
dengan di bantu oleh kedua pegawai butik Tante maya, Diana kembali masuk ke dalam kamar pas untuk melepaskan gaunnya dan berganti pakaian nya kembali.
"silahkan nona Diana" dua wanita itu mempersilakan Diana masuk di kamar pas
" baik lah" Diana pun masuk ke dalam kamar pas.
" kalau kesulitan membuka gaunnya,nona bisa panggil saya, kita berdua tunggu di luar" kedua pagawai butik itu lalu berdiri di depan pintu kamar pas menunggu Diana yang sedang di dalam kamar pas.
sedangkan Diana hanya mengangguk dan tersenyum ke pada kedua pegawai butik Tante maya itu.
tak lama kemudian terdengar suara Diana dari dalam kamar pas, memanggil pegawai butik Tante maya yang sedang menunggu nya di luar.
" mbak,, mbak.. tolong aku dong kesini sebentar" Diana sedikit teriak.dan..
" ada apa nona? ada yang saya bisa bantu?" salah satu pegawai butik itu masuk kedalam kamar pas di mana ada Diana. berada di dalam nya.
" iya mbak,,bisa tolong bukain kaitannya yang ada di pas pinggul ku ini? tangan ku tidak bisa meraihnya" Diana menunjukkan dengan arah tatapan nya ke sebuah kaitan kancing gaunnya yang berada pas di pinggul nya.
" oh baik nona,, akan saya bantu buka" lalu pegawai butik itu sedikit membungkuk kan badannya mencoba melepaskan kaitan kancing gaun pengantin yang di pakai oleh Diana.
" sudah nona" pegawai butik itu kembali berdiri, menegakkan tubuhnya tersenyum ramah.
" oh sudah ya? kalau begitu terima kasih ,, mbak... ucapan Diana terhenti karena dia sedang membaca sebuah name tag kecil pegawai butik Tante maya yang ada di hadapannya.
" asti? mbak asti nama kamu ya?" Diana tersenyum menyebut nama pegawai butik Tante maya.
" betul nona nama saya Asti" gadis itu tersenyum ramah sambil tangan kanannya sesekali menyentuh name tag nya yang tersemat di atas dada sebelah kiri nya.
__ADS_1
"ya sudah kamu bisa keluar sekarang,, karena aku akan melepaskan gaun pengantin ini" pinta Diana dengan ramah tersenyum tipis
" baik lah kalau begitu nona,, saya permisi keluar" lalu pegawai butik yang bernama Asti itu kembali keluar meninggalkan Diana di dalam kamar pas, setelah membantunya melepaskan kaitan kancing yang tidak bisa di jangkau oleh Diana.
dan tak lama kemudian Diana sudah keluar dari kamar ganti, dan sudah berganti dengan pakaian yang awal dia pakai.
" gaunnya sudah aku lepas dan aku gantung di dalam" ucap Diana ke kedua pegawai butik Tante maya yang sedari tadi menunggu nya di depan pintu kamar ganti.
" baik nona nanti saya beres kan" lalu kedua wanita itu masuk ke dalam kamar pas untuk mengambil gaun pengantin yang tadi Diana pakai.
sedangkan Diana memilih duduk di sebuah sofa di ruang tunggu tempat dia fiting baju tadi. Diana duduk dengan santai, tangan nya meraih satu buah buku majalah yang berisi gambar, dan foto berbagai macam jenis gaun pengantin yang di pakai oleh model di majalah itu. dengan seksama gadis itu membuka helai demi helai majalah yang ada di tangan nya itu.
" cantik ya " tiba-tiba saja terdengar suara berat seorang pria. dan tentu saja Diana kaget karena dia sedang fokus dengan majalah wanita yang ada di tangan nya. dengan posisi Diana yang masih duduk tentu saja Diana harus mendangak kan kepalanya untuk menatap pria di hadapannya itu. Yang berdiri tinggi menjulang.
" kamu? ngapain kamu di sini?" mata Diana memicing setelah melihat siapa yang berdiri di hadapan nya.
" bukan urusan mu dengan siapa aku menikah,, dan jangan terlalu mencampuri kehidupan ku!" emosi Diana sedikit tersulut mendengar ucapan sarkas Reno.
pria itu hanya tersenyum tipis terus menatap Diana. dan tentu saja membuat gadis itu jadi tidak nyaman, lalu Diana pun beranjak dari duduknya untuk pergi dari hadapan Reno.
" tunggu dulu Ana!" Reno dengan cepat mencekal lengan Diana yang baru saja hendak melangkah pergi dari hadapan Reno.
"mau apa lagi kamu?!" Diana menatap tajam ke arah Reno dan tangan Diana yang satunya lagi berusaha untuk menepis tangan nya yang di cekal oleh Reno.
" lepasin!! Gadis itu bersungut menatap Reno. meminta Reno untuk melepaskan tangan nya.
" ikut dengan ku Ana!" bukan nya melepaskan tangan Diana dari cekalan nya ,malah pria itu meng eratkan cekalan tangan nya pada Diana, lalu dengan sigap Reno menarik gadis itu untuk pergi dengan nya.
__ADS_1
" Reno,, lepaskan aku.. kamu benar benar tidak waras!! di sini ada Adrian kakak mu,, juga tunangan mu !!" pekik Diana terus meronta mencoba melepaskan tangan nya dari genggaman tangan Reno.
" persetan!,, aku tidak peduli dengan mereka..
pokoknya kamu harus ikut dengan ku Ana!"
Reno terus berjalan ke arah pintu samping yang menuju halaman parkir mobil.yang ada di butik milik Tante maya. pria itu terus menyeret Diana bersama nya.
" masuk!!" Reno mendorong paksa tubuh Diana masuk ke dalam mobil nya yang terparkir di halaman butik tante maya.
Aww.... Diana merasakan sakit pada tubuh nya karena Reno mendorong kasar tubuh nya masuk ke dalam mobil milik Reno.
" Bastard!! crazy!!! gadis itu terus memaki Reno menatap nyalang ke arah Reno.
depp... Reno menutup pintu mobil nya dengan kencang setelah Diana sudah benar benar masuk ke dalam mobil nya. lalu pria itu dengan tergesa memutari mobil nya ke arah pintu satu nya mobil itu. dan dia pun masuk ke dalam mobil nya duduk di kursi kemudi.
cklekk.. Reno menekan kunci sentral mobil nya.
" yes,, i'm bastard,,yes, im crazy!! do you know that,, because of you my love!! Reno menyeringai menatap tajam Diana, terlihat wajah gadis itu merah padam.
lalu dengan cepat Reno menyalakan mesin mobil nya dan mobil yang membawa mereka berdua pun melaju, meninggalkan area butik milik Tante maya.
" tolong lepaskan aku Reno.... aku tidak mau seperti ini hubungan kita,, bisa kan kita pisah dengan baik baik?" Diana tak kuasa menahan air mata nya lagi dan buliran bening itu akhirnya jatuh membasahi pipi nya. tubuh nya bergetar karena menahan tangis yang dia tahan sedari tadi. dia benar benar kecewa dengan perlakuan Reno yang sudah melecehkan nya.
" tidak Ana,, aku tidak rela untuk melepaskan mu untuk yang kedua kalinya sayang.. cukup sekali aku membuat kesalahan dengan melepaskan mu,, ternyata sangat menyakiti hati ku Ana... pria itu berkata dengan tatapan matanya lurus ke depan jalan, sesekali tangan nya membelai lembut rambut Diana dengan terulas senyum di wajah tampan nya.
"
__ADS_1
". *** T B C ***