Namaku Diana

Namaku Diana
Aniara janirah.


__ADS_3

"orang tua Asli?" maksud mu?"


Jully terdiam menatap tajam Pria tampan yang ada di hadapannya ini.


Reno tersenyum tipis melihat expresi Jully.


"iya, orang tua kandung mu, yang juga orang tua dari mantan kekasih ku.kamu dan Diana adalah saudara kembar identik"


gadis itu menggeleng kan kepalanya tak percaya dengan ucapan Reno.


"tidak mungkin"gumam Jully tak percaya


"namanya Diana Rahaniayu, anak dari pengusaha kuliner terkenal di Indonesia,ayah mu bernama Bagas Suryadipa, mamah mu, bernama Ayu Daniara.dan nama mu sebenarnya Aniara janirah" Reno menceritakan semua tentang keluarga Diana dan bagaimana mana Jully bisa berpisah dengan orang tua nya.


Jully terdiam mendengar kan penjelasan dari Reno, matanya memerah mulai berkaca-kaca rasa tak percaya, marah jadi satu kini dalam hati dan pikiran nya.


"mamah ku, mengenali mu dari tanda lahir yang kamu punya itu, semakin yakin dengan wajah mu, yang sudah seperti kloningan wajah Diana.tak ada beda.. hanya suara dan mungkin sikap mu saja yang berbeda, minuman kesukaan mu saja sama, jangan sampai selera mu tentang pria pun sama" cibir Reno tersenyum miris.mengingat dirinya yang terikat sedarah saja secara kebetulan menyukai gadis yang sama dengan Adrian.


"maksud mu apa dengan selera pria yang sama ha?!"


"Diana menikah dengan Adrian kakak ku,kami menginginkan gadis yang sama"ucap Reno tersenyum getir.


"apa? menyedihkan" cibir Jully tersenyum miring.


"pantas saja kamu menyuruh ku berdandan seperti mantan mu itu, CK, aku tidak mau kamu jadikan sebagai pelampiasan mu!"


Reno tergelak mendengar ucapan Jully.


"kalau itu akan aku pikirkan" ucap Reno santai.


Jully mencebik merespon ucapan Reno.


"apa kamu ingin bertemu dengan keluarga mu yang di Indonesia?"


tanya Reno.


"apa? bertemu?" Jully tampak ragu


"kenapa?" Reno melihat ada kebimbangan pada wajah Jully


"entah lah, aku... aku takut menyakiti hati orang tua angkat ku yang telah mengasuh ku dengan penuh kasih sayang layaknya seperti anak kandung nya"


"ada fakta yang baru aku tahu, kalau dulu nyonya Elma pernah terganggu jiwanya karena Anak nya meninggal sewaktu baru di lahir kan ku arena terlahir prematur,maka tak heran nyonya Elma sangat menyayangi mu"


"benarkah?" kembali Jully di buat kaget dan apa yang Reno katakan.

__ADS_1


"tapi apa aku bisa bertemu dengan keluarga mantan kekasih mu itu?"


"orang tua mu Jully" tegas Reno.


"ya, terserah lah"


Jully mencoba menepis anggapan kalau orang tua Diana adalah orang tua nya juga.


"mereka ada di Indonesia, kamu mau kesana?" tanya Reno.


Jully terdiam sesaat menatap lekat wajah Reno.


"kenapa Diana menolak mu, apa pria itu lebih tampan dan lebih baik dari mu ha?" tiba-tiba saja July membahas tentang hubungan Reno dengan Diana yang kandas.


"tidak perlu kamu tahu tentang itu" tegas Reno.


"oh ya? baik lah kalau kamu tidak mau bicara soal itu"


Jully mengangkat kedua bahunya merespon ucapan Reno.


____________


di kediaman keluarga Abimanyu


tengah fokus dengan layar ponselnya.


tampak wajah wanita cantik itu terlihat tidak baik baik saja.


pintu kamar terbuka, Adrian yang baru saja pulang dari kantor nya. melihat istrinya yang duduk di sofa dengan raut wajah Diana yang menurut nya aneh.Diana menoleh ke arah pintu kamar yang terbuka.


"udah pulang mas?" ucap Diana, menyapa suaminya yang baru pulang dan berjalan mendekati nya.Diana yang hendak berdiri namun dengan sigap Adrian duduk di samping istrinya itu dan merangkul bahu Diana, mencium kening istrinya itu dengan lembut.setelah itu Adrian melepaskan satu persatu pakaian nya hingga hanya celana boxer nya saja yang masih melekat di tubuh atletisnya.


"mas... kenapa kamu buka baju di sini sih" merasa risih dengan Adrian yang baru tiba, langsung membuka semua pakaiannya di depan istri nya.


"gerah sayang.. aku sudah tidak tahan, hari ini aku dari proyek pembangunan gedung baru untuk pabrik kita yang baru saja tanah nya selesai dari masalah sengketa,gara gara urusan tanah itu aku di jebak"


wajah Adrian tiba-tiba saja menegang tak kala mengingat urusan tanah itu yang menyeret dirinya pada kejadian laknat itu dirinya di jebak oleh Harlan dan Jessica. Diana yang melihat raut wajah suaminya tampak emosi karena mengingat kejadian itu.


Diana dengan menangkup wajah tampan suaminya dengan kedua tangan lembutnya.


"mas.. sudah, jangan kamu ingat kejadian itu dengan emosi mu"


Cup


tiba-tiba Diana mengecup sekilas bibir tipis Adrian membuat pria itu tersenyum karena mendapat kecupan manis dari istrinya walaupun sebentar.

__ADS_1


"sayang, kamu jangan memulai nya ya, nanti kamu menyesal" Adrian menatap intens istrinya.


"kenapa? aku hanya berusaha menenangkan kamu" ucap Diana Santai.


"kalau begitu kurang, karena aku belum tenang"


Diana melebarkan matanya menatap Adrian.


"modus"


Diana langsung beranjak dari duduknya karena ngeri dengan ucapan suami nya yang otak nya sudah kemana mana.tapi sebelum Diana benar benar melangkah.


"mau kemana kamu sayang"


Adrian langsung menarik tangan istrinya hingga jatuh di pangkuan Adrian yang hanya memakai celana boxer nya.


"mas!" pekik Diana. terkejut dirinya jatuh ke pangkuan suaminya.


Adrian hanya terkekeh merespon tingkah Diana.


"kenapa kamu malah mau pergi sayang" suara Adrian terdengar berat berbisik di telinga Diana.


"aku mau mau nyiapin air hangat untuk kamu mandi" kilah Diana


"kalau begitu kita mandi bersama ya"


nego Adrian.


"issh, apaan sih.. aku sudah mandi"


"kalau begitu mandi lagi"


"mas.."Diana mendorong dada bidang suaminya.


"mandi dulu sana,biar seger tubuh mu.katanya tadi gerah" ucap diana lagi.


"sebentar sayang"


Adrian mengangkat kedua kaki istrinya, melebarkan nya sehingga posisi Diana sekarang duduk dengan kedua kaki Diana menjepit pinggang Adrian dengan wajah mereka yang saling berhadapan.posisi yang sangat menguntungkan bagi Adrian.


pria itu tersenyum lebar karena posisi Diana sekarang membuat gairah nya timbul dan langsung menyambar bibir merah nan merekah istrinya.


"


to be continued..

__ADS_1


__ADS_2