
"bisa kita mulai rapat nya?" ucapan tiba-tiba dari Jully men,cut percakapan absurd kedua pria tampan yang ada di depan nya itu.membuat kedua nya menoleh bersamaan ke arah Jully.
"baik, silahkan, kita mulai" ucap Reno berusaha mengembalikan ke wibawaan nya, dan kembali memasang wajah dingin nya.sedangkan Jhon hanya menggeleng kan pelan kepala nya.melihat tingkah sang atasan nya itu.
pembahasan tentang kerjasama kedua perusahaan itu Pun di mulai,Reno, dan Jully beserta para staf nya tampak terlibat pembahasan yang sangat serius tentang proyek besar yang akan mereka kerjakan oleh kedua perusahaan besar itu.
akhirnya pertemuan untuk proses dan prosedur itu pun selesai dengan sempurna, mencapai kesepakatan bersama dengan menguntungkan kedua belah pihak.
Reno dan Jully berdiri dan bersalaman setelah mencapai tujuan kedua perusahaan itu.
"terimakasih, semoga kerjasama kita lancar tidak ada gangguan dan sukses" ucap Jully di sela jabatan tangan nya pada Reno. pria itu mengangguk pelan, tersenyum tipis merespon ucapan Jully.dan ketika Jully ingin melepaskan jabatan tangan pada tangan Reno, pria itu tanpa sadar malah mengeratkan genggaman tangan nya pada tangan Jully.seolah enggan untuk melepaskan tangan kecil milik Jully yang terasa lembut dia rasa.kedua alis Jully bertaut menatap tajam ke arah Reno.
"tuan?" sapa Jully
"apa?" dengan bodohnya Reno malah berkata seperti itu.tanpa tahu malu, dengan kedua alisnya terangkat.
"tangan mu" Jully menggerakkan bola matanya ke arah jabatan tangan mereka berdua.
"kenapa tangan saya?" tanpa rasa,Reno mengikuti arah pandang Jully dan Reno pun tersadar dengan ke kebodohannya dan langsung dengan cepat melepaskan jabatan tangan nya pada jully.wajah tampan nan dingin pria itu memerah karena menahan malu.
*sial! ada apa dengan ku? kenapa aku jadi bodoh begini? * batin Reno
dan Jully hanya tersenyum simpul menanggapi hal tersebut.
"baik lah kalau begitu kami permisi, terimakasih atas sikap ramah anda sekalian" tanpa banyak basa-basi lagi akhirnya Jully dan assisten nya Robert.pergi dari ruangan meeting tersebut.
Reno menatap kepergian gadis itu dengan tatapan matanya yang penuh arti.terus mengikuti langkah Jully hingga menghilang di balik pintu ruang meeting.
"naksir boss?" ucap Jhon santai
Reno yang pandangan nya masih lurus ke arah pintu yang tertutup itu, menoleh ke arah Jhon yang berdiri tak jauh dari nya dengan tatapan dingin nya.
"naksir sama siapa?" tanya Reno pura pura tidak mengerti dengan maksud pertanyaan sahabat nya itu.
"second Diana" ucap Jhon singkat, jelas, dan padat.
sebenarnya Jhon sudah menyelidiki mencari tahu siapa itu Jully atas perintah Eva, wanita yang sudah dia anggap seperti ibu nya sendiri.
__ADS_1
dan setelah Jhon menyelidiki nya membuka tabir kehidupan siapa Jully dan orang yang Jully anggap, orang tua nya itu. Yang mengasuhnya dari umur satu tahun. yang bernama frederic Jhonson. pemilik perusahaan Jhonson corp. yang kini menjadi investor tetap di perusahaan BLUE SKY yang di pimpin oleh Reno di MELBOURNE, dan istri nya bernama Elma Viera.
Eva tetap menyuruh nya merahasiakan nya dari Reno.dengan alasan biar Reno mencari jati diri nya dahulu dan merasakan kembali cinta yang lain di hidup nya, dengan alurnya sendiri. tanpa ada sebab apapun.jadi dengan berat hati, Jhon merahasiakan siapa itu Jully dari Reno.karena dia pun menerima alasan Eva tersebut.
*maafkan aku bro, aku sudah merahasiakan nya dari mu siapa itu Jully.batin Jhon.
"tidak mungkin" sangkal Reno.
"why?"
"karena aku tahu dia itu bukan Diana" jelas Reno.
