
*benarkah aku cemburu dengan Adrian?
batin Diana.
(Adrian)
" Sweaty.. hello..
kali ini Adrian yang melambai kan tangan nya di depan layar ponselnya karena melihat Diana diam terpaku.
(Diana)
" heum iya ?
Diana terhenyak mendengar suara panggilan Adrian di sana.
( Adrian)
" seperti nya kamu emang lelah Sweaty,, baik lah kamu istirahat ya.. aku juga mau turun ke lobby hotel, seperti nya teman ku sebentar lagi tiba, bye sweaty istirahat lah..
( Diana )
" baik lah Adri sampai jumpa bye...
lalu Diana mengakhiri panggilan video dengan Adrian. lalu dia pun bangun dari ranjang nya untuk berpakaian. karena saat ini memang Diana hanya memakai kimono handuk.
***
satu Minggu berlalu
rencananya hari ini Diana dan Adrian akan fiting baju untuk pernikahan nya 2 Minggu lagi
"bukan nya kamu ada janji dengan Adrian Ana? apa Adrian nya sudah datang menjemput mu ha?" ucap Devan yang sedang duduk di ruang keluarga sambil menonton TV bersama Mamih ayu, hari ini hari Minggu jadi semua ada di rumah.
" entah,, mungkin dia lupa" jawab Diana Santai duduk di samping Mamih ayu sambil memakan camilan yang di buat bi sumi.
" kamu ini kalau bicara asal saja!" ucap mamih ayu menoyor pelan kening Diana.
" yah Mamih... Ana kan gak tau itu orang Dateng apa nggak" ucap Diana acuh.
" coba kamu telp sana Ana" ucap Devan
__ADS_1
"ngapain di telpon,, kalau dia ingat hari ini ada janji dengan ku,dia pasti Dateng" ucap Diana lagi Santai
sedangkan Mamih ayu menatap gemes melihat tingkah Diana yang seperti nya tidak merasa care dengan pernikahan nya.
tak lama terdengar deru mesin mobil memasuki halaman rumah Bagas Suryadipa.
lalu terlihat seorang pria tampan nan tegap dengan kacamata hitam bertengger di atas batang hidung mancung nya, turun dari mobil BMW sport bewarna hitam. lalu berjalan santai memasuki rumah keluarga Bagas Suryadipa.
" siang tante,,mas Devan" ucap Adrian memberi salam pada sang pemilik rumah yang sedang berada di ruang keluarga yang sedang bersantai.
lalu Adrian mendekati Mamih ayu dan meraih tangan mamih ayu dan mencium punggung tangan calon mertua nya itu.
" maaf saya baru sampai sudah siang begini,, tadi saya ada masalah sedikit di jalan.. jadi terlambat datang" ucap Adrian ekor matanya melirik ke arah Diana yang terlihat santai malah terkesan acuh karena tetap tatapan mata nya lurus ke depan melihat acara televisi, tanpa menoleh dan peduli dengan kedatangan Adrian. melihat itu pria itu tersenyum tipis.
" gimana Ana,, apa kita jadi pergi ke butik tante maya?" ucap Adrian bertanya ke pada Diana
gadis itu menoleh ke arah Adrian yang duduk di dekat Devan.
" terserah" ucap Diana acuh.
" loh kok terserah sih ngomong nya,,sana kamu siap siap dulu! untuk pergi ke butik tante maya, sudah di tunggu loh" mamih ayu ikut bicara merasa risih melihat tingkah anak gadis nya itu yang terlihat cuek dengan kedatangan Adrian.
"sana buruan!" ucap Mamih ayu lagi sedikit mencubit kecil pinggang Diana.
sedangkan Adrian tersenyum tipis mengamati tingkah gadis nya itu.
dan tak lama Diana sudah kembali keruang keluarga di mana di situ Devan, Adrian sedang berbincang seputar pekerjaan yang mereka jalin saat ini. sedangkan Mamih ayu di dapur bersama bi sumi.
