawab Diana dengan nada malas.


" kamu seperti nya tidak suka dengan perjodohan ini, atau tidak suka dengan Adrian?" tanya Mamih ayu menatap lekat Diana


" tidak, semua nya tidak ada masalah dengan perjodohan ini,,bukannya Ana sudah menyetujui Nya ya kan? dan Adrian.. pria itu seperti nya baik, Ana suka kok" ucap Diana meyakinkan Mamih ayu.


" lalu kenapa kamu seperti nya tidak semangat dengan pernikahan ini Ana.. kalau kamu tidak suka kenapa tidak ngomong hah?" ucap mamih ayu lagi.


" lalu kalau Ana tidak menyetujui perjodohan ini, apakah Ana bisa menolak nya?" ucap Diana pelan tubuh nya tersandar di jok mobil dengan mata terpejam.


" tidak boleh,, kamu tetap harus menikah dan menerima perjodohan ini" kali ini Ayah Bagas yang menyahut pertanyaan Diana.


"see,,?! jadi buat apa Mamih bertanya,,toh jawaban ku gak ngaruh apa apa kan" ucap Diana lirih menatap sendu Mamih ayu.


kemudian dengan malas gadis itu merubah posisi duduk nya menghadap jendela mobil,matanya menatap luar jalanan.


" baik Ayah,,kali ini Ana berusaha menjadi anak yang baik, dengan menuruti keinginan ayah dan Mamih"


tak lama mobil yang mereka tumpangi sudah memasuki parkiran di sebuah gudang besar, yang menampung semua kebutuhan logistik perusahaan milik keluarga Bagas Suryadipa .


dan mereka pun turun dari mobil, lalu masuk kedalam gudang di mana di dalamnya ada ruangan kantor untuk para staf bekerja. selain buruh kasar yang bekerja di situ.


semua karyawan dan para buruh kasar yang bekerja di situ pun memberi salam dengan kedatangan sang pemilik perusahaan itu. tak lupa ayah Bagas pun mengenal kan Diana ke pada para staf dan karyawan nya yang bekerja di gudang logistik itu.


lalu ayah Bagas memasuki ruang kantor manager gudang itu.


" Tedi, perkenalkan ini putri ku Diana Rahaniayu Suryadipa,kelak dia yang akan menjadi pimpinan di gudang logistik ini" Ayah Bagas memperkenalkan Diana ke pada sang manager perusahaan itu.


" selamat sore nona Diana,, saya Tedi Permadi manager gudang di sini" Tedi pria 25 tahun berkacamata tipis dengan perawakan tegap itu, sedikit membungkuk kan badannya menyapa Diana memperkenalkan dirinya dengan terulas senyum ramah di wajah nya.


" sore juga pak Tedi,,saya Diana, nanti akan bekerja di sini.. mohon bimbingannya" ucap Diana sopan merespon perkenalan nya.


" baik lah, ayo kita lihat- lihat keadaan gudang ini" Ayah Bagas kemudian mengajak Diana berkeliling di sekitar gudang logistik itu.


setelah kunjungan ke gudang penyimpanan logistik selesai,Diana beserta kedua orang tua nya itu pun kembali untuk pulang ke kediaman keluarga Bagas Suryadipa.


****


setelah mereka sampai, di rumah keluarga Bagas Suryadipa,


" aku masuk ke kamar dulu ayah,mamih,, mau nandi dulu, udah pada lengket nih badan" kemudian Diana melangkah pergi menuju ke arah kamar nya. sedangkan Ayah dan Mamih nya juga masuk ke dalam kamar mereka untuk urusan yang sama serta beristirahat.


di dalam kamar Diana


setelah gadis itu mandi membersihkan tubuh nya, gadis itu mematut dirinya di depan kaca memandangi dirinya sendiri


terlihat di wajah nya senyuman tipis kemudian dia berjalan menuju ranjang nya, lalu duduk di atas ranjang bersender di headboard dengan tubuh masih berbalut kimono handuk, rambut panjang nya terurai masih terlihat basah di tangan nya ponsel tergenggam di tatap nya layar ponsel melihat chat room nya.


"Reno? gumam nya ketika sederet pesan masuk dari Reno.


'issh mau apa lagi dia.. masih saja mengirim pesan berkata bulyshit! umpat Diana lalu di lempar nya ponsel nya ke atas kasur nya.


"tenang Diana.. tahan emosi mu.. jaga hati mu jangan sampai jatuh dan terjerumus ke dalam cinta si Bastard itu!! Diana bermonolog diri sambil kedua tangannya turun naik di atas dadanya.

__ADS_1


tak lama ponsel nya berdering Diana melirik ke arah ponsel nya yang berada di kakinya karena di lempar tadi oleh nya. dengan malas dia mengambil ponselnya dan melihat siapa yang ada di panggilan telepon nya.


"Adrian panggilan video? ngapain sih orang pake vc segala,,genit banget!" ucap Diana sengit melihat ternyata Adrian dalam panggilan video lalu dia pun memperbaiki posisi nya lalu membuka panggilan video dari Adrian.


