
"di luar Indonesia? siapa? apa ada orang lain yang mempunya masalah dengan Jessica?" tampak Adrian berpikir keras, tentang siapa orang yang mengirimkan video mesum Jessica
"sudah lah Boss, nggak usah di pusing kan, jelas ini menguntungkan untuk kita, tidak perlu repot-repot lagi mengotori tangan kita, lagi pula ja_la_ng macam dia, pasti lah banyak bikin masalah dengan orang,aku bingung,bisa bisa nya,Reno jatuh ke dalam pelukannya..apa yang di lihat Reno pada wanita menjijikkan itu"sarkas
Brandon, pria itu kemudian menutup laptopnya.
Adrian menghela nafasnya berat.
saat pikiran nya mengingat Adik bungsu nya itu.
"iya, kau benar, lebih baik kita pikirkan bagaimana selanjutnya tindakan kita untuk si bajingan Harlan yang berani menjebak ku"
rahang Adrian mengeras tak kala mengingat orang yang bernama Harlan, orang yang sudah dia anggap teman, tapi dengan tega nya ikut menjebak dirinya bersama Jessica.
"tenang boss, kalau soal Harlan serahkan urusan nya pada ku" ucap Brandon yakin.
__________
Melbourne Australi.
kota Melbourne adalah kota relatif datar yang sarat dengan sasana olahraga, kawasan seni, restoran,bar dan kedai kopi, dengan yarra river atau sunga river mengalir di tengah nya.
wilayah arsitektur Victoria yang mungil namun perkembangan nya sangat pesat.berdampingan dengan seni jalanan dan apartemen menjulang.sementara lorong sempit dan jalan setapak nya di ramaikan dengan galeri tersembunyi, seperti teater,gerai,serta cafe yang cukup nyaman buat nongkrong atau hangout
di sebuah apartemen mewah Reno berdiri di teras balkon apartemen nya.pria tinggi menjulang itu dengan gayanya yang khas, bertelanjang dada,di biarkan dada bidang nya terpampang menghadap cakrawala,di terpa angin menyapu wajah tampan nya, serta membelai lembut tubuh nya
yang Shirtless manik coklat terang nya terus bergerak, menatap gemerlap cahaya lampu gedung dan jalanan kota Melbourne, sesekali pria itu menyesap dalam- dalam sebatang benda mengandung nikotin yang terselip di antara jemari kokohnya di bibir tipis nya hingga mengeluarkan asap yang mengepul ke udara dari bibir tipis nya itu.ada tersirat kepuasan di wajah tampan nan manly nya.
"tidak semudah itu kau kembali merusak kebahagiaan wanita yang paling aku sayang ja_la_ng! sudah cukup dulu kamu menjebak ku, hingga aku kehilangan gadis yang aku cintai,, tidak kali ini, tidak akan aku biarkan" ucap Reno lirih berbicara sendiri.
flashback on.
__ADS_1
Reno berjalan meninggalkan kantor nya.jhon yang penasaran pun di abaikan saja.
Reno melaju kan mobil Subaru Impreza milik nya dengan kecepatan sedang, sekarang yang sedang di tuju nya adalah sebuah cafe di sudut jalan sempit kota Melbourne.
karena jalan menuju cafe itu tidak cukup untuk sebuah ukuran body mobil, akhirnya dia berjalan untuk mencapai cafe tersebut.ada sekitar kurang lebih Lima puluh meter dia harus berjalan kaki untuk mencapai cafe tersebut.dan itu tidak masalah bagi Reno.jas yang di pakai nya pun di tanggal kan di mobil nya.dasi yang tersemat di leher nya sudah dia kendurkan, satu kancing kemeja nya pun ikut di lepaskan, kemeja berwarna abu-abu, serta celana bahan bewarna hitam melengkapi penampilan nya yang terlihat seperti seorang model tetap dengan ketampanan nya.berjalan santai menelusuri jalan yang tidak terlalu besar menuju cafe mana seperti nya Reno hendak menemui seseorang di cafe tersebut.para gadis yang kebetulan berpapasan dengan nya pasti tersenyum dan melirik menggoda ke arah Reno.dan hanya dengan senyuman tipis Reno menimpali setiap lirikan nakal itu.
tiba di depan cafe tersebut,Reno masuk ke dalam dan terus berjalan hingga ada sebuah tangga kecil, satu persatu dia menapaki anak tangga tersebut, menuju roothoof cafe sampai di penghujung anak tangga,Reno tiba di roothoof cafe .ada seorang pria muda berusia 25 tahun bermata hazel berambut pirang yang bernama Kevin, duduk di kursi yang terbuat dari kayu, di hadapannya ada sebuah meja kecil serta di atas nya ada sebuah laptop yang sedang menyala, dua gelas cofe dan sepiring cake.
