
" Diana akan menjadi kakak ipar ku? Hahaha,,Reno tertawa sumbang lalu perlahan gelak tawa Reno hilang, Reno terdiam sesaat, kemudian dengan tangan kanan nya dia memukul stir kemudi nya berkali-kali " sial!" Reno mengumpat sesekali melampiaskan emosi nya. pria itu dalam perjalanan menuju ke Surabaya untuk menemui mantan kekasih nya.
******
tok
tok
"Diana... buka pintu nya nak" teriak mamih ayu mengetuk pintu kamar anak gadis nya itu
" sudah siang begini kamu belum bangun Ana?" ucap mamih ayu terus mengetuk pintu kamar Diana. ketika tangan kanan mamih ayu bersiap untuk mengetuk lagi pintu kamar itu..
pintu itu terbuka, " apa sih mam.... Ana sedang di kamar mandi,, gak sabaran amat mamih" ucap Diana membuka pintu kamar nya
dengan masih memakai bathrob
" kamu ini ya,,makanya kalau di panggil nyahut,,
mamih mana tau kamu lagi di kamar mandi" ucap mamih ayu menyentil kening Diana
"aww,, sakit mih.... teriak Diana mengusap usap jejak sentilan mamih ayu di keningnya dengan bibir manyun.
" ya sudah, jam berapa ini, udah siang kamu melewatkan sarapan pagi mu Ana"
" iya mih aku beberes dulu, nanti aku turun untuk sarapan?" ucap Diana ragu karena seperti nya bukan sarapan pagi lagi sekarang, tapi langsam makan siang, karena sudah jam 11 siang.
" makan siang sekalian!" ucap mamih ayu gemes.kemudian mamih ayu pun kembali turun ke lantai satu menuju dapur untuk membantu bi sumi memasak untuk makan siang.
Diana kembali menuju kamar nya . bukan nya langsung pake baju,Diana malah merebahkan tubuhnya di atas ranjang empuk nya dengan kedua kakinya menjuntai ke lantai.
Ting
suara dentingan ponsel nya terdengar tanda notifikasi pesan masuk.
dengan malas Diana bangun meraih ponselnya di atas nakas yang berada di samping ranjang nya. di gulir nya layar ponselnya membuka pesan masuk
bastard
Ana bisa kita bertemu?
Diana mengerutkan dahi nya mendapatkan pesan dari Reno mantan nya yang telah berganti nama panggilan di daftar contak nya menjadi " bastard!
Diana tak membalas pesan wa dari mantan nya itu. ponsel Diana berdenting lagi
__ADS_1
bastard
Ana aku ingin bertemu dengan mu!
temui aku di cafe tempat biasa kita bertemu aku tunggu sore ini jam 5
Diana tetap tidak membalas pesan dari Reno
bastard
kalau kamu tidak menemui ku,aku akan datang kerumahmu
Reno kembali mengirimkan pesan Wa dengan kata seperti ancaman ke Diana
" bajingaaaan.... ngapain dia ingin bertemu dengan ku!" ucap Diana sengit kedua kaki menendang udara saking emosi nya.
Diana merapikan diri nya, setelah itu gadis itu keluar dari kamar nya menuju lantai bawah tujuan nya adalah meja makan. perut nya sudah menjerit memohon minta di isi dengan makanan.
" mamiih... ucap Diana lantang menghampiri Mamih ayu yang lagi sibuk di dapur dengan bi sumi, mamih ayu pun menoleh ke arah Diana dengan cepat mengambil goreng bakwan yang ada di counter dapur dan langsung menyumpal mulut anak gadis nya itu yang teriak seperti kaleng di banting
mmhff,, mata Diana membola kaget mendapati mulut nya di sumpal dengan goreng bakwan oleh mamih ayu, lalu Diana dengan cepat mengambil bakwan jagung yang sudah masuk separo ke dalam mulutnya.
