
dua pria yang sangat dia cintai dan sangat dia sayangi, Suami dan putra nya, berjalan ke arah mereka bertiga yang sedang duduk di sofa ruang tengah.kebahagiaan terus terpancar dari wajah suaminya itu.
sedangkan Adrian berusaha ikut tersenyum, walaupun senyum itu bukan senyum yang membuat nya bahagia untuk saat ini, karena tanggung jawab yang besar telah menanti nya di depan mata nya.
dan Eva menangkap raut wajah Adrian yang terulas senyum, sekaligus ada kegelisahan menyatu dalam wajah tampan putra sulung nya itu.sebagai seorang ibu,Eva memang sangat peka, karena kepekaan nya itu, berasal dari betapa besar nya cinta nya pada anak anak nya.
______________
tiga bulan kemudian.,.
di Australi, tepat nya di kota Melbourne. di salah satu gedung tinggi yang menjulang, seakan menantang,serta menyapa biru nya langit yang menghampar luas tak terbatas di alam semesta.nampak ketegangan tercipta di salah satu ruang rapat kerja, seorang pria tampan bermata jeli, dengan alis yang tebal berbaris rapi, bertengger sempurna, melengkapi wajah tampan nya. serta bulu bulu halus menghias di sepanjang rahang tegas di wajah pria itu menjadikan dia sangat tampan dan manly. duduk di kursi kebesaran nya.tengah memimpin sebuah rapat dengan para staf nya. nampak wajah nya terlihat fokus mendengar kan menjelaskan satu persatu presentasi laporan proyek dan yang lainnya, yang berkaitan dengan perusahaan nya yang bergerak di bidang properti dan industri.
"baik lah, cukup sampai di sini rapat kita, sebelum aku akhiri, apa ada yang masih di sampai kan?" suara bariton nya menggema di ruangan itu.membuat dirinya terlihat berwibawa.semua staf yang Hadir di rapat itu hanya diam dan menggeleng pelan.
lalu tanpa bicara lagi dengan wajah dingin nya, pria gagah itu berdiri dari duduknya dan berjalan menuju arah pintu keluar, meninggalkan ruang rapat.setelah kepergian pemimpin nya yang berwajah dingin itu, orang yang ada di ruangan itu menghela nafasnya lega, seakan baru mendapatkan udara untuk bernafas.
"bagaimana jadwal ku untuk hari ini Jhon?" tanya pria itu pada asisten pribadi nya.
"hari ini hanya ada pertemuan dengan salah satu investor yang akan menanamkan modalnya di proyek pembangunan apartemen yang ada di daerah pantai x boss"
"oke, kalau begitu,kau atur pertemuan itu, kapan?"
"nanti,saat jam makan siang,di salah satu di daerah x, di sebuah cafe"
langkah pria itu terhenti, lalu menatap tajam sang asisten.
"kenapa harus di cafe? bukan nya di restoran saja, lebih nyaman sambil makan siang"
lalu pria itu kembali melanjutkan langkah nya dan masuk ke dalam ruang kerja nya. berjalan ke arah kursi kebesaran nya yang ada di Balik meja kerja nya.ruangan yang di dominasi oleh warna biru langit, sesuai dengan nama perusahaan nya.
BLUE SKY.
"tapi, investor itu ingin pertemuan nya di sebuah cafe bos"
pria itu mendengus kasar, menyenderkan tubuhnya kasar di kursi empuk yang di lapisi bahan yang terbuat dari kulit,warna nya yang coklat mengkilat, menambah kesan elegan nan clasic.senada dengan meja kerja yang kokoh di hadapannya.dengan setumpuk berkas berkas yang sudah menanti untuk di kerjakan.
"baik lah, seperti nya sekarang sudah waktunya jam makan siang,kita berangkat! siapkan mobilnya Jhon"
__ADS_1
"siap boss"
lalu sang asisten berwajah bule itu pergi meninggalkan pria itu sendiri di ruang kerjanya.
Drrtt
Drrtt.
ponsel yang berlogo apel di makan separo yang ada di atas meja kerja nya itu bergetar. menampilkan sebuah nama yang membuat sudut bibirnya sedikit tertarik ke atas.
"mamah"gumamnya, lalu dengan cepat di ambil nya ponsel itu, jemari kokohnya menggeser tombol merah keatas, dan benda pipih itu sudah menempel intens di telinga nya.
(***hallo mam,ada apa menelpon ku? apa mamah rindu padaku, sehingga setiap hari terus menelpon ku.)