"oh begitu?"
tanpa menyahut ucapan Jhon lagi, Reno berjalan dengan langkah lebar nya keluar dari ruang meeting tersebut meninggal kan Jhon yang masih sibuk dengan pikirannya.lalu tak lama Jhonatan pun menyusul langkah lebar Reno keluar dari ruangan itu.dengan senyuman tersungging di bibirnya.
lain di bibir,lain yang di rasakan di hati Reno saat ini, setelah dia sudah berada di dalam ruangan kerja nya.pria tampan bermata jeli itu yang sedang duduk di kursi kebesaran nya. wajah nya tampak gelisah,pena yang ada di jepitan antara jemari kokohnya di mainkan berputar seperti baling-baling.sesekali mata nya menatap ke arah ponsel nya yang ada di atas meja kerja nya.seperti sedang menunggu pesan, atau telpon dari seseorang.dan tak lama..
TRING.
sebuah notif pesan masuk ke ponselnya, dengan cepat dia mengambil ponselnya dan menggulirkan layar ponsel yang ada di tangan nya.dan di lihat nya pesan masuk di ponselnya itu.
tiba tiba pintu ruangan kantor nya terbuka lebar,tanpa permisi lagi Jhon sang asisten nya masuk begitu saja dengan beberapa map bewarna coklat di tangan nya.langkah Jhon terhenti tak kala melihat Reno tersenyum lebar dengan tatapan nya tertuju pada layar ponsel yang sedang dia pegang.
"are you smile boss?"
ucapan Jhon yang tiba tiba itu mengejutkan Reno, karena ternyata dia sedang fokus dengan apa yang dia lihat dan hatinya sedang terbawa suasana dengan apa yang dia lihat di pesan masuk dari ponselnya.sehingga walaupun dia mendengar pintu ruangan kantor nya terbuka,tapi tidak membuat fokus nya buyar.maka tak di pungkiri dia menjadi kaget ketika Jhon bersuara dan menyapa nya tiba-tiba.Reno dengan cepat meletakkan kembali ponselnya di atas meja kerja nya.dan kembali bersikap biasa.
"kenapa emangnya? apa ada yang salah kalau aku tersenyum ha?" sahut Reno santai lalu menyenderkan tubuhnya di kursi.
"nothing,s oke"
lalu Jhon berjalan mendekati meja kerja Reno,dan menyerahkan beberapa berkas yang dia bawa.
tapi Reno malah berdiri bangun dari kursi nya.jhon menatap heran.
tahu tatapan Jhon pada dirinya seperti ingin bertanya.
__ADS_1
"aku pergi dulu,ada sesuatu yang aku urus Jhon" dengan santai Reno berucap, sambil menepuk pundak sang asisten dan berlalu.
"urusan pekerjaan? mengapa aku tidak mengetahui nya?"
"seperti nya untuk sementara ini aku butuh privasi Jhon" ucap Reno terdengar tegas.
"tapi boss, ini bagaimana?"
teriak Jhon, karena Reno sudah hampir melewati pintu keluar ruangan itu.jhon menunjuk berkas yang dia bawa tadi di atas meja kerja Reno.
"kita urus nanti, tenang saja!"
teriak Reno, yang sudah keluar dari ruang kerja nya.
_____________
Adrian dan Diana baru keluar dari sebuah rumah sakit, berjalan menuju parkiran mobil wajah mereka nampak terpancar kebahagiaan.Adrian melangkah cepat ke arah mobil untuk membukakan pintu mobil untuk istri nya.
"silahkan masuk permaisuri ku" Adrian membimbing istrinya masuk ke dalam mobil dengan hati hati, dan jangan lupa, ucapan Adrian tadi membuat Diana antara jengah dan tersipu.
"apaan sih mas" protes Diana.
Adrian terkekeh dan tidak peduli dengan protes istrinya itu.lalu dia pun ikut masuk ke dalam mobil, duduk di kursi kemudi.menyalahkan mesin mobil dan melajukan mobilnya perlahan, keluar dari area parkiran rumah sakit, ke jalan raya.
"kita ke supermarket dulu ya sayang,membeli kebutuhan mu, untuk kedua jagoan kita ini" ucap Adrian dengan mata berbinar satu tangan nya mengusap usap lembut perut istrinya yang masih rata.
setelah pemeriksaan dengan USG 4D tadi dengan Dokter kandungan,di ketahui ada dua titik janin di rahim Diana, dalam artian Diana mengandung anak kembar, dan itu adalah kabar yang sangat membahagiakan bagi mereka berdua.
"dua jagoan?" tanya Diana bingung, dengan suami nya yang mengatakan di perut nya dua jagoan, sedang kan janin yang ada di dalam rahim nya baru ajah masih sebesar kacang kedelai.
"iya" jawab Adrian santai sambil fokus dengan dengan arah jalan di depan nya.
"ngaco kamu mas, janin di dalam rahim ku ini masih sebesar biji kedelai, mana bisa kamu bilang dua jagoan" ucap Diana gemes mencebik bibir nya.Adrian tergelak merasa lucu sendiri dengan ucapan nya.
"
"
__ADS_1
to be continued.