
kedua nafas mereka masih nampak tersengal sengal,peluh di tubuh mereka masih belum kering. Diana menyandarkan kepalanya di dada bidang suaminya.menghidu aroma maskulin dari tubuh suaminya.aroma yang menjadi favorit nya.
"mas"
"apa sayang" jawab Adrian pelan, dengan matanya yang terpejam.namun kedua tangan kokoh nya memeluk erat tubuh istrinya.
"aku minta izin, besok pulang ke Surabaya mau menemui orang tua aku"
"baik lah, aku antar"
"tidak usah, bukan nya kamu lagi sibuk dengan pekerjaan mu?"
"tidak masalah,ada Brandon dan papah.aku akan bicara dengan papah"
"tapi mas, aku pergi sendiri saja,di anter supir.. aku tidak mau cuma gara gara nganterin aku, pekerjaan kamu berantakan" ucap Diana tak enak hati.
"kali ini urusan mu lebih penting sayang" ucap Adrian sangat pelan matanya masih terpejam.
lalu diana mendongak kan wajah nya karena ingin menatap wajah suaminya.
"apa kamu sudah tahu?" tanya Diana
"iya,mamah tadi sore menelpon ku"
"ooh gitu ya"
"hm"
tiba-tiba perut Diana merasa bergejolak, seperti ingin muntah, dengan gerakan kasar Diana melepaskan diri dari dekapan suaminya, kemudian bangun, turun dari ranjang berlari ke arah pintu kamar mandi.dengan cepat masuk ke dalam nya.
Adrian terkejut melihat istrinya bangun tiba tiba, menghempaskan kasar tangan nya yang memeluk tubuh istrinya, wajah Adrian panik mendengar Diana muntah di dalam kamar mandi.Adrian langsung melompat turun dari ranjang berjalan cepat ke arah kamar mandi,dan kebetulan pintu kamar mandi itu tidak terkunci, sehingga Adrian bisa langsung masuk ke dalam kamar mandi, melihat Diana berjongkok di depan closet memuntahkan cairan bening dari mulut nya.
"sayang kenapa kamu? kamu masuk angin ha?!" ucap Adrian panik sambil memijat pelan tengkuk leher istrinya serta mengusap usap punggung Diana.
setelah merasa sudah enakan,Diana
berdiri lemah, Adrian langsung meraih tubuh istrinya dan merangkum nya. agar tidak terjatuh.lalu di seka wajah istrinya yang berkeringat dan pucat oleh Adrian dengan handuk kecil , setelah itu di ambil nya handuk yang besar tergulung rapi yang ada di atas wastafel untuk menyelimuti tubuh istrinya yang keadaan polos, karena tadi, tanpa sadar Diana berlari ke arah kamar mandi tanpa ada sehelai benang pun di tubuh nya.Adrian hanya meringis tak tahan melihat keadaan istrinya yang lemah.
Adrian menggendong tubuh istrinya keluar dari kamar mandi, lalu membaringkan di atas ranjang, menarik selimut tebal untuk menutupi tubuh istrinya.kemudian Adrian duduk di tepi ranjang di sisi Diana.
"apa kamu telat makan sayang?"
__ADS_1
"seperti nya iya, aku tadi tertidur karena kepala ku pusing, seperti nya akhir akhir ini tubuh ku rasanya tidak baik, jadi aku melewatkan makan malam ku, karena tertidur" ucap Diana lirih.
"ya Tuhan sayang... kalau begitu caranya kamu bisa sakit" Adrian menatap istrinya dengan khawatir.lalu Adrian bangun dari duduknya.
"mau kemana kamu mas?" tanya Diana pelan.melihat Adrian mau melangkah kan kakinya.
"aku mau kebawah, mau membuat kan makan untuk mu, kamu harus makan sayang"
"tapi mas, ini sudah sangat malam..jam satu malam, sudah, tidak perlu" tolak Diana.
"mana bisa begitu, perut kamu dari sore belum terisi makanan sayang"
"tapi mas..." akhirnya Diana bangun dari baring nya
"hei mau ngapain kamu?" Adrian dengan cepat menekan kedua bahu Diana supaya tidak bangun.
"aku mau bantu kamu didapur" pinta Diana.menatap sayu Adrian.
