Namaku Diana

Namaku Diana
bab_12 merasa kepedean.


__ADS_3

mungkin Diana merasa kepedean , menuding Reno mengikuti dirinya.akhirnya Diana memutuskan pindah tempat, mencari buku ketempat sisi lain lebih kedalam di ruangan yang ada di toko buku itu yang memang cukup besar gedung nya yang berlantai dua.


tapi..


shitt! ... Reno memang benar benar mengikuti kemana langkahnya, apakah sekarang Diana merasa kepedean? untuk menegur Reno? batin nya


" kamu memang benar mengikuti aku Reno, jangan berkilah mencari alasan!" sungut Diana merasa tidak senang dengan Reno dan apa ini?


jantung nya tak karuan rasanya.


sedangkan pria itu dengan santainya menyenderkan bahunya di rak buku dengan kedua tangannya di lipat di dadanya dengan senyum tipis nya.


apa maksudnya sih batin Diana emosi.


" tidak ada alasan apapun" jawab Reno terkesan acuh, aku hanya ingin mengikuti mu itu saja" sambung Reno .


" tapi aku tidak mau! dan aku tidak nyaman kau tahu? jadi silahkan anda berhenti mengikuti saya !" sungut Diana dengan sorot matanya berkilat marah.


tapi apa, Reno tidak merasa terusik dengan marahnya Diana, karena dia sudah mengenalnya selama 2 tahun. gadis yang ada di hadapannya ini jadi dia tahu kadar emosi Diana.dan Reno pun merangsek maju mendekati Diana, dan tanpa aba-aba lagi dia langsung menarik gadis itu kepelukanny.


" aku.. aku .. kangen kamu ana" ucap Reno pelan nyaris tidak terdengar, " maafkan aku yang telah menyakiti hati mu Ana" lagi ucap nya. Diana hanya membeku tidak membalas pelukan mantan kekasih nya itu. tak di pungkiri dia pun Rindu dengan pria sialan ini, dan jujur cinta nya untuk Reno masih ada tersimpan rapih jauh di lubuk hati nya. tapi rasa kecewa dan sakit hatinya lebih besar hingga nyaris menutup rasa cinta itu.


" lepaskan aku! buat apa kamu seperti ini, kita hanya dua orang asing yang tidak mengenal!"

__ADS_1


lalu Diana mendorong tubuh Reno kuat kuat yang mendekap dirinya. bukan nya lepas malah Tubuh Diana jadi limbung dan hampir jatuh, dengan cepat Reno menarik kembali tubuh Diana kepelukanny. Reno pun terkekeh melihat tingkah gadis itu membuatnya gemes.


" sudahlah Diana.. kamu tidak akan bisa lepas dari pelukan ku, tenaga ku jelas lebih kuat dari mu" Reno kembali tertawa. terlihat wajah gadis itu di tekuk,masam .


" baiklah aku akan melepaskan mu Ana " di ciumnya kening Diana lama oleh Reno, seakan ciuman nya tersirat rasa rindu nya pada Diana. dan setelah itu Reno melepaskan Diana dari dekapan nya.


Diana pun buru-buru menjauh dari Reno, dan merapikan rambut nya yang berantakan karena ulah Reno.


" jangan pernah kamu berbuat semau mu pada ku Reno! hubungan kita sudah berakhir, dan kau sendiri yang mengakhiri nya,aku berusaha menerima nya dan mencoba menghapus perasaan ini, dari hatiku" ucap Diana pelan tapi penuh penekanan.lalu Diana melangkah pergi meninggalkan Reno yang masih berdiri menatap Diana yang berjalan menjauhinya.


ketika Diana sudah di parkiran motor nya dia berjongkok di samping motor nya di tenggelam kan wajah nya di antara kedua lutut nya, akhirnya pertahanan nya yang sedari tadi dia tahan, runtuh juga dengan lolos nya air mata mengalir begitu saja. panggilan telepon dari vita pun di abaikan.pertemuannya dengan Reno tadi benar-benar memaksa luka yang masih basah berdarah kembali,apa lagi Pelukan Reno terasa meremas lukanya itu.


tanpa sepengetahuan DIana ada sepasang mata di dalam sebuah mobil yang sedari tadi mengawasi gerak-gerik gadis itu.di pukul nya kencang stir kemudi mobil nya. melihat keadaan gadis itu hati nya ikut merasakan kesakitan gadis itu.


