Namaku Diana

Namaku Diana
tolong Diana mam!


__ADS_3

dua bulan sudah hubungan Aniara berjalan,Reno berusaha mengalihkan hati nya dari kekangan cinta nya pada Diana.karena Dia sadari kalau sudah tidak mungkin dirinya meraih cinta yang telah menjadi penyesalan bagi dirinya.walaupun hubungan nya dengan Aniara masih stak di tempat apa lagi Aniara yang selalu membatasi sikap nya pada dirinya Reno sadar itu.karena Aniara menganggap dia tidak mau memberi lebih pada Reno yang kenyataan nya masih sulit menerima kalau wajah yang Aniara punya serupa dengan wajah mantan kekasih nya.


umur kehamilan Diana sudah memasuki bulan nya Adrian selalu pulang sore dan lebih awal dari kantor nya. karena dia harus ada dan siaga untuk istri nya yang sedang hamil tua.yang sewaktu-waktu dan bisa kapan saja Diana melahirkan.


"mas? kamu sudah pulang?" Diana yang sedang duduk di balkon kamar nya sambil membaca buku novel di kejutkan oleh kedatangan Adrian yang melingkar kan tangan kekar nya di dada nya.Diana Mendongakkan wajah nya untuk bisa melihat wajah suaminya


bersamaan itu pula Adrian memberikan kecupan dalam dan lama di kening istrinya.


"kenapa di sini sayang,angin nya kencang ayo masuk kedalam"


"nggak,malah tubuh ku terasa panas dan gerah" jelas Diana.


Adrian memutar posisi berdiri nya yang kini ada di hadapan Diana dan berjongkok mendekat kan wajah nya serta mengelus lembut perut Diana yang sudah membuncit besar.


"Hai, jagoan papah, bagaimana kamu di dalam sana.. kalian sebentar lagi akan bertemu papah dan mamah.papah sudah tidak sabar untuk bertemu dan melihat wajah kalian dua jagoan papah yang pasti nya tampan seperti papah nya"


Adrian bicara dengan calon bayi nya yang ada di dalam kandungan istrinya yang sudah di Ketahui jenis kelamin nya dua bayi laki-laki.Adrian sangat senang setelah mengetahui kalau yang calon bayi nya itu dua jagoan.dan seolah bayi yang ada di dalam kandungan istrinya mendengar apa yang di katakan oleh papah nya. terlihat gerakan di perut buncit istrinya.


mata Adrian melebar dan tersenyum lebar pula melihat ada pergerakan calon bayi nya.


"lihat sayang, seperti nya dua jagoan ku merespon ucapan papah nya,ah, papah sudah tidak sabar dengan kehadiran kalian ke dunia ini" ucap Adrian antusias Diana tersenyum haru melihat antusias suami nya pada kehadiran calon bayi mereka.


"iya,papah.. aku juga sudah tidak sabar ingin bertemu dengan papah dan mamah tunggu aku ya.." Diana menimpali ucapan Adrian dengan suara di buat seperti suara anak kecil.Adrian memandangi wajah cantik istrinya yang terlihat sangat cantik di masa kehamilan nya.


"sayang, terima kasih, kamu mau mengandung anak ku"


Diana tersenyum lalu dia menggeser posisi nya dan mengulurkan kedua tangannya memegang kedua sisi wajah suaminya.bola matanya bergerak menyapu wajah tampan suami nya dengan siratan penuh cinta.


"tentu saja aku mau mengandung anak mu mas, karena kamu suami ku, pria yg aku cintai. tidak ada keraguan dalam hati ku kalau kamu akan menjadi papah yang baik untuk anak yang aku kandung benih cinta kita dan itu membuat aku bahagia dan sempurna sebagai wanita"


ucap Diana dengan penuh kelembutan sehingga Adrian terasa seperti melayang Saking bahagia nya mendengar ucapan istrinya yang penuh cinta itu. Adrian meraih kedua tangan istrinya yang berada di wajah nya di kecupi nya bertubi-tubi jemari lentik milik istri dengan penuh perasaan.lalu Adrian sedikit mencondongkan tubuhnya dan memeluk tubuh istrinya dengan erat


"auch, mas.. jangan rapat-rapat anak kita kejepit dong" keluh Diana

__ADS_1


"oh, maaf, mas lupa" ucap Adrian lalu mengurai pelukan nya dan..


