Namaku Diana

Namaku Diana
belum bisa move on?


__ADS_3

"pesawat yang membawa mamah mu sudah mau mendarat sayang,ayo kita tunggu di di sana" Adrian menunjuk ke arah tempat penjemputan.


"iya mas,ayo" ajak Diana tapi ketika dia ingin melangkah ada segurat ragu di wajah nya menatap Aniara dan Reno sekilas.dan Adrian mengerti dari expresi wajah istrinya itu.


"tujuan kamu kemana Reno?" tanya Adrian


Reno yang sedari tadi hanya diam menatap aneh Diana terhenyak karena Adrian bertanya.


"apa? oh, aku akan tinggal sementara di apartemen ku"


"Aniara juga?" tanya Diana ragu.


"iya, Jully sementara akan tinggal di apartemen ku, selama di sini" jawab Reno enteng.


Diana menatap Reno dan Aniara bergantian dengan tatapan aneh mungkin tepat nya tidak senang mendengar Aniara tinggal di apartemen Reno.


"apa sebaiknya kamu tinggal bersama ku di rumah mamah Eva? dan hari ini mamah ayu akan datang bersama mas Devan"


Jully diam tersenyum samar lalu menatap Reno.pria itu hanya mengangkat kedua bahunya seolah bicara terserah.


"baik lah kalau aku tidak merepotkan"ucap Jully sedikit ragu.


"tentu saja tidak, kamu tidak merepotkan malah mamah akan senang bertemu dengan mu, ayo kita jemput mamah" ajak Diana pada Jully


Jully dan Reno pun mengikuti langkah Diana dan Adrian ke tempat penjemputan.

__ADS_1


beberapa menit kemudian.


"mamah!" teriak Diana ketika melihat mamah Ayu dan Devan muncul di tengah keramaian di antara orang orang yang baru keluar dari gate kedatangan


mamah Ayu hanya tersenyum simpul melihat tingkah Diana yang sangat antusias. semakin dekat Ayu berjalan mendekati Diana senyum di wajah nya perlahan menyurut berganti dengan wajah pias karena pandangan nya terpaku pada gadis yang berdiri di belakang Diana bersama..


"Reno? dan gadis itu apa..ya Tuhan apa.."ucap Ayu pelan matanya membola Ayu menoleh ke arah Devan,sama anak lelaki nya juga sama terkejut nya dengan dirinya. DIana yang menyadari perubahan pada Mamah nya seketika diam menunggu Reaksi apa lagi yang akan dia lihat dari Mamah Ayu.


sedangkan Jully dan Ayu tatapan mata mereka saling mengunci dengan penuh makna.


dan ketika Ayu sudah benar benar berada di hadapan Diana dan Jully serta Reno dan Adrian.


"Ana, ini... ucapan Ayu terjeda menatap Diana seolah bertanya apakah dugaan nya Benar.


dan Diana seakan mengerti dari tatapan Ayu hanya mengangguk pelan dan tersenyum membalas tatapan Mamah nya.


tanya Ayu dengan antusias meraih tangan Jully.


"mam, sebaiknya kita jangan bicara di sini, ayo kita cari tempat yang enak untuk bicara" saran Devan yang dari tadi diam dengan raut wajah excited melihat gadis yang dia duga kembaran adik nya.


akhirnya dengan saran Devan mereka berenam berjalan meninggalkan area bandara menuju sebuah Cafe yang ada di luar area bandara.


dan kedua mobil itu berhenti di sebuah cafe tak jauh dari Bandara.


mereka berenam masuk ke dalam Cafe tersebut mencari tempat duduk yang sedikit private.

__ADS_1


Jully duduk di sebelah Reno berhadapan dengan mamah ayu, sedangkan Diana, Adrian serta Devan duduk berjejer di sebelahan.


sedangkan Reno merasa seperti mimpi bertemu dengan dua wanita yang berwajah sama, wajah yang pernah mengisi hati nya.


jadi saat ini pemilik wajah tampan bermata jeli itu pandangan nya tak putus menatap lekat Diana dan Jully bergantian lain dengan Adrian yang juga memang pandangan nya kadang memperhatikan gerak gerik Reno pria tampan nan manly itu sedikit greget dengan sikap Reno yang selalu mencuri pandang pada istri nya dengan pandangan penuh arti.


ini lah yang membuat Adrian khawatir ketika Reno ada di sekitar dia dan Diana.apakah Reno belum bisa move on dari istri nya? itu yang ada di dalam pikiran Adrian tentang Adik Lelaki nya.


Ayu menatap lekat wajah cantik Jully yang seperti pinang di belah dua dengan Diana. mata wanita tua nya masih terlihat cantik itu tampak berembun.


"Aniara,tahu kah kamu aku ini mamah mu" ucap Ayu haru menjelaskan.


Jully tersenyum tipis merespon ucapan mamah Ayu.


"iya aku tahu, aku kesini sebagai Aniara dan anda seperti nya mamah aku"ucap Jully pelan tapi wajah nya terlihat bingung Jully tidak tahu harus bersikap seperti apa mengahadapi wanita yang ada di hadapannya ini adalah wanita yang mengandung nya


Ayu tersenyum, menatap haru pada Jully.


"tentu saja aku ini mamah mu, Mamah yang mengandung mu, yang kehilangan dirimu dua empat puluh tahun yang lalu sayang, Mamah sangat menderita waktu itu karena kehilangan dirimu"


dengan suara yang mulai bergetar Ayu bicara.


"mam" ucap Devan pelan mengusap usap punggung tangan Mamah nya agar mamah ayu tenang, tidak terlalu terbawa emosi nya.


Ayu melirik sekilas pada Devan mengangguk pelan tersenyum tipis mengerti dengan kekhawatiran Devan.

__ADS_1


*


...to be continued.....


__ADS_2