Namaku Diana

Namaku Diana
Bab_ 21 ocehan receh Adrian.


__ADS_3

Diana terdiam sejenak mendengar ucapan Reno seakan menggema memantul di pendengaran nya, membuat hati nya kacau, pikiran nya tak karuan. gadis itu menatap Reno dengan nanar.


" segampang itukah? kamu berucap ingin kembali memulai lagi hubungan dengan ku Reno Dika Abimanyu!" sarkas Diana


" maaf kan aku yang telah menyakiti hati mu Ana,, tolong katakan ke pada ku, aku harus bagaimana? agar kamu bisa memaafkan aku dan kembali pada ku?!" Reno mengurai pelukan nya pada Diana. berganti kedua tangannya memegang kedua tangan Diana dengan erat.


pria itu terus menatap lekat menghujam gadis cantik di hadapannya itu.


" maaf Reno,, aku tidak bisa.. lupakan aku, lupakan apa yang telah terjadi di antara kita,, kamu sudah punya Jessica tunanganmu,, dan aku juga tidak lama lagi akan menikah dengan Adrian, Kakak mu! dan kamu tau?! berarti hubungan kita akan berganti menjadi seorang ipar,, yah kamu akan menjadi adik ipar ku Reno""


ucap Diana tegas dan ada rasa menggelitik dalam diri nya mengatakan itu semua kepada Reno, ada perasaan antara sakit, aneh, lucu ..


sakit, karena dia harus benar-benar melupakan cintanya kepada Reno.


aneh, karena kenapa dia harus berhubungan lagi dengan keluarga Abimanyu.Diana benar benar tidak habis pikir.


lucu, karena ternyata dia harus di Jodohkan dengan seorang pria bernama Adrian Nicholas Abimanyu, yang tidak lain kakak dari mantan kekasih nya yang sialnya dia sedang berusaha melupakan semua dan memulai hidup yang baru, tapi ternyata kisah hidup nya terutama asmara nya ini sangat kompleks..


*Astaga Diana.. tuhan ternyata sangat mendukung mu punya hubungan dengan keluarga Abimanyu, karena lepas dari Abimanyu yang satu, sekarang malah kembali berhubungan dengan Seorang Abimanyu yang satunya lagi?? batin Diana*


"tidak Ana!! aku tidak rela kamu menjadi istri Adrian dan menjadi kakak ipar ku NO WAY!!


aku tidak akan membiarkan nya!" Wajah Reno menegang menahan emosi.


" sudah Reno!! jangan bikin rumit hidup ku,, Aku lelah Ren.... akhirnya air mata yang sedari tadi di tahan Diana agar tidak luruh, akhirnya air mata itu jatuh juga basah mengalir di pipi lembut gadis itu, tubuh gadis itu bergetar, diana menangis wajah nya memelas. melihat gadis itu menangis Reno menjadi gelagapan.


" Ana kenapa kamu menangis hah?! maafkan aku sayang" ucap Reno lirih jemari kokohnya menyeka lembut butiran bening yang membasahi pipi gadis itu dengan lembut.


" aku mau pulang,, biarkan aku pergi Ren.. Aku sangat lelah, lepaskan tangan ku!" Diana dengan sekuat tenaga menghentakan kedua tangannya yang di genggam Reno. dan Reno terpaksa melepaskan kedua tangan Diana dari genggaman nya . kemudian dengan cepat Diana berbalik, melangkah cepat meninggalkan Reno yang masih diam berdiri melihat Diana pergi dari tempat itu.


tapi sebelum Diana benar benar melangkah hendak turun dari Roothof cafe itu, tiba tiba saja..


" aww.... jerit Diana tubuhnya terasa terhempas terdorong ke sudut tembok. pria itu menarik bahu Diana dengan cepat, mendorong tubuh Diana ke arah sudut area Roothof cafe itu,


"Renoo!! apa lagi yang kamu lakukan ha?!! sentak Diana matanya membulat sempurna


" aku menginginkan ini Ana,, aku kangen ini... Reno terus merangsek maju mendekati Ana yang sudah terpojok dengan berkata ambigu dengan jari telunjuk nya menekan nekan bibir gadis itu. membuat Diana panik.

__ADS_1


" awas Reno apa yang akan kamu lakukan menjauh dari ku!" kedua tangan Diana menjulur lurus ke depan tubuh nya agar menciptakan jarak antara dia dan pria itu.


tapi sayangnya Reno tidak peduli dengan peringatan gadis itu. lalu dengan cepat Reno maju dengan tangan satunya menahan kedua tangan Diana dan tangan yang satunya menarik tengkuk gadis itu dengan cepat Reno langsung menyambar bibir ranum Diana. Reno melahap rakus bibir gadis itu dengan liar, terus *******


tentu saja Diana kaget bukan main, Diana merasa di lecehkan oleh mantan nya itu. hati nya sakit mendapatkan perlakuan seperti itu dari pria yang telah berstatus mantan nya.