" ayo kita berangkat" ucap Diana menyela pembicaraan Devan dan Adrian.
pria itu menoleh ke arah Diana yang berdiri di ujung sofa. Adrian menatap Diana lekat.
yang berpenampilan lebih feminim seperti biasanya karena Diana selalu berpenampilan kasual yang Adrian lihat selama mengenal nya. tapi kali ini, dengan memakai dress panjang sebatas lutut, bewarna peach dengan lengan pendek di pinggir nya terhias bordiran bunga lili putih. serta tali lilit di kepang melingkar di pinggang nya. dan rambut panjang ikal sebahu nya ,di biarkan tergerai menutupi bagian pundak mulusnya yang memang sedikit terbuka. karena memang Krah dress nya lebar berbentuk hati. sungguh penampilan yang manis di mata Adrian.
" awas mata mu itu keluar bro" ucap Devan tersenyum miring melihat Adrian menatap Diana Adik nya sedemikian rupa. dan Adrian pun terlihat canggung jadi nya alias salting!!
" ah iya,, ayo kita berangkat.. Aku permisi dulu mas Devan, Mamih" ucap Adrian sopan permisi dengan kedua orang penting yang ada di rumah itu.lalu Adrian dan Diana pergi menuju butik tante maya untuk fiting baju pernikahan nya yang tinggal 2 Minggu lagi.
" kamu sangat cantik sekali Ana,, dengan penampilan mu sekarang ini" Adrian membuka pembicaraan karena selama 15 menit perjalanan menuju ke butik tante maya, mereka hanya terdiam.
Diana menoleh ke arah Adrian dan tersenyum tipis
__ADS_1
" benarkah? apa baru kali ini aku terlihat menarik di mata mu?" ucap Diana mencibir
" tentu tidak,,di mata ku kamu itu selalu menjadi wanita yang paling cantik sweaty.. tapi kali ini aku sangat menyukai penampilan mu yang feminim Begini" ucap Adrian menatap lembut Diana.
" oh begitu ya, ini kan aku di paksa Mamih ayu untuk memakai dress ini.. sebenarnya ini bukan gaya ku,, gak bebas rasanya pake longdress gini" ucap Diana terlihat bete.kedua tangan nya sibuk merapikan bawah dress nya yang sedikit terangkat sehingga terlihat kedua pahanya yang putih mulus.
dan Adrian melihat itu, hingga membuat dirinya gelagapan di buatnya ada rasa yang mendesir yang menjalar di tubuh nya.
*ya Tuhan.. kamu Adrian kenapa cuma liat paha mulus gadis ini yang hanya sedikit terlihat saja rasanya membuat ku gelagapan begini.. seperti gak pernah liat paha perempuan saja
tapi ini kenapa diri ku sudah terbakar rasanya
kenapa pikiran ku jadi mesum gini sih* batin Adrian bicara
" kenapa kamu Adri?" tanya Diana melihat wajah Adrian yang memerah.
" kenapa aku?" Adrian balik tanya
" itu wajah mu memerah,, apakah udaranya panas? aku rasa tidak,, AC di mobil mu ini sudah cukup dingin" ucap Diana polos.menatap heran Adrian.
" masa sih?" ucap Adrian canggung lalu pria 27 tahun itu menghela nafasnya berat, dan mengusap wajah tampan nya berusaha Menetralkan dirinya dari perasaan nya yang tidak karuan.
" apa kamu sakit?" tanya Diana lalu gadis itu memutar posisi duduk nya menhadap Adrian, lalu tangan kanan nya terangkat, dan mencoba meraba dahi Adrian yang sedang fokus di balik kemudi mobil nya. tentu saja Adrian sedikit kaget dengan sentuhan tangan mungil Diana.
" tidak panas,, seperti nya normal suhu badan mu" ucap Diana tanpa beban. tanpa memperdulikan tatapan tajam dari Adrian.
" aku memang baik baik saja Sweaty... tapi bagian yang lainnya yang tidak baik-baik saja" ucap Adrian merespon tingkah Diana.
" oh ya? bagian mana?" dengan santai nya Diana menimpali kata kata Adrian.
lalu dengan tiba-tiba Adrian menepikan mobilnya dan berhenti di pinggir jalan.
gadis itu kaget kenapa Adrian menghentikan mobil nya.
"ada apa Adri,, kenapa kamu menepikan mobil mu?" Diana menatap heran Adrian.
sedangkan Adrian tersenyum devil menatap lekat wajah cantik Diana.
" kamu mau tahu bagian mana diriku yang tidak baik-baik saja heum?" ucap Adrian pelan.
"
__ADS_1
"
*T B C *