"aaahhk..masss...pe_perut ku uh" rintih Diana merasakan perutnya sakit.


"ke_kenapa sayang?? apa yang sakit ha? apa akibat pelukan tadi? maaf kan mas sayang" ucap Adrian wajah nya terlihat panik


Diana menggeleng "bukan mas, ini bukan karena pelukan mu"


baru Diana akan meneruskan ucapannya sakit itu kembali datang


dan itu lebih sakit lagi dia rasakan.


"auww mas!! ssakiit..!!" rintih Diana kali ini rintihan nya lebih keras


tanpa bicara lagi Adrian menggendong istrinya membawa nya ke atas tempat tidur kemudian di rebahkan nya perlahan tubuh istrinya itu.


"maaass!!!" pekik Diana merasakan betapa sakit yang dia rasa.


"sebentar sayang, tunggu sebentar ya"


kemudian Adrian memutuskan untuk memanggil mamah Eva. berjalan cepat menuju pintu kamar nya dan langsung membuka nya dengan kasar lalu melangkah ke luar kamar nya dan berdiri di depan kamar melihat ke arah lantai bawah..dan..


"mamah!!!! tolong Diana mam!!" suara Adrian menggelegar memenuhi seluruh ruangan rumah besar tersebut yang tentu saja membuat terkejut orang yang ada di rumah nya dan benar saja semua nya keluar dari persembunyiannya termasuk mamah Eva.


wanita paruh baya itu keluar dari kamar nya dengan sedikit berlari karena panik dengan suara Adrian yang menggelegar.


"ada apa Adrian,suara mu mengagetkan sekali!!" teriak Eva mendongak kan wajah nya ke arah Adrian yang berdiri di lantai dua rumah nya.


"tolong Diana mam, Istri ku kesakitan"


"oh ya ampun, kenapa menantu ku" ucap Eva panik mendengar menantu nya kesakitan. dengan jalan tergesa Eva berjalan naik menapaki anak tangga yang di ikuti oleh bi surti dan bi ipah berjalan menuju kamar Adrian.


ketika Eva tiba di dalam kamar anak nya langsung mendekati Diana yang meringis kesakitan.

__ADS_1


"ya Tuhan, kamu kenapa sayang..?" tanya Eva.


"perut ku sakit mam" ucap Diana yang sedang menahan rasa sakit nya.


"apa sakit nya datang dan pergi?" tanya Eva,


Diana yang tak sanggup berkata karena merasa kan sakit nya kembali hanya bisa mengangguk.


dan setelah Eva mendengar apa yang di rasakan Diana akhirnya Eva mengambil kesimpulan..


"Adrian, istri mu mau melahirkan!"ucap Eva yang ikut tegang karena melihat menantu nya meringis kesakitan.


"benarkah?" sahut Adrian antara panik dan bahagia


"iya, kamu jangan berdiri saja! cepat, gendong istri mu kita bawa ke rumah sakit! bi ipah tolong bawa tas yang sudah di siapkan untuk di bawa ke rumah sakit" titah Eva.


tanpa bicara lagi Adrian langsung mendekati Diana dan menggendong nya berjalan keluar kamar nya turun ke bawah dengan wajah yang panik karena melihat istrinya kesakitan tapi ada rasa bahagia karena sebentar lagi dia akan melihat dua jagoan nya lahir ke dunia.


Reno yang sedari tadi berdiri di depan kamar nya ikut turun kebawah mengikuti langkah Adrian.


Melihat Adrian yang kesulitan ketika aku masuk ke dalam mobil.


"apa kamu perlu bantuan kak?" tanya Reno yang sudah berdiri di depan Adrian.yang hanya diam saja


"sebaiknya aku yang bawa mobil nya, kamu duduk di belakang saja menjaga Diana karena tidak mungkin kan kamu yang menyetir sedang kan Diana tidak ada yang memegang nya karena mamah sibuk dengan barang bawaan untuk Diana di rumah sakit" ucap Reno dengan wajah nya yang tampak serius.


"baik lah kalau begitu, terima kasih"


"tidak usah berterima kasih pada ku, ini sudah kewajiban ku sebagai adik mu" terang Reno lalu mengambil kunci mobil yang ada di tangan Adrian.


*


to be continued..

__ADS_1


__ADS_2