"ekhem.. Diana berdehem " kok jadi gugup gini sih aku.. Diana sedang vc dengan Adrian.


tapi di saat panggilan video sedang tersambung di sana Adrian diam terpaku menatap lekat ke arah Diana, pria itu merasa terpesona dengan pemandangan yang sedang di lihat nya sekarang di layar ponselnya.


seorang gadis cantik, dengan rambut yang panjang masih basah terurai dan di tubuh nya hanya memakai kimono handuk dengan belahan di dadanya yang sedikit terbuka, sungguh pemandangan yang membuat hati seorang pria berdegup kencang, ada sesuatu yang mendesir di dalam sana. dan pria itu masih tidak berkedip melihat penampilan kekasih nya di layar ponselnya.


* Diana? apakah dia tidak menyadari penampilan dia saat ini seperti apa? dan sedang melakukan sambungan video dengan seorang pria dan bagus nya pria itu adalah aku,, calon suami nya.. bagaimana kalau itu lelaki lain Sial! kamu Ana cukup pemandangan ini Aku saja yang melihatnya batin Adrian bicara*


"helloo... Adri?!" hai.....! Diana melambai kan tangan nya Beberapa kali di depan layar ponselnya yang terlihat Adrian di sana.pria itu pun tersadar dari diam nya.


(Adrian)


"hai sweaty.. sedang apa kamu heum?


akhirnya Adrian membuka pembicaraan


(Diana)


aku sedang di kamar kau tahu itu ucap gadis itu santai


(Adrian)


aku tidak mau penampilan kamu sekarang ini,, kamu perlihatkan dengan lelaki lain sweaty.. dengan tatapan mata yang penuh arti Adrian terus menatap Diana tak berkedip.


(Diana)


penampilan? ada apa dengan penampilan ku Adri?


dan akhirnya dia menyadari nya dan...


(Diana)


my God!!... Adrian.....!


pekik Diana lalu dengan cepat gadis itu meraih selimut tebal yang ada di atas tempat tidurnya dan menyelimuti dirinya dengan selimut tebal itu. sedangkan Adrian tergelak di sana melihat tingkah yang gadis nya yang sangat menggemaskan menurut nya.


(Adrian)


"tidak masalah kalau aku yang melihat nya sweaty... aku ini calon suami mu,, dan aku memperingati mu sweaty.. hati hati jangan sampai kamu terlihat seperti ini oleh lelaki lain sweaty.. senyum lebar masih terlihat di wajah tampan pria itu di layar ponsel Diana.


(Diana)


issh.. sembarangan kamu emang nya aku perempuan apaan! ucap Diana sengit merasa kesal dengan ucapan Adrian yang memojokkan nya .


"kalau kamu terus bicara yang bikin aku kesel lebih baik Aku putus panggilan video ini...


sungut Diana bibinya manyun


(Adrian)


eh jangan dong sweaty... iya..iya, baik lah


maafkan aku sayang.. tapi penampilan mu tadi sangat seksi dan menggoda sweaty,,

__ADS_1


kemudian Adrian menetralkan tampilan wajah nya agar tidak memancing badmood kekasih nya itu.panggilan vc antara Diana dan Adrian masih terus berlangsung .


(Diana)


'aku lelah ingin istirahat,, tadi sore aku habis menjemput Ayah dan Mamih ayu di bandara dari Jakarta dan aku baru pulang satu jam yang lalu"


(Adrian)


" oh seperti itu.. baik lah sweaty Aku hanya ingin kasih tau kamu kalau aku tidak balik ke rumah mu,, aku tidur di hotel karena nanti jam 9 malam teman ku yang dari Jepang ingin bertemu dengan ku, menurut ku lebih baik aku bertemu di hotel saja, tidak di rumah mu tidak enak rasanya dengan orang tua mu nanti karena kedatangan tamu ku malam, malam..


(Diana)


tamu? teman? lelaki apa perempuan?!


selidik Diana tiba tiba saja hati merasa gelisah


(Adrian)


"perempuan"


( Diana)


"Adrian Nicholas Abimanyu!!


pekik Diana dengan lengkap dia menyebutkan nama kekasih nya itu.


dan pria itu tertawa lepas di sana


(Adrian)


"bercanda sayang... tentu teman ku itu seorang lelaki, Aku tidak akan bertindak yang bisa menyakiti hati mu sayang"


ucap Adrian lembut di sana.


" kamu cemburu Sweaty?"


(Diana)


ih.. siapa yang cemburu!" Diana memalingkan wajahnya dari hadapan layar ponselnya. sambil bibirnya mengerucut seperti bebek.


dan Adrian kembali tergelak melihat ekspresi wajah kekasihnya itu.


( Adrian)


" aku senang kalau kamu cemburu padaku,, berarti kamu sayang pada ku iya kan"


pria itu tersenyum menatap lekat wajah cantik kekasih nya.


sedangkan Diana terdiam sejenak mendengar ucapan Adrian .


*apa benar dirinya cemburu terhadap Adrian?


tapi memang jujur ada rasa gelisah yang melanda hatinya ketika mendengar Adrian akan bertemu dengan seorang wanita andai seperti itu. benarkah aku cemburu? batin Diana.


"


"

__ADS_1


" T B C.


__ADS_2