
Diana terisak di dalam pelukan Adrian
cukup lama.
"sayang, maaf kan aku"
Diana melepaskan diri nya dari pelukan suaminya.
"kenapa kamu harus minta maaf mas? aku menangis karena takut, ini yang kedua kalinya kamu di jebak seseorang dengan obat perangsang"
ucap Diana lirih.
"Adrian tersenyum tipis, tangan nya menyeka air mata istrinya yang membasahi pipinya.
"kamu masih mengingat nya hm?"
"tentu saja aku ingat,dan kamu terus saja beruntung"
"beruntung?" tanya Adrian bingung dengan ucapan istrinya itu.
"iya, beruntung.. pada saat kamu terjebak dengan obat sialan itu, masih ada orang yang menolong mu hingga kamu tidak membuat kesalahan di bawah pengaruh obat sialan itu!"
sungut Diana.
"Ah, benar.. ternyata Tuhan sangat sayang pada ku, sehingga tidak membiarkan hasrat ku terbuang percuma" ucap Adrian enteng nya kemudian pria itu tertawa kecil.
issh, seperti nya begitu, apakah kamu mengharapkan terjadi sesuatu di saat itu?"
"tentu tidak sayang"
"yakin?"
"tentu saja"
"apa kamu sebelum nya pernah melakukan nya mas?"
"melakukan apa?"
__ADS_1
"itu" ucap Diana dengan nada risih.
"itu apa sayang?'
"AAA.. kamu jangan pura pura tidak mengerti apa maksud ku mas" ucap Diana gemas.
Adrian terkekeh geli mendengar ucapan istrinya itu.
"jawab aku mas!"
"benar mau tahu kamu hm? nggak nyesel? mantan ku banyak loh"
ucap Adrian menatap Diana dengan tatapan aneh.
Diana diam tak merespon ucapan Adrian, dia hanya lurus menatap tajam suaminya itu.
melihat sikap Diana seperti itu, senyuman di wajah Adrian perlahan hilang, tenggorokannya terasa tercekat.
*mati aku*ucap Adrian dalam hati merasa ngeri dengan tatapan istrinya yang dia tahu apa artinya itu.
"sayang"ucap Adrian pelan
"apa yang harus aku jawab sayang... ucap Adrian di buat melas
"bukan kah mantan mu banyak tadi kamu bilang? pasti nya kamu sudah melakukan nya dengan salah satu mantan mu itu kan?" desak Diana, tiba-tiba saja dada nya terasa sesak dengan pertanyaan bodohnya.
"aku hanya bercanda sayang... aku tidak punya mantan, karena aku tidak pernah menjalin hubungan yang serius, kau tahu? selama tiga tahun perasaan ini aku simpan hanya untuk mu,, hati ku mati rasa bila bersama dengan wanita lain, aku tidak bergairah, tapi ketika aku dengar kamu menjalin hubungan dengan Reno, aku kecewa, aku frustasi, aku berusaha keras ingin melupakan mu, aku mengalah demi perasaan ku, tapi nyata nya tidak bisa,rasa cinta ku pada diri mu, sudah tersimpan dalam mengisi relung hati ku sayang..
Adrian diam sejenak pria itu menghela nafasnya berat.
lalu dia kembali bicara, menatap sendu wajah cantik istrinya itu.
"aku coba bermain wanita, hidup ku menjadi liar, dengan tujuan ingin membunuh rasa cinta ku pada mu di hati ku.tapi setiap kali aku ingin menyentuh wanita lain, bayangan wajah mu terus mengusik ku, pernah aku berpikir apa aku hanya terobsesi dengan mu atau apa yang aku rasakan ini adalah cinta, aku pun tak menemukan jawaban nya.karena yang jelas saat itu aku rasakan,rasa kecewaku karena kehilangan mu,rasa frustasi ku karena tidak bisa memiliki mu, aku mengalah untuk mendapatkan mu, karena lelaki itu adalah adik ku, aku tidak mau bentrok dengan Reno karena seorang perempuan, tapi kenyataannya Reno telah menyia, nyiakan kamu, telah menyia nyiakan cinta mu.aku marah, karena Reno telah menyakiti mu.
saat itu lah aku bertekad untuk kembali mendapatkan mu, dan tak akan aku biarkan Reno mengambil mu dari aku, karena Dia sudah membuang seorang gadis yang sangat berharga buat ku, dan gadis itu sekarang sudah aku miliki seutuhnya, bahkan sekarang di perut ini.. telah hadir dua Adrian junior"
tangan besar Adrian meraba raba lembut perut istrinya itu.kemudian Adrian tersenyum menatap lekat istrinya.