Diana mengatup bibir nya rapat rapat menolak cumbuan panas Reno, tapi pria itu tidak kehilangan akal, Reno memberikan gigitan kecil pada bibir bawah Diana dan itu berhasil.. gadis itu mengaduh merintih kesakitan sehingga bibir itu terbuka dan tentu saja itu tidak di sia sia kan oleh Reno untuk memperdalam ciuman nya terus bergerak, membelit daging berbentuk pipih yang berada di dalam mulut gadis itu, dengan liar. Diana terus meronta-ronta berusaha melepaskan diri nya tapi sayangnya tenaga nya kalah, tentu saja!


sekian menit lamanya Reno mencumbu mantan kekasih nya itu tanpa ampun, membuat Diana tersengal sengal nafasnya setelah Reno puas, dan melepaskan ciuman panas nya.


kedua tangannya memegang kedua bahu Diana , menatap lekat wajah Diana dengan tatapan yang penuh nafsu.


PLAKK


sebuah tamparan keras melayang ke arah wajah tampan pria itu.


" kurang ajar!!! kamu telah melecehkan aku Reno!" pekik Diana matanya melotot nanar ke arah pria itu dengan wajah yang masih sembab. Reno merespon ucapan Diana dengan menyunggingkan senyum puas.


" aku tidak akan membiarkan kamu menjadi milik lelaki lain,, aku tidak akan rela Ana" kata kata itu terdengar pelan di telinga Diana.


Reno dengan senyum Devils nya menatap kepergian gadis itu.


DIana terus melangkah keluar dari cafe itu dan menuju mobilnya yang berada di parkiran cafe yang semakin ingin dia lupakan dengan segala kenangannya, yang tersimpan. di tambah kejadian yang baru saja terjadi pada dirinya dengan mantan nya membuat dia semakin sakit, melihat cafe itu.


buru buru Diana masuk ke dalam mobil nya.


"aakkh... Setelah di dalam mobil Diana menjerit sekencang kencangnya meluapkan emosi nya.


" ya Tuhan kenapa aku merasa di permainkan takdir mu,, aku memang masih mencintaimu Reno... walaupun aku berusaha untuk menyingkirkan, tapi cinta itu masih saja enggan pergi dari hati ku" Diana bicara sendiri suara nya bergetar.


drrtt


drrtt


ponsel Diana yang tergeletak di atas jok di sampingnya bergetar, wajah nya yang dari tadi di pendam di atas bulatan stir kemudi mobil, lalu dia mengangkat sedikit wajah nya melirik nama yang tertera di layar ponselnya


" Adrian?" gumam nya. lalu dengan sedikit malas dia mengambil ponselnya, lalu sebelum menjawab telepon dari Adrian, Diana berusaha Menetralkan dirinya. suaranya yang masih terdengar parau karena terlalu lama menangis.

__ADS_1


setelah merasa dirinya sudah bisa mengendalikan emosi nya. gadis itu menggulir layar ponselnya untuk menjawab panggilan telepon dari Adrian.


Diana


ya hallo Adri ?


Adrian


Hallo Ana.. bagaimana mana kabar mu sweaty


you oke? sedang di mana kamu Ana?


Adrian bertanya seperti itu karena memang dia mendengar suara klakson mobil di panggilan telepon nya dengan Diana.


Diana


aku baik baik saja Adri.. aku sedang di sebuah cafe tidak jauh dari rumah ku bertemu dengan teman lama ku..by the way ada apa Adri kamu menelpon ku..


Adrian


oh oke,, baik lah kalau kamu baik baik saja sweaty. aku menelepon mu karena aku kangen kamu sweaty,, seperti nya aku tidak bisa terlalu lama jauh dari mu.


Diana


iss.. gombal sekali bicara mu tuan Adrian!


Adrian pun terbahak di sebrang sana karena dia membayangkan expresi lucu wajah gadis itu karena mendengar ucapan nya. karena Diana selalu menganggap bicara Adrian itu sekedar gombalan belaka di saat pria itu bicara manis.


lama Adrian bicara di telepon dengan Diana yang terkadang Diana tertawa lepas di sela sela obrolan nya dengan Adrian di telpon karena mendengar ocehan receh seorang Adrian.membuat dirinya lupa seketika dengan rasa sakit yang mendera batinnya saat itu.


"


"


"T B C.


please like komen n vote bila para reader suka dengan karya ku.

__ADS_1


__ADS_2