( ya ampun Reno.. memang nya mamah tidak boleh menelpon mu sayang.. mamah hanya ingin memastikan diri mu baik baik saja***)
Reno terkekeh mendengar ucapan mamah nya yang khawatir berlebihan pada dirinya, seperti khawatir dengan seorang anak kecil.tapi dia sangat bahagia dengan cinta mamahnya yang selalu ada, tercurah untuk nya.
(***kalau begitu apa sebaiknya aku pulang saja ke Indonesia? biar mamah tidak khawatir berlebihan begini?)
Reno membayangkan wajah mamah nya yang pasti terlihat kesal di sana.membuat sebuah senyuman kambali terulas di bibirnya.
(ya sudah kalau begitu,mamah jangan khawatir! aku baik baik saja di sini, seperti doa mamah.aku akan ada pertemuan dengan investor baru mam, aku sudahi dulu ya, Jhon sudah menunggu ku..)
(***baik lah, kalau begitu.jaga baik baik dirimu di sana Reno)
(iya,mam.. jangan khawatir bye***..!)
lalu Reno memutuskan panggilan telepon dengan mamahnya.karena Jhon sudah berdiri di hadapan nya, bersiap pergi ke tempat janji temu dengan investor baru nya.
"kita berangkat boss?"
Reno mengangguk, lalu dua lelaki tampan berbeda status itu jalan ber iringan.keluar dari ruang kantor kerja Reno.berjalan ke sebuah lift khusus untuk eksekutif.tidak menunggu lama, pintu lift itu terbuka, lalu kedua pria tampan itu masuk ke dalam kotak besi itu.membawa mereka ke lantai satu.
TING.
suara dentingan lift terdengar dan pintu kotak besi itu pun terbuka lebar
__ADS_1
dan kedua nya keluar melangkah dari lift itu.berjalan melintasi ratusan karyawan yang ada di lantai satu.Reno berjalan dengan gagahnya di ikuti Jhon di samping nya.kalau sudah begini.membuat para kaum hawa terpana dengan ketampanan sang direktur.yang membuat mereka lemas dan meleleh.
terlalu lebay lo Thor 🤣
"kok bisa sih ada orang setampan bak pangeran berkuda putih..my God"
ucap salah satu pegawai wanita yang bergosip seperti cacing kepanasan karena terpesona dengan ketampanan sang direktur baru mereka yang baru saja tiga bulan menjabat.
"seperti apa yah nanti, wanita yang akan menjadi istri lelaki setampan itu"
ucap gadis yang di samping nya yang terlihat lebih tenang, walaupun dalam hati nya sama terpesona nya.
"seperti Aku"sahut gadis yang bepecicilan itu.
"ngarep!!!" teriak teman nya persis di telinga nya lalu gadis itu dengan cepat pergi jauh sambil cekikikan.
di sebuah cafe yang tidak jauh dari gedung BLUE SKY. sekitar lima belas menit tempuh perjalanan.sebuah mobil sedan mewah berwarna hitam legam. memasuki halaman parkir cafe x yang cukup besar, mobil sedan mewah itu pun terparkir sempurna, lalu nampak Jhon keluar dari pintu kemudi dan berjalan cepat untuk membukakan pintu mobil di sisi satunya untuk Reno yang ada di bangku belakang.
dua pria itu pun melangkah masuk ke dalam cafe x yang pengunjung nya tidak terlalu rame.
setelah mereka sampai di dalam cafe,di sambut oleh pramusaji dengan senyum dan sikap yang ramah, pramusaji itu mempersilakan Reno ke sebuah ruang yang cukup private di lantai dua cafe itu. dan setelah Reno dan Jhon sampai di ruangan yang di tuju nya nampak seorang wanita muda dengan rambut panjang di kuncir kuda, sedang asyik bicara dengan pria yang bersamanya. terdengar suara tawa kecil dari wanita itu dengan posisi duduk membelakangi arah Reno datang.Reno dengan tenang menyapa kedua orang berlain jenis itu dengan suara bariton nya.
"selamat siang" sapa Reno. dengan gerakan lambat kedua orang itu menoleh ke arah nya.dan...
wanita itu berdiri, tersenyum ke arah Reno, mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan Reno.
"selamat datang tuan Reno" sapa wanita cantik itu masih setia dengan senyuman manis di wajah nya.
wajah Reno menegang, jantung nya berdegup kencang, tenggorokan terasa tercekat seperti ada batu yang mengganjal.menatap wajah wanita cantik yang ada di hadapannya sekarang ini.
"
"
#to be continued.
.
__ADS_1