Reno berjalan mendekati pria muda itu.melihat kedatangan Reno pria muda itu pun berdiri dan menyambut kedatangan Reno dengan berjabat tangan.
"hai bro, sudah lama menunggu?"
tanya Reno.lalu mereka pun duduk kembali.
"lumayan lama"
"sorry,ada sisa pekerjaan yang harus aku selesaikan tadi di kantor"
"ah, kali ini aku ingin Santai tanpa ocehan mulutnya, aku tahu mamah tahu keadaan ku, dari Brandon, CK dasar.. setia sekali dia dengan mamah" gerutu Reno mengingat Jhonatan assisten nya itu betapa loyalitas nya sangat tinggi dengan keluarga nya, terutama dengan mamah Eva.
Kevin hanya tersenyum simpul menanggapi ocehan Reno.
"ah, baik lah lupakan Jhon,mana yang aku pinta kamu sudah mendapat kan nya?" tanya Reno pada Kevin dengan wajah penasaran.
"tentu, demi ini, aku tidak mempercayai siapapun, sampai aku rela terbang jauh jauh ke Indonesia"
Kevin menggeser dan membalikkan laptop nya yang masih menyala itu,ke arah Reno.sebuah tayangan video berdurasi sekitar empat puluh menit tersaji di depan mata jeli Reno.
nampak rahang nya mengeras, kedua tangannya mengepal kuat ketika dia menyaksikan tayangan video yang ada di laptop Kevin. Namun sudut bibirnya tertarik ke atas.ada seringai di wajah Reno.setelah itu dia geser kembali laptop itu ke hadapan Kevin.
"ternyata selama ini kau telah masuk perangkap tikus got bro! menjijikkan! setelah di pakai oleh mu, kemudian di obral ke tempat lain cih! demi ja_la_ng itu kamu melepaskan sebuah mutiara indah" cibir Kevin menatap sinis Reno.
__ADS_1
"DIAM KAU!!" teriak Reno wajah nya merah padam mendengar ucapan Kevin yang dengan sengaja mengejek dirinya walaupun yang di katakan Kevin itu benar adanya. bukan nya merasa takut akan kemarahan Reno, tapi yang ada pria berambut pirang itu tergelak mentertawakan Reno.
Reno menatap nanar Kevin.
"apa kepala mu masih ingin utuh di tubuh mu ha?!!" ucap Reno dengan bernada ancaman.
dan alhasil tawa di wajah Kevin perlahan menghilang, dengan susah payah dia menelan saliva nya.wajahnya tampak gugup, dia sangat mengenal siapa Reno dengan baik, kalau sudah mengancam, maka itu tidak main-main.
"sorry, sorry bro, aku hanya terbawa suasana" kilah Kevin.
kemudian kedua tangan Kevin kembali bermain di atas keyboard laptop milik nya. lalu tak lama dia menyerahkan sebuah flashdisk pada Reno.
"ini salinan video nya bro, sedang tadi sudah aku sebar ke website-website Liar aku jamin besok di Indonesia tersebar heboh berita nya dan...Bloom!! hancur lah ja_la_ng itu"
"apa kah akan terlacak titik nya?" tanya Reno untuk meyakinkan pekerjaan kevin.
"tenang Bro, aku jamin tidak akan terlacak! kau bisa percaya dengan kemampuan ku" ucap Kevin yakin, dan memang tidak di ragukan lagi dengan kemampuan Kevin yang ahli di bidang IT sekaligus seorang hacker handal yang pernah Reno kenal.
"bagus kalau begitu, semoga seperti itu, aku puas dengan hasil kerja mu,bonus akan sampai ke rekening mu"
"ah,siap Boss!" ucap Kevin dengan antusias mendengar kata bonus dari mulut Reno, karena puas dengan hasil kerja nya.
flashback off.
Reno tersenyum tipis
"walaupun aku tidak bisa memiliki mu, tapi aku akan selalu melindungi mu sebisa ku, walaupun aku jauh Diana.. aku tidak rela ada orang lain yang merusak ke bahagian mu, mungkin ini cara ku menebus kesalahan ku pada diri mu" ucap Reno bicara sendiri.
"
to be continued.
__ADS_1