__ADS_1
"anak kita sayang.. jadi kesimpulannya kamu tahu kan, aku tidak pernah menyentuh atau berhubungan intim dengan wanita lain selain dirimu sayang" ucap Adrian lembut lalu dia menarik tubuh istrinya kedalam pelukannya.
sedangkan Diana diam terpaku setelah mendengar penjelasan panjang dari suaminya itu,Diana merasa bahagia karena di cintai sebegitu dalam nya oleh pria yang memendam perasaan untuk nya selama tiga tahun.Diana membalas pelukan suaminya dengan erat.
"jangan terlalu mencintai aku sebegitu besar nya mas.. kamu akan kecewa nanti kalau tahu aku tidak sempurna untuk mu" ucap Diana lirih.
"bagi ku, setelah kehadiran kedua anak kita di rahim mu, telah menjadikan kamu sempurna untuk ku sayang"
Adrian mengurai pelukan nya di pandangi nya wajah cantik istrinya itu lekat.lalu entah siapa yang memulai, bibir mereka sudah saling bertautan, saling menyesap, Adrian terus mencumbu dalam dalam istrinya dengan lembut.perlhan di rebahkan tubuh istrinya di atas ranjang tanpa melepaskan tautan bibirnya.
lenguhan pun terdengar dari mulut Diana.menambah gairah Adrian kian menggebu.bibir nya terus bermain di bibir Diana sesekali turun ke leher jenjang Diana membuat gigitan kecil di sana, hingga membuat Diana menjerit tertahan.merasakan sakit'karena sesapan kuat Adrian, sekaligus rasa nikmat yang Diana rasakan yang di berikan oleh suaminya itu.tangan Adrian terus bermain liar di setiap titik sensitif tubuh istrinya.hinggga Adrian meminta Diana untuk terus berlanjut ke permainan inti.dengan mata yang sudah berkabut gairah.
"sayang?"
DIana pun mengerti dan mengangguk pelan.tanpa bicara lagi Adrian langsung melanjutkan aktivitas panas nya, mengajak istri nya langsung ke permainan inti nya, dan terus berpacu untuk mencapai puncak kenikmatan yang mereka rengkuh bersama di malam itu.Adrian terus membuktikan keperkasaan nya di atas tubuh istrinya.dalam beberapa kali.hingga membuat Diana tak berdaya di kukung rasa kenikmatan yang terus menerus dia dapatkan dari keperkasaan suaminya.dan membuat Adrian merasa bangga dan puas dengan perbuatan nya itu yang membuat istri nya menjerit berkali-kali karena perbuatannya.
Hingga permainan panas itu terpaksa Adrian sudahi setelah beberapa kali sudah dia mendapat pelepasan nya hingga yang terakhir ini yang dia rasakan di akhiri dengan erangan panjang nya dan ******* istrinya menyatu menggema di ruangan kamar besar itu.tubuh Adrian pun ambruk di samping tubuh istrinya dengan nafas mereka yang masih tersengal sengal,mata Adrian yang masih terpejam, seolah masih ingin merasakan sisa-sisa kenikmatan yang dia dapat kan dari pelepasan nya yang sudah ke tiga kali nya.
sungguh malam ini, malam yang penuh dramatis buat dirinya, dari rasa tegang, kecewa, sedih, cemburu, hingga berakhir dengan memburu kenikmatan yang luar biasa mereka rasakan.
Adrian terkekeh pelan di sela nafasnya yang masih memburu.
membuat Diana heran.
"kenapa kamu mas?" tanya Diana heran, lalu mendekati tubuh polos suaminya, Adrian menyambut tubuh istrinya di tarik nya kedalam pelukannya.
"tidak sayang, aku hanya merasa bahagia saja" kilah Adrian.seraya mengecup lembut surai istrinya.
"tentu saja kamu bahagia, tiga ronde kamu nanjak" ucap Diana mencebik.
Adrian terkekeh pelan
"kamu tahu sayang, aku tidak cukup sekali kalau sudah berada di atas tubuh mu" ucap Adrian enteng.
"issh, dasar!"
"tapi kamu suka kan sayang?"
__ADS_1
"
to be continued.