"tidak usah Ana...biar aku saja yang memasak makanan untuk mu"
"kalau begitu aku tidak mau makan!"
Diana tetap dengan pendirian nya.
untung sayang dan cinta. batin Adrian.
"baik lah kalau begitu, sebelum nya kita mandi dulu dengan air hangat,masa iya kita makan badan kita masih ada aroma sisa kita bercinta" goda Adrian membuat Diana salah tingkah.
"iya,tapi aku nggak mau mandi bareng!" sahut Diana.
"nggak boleh dong sayang.. badan kamu sedang lemah begini aku khawatir kalau kamu sendirian di dalam kamar mandi,ayo mandi bersama, tenang saja apa yang kamu pikirkan itu, tidak akan terjadi sayang.. karena aku tahu kondisi kamu saat ini.. aku masih waras" Adrian tersenyum lebar karena dugaan istrinya itu.
"ayo nanti keburu malam"
akhirnya Diana menurut. lalu Adrian membimbing istrinya ke dalam kamar mandi untuk mandi bersama, tidak ada embel-embel lain nya.hingga acara mandi cukup hanya memakan waktu dua puluh menit saja.mereka pun selesai.keluar dari kamar mandi bersamaan, dan setelah berpakaian, baru lah Adrian dan Diana turun ke bawah ke lantai satu, menuju dapur. membuat makan untuk mereka berdua.
_______________
pagi menjelang.
gemericik air terdengar dari arah kamar mandi.tak lama Diana keluar dari kamar mandi dengan memakai bathrob bewarna putih.berjalan ke arah ranjang, kemudian duduk di tepi ranjang. tersenyum memandangi wajah tampan suaminya yang masih terlelap tidur.
__ADS_1
"mas, bangun" Diana menguncang pelan tubuh Adrian.tapi Adrian hanya menggeliat saja, tidak terusik sama sekali.
"pulas banget tidur mu mas, udah lagi cape,tapi nekad minta nanjak" cibir Diana pelan merasa gemas.
"kalau soal nanjak memang nggak bisa di tunda sayang...bisa tambah oleng aku kalau nggak nanjak" ucap Adrian yang tiba-tiba saja.matanya perlahan terbuka tersenyum menatap istrinya.karena sebenarnya Adrian sudah bangun semenjak mendengar gemericik air dari kamar mandi.
"issh.. sudah bangun rupanya kamu mas" ucap Diana bibinya manyun melirik ke arah Adrian.
"duh,gemes banget sih kamu"
Adrian langsung merangkul mesra tubuh istrinya, hingga tubuh Diana menindih separo tubuh liat Adrian yang bertelanjang dada.kemudian wajah Diana di hujani kecupan oleh Adrian.
"mas...!" teriak Diana merasa rish dengan kelakuan suaminya itu.
Adrian malah terkekeh geli.
"morning kiss sayang" ucap Adrian dengan senyum lebar nya.
"kebanyakan morning kiss nya!"
sahut Diana bibinya manyun.Diana bangun dari duduknya di tepi ranjang berjalan cepat duduk di depan meja rias nya.
Adrian kembali tergelak.sungguh pagi yang bewarna untuk Adrian mempunyai seorang istri seperti Diana, wanita yang dia damba sejak empat tahun yang lalu, dengan segala perjuangan yang rumit, karena harus bersaing dengan adik nya sendiri. yang akhirnya bisa dia miliki seutuhnya.
Adrian bangun dari tidurnya turun dari ranjang berjalan menuju arah kamar mandi.dan ketika dia melewati istrinya yang duduk di depan meja rias Adrian membungkuk kan badannya mendekatkan wajahnya ke arah telinga Diana dan berkata.
"I LOVE YOU" Istriku yang cantik"
bisik Adrian, hangat nafas suaminya Terasa menerpa.ungkapan cinta Adrian membuat Diana tersenyum bahagia.wajahnya merona.
sedangkan Adrian tersenyum puas bisa membuat wajah istrinya merona.
pria itu pun melenggang santai masuk ke dalam kamar mandi.
"
"
😊😊😊
To be continued.
__ADS_1
terimakasih mom's sudah mampir ke cerita saya.
saya tunggu jejak nya.😉