" ih mamih... ucap Diana manja sambil mengunyah separo bakwan jagung
" makanya sering pulang ke rumah biar gak kekurangan makan dan tidak perlu kamu harus banting tulang kerja paruh waktu untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari mu"
ucap mamih ayu sambil menata makan siang di meja makan." memang nya uang yang di kirim ayah bagas kurang?" lanjut mamih ayu merasa heran dengan anak gadis nya itu yang mau mau nya kerja paruh waktu padahal ayah Bagas memberikan uang yang cukup untuk biaya hidup dan kuliah Diana.
" apa gaya hidup mu tinggi Ana? seperti masih kurang saja kiriman uang dari Ayah mu?"
" tidak mih,,malah lebih dari cukup kiriman uang dari ayah Bagas" mulut Diana terus terisi dengan bakwan jagung buatan mamih ayu
" lalu kenapa kamu masih bekerja paruh waktu di cafe,, malah sampai pulang malam" ucap mamih ayu menatap anak gadis nya itu dengan tatapan tak senang.
" ana kerja paruh waktu itu, hanya untuk mengisi waktu saja biar ada kesibukan lain dan tidak stres dengan tugas tugas kuliah mih.... jelas Diana ke Mamih ayu.
" ah dasar kamu ini, ingat Diana kamu itu seorang gadis,, Mamih khawatir kalau kamu kerja sampai pulang larut malam" wajah mamih ayu meringis ngeri membayangkan anak gadis nya itu kerja hingga pulang malam.
" jangan khawatir Mamih ku sayang... insya Allah Ana bisa menjaga diri" ucap Diana santai
lalu Diana pun beranjak dari kursi meja makan.
" mau kemana kamu?" tanya Mamih ayu melihat Diana sudah beranjak dari kursi meja makan.
__ADS_1
" mau ke kamar,, mau siap siap Ana ada janji dengan seorang teman lama' ucap Diana melangkah kan kakinya menuju kamar nya.
" pria atau wanita?!" tanya Mamih ayu penasaran dengan terpaksa Diana menghentikan langkahnya berbalik ke arah mamih ayu.
" seorang pria" jawab Diana jujur
emang bener kan Reno itu seorang pria jadi dia gak bohong.
" seorang pria? siapa?"
" teman lama mamih..
" iya,, tapi siapa?" mamih ayu tambah penasaran dan gemes dengan jawaban Ana yang tidak jelas
" ada lah pokoknya,,Ana belum bisa cerita ke Mamih maaf"
" awas Ana kamu harus jaga sikap dan pergaulan mu untuk calon suami mu,, karena Minggu depan keluarga Rudi akan datang ke Surabaya untuk bertemu dengan Ayah Bagas untuk menentukan hari baik pernikahan mu dengan Adrian.
Diana yang hendak melangkah kaget mendengar kata-kata Mamih ayu itu.
" apa mih? keluarga Adrian akan kesini Minggu depan untuk menentukan hari pernikahan?"
" iya karena pernikahan mu rencananya di laksanakan bulan depan" ucap mamih ayu tegas dan mantap
"what!! bulan depan? secepat itu?!" mata Andini membola merespon ucapan mamih ayu
" iya,, memang secepat itu, awal nya mamih juga tidak setuju dengan rencana antara ayah mu dengan sahabat nya itu,tapi akhirnya mamih setuju pernikahan mu di percepat, itu lebih baik biar kamu ada yang membimbing dan ngawasin! biar hidup mu tidak sembrono!" ucap mamih ayu tegas. karena khawatir dengan anak gadis nya satu satunya itu.
" ishh mamih emangnya Ana anak kecil" Diana mencebik
" tingkah mu lebih bikin mamih khawatir dari pada anak kecil!" ucap mamih enteng
Diana melihat jam di dinding menunjukkan pukul 5 sore dia teringat dengan janji nya untuk menemui Reno di tempat cafe tempat biasa mereka bertemu. dan dia harus menemui mantan nya itu, karena kalau Diana tidak menemui Reno, pria itu mengancam akan datang ke rumah nya.
" ya sudah mih terserah orang tua saja lah,, membantah juga percuma pasti di abaikan" ucap Diana pasrah lalu melangkah menaiki undakan anak tangga menuju kamar nya
" aku ke kamar dulu mih siap siap mau bertemu kawan lama" ucap Diana sambil terus melangkah ke kamar nya.
"
"
"T B C.
__ADS_1