
" kamu mau tahu bagian mana dari diriku yang tidak baik baik saja heum?" Adrian menatap lekat wajah Diana dan kedua alisnya turun naik.
dan gadis itu mengerinyitkan dahinya melihat tingkah Adrian yang gak jelas dan terkesan mencurigakan.
" apa maksudnya mu Adri,, dan mau ngapain kamu ?!" mata Diana membola, melihat Adrian yang melepaskan seatbelt nya dan merangsek maju mendekati dirinya.
" aku mau ini,, hanya ini obat nya biar aku tenang" Adrian menunjuk bibir seksi milik Diana dengan jari telunjuk nya, dan sebelum gadis itu kesal dan mengangkat bibir nya untuk bicara, Adrian sudah membungkamnya dan mencecap lembut bibir gadis itu.lalu dengan bersamaan di tarik nya tengkuk leher gadis itu dan memperdalam ciuman nya. Adrian tidak memberikan kesempatan kepada Diana untuk menolak raupan bibir nya itu. pria itu terus mendesak tubuh Diana ke pojok pintu mobil nya. dan itu membuat Diana gelagapan, merasa kan dirinya sudah tersita semua pasokan udara yang di hirupnya dan itu. karena Adrian yang terus bergerak membelit daging berbentuk pipih itu yang berada di dalam mulut gadis itu.
"A_Adri.. aah.. terdengar suara rintihan merdu terdengar dari mulut Diana di sela cumbuan panas Adrian. dengan sekuat tenaga Diana mendorong tubuh Adrian dengan kedua tangannya hingga akhirnya tubuh Adrian menjauh dan ciuman itu pun terlepas.
Adrian pun tersenyum puas melihat tingkah kekasih nya itu yang terlihat seperti kehabisan nafas dan bibir nya terlihat becek dan bengkak akibat perbuatannya itu.
"kamu ya,,
Bug
pukulan ringan mendarat di bahu kokoh Adrian Diana memukul gemas Adrian. dengan nafasnya yang masih tersengal sengal menatap sayu Adrian. ciuman Adrian memang selalu berhasil membuat dirinya terbuai dan hanyut di dalam nya.Diana tidak memungkiri nya itu. tapi perbuatan Adrian tadi sungguh membuat dirinya malu. dan harus bagaimana merespon nya.
pria itu pun tersenyum tipis dan membelai lembut pipi nan lembut milik Diana.
" sedetik pun rasanya aku tidak mau melepaskan mu dari ku sweaty,, kalau bisa aku akan mengurungmu di kamar ku dan kita akan selalu bercumbu sepanjang waktu" Adrian menggoda Diana dan Adrian sangat menyukai dengan sikap Diana yang salah tingkah di buatnya.
"gila!!"
Hahaha... iya aku jadi gila karena dirimu sweaty" Adrian tergelak melihat ekspresi kekasih itu.
__ADS_1
" kamu kira aku peliharaan mu yang bisa kamu kurung seenaknya hu!" gadis itu mencebik.
" iya piaraan istimewa ku yang menempati hati ku" ucap Adrian pelan dan menjawil dagu gadis itu.
" issh... enak ajah tau ah,, bicara mu tambah ngaco Adrian!" dengan ketus dan manja. gadis itu berusaha Menetralkan dirinya.
melihat itu membuat Adrian menjadi gemas, lalu dengan cepat dia kembali menyambar bibir merah Diana yang masih Terlihat bengkak. kali ini hanya ******* singkat pria itu mencium lembut Kekasihnya itu.
" baik lah ayo kita lanjutkan perjalanan kita ke butik tante mu itu,, mungkin dia beliau sudah menunggu lama kita di sana" Adrian kembali memposisikan diri nya di balik stir kemudi mobil nya. dan tak lupa dia mengacak lembut surai milik Diana. dengan senyuman memujanya.menatap gadis itu.
" iya,kita terlambat karena dirimu kau tahu itu!" ucap Diana ketus. dia pun merapikan rambutnya, dan penampilan nya yang terlihat tidak karuan karena ulah Adrian.
pria itu pun terkekeh pelan merespon ucapan Diana. dan Adrian pun kembali melaju kan mobil nya ke jalan raya.menuju butik tante maya untuk fiting baju pernikahan mereka, yang di laksanakan 2 Minggu lagi.
sesampainya mereka di butik tante maya.