" mas Devan? AAA.... gadis itu teriak, dengan senyum yang sumringah Diana melangkah cepat ke pria yang bernama Devan itu dan memeluk nya. " kapan mas Devan Dateng?" sambung diana.cukup lama mereka berpelukan, kemudian Devan melepaskan pelukannya , lalui kedua tangannya memegang kedua bahu Diana dan menatap dengan rasa sayang.


" kamu kurusan sih Na? kamu jarang makan?" tanya Devan men, scan tubuh Diana dari ujung kepala sampai ujung kaki.


" yaah maklum lah mahasiswa yang tinggal di kosan hidup nya hemat hehehe.. Diana nyengir kuda, memperlihatkan deretan giginya.


" oh seperti itu, kalau begitu kamu pulang kerumah, kuliah di sana dan tidak perlu susah payah menghidupi diri mu sendiri.ucap Devan tegas rasa prihatin melihat keadaan adik perempuan satu satunya itu.


" ehh sembarangan kamu mas, emang nya aku anak SD yang gampang pindah- pindah sekolah!" ucap Diana merajuk.

__ADS_1


" ada apa mas Devan Dateng ke sini? tumben, pasti ada sesuatu yang penting ya?" ucap Diana tanpa jeda.


" kamu ini, emang nya gak boleh mas mu ini Dateng melihat adik kesayangannya, apa lagi adiknya perempuan,keras kepala,bandel! itu yang tambah bikin khawatir, tahu kamu huh?" ucap Devan sambil telunjuk jari nya menekan dahi Diana." iih sakit ah" ucap Diana, meringis mengusap dahinya.


" mas ayo kita ngobrol di kantin sebrang jalan itu" Diana menunjuk kearah kantin yang ada di sebrang jalan tak jauh dari kosan nya, mengajak Devan ngobrol di situ, karena memang Diana tidak bisa mengajak Devan ngobrol di kosan nya karena peraturan tidak boleh ada laki laki masuk ke kosan tanpa terkecuali.kemudian mereka pun berjalan menuju arah kantin sederhana yang di tunjuk Diana, lalu mencari tempat duduk yang ada di kantin itu.


" sini mas duduk" ucap Diana mempersilakan Devan duduk di bangku kayu bentuk nya panjang kira kira 1,5 meter lah begitu juga mejanya seukuran.lalu Diana memesan teh manis hangat untuk mereka berdua.


mereka pun duduk di bangku kayu itu berhadapan. " ayah menyuruh mu pulang Minggu depan Ana" ucap Devan langsung bicara. " ngapain ? apa aku mau di jodohin lagi?" sahut Diana mencebik


" pokoknya kamu pulang dulu!" ucap Devan pelan tapi terdengar tegas.


" kali ini kamu jangan coba coba ngebantah Ana.. kamu harus pulang, cobalah menjadi anak gadis yang baik dan penurut untuk kedua orang tua mu ya?" ucap Devan lembut, mencoba membujuk adik perempuan satu satunya itu yang keras kepala. tak lama teh manis hangat pesanan nya pun datang di antar mbak Sum wanita yang berusia 40 tahun. pemilik kantin.mbak sumi melirik ke arah Devan dan tersenyum.


" pacar nya ya non? ganteng banget!" seloroh mbak Sumi masih berdiri di samping mereka berdua, sambil cengengesan.


" eh bukan mbak.. ini kakak saya baru datang dari Surabaya, ganteng ya mbak? tau ajah mbak Sumi sama yang ganteng" ucap Diana jahil.


" ya tau atuh non, mata mbak Sumi masih jernih kalau liat yang ganteng mah" ucap mbak Sumi malu, membuat Devan dan Diana saling tatap kemudian di susul dengan tawa mereka, lalu mbak Sumi pun ngeloyor pergi karena salah tingkah. " hubungan mu dengan Reno sudah berakhir bukan?" ucap Devan tiba tiba membahas Reno.memang Diana pernah menceritakan hubungan nya dengan Reno pada kakaknya itu.tapi Diana belum mengatakan ke kakak nya itu bahwa Diana dan Reno sudah putus. " kok mas Devan tahu aku putus dengan Reno?" tanya Diana heran.


'


"

__ADS_1


" T B C.


__ADS_2