" iya, kenapa?"
" tidak apa-apa, hanya Aku pernah ada kerja sama dengan butik tante mu ini" Adrian menjelaskan.karena memang pekerjaan Adrian yang bergerak di bidang fotografi.dia pernah menjalin kerjasama dengan Tante maya untuk memfoto model yang mempromosikan gaun pengantin hasil rancangan nya, untuk company profil butik nya seperti itu.
" oh ya? kebetulan sekali,, ternyata dunia ini benar benar sempit buat ku" ucap Diana dengan nada mencibir..
" seperti nya begitu,, kamu selalu berada di dalam pusaran kehidupan ku sweaty" dengan Santai Adrian melirik ke arah Diana.
lalu mereka pun masuk ke dalam butik tante maya. dengan kedua tangan mereka yang saling menggenggam. lalu kedatangan mereka pun di sambut ramah oleh para pegawai yang berada di dalam butik itu.
__ADS_1
"selamat datang nona Diana,, silahkan.. anda sudah di tunggu oleh ibu maya di dalam kantor nya" salah satu pegawai butik Tante maya menyambut kedatangan Diana dan Adrian.
" baik lah.. terimakasih nita,, Aku akan menemui Tante ku" balas Diana dengan senyuman ramah nya.ke seorang pegawai butik tante maya yang di ketahui namanya nita.
lalu Diana dan Adrian melangkah menuju kesebuah ruangan khusus yang ada di dalam butik itu, sebuah ruangan yang terlihat cantik dengan segala dekorasi nya yang serba bewarna pink soft. dan Diana pun meraih handle pintu dan membuka pintu di mana itu adalah ruang kerja tante maya berada. dan ketika pintu itu terbuka dan Diana masuk ke dalam ruangan itu. gadis itu diam membeku.melihat siapa yang berada di ruangan kerja Tante maya dan sedang bercengkrama dengan senyuman mengembang. dan senyuman pria itu pun sekejap hilang dari wajahnya ketika melihat siapa yang baru saja masuk ke ruangan itu.mereka saling menatap.
" Diana? kamu kak Adrian?" ucap nya menatap lurus ke arah Diana dan Adrian yang baru saja masuk ke ruangan itu.
" hallo adik ku... ternyata kamu ada di sini bersama tunanganmu ?!" Adrian lagi lagi dengan santai menyapa Adiknya Reno yang ternyata ada di dalam ruangan itu bersama tunangannya Jessica. lalu dengan lembut dia meraih jemari lentik Diana dan menarik pelan gadis itu.
" ayo sweaty.. kita duduk,, kenapa kamu hanya berdiri saja?" Adrian menuntun kekasihnya itu ke arah sofa yang berada di sebrang tempat Reno duduk dengan tunangan nya Jessica. Diana yang masih terdiam mengikuti langkah Adrian menuju sofa yang di tuju Adrian..
melihat keadaan yang terlihat canggung tentu saja tante maya menyadari nya.kemudian dia bangkit dari bangku yang berada di balik meja kerja nya. dan menghampiri Diana lalu menyambut kedatangan Diana dengan memberikan pelukan hangat ke ponakan nya itu, Tante maya adalah Adik dari Mamih ayu.
" apa kabar mu Diana.. lama tante tidak bertemu dengan mu,,tau tau datang ke butik tante buat fiting baju pernikahan.. ucap tante maya di sela pelukannya. dan melepaskan pelukannya nya lalu menatap Diana dengan senyuman teduhnya.
" baik tante,, apa kabarnya juga Tante?" balas Diana tersenyum tipis menatap Tante maya.
"oh ini ponakan tante yang katanya mau menikah itu dengan... tiba-tiba Jessica bicara lalu menjeda ucapan Nya, sebelum dia melanjutkan ucapannya Jessica memandang sinis ke arah wajah Reno.
" kakak mu,, sayang?" lanjut nya dengan nada datar menatap Reno yang masih terdiam. dan tatapan nya masih tidak terputus ke arah Diana mantan kekasih nya itu. sungguh pertemuan yang tidak pernah dia duga.
"
"
__ADS